
“Itu tentang diri saya yang sebenarnya mas dan mbak. Nah untuk masalah yang sekarang ini mungkin saya sedikit banyak bisa menebak apa yang sedang dilakukan Trimo” lanjut pak Handoko
“Jadi sewaktu Trimo ke tempat saya dan menemui saya itu karena dia sudah menyerah dalam memecahkan teka-teki yang ada di dalam dokumen milik kalian itu. Sepertinya dia sudah mendatangi belasan paranormal dan dukun untuk bisa mengartikan yang ada di peta mas mbak”
“Dia datang ke tempat saya dengan membawa dokumen yang sekarang saya simpang itu, dia bilang kalau saya bisa memecahkan teka teki dan menemukan harta itu maka saya akan diberi uang 2% dari harta yang ditemukan, dan sebagai tanda jadi itu ya uang akan kalian serahkan ke saya itu sebesar 25 juta”
“Tanda jadi itu hanya sebagai uang yang akan diberikan apabila saya sudah bisa mengartikan apa yang ada di kertas itu, sisanya setelah semua selesai”
“Nah ketika saya membaca apa yang ada di dokumen itu saya kaget sekali, Karena dokumen itu adalah surat kepemilikan vila putih beserta denah dan petanya. Saya kaget dan bersyukur pada akhirnya setelah belasan tahun saya bisa menemukan pemilik vila itu”
“Setelah saya periksa ternyata pemilik vila itu bukan warga tionghoa, dari situ saya lakukan penelitian singkat dengan mencari sumber dari leluhur pemilik vila putih dan cap jempol darah. Akhirnya saya menemukan sumber itu dan juga saya mendapat penjelasan dari arwah Cik Hwa sebagai pemilik terakhir sebelum kalian mbak mas”
“Saya harus keep dokumen ini hingga saya menemukan pemilik aslinya. Maka dari itu saya hubungi lagi Trimo agar bisa mendatangkan pemilik asli yang tertera di dokumen itu dengan alasan vila itu punya kutukan, dan apabila tidak ada pemilik aslinya maka harta yang diminta Trimo tidak akan muncul”
“Trimo marah besar kepada saya, dia kemudian mendatangi rumah saya yang sudah menjadi kuburan, dia kemudian mencari dukun yang bisa menerobos makam ini, tapi tidak berhasil. Nah sampai disitu saja yang saya tau tentang Trimo”
“Maaf ada yang terlewatkan, jadi sebelum bertemu dengan saya, dan ketika dia putus asa karena tidak tau harus ke mana untuk mengartikan dan mencari informasi tentang yang ada di dokumen itu, dan ketika semua paranormal dan dukun yang dia hubungi tidak bisa memberikan jawaban… dia berniat menjual ketiga dokumen itu!”
“Dia sudah mengiklankan di sebuah situs jual beli yang cukup terkenal, tetapi dia pintar, dia tidak memfoto seluruhnya, dia memburamkan hal-hal yang penting. Kemudian ada orang yang tertarik membeli barang itu. Dia bernama Totok, dan dia adalah musuh kalian di masa lalu kan”
Orang yang berniat beli dokumen itu katanya pernah lihat fisik dokumen itu sebelum diserahkan kepada saya mas mbak. Nah kemudian sisa dari cerita itu sudah saya jelaskan sebelumnya waktu kita duduk dan makan di rumah makan kan Mjkt kan hehehe”
“Nah sekarang mengenai Trimo yang pura pura mati, terus terang saya tidak tau tentang itu, karena saya sudah fokus untuk mencari siapa pewaris yang melakukan cap jempol itu. tapi saya bisa ambil kesimpulan bahwa Trimo berusaha mendapatkan dokumen yang diserahkan kepada saya”
“Tapi dia tidak tau dimana saya, karena tempat ini sudah menjadi makam. Kemudian dia membuat skenario seolah dia mati”
“Tapi pak Handoko bilang kepada kami waktu itu kalau Arwah Trimo sempat memberi sinyal kepada bapak kan” Kata Wildan
“Maaf mas, tolong lupakan yang saya ceritakan di rumah makan itu tentang arwah Trimo yang memberikan signal kepada saya. Karena saya sebenarnya tidak tau keberadaan Trimo hingga kalian datang itu, saya waktu itu hanya menebak saja. Karena saya tidak mau lagi berhubungan dengan Trimo, maka saya putus semua kontak termasuk kontak batin dengan dia”
“Jadi mungkin dia membuat skenario dia sudah mati dengan menaruh handphone dan semua identitas dia di sekitar dia, dengan harapan kalian akan mencarikan dokumen yang dia cari” kata pak Han lagi
“Sik pak Sebentar pak, lalu bagaimana dia tau kalau kami pemilik dokumen itu, dan kami juga akan datang kesana pak, bukannya dia harus melakukan persiapan yang matang pak, seolah olah dia mati beneran pak” tanya Tifano
“Saya belum tau kalau yang itu mas, hhmm tapi siapa yang menghubungi kalian pada waktu itu mas?”
