
“Atau mau kalian binasakan sekalian juga bisa kok anak-anak, dia sekarang hanya hantu tua yang sering mendapat cemooh dari demit-demit jahat yang ada disini. Jadi istilahnya dia sudah bukan apa-apa lagi” kata pak Han
Dimas hanya diam saja ketika pak Han berbicara merendahakan dirinya, tetapi memang itu yang harus dia terima karena perbuatanya di masa lalu.
“Ndak usah pak, kami tidak perlu tanya-tanya atau binasakan Dimas, biarkan dia ada disini menikmati apa yang dia lakukan dulu pak. Untuk urusan yang dulu, sudah kami anggap selesai. Kami sekarang ada di masalah yang lainya pak” kata Dani
“Jadi lebih baik biarkan Dimas ada disini dengan damai, mungkin dia ada di sini untuk mengenang apa yang dia lakukan disini pak” kata Ali
“Hmm kalian bener-bener sudah menganggap urusan itu selesai ya anak-anak, tapi saya bangga kepada kalian yang dengan besar hati membiarkan musuh kalian yang sudah tidak berdaya menikmati hidupnya” balas pak Han
“Meskipun saya tidak kenal dengan kamu Dimas, tapi saya bisa membaca apa yang kamu lakukan”
“Biarlah Dimas ada disini pak, selama dia tidak mengganggu dan tidak berbahaya ya ndak papa pak, yang namanya mahluk hidup itu layak punya tempat tinggal, begitu pula dengan arwah Dimas ini pak” sambung Wildan
Cahaya yang membentuk tubuh Dimas hanya bisa melihat ketujuh pemuda itu tanpa berkata apa-apa, dia nampaknya sudah tau kalau ketujuh pemuda itu bukan tandinganya. Kemudian cahaya itu pelan-pelan memudar dan kemudian hilang dengan sendirinya.
“Sekarang yang jadi tujuan kita adalah mencari energi-energi lain yang berkeliaran disini mas, maksud saya bukan hantu atau sejenisnya, tetapi bekas energi manusia yang tertinggal disini yang timbul akibat adanya suatu kegiatan atau aktivitas di sini sebelumnya” kata pak Han
“Waduh gimana carinya pak, dan yang bapak maksud itu yang gimana sih pak?” tanya Broni
“Contohnya gini mas, orang yang telah selesai mengerjakan pekerjaan yang berat. Dalam hal ini orang yang habis melakukan bongkar-bongkar, macam mencari sesuau yang ada di sini mas, pasti mereka sempat meninggalkan energi mereka disini mas” kata pak Han
“Nah energi itu kadang masih menempel dan berbekas di sekitar dia melakukan kegiatan itu mas” lanjut pak Han
“Bagaimana caranya cari energi itu pak? Kami kan hanya bisa melihat mahluk halus saja pak, kalau harus melihat energi orang ya ndak bisa pak” jawab Gilank
“Bisa, kalian itu bisa, hanya saja kalian belum tau caranya saja, padahal yang ada di dalam diri kalian itu tidak main-main lho” kata pak Han
“Contohnya tadi waktu kalian merasakan energi yang masuk ke dalam tubuh kalian, itu kan energi kalian yang tertinggal disini, meskipun sudah berpuluh puluh tahun, tapi bekasnya masih ada mas”
“Begini saja, saya perlu liat orang gila yang kata kalian ada disini. Saya tidak merasa dia itu benar-benar gila mas hehehehe”
“Kok bisa bapak berpendapat seperti itu pak?” tanya Ali
__ADS_1
“Itu hanya perasaan saya saja mas, orang gila mempunyai energi yang kacau balau, istilahnya grafiknya naik turun mas, sedangkan yang ada disini itu energi yang tenang, seperti orang normal pada umumnya” jelas pak Han
“Disini banyak sekali energi yang berceceran, dan yang menojol dan yang paling baru berasal dari satu orang saja, makanya saya kepingin bertemu dengannya untuk menyamakan energi yang ada disini dengan yang dia miliki mas”
“Kayaknya orang gila itu berasal dari luar pak, dia tidak berasal dari dalam rumah ini waktu kami bertemu denganya beberapa hari lalu itu pak, tapi kalau kata anak pak Pon, orang gila itu tinggal disini pak” jawab Ukik
“Selain dengan orang gila itu, saya juga kepingin ketemu sama arwah penjaga disini mas, karena menurut apa yang saya rasakan, dia sekarang sedang payah, karena harus menjaga leluhur pemilik rumah ini yang diserang demit suruhan paranormal itu”
“Waduh kalau ketemu dengan pak Pho susah pak, karena kami tidak tau dimana dia berada sekarang, apalagi keadaan vila ini semakin mengenaskan, jadi ya kita sulit kalau kepingin ketemu dengan pak Pho” jawab Ali
Ketika mereka sekarang sedang asik ngobrol, tiba-tiba Gilank yang posisinya ada di sekitar dapur melihat sesuatu yang janggal.
“Eh rek, kesinio rek, ada yang aneh disini” teriak Gilank
Ternyata di sebelah lemari dan sebelah tangga ada lubang berdiameter sekitar 1 meteran, lubang itu keliatannya baru dibuat, karena ceceran tanah dan batu masih banyak di lantai dapur.
