
Memang apa yang dikatakan abah Fuad tentang rumahnya yang sekarang sudah diberi pagar dan terlihat bagaikan hutan lebat oleh ghaib atau manusia yang berniat buruk memang ada benarnya.
Tetapi tentu saja masih ada saja yang tidak tercover oleh pagar yang dibuat oleh Abah Fuad…
Dan fatalnya area yang berlubang itu ada di sekitar belakang rumah…
Kenapa bagian belakang rumah ini tidak bisa tercover? ternyata ada alasan yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang
“Mas Eko… saya merasa ada yang aneh” kata mbok Ju
“Maksudnya bagaimana mbok?”
“Saya tadi berkeliling di sekitar rumah hingga bagian belakang rumah, ternyata bagian belakang yang berbatasan dengan kamar belakang rumah itu masih terbuka”
“Waduuuh mosok sih mbok?”
“Iya benar mas Eko. Saya rasa salah satu kamar dari rumah belakang ini digunakan untuk melakukan ritual, atau ada semacam benda pusaka”
“Mungkin menurut saya ada benda pusaka di kamar itu, sehingga dinding kamar yang berbatasan dengan rumah ini tidak tercover oleh pagar yang dibuat abah Fuad”
“Waduuuhh mbok… berarti benar dugaan saya. selama ini saya selalu bilang ke abah Fuad kalau belakang rumah ini ada yang aneh”
“Tapi abah Fuad tidak percaya kepada saya mbok… sekarang apa yang bisa kita lakukan mbok?”
“Kita saat ini sedang menjaga tubuh tiga orang… Suharto, abah Fuad dan mas Ali mbok”
“Hmmm saya juga bingung mas Eko, atau gini saja mas.. saya yang akan berjaga disana, dan semoga baik Rochman lainya tidak melihat ada lubang energi di belakang rumah ini”
“Gini saja mbok… saya coba hubungi teman yang lainya, kita tetap butuh bantuan mbok”
“Sebentar mbok, akan saya cari nomor telepon teman yang lainya, saya akan minta bantuan yang datangnya cepat ke sini”
“Minta didatangkan mas SInank Nang saja mas Eko, dia sekarang ada di vila putih…. dan yang ada disana itu nak Petro, Wildan, Tifano, Uki, Dani, dan Novi”
“Saya hubungi Novi saja mbok.. karena saya hanya punya nomor teleponnya mbak Novi”
__ADS_1
*****
“Harusnya mbak Novi ini jangan perkosa Wildan mbak…” kata Petro setelah Tifano sadar dan turun ke bawah untuk mencari bala bantuan
“Novi Kilaf mas Petro hihihi, tapi tadi mas WIldan menikmati kok” jawab Novi
“Iya jelas dia menikmati, karena dia kan sedang bermimpi, nah ketika mbak Novi mulai melakukan yang lebih sangar, dia pun kesakitan kan mbak” kata Petro lagi
Wait…hehehe.. bagaimana Petro tiba-tiba bisa tau kalau Novi adalah seorang waria?
Bukannya Petro selama ini berusaha menarik perhatian Novi hingga ingin berpacaran dengan Novi.
Singkat ceritanya adalah Petro secara tidak sengaja melihat sesuatu yang besar di bagian bawah perut milik Novi… Hal ini karena Petro memang sering memperhatikan Novi.
Dan suatu ketika Ketika Novi sedang Tidur, ular sanca milik Novi mengintip di sekitar celananya, waktu itu mungkin Novi sedang bermimpi enak-enak sehingga kepala ular sanca atau ketela rebusnya sempat mengintip keluar hehehe.
“Jadi mas Petro udah tau tentang Novi hehehe” tanya Novi dengan genit
“Iya dong mbak Nov, saya kan tidak bodoh.. saya selalu perhatikan tubuh aduhai mbak Novi, hingga tiba-tiba saya kaget ketika melihat mbak Novi sedang menyembunyikan botol sirup marjan di dalam celana heheheh”
“Trs… gimana ini dengan mas Wildan?” tanya Novi yang pura-pura merajuk
Ketika mereka sedang asik ngobrol di lantai atas. tiba-tiba telepon Novi berdering..
“Eh mbak.. hp mbak Novi bunyi.. angkat saja mbak, siapa tau penting” kata Petro
“Iya mas… ini dai Eko..murid dari abah Fuad… ada masalah apa ini mas” kata Novi dengan suara berubah serius
Novi sekarang berbicara dengan Eko, wajah Novi tegang ketika berbicara dengan Eko…
Hanya sebentar, tidak lebih dari dua menit mereka berdua bicara. kemudian Novi menyudahi pembicaraan.
“Mas… mereka butuh bantuan…” kata Novi
“Disana hanya ada mas Eko dan mbok Ju saja, sedangkan abah Fuad dan mas Ali sedang meraga sukma”
__ADS_1
Novi bercerita tentang apa yang tadi dikatakan Eko…
“Kita bicara dengan Dimas dulu saja…” kata Petro.
*****
“Gimana mas Eko… apa mereka akan mengirim Mas Nank kesini” tanya mbok Ju
“Saya tadi sudah katakan kepada mereka mbok, dan akan dibicarakan dengan yang lainya” jawab Eko
“Jadi gimana menurut mbok Ju, apakah Rochman akan menemukan area yang tidak berpelindung itu?”
“Saya kira tidak akan semudah itu mas, karena area itu kan ada di bagian rumah lain, mereka sepertinya hanya akan menyerang bagian depan rumah saja” jawab mbok Ju
“Sebentar mas Eko, disini ada yang aneh lagi.. bagaimana dengan Marwoto?”
“Bagaimana gimananya mbok?”
“jadi begini mas, waktu kita perjalanan kesini, dia kan datang ke mobil yang dibawa pak Bowo, dan katanya dia akan membantu untuk mengalihkan Rochman…. tapi sampai sekarang kita tidak tau dimana dia…”
“Yang saya tanyakan… apabila dia datang dan akan menghampiri anaknya, apakah dia bisa masuk ke sini?”
“Kalau memang dia ingin membantu, pasti abah Fuad akan mempersilahkan dia untuk masuk kesini mbok, dia akan kita terima dengan senang hati” jawab Eko
“Lebih baik mas Eko tanyakan dulu ke teman kita yang ada di vila dan yang ada di hotel…karena perasaan saya kok kurang enak dengan Marwoto ini”
“Kalau memang dia sudah berhasil mengalihkan Rochman waktu itu, harusnya dia langsung kesini. Bukanya dia sampai sekarang masih tidak nampak batang hidungnya” kata mbok Ju yang mulai curiga
“Ok mas.. sekarang saya yang akan jaga di rumah belakang, mas Eko jaga ketiga raga ini saja dulu” kata mbok Ju kemudian pergi ke bagian belakang rumah
*****
“Nank… kamu segera kesana saja.. kamu tau rumah abah Fuad kan?” tanya Dimas
“Saya pernah ke sana dan kenal juga dengan abah Fuad”
__ADS_1
“Ya sudah. bantulah teman kita yang ada disana, karena keadaan mereka bahaya, dan sampaikan juga kepada mereka… jangan memasukan Marwoto sesuai dengan info dari teman kita yang ada di hotel” kata Dimas lagi
“Sedangkan sisanya yang ada disini …. kita harus waspada, karena perasaan saya sebentar lagi akan ada yang bertamu ke sini. Tifano dan Wildan kalian berdua tetap ada di atas” kata Dimas lagi