“Istri Kaswadi pak, dan katanya dapat info dari saudarnya yang bernama Denok” jawab Novi.
“Apa kalian yakin yang telepon itu istri Kaswadi, apa kalian tau kalau dia istri Kaswadi. Kalian diam disini dulu, saya akan panggil orang yang kalian pasti kenal siapa dia” kata pak Han yang kemudian hilang dari pandangan kami.
“Nah apa yang diceritakan Handoko itu bisa kalian percaya nak, karena semalam sudah mbah beritahu dia agar berterus terang kepada kalian, karena keadaan makam ini semakin mengkhawatirkan, karena makin banyak setan yang datang ingin mengambil surat berharga milik kalian itu” kata mbah War
“Iya mbah, Novi juga tidak tau kalau akhirnya semakin mengerikan seperti ini mbah, Novi hanya merasa semuanya makin tidak terkendali dan makin banyak orang bahkan setan yang mulai mendatangi vila putih mbah” kata Novi
__ADS_1
Tidak lama kemudian pak Han muncul lagi di hadapan kami bersama hantu yang pernah kami kenal sebelumnya..
“Lho mbok Ju, ada apa kok mbok Ju dibawa kesini pak?” tanya Tifano keheranan
“Bukanya mbok Ju itu ada bersama Kaswadi dan menentang kami?” tanya Wildan
“Tunggu sebentar mas, jangan terburu-buru mengambil keputusan dulu mas. Memang mbok Ju sempat bersama Kaswadi, bahkan dia juga masuk ke tubuh Kaswadi untuk memonitor Kaswadi agar segera menemukan benda itu dan mengembalikanya” kata pak Han
“Lebih baik mbok sendiri saja yang jelaskan kepada anak-anak ini mbok, Karena mereka butuh penjelasan yang lebih akurat” kata pak Han
“Dtjuuh…anak-anak, dulu memang mbok ini jahat, tetapi setelah disadarkan oleh kalian dan pak Tembol, mbok kemudian berusaha menjadi lebih baik agar mbok bisa masuk ke alam mbok yang menjadi tujuan dari arwah mbok”
“Memang waktu itu Mbok yang menakut takuti Kaswadi karena dia berbuat jahat kepada barang kalian.”