“Ini yang saya maksud mas, disini ada orang yang berusaha menggali lantai disini, dan pastinya dengan alasan yang kuat mas” kata pak Han
“Jadi kita sekarang berhadapan dengan mahluk ghaib dan manusia biasa dengan tujuan mencari harta yang ada disana mas” kata pak Han
“Yang pasti si Trimo pak, kemudian Totok, nah untuk paranormal yang mengirim demit kesini itu apakah juga tau saya ragu pak. Tapi apakah harus ada alasan sesungguhnya untuk mengirim demit kesini pak” tanya Broni
“Ndak perlu alasan sesungguhnya mas, cukup dengan alasan untuk mengusir penunggu rumah ini saja sudah cukup mas” jawab pak Han
“Berarti ada orang lain juga yang tau keadaan disini mas, karena saya merasakan adanya energi lain juga yang ada di sekiar lubang ini mas”
“Bagaimana kalau kita ke rumah Supardi pak, orang yang tinggal di sebelah rumah ini, dia anak dari pak Ponidi pak, kita tanya dia saja, siapa tau dia mengetahui orang yang sering ke sini pak” usul Dani
“Jangan mas, nanti saja, setelah kita sudah bertemu dengan yang kalian bilang sebagai orang gila itu. Saya penasaran dengan energi yang ada disini, apakah sama dengan milik orang gila itu” jelas pak Han
“Ayo kita periksa lagi tempat lainya mas, karena menurut perasaan saya, yang sedang mencari harta itu tidak satu orang saja mas”
“Bagaimana kalau kita ke halaman belakang pak, lewat pintu ini saja pak” tunjuk Gilank pada pintu yang tembus dengan halaman belakang.
__ADS_1
“Eh kalian ingat tidak, waktu kita kesini dan ketemu sama orang gila itu, dia kan melarang kita ke belakang lewat pintu ini kan rek” kata Tifano
“Aku curiga dibelakang ini ada apa-apanya rek” sambung Broni
“Ya sudah kalau gitu mas, kita buka saja pintu yang tembus dengan halaman belakang ini” lanjut pak Han
“Tapi sebelumnya coba kalian kasih cahaya di sekitar pintu ini dulu mas, saya curiga kalau ada jebakan disini, karena orang gila itu bilang kalian akan celaka kalau masuk ke sana kan?” kata pak Han
“Iya benar pak, jangan-jangan orang itu tidak gila, tetapi dia memang memperingatkan kita untuk tidak kesana, karena di sana ada sesuatunya, gitu ya rek” kata Dani
“Bisa saja dia menakut nakuti kita agar kita tidak masuk ke sana, karena ada sesuatu yang sedang dilakukanya di taman belakang itu” potong Ukik
“Sepertinya begitu mas. Jadi untuk langkah awal, gunakan senter itu untuk mencari keanehan yang ada di pintu ini, kemungkinan ada sesuatunya, karena orang gila itu sempat memperingatkan kalian kan mas”
Setelah mencari dengan teliti di sekitar pintu itu, ternyata tidak ada hal yang mencurigakan, pintu yang cat kayunya sudah banyak yang mengelupas ini tidak ada yang berbeda dengan keadaan jaman mereka dulu ada disini.
“keliatanya aman mas, kalau begitu kita buka pelan-plan pintu itu mas, karena siapa tau yang dibalik pintu itu lebih mengerikan dari pada yang ada disini mas”
Gilank maju ke depan untuk membuka pintu yang membatasi ruangan dapur dan halaman belakang, ternyata pintu itu agak sulit dibuka, mungkin karena sudah umur sehingga engselnya mungkin banyak yang berkarat.
Berkali kali Gilank menarik pintu itu, tetapi tetap saja tidak bisa terbuka, apakah separah itu engsel pintu yang sudah berkarat, sampai-sampai pintu itu menolak untuk dibuka.
Gilank mengulangi untuk lagi-lagi menarik pintu itu kedalam, tetapi tetap saja tidak ada gerakan sama sekali.
“Eh Lank sik bentar, kayaknya ada yang salah ini, selama disini kan kamu itu hantu, hantu kan tidak pernah membuka tutup pintu kan Lank” kata Broni
“Hehehe pintu itu ndak ditarik Lank, tapi di dorong. Wakakaka, kamu salah arah chok wahahahah” lanjut Broni
Gilank merubah cara arah membuka pintu itu dari ditarik sekarang didorong, dan akhirnya ternyata bisa terbuka kawan hahahah. Lha tadi jelas gak bisa buka lah, lha wong cara mbukaknya salah gitu hahah.
“Anak-anak, jangan senterin dulu bagian belakang halaman vila ini, setelah pintu ini terbuka biarlah kegelapan halaman belakang terlihat dulu mas”
Pintu belakang pun terbuka halaman belakang yang gelap pun terbentang di hadapan mereka. Mereka tidak menyalakan lampu senter mereka terlebih dahulu, mereka tidak tau apa rencana pak Han dengan keadaan gelap di belakang ini.
__ADS_1
“Hmm di sini keadaanya berantakan, kalian lebih baik banyak berdoa kalau berada di belakang sini. Nanti kalian akan lihat sesuatu yang kalian tidak akan kira mas”
“Nah sekarang kalian bisa nyalakan senter kalian” suruh pak Han