“Sik mbok Ju, saya bingung mbok, eeehmm mbok Ju kapan mbok Ju ketemu dengan pak Tembol, dan bagaimana mbok Ju bisa tau kalau di rumah mbok Ginten itu tersimpan benda pak Tembol?” potong Tifano
“Mbok ketemu dengan pak Tembol waktu dia meyelamatkan mbok dari Ginten yang berusaha membongkar bagian dalam rumahnya dengan menyuruh orang untuk membongkarnya, waktu itu mbok secara tidak sengaja melihat ada kegiatan di rumah Ginten, kemudian mbok dekati, ternyata disana ada Ginten”
“Mbok cari pak Tembol di kediaman Marwoto kemudian kami bertiga mendatangi Ginten yang masih berusaha mencari benda milik pak Tembol. Disana kami bertempur dengan Ginten dan anak buahnya, dan saya hampir dimusnahkan oleh Ginten hingga pak Tembol menyelamatkan saya”
“Setalah kejadian itu mbok berusaha menjaga barang itu sesuai amanah dari pak Tembol yang sudah menyelamatkan mbok….dtjuiih” kata mbok Ju
“Kembali lagi bagaimana mbok bisa kenal dengan pak Handoko dan mbok ada disini bersama kalian. Setelah Kaswadi mencuri barang kalian, mbok selalu ikuti kemana Kaswadi pergi, hingga Kaswadi bersama kalian yang ada di salon nak Novi”
“Jadi kemanapun Kaswadi pergi, mbok selalu ikuti, hingga barang itu dicuri oleh adik dari istri Kaswadi. Mbok selalu bayang-bayangi kaswadi hingga mbok sampai ancam dia dan tidak sengaja bikin dia kecelakaan, hingga dia koma dan dia kemudian sadar kembali”
“Setelah itu karena mbok tidak mau kehilangan Kaswadi, Mbok masuk ke dalam tubuh kaswadi, agar mbok tau apa yang akan dilakukan dan apa pikiran Kaswadi. Mbok ikuti terus kemana dia pergi dan pikiran-pikiran mesumnya dengan yang bernama Kurni itu”
“Siapa Kurni itu mbok?” tanya Novi tiba-tiba
“Dia pacar Kaswadi, selama ini dia tinggal di jawa tengah Wnsb sana nak , dan ketika Kaswadi dalam masalah, yang ada dipikirannya hanya bagaimana ketemu dengan Kurni saja!” jawab mbok Ju yang sudah jarang meludah itu.
“Kemudian Kaswadi bertemu dengan mbah Marwoto heheheh, Marwoto tau kalau di dalam diri Kaswadi ada mbok, tapi mbok sudah kasih kode ke mbah Marwoto bahwa orang ini sudah berbuat suatu yang berbahaya”
“Kemudian ternyata Kaswadi bercerita kepada mbah Marwoto tentang apa yang terjadi dengan dirinya, hingga mbah Marwoto menyuruh Kaswadi ke vila putih dan akhirnya bertemu dengan kalian”
“Kita langsung ke waktu dia terima telpon itu saja nak ya, jadi yang telepon itu adalah suruhan dari Trimo yang mengaku sebagai istri Kaswadi”
“Perempuan yang mengaku sebagi istri Kaswadi itu bilang kepada Kaswadi kalau nomor hp yang biasanya sudah mati dan yang ini nomor baru kata suruhan Trimo yang mengaku sebagai istri Kaswadi itu”
“Kemudian dia bilang agar datang ke alamat yang sudah dituju. Mbok tidak percaya begitu saja, mbok pergi ke kediaman Trimo sesuai dengan yang tadi diinfo itu, ternyata disana ada Trimo yang sedang mempersiapkan segalaya”
“Disana ada pacar Trimo yang siapa itu namanya eehhhh, Muryati.. ya Muryati namanya dan satu lagi penjag kos kosan yang dibayar cukup mahal oleh Trimo untuk aksi sandiwaranya itu”
__ADS_1
“Semua sudah dipersiapkan termasuk dua buah Hp dan dompet yang tergeletak disana. Hingga kalian datang dan akhirnya sesuai rencana kalian ambil dompet dan Hp Trimo. Kemudian sesuai dengan skenarionya”
"Kaswadi yang pada awalnya ketakutan, dia semakin ketakutan ketika bersama kalian di salon mbak Novi, dan akhirnya dia pergi dari sana kan nak djtuiiih!....”
“Dia tidak pergi pulang, tapi dia pergi ke kos-kosan Trimo untuk mencari benda yang dicuri oleh Trimo darinya, jadi dia tidak berani menghubungi siapapun bahkan istrinyapun dia tidak berani hubungi. Karena yang ada di dalam dirinya hanya mencari benda itu nak, dia menjadi panik dan ketakutan”
“Sampai akhirnya entah bagaimana dia bisa sampai di depan kos-kosan Trimo, nah tololnya, kebetulan waktu itu Trimo dan pacarnya akan pergi dari kosan itu, mobil Trimo mundur keluar pagar kosan, Kaswadi ada disana dan melihat dengan mata kepala sendiri kalau Trimo masih hidup!”
"Akhirnya diajaklah Kaswadi pergi bersama Trimo dan pacar Trimo, mereka bersembunyi di sebuah hotel yang mahal. Disana kemudian Kaswadi diberi tugas untuk memata matai vila putih”
“Kaswadi dibayar mahal oleh Trimo hingga dia bisa menelpon pacarnya yang ada di Jawa Tengah yang bernama Kurni itu untuk datang ke hotel tempat mereka menginap dan sembunyi untuk beberapa saat”
Mbok Ju berhenti bercerita karena mungkin sudah selesai semua yang dia alami dengan Kaswadi. mereka Novi, Wildan,dan Tifano tidak tau harus bicara apa dengan keadaan ini, mereka tidak mengira bahwa Mbok Ju masih setia dengan janjinya untuk tidak berbuat baik agar dia bisa menuju ke alamnya.
“Bearti yang kita lakukan di penthouse Trimo itu merupakan rencana mereka ya mas. Ternyata rencana Novi waktu itu masih kalah dengan rencana mereka yang lebih sempurna mas” gumam Novi
“Iya Nov, padahal aku merasa rencana kita itu sudah sempurna hingga kita bisa ambil uang yang ada di penthouse itu, eh tibake itu hanya akal-akalan mereka saja agar mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan cara mendompleng kita Nov” kata Tifano
“Nah sekarang kalian sudah jelas kan bagaimana Trimo dan Kaswadi bisa bersatu kembali. Dan untuk bagaimana mereka bisa bersama Supardi itu yang kita tidak tau” kata pak Han
“Mbok mau kasih info kepada kalian nak, ada baiknya kalian menghubungi Marwoto yang sudah meninggal itu, mungkin penjaga vila yang orang china itu bisa hubungi Marwoto. Kemudian sesuai yang diomongkan pak Handoko, barang yang ada disini lebih baik kalian bawa saja ke ruang bawah tanah” kata mbok Ju
“Oh Iya satu pertanyaan lagi. Bagaimana mbok Ju bisa bertemu dengan pak Han, padahal waktu kita ada di vila putih malam-malam dan ada sosok Kaswadi itu kan juga ada mbok Ju ya kalau ndak salah?” tanya Novi
“Sebenarnya sederhanya mbak Novi, jadi waktu saya lihat Kaswadi ternyata di dalamnya ada Mbok Ju ini. mbok Ju tidak berani langusung menampakan diri ke pada kalian, dia masih merasa bersalah di masa lalu itu, sehingga mbok Ju mengikuti saya, dan bercerita kepda saya tentang apa yang dia alami dengan Kaswadi” kata pak Han
“Sekarang begini saja anak-anaku, kalian bawa saja barang itu. dan Handoko, karena kamu masih punya masalah dengan yang membunuh keluargamu, maka ada baiknya kamu ikut dengan mereka, bantu mereka juga hingga kamu menemukan pembunuh kelurgamu” kata mbah Warsidi.
“Sedangkan kamu Juriah, carilah yang bernama pak Tembol, karena menurut saya dia juga dalam keadaan bahaya akibat dari masalah yang berbeda tetapi dengan orang yang sama ini” kata mbah War lagi
“Bagaimana mbah War bisa tau pak Tembol sedang daam bahaya pak” tanya Novi
“Saya berusaha meneusuri siapa saja yang ada di kelompok kalian nak, dari sana saya bisa tau siapa-siapa yang dalam keadaan bahaya nak”
“Tapi saya tidak tau dimana pak Tembolnya pak” jawb mbok Ju
“Nanti akan saya hubungi dulu temen-teman yang sekarang bersama pak Tembol, kalau sudah ada alamatnya mbok Ju bisa susul kesana” kata Novi dengan bijak
“Dan untuk sementara ini mbok Ju bisa ikut bersama kami dulu, untuk bantu-bantu mengusir yang sekarang ada di sekitar vila putih itu” lanjut Novi
“Eh Mbah War, apakah tidak bahaya apabila memindah barang kami menuju ke vila putih?” tanya Wildan
“Selama masih siang hari, dan kalian bersama Handoko dan Juriah, kalian akan aman-aman saja, jadi ada baiknya kalian sekarang bersiap siap pergi ke vila putih dan sembunyikan benda itu di tempat yang setanpun tidak pernah tau benda itu nak”kata mbah War lagi
__ADS_1