
Mbok Ju menandai sisi jurang yang agak landai, disana nanti Saeful dan Novi akan melanjutkan acaranya bersama Saeful, sementara ini Kaswadi berjalan pelan menuju ke arah mereka berdua.
“Kalian berdua kelihatannya tidak bisa berlama-lama, kalian harus gerak cepat untuk memunculkan energi kalian lagi, karena Kaswadi sudah mulai berjalan keluar dari gerbang vila” kata mbok ju
“Aduuuh gimana bisa mbok Ju, sedangkan kami berdua kan butuh pemanasan mbok” kata Novi
“Gini aja mbak Novi, gimana kalau kita posisi 69 saja karena menurut saya itu yang paling ideal agar kita berdua bisa cepat terangsyang” kata Saeful
Hembooook… seorang yang bernama Saeful bisa tau posisi 69 rek heheh, ada apa dengan dia yang ternyata juga paham posisi yang untuk mempercepat kedua belah pihak mengalami bhirahi tanpa foreplay.
“Eh nggak mas… eh Novi malah gak bisa konsen kalau posisi begitu”
Novi jelas menolak lah, apa yang akan terjadi apabila Saeful lihat kentongan pos kamling nya Novi yang sebesar sirup marjan itu.
“Sudahlah, saya ndak mau tau apa yang akan kalian berdua akan lakukan, hanya saja lakukan dengan cepat agar Kaswadi tidak keburu datang kesini, karena kita masih agak jauh dari posisi sungai yang ada di sana” kata mbok Ju
Mbok Ju meninggalkan mereka berdua yang masih saja bingung dengan posisi terbaik agar mereka bisa mengeluarkan energi yang akan diikuti oleh Kaswadi.
*****
“Janc***k\, Ternyata Saeful paham juga dengan posisi 69 Wil hihihi\, janc*k dibalik wajah alimnya ternyat menyembunyikan keganasan juga hahahah” kata Broni
“Posisi iku memungkinkan kita langsung bhirahi c*k, tapi rawan jrooot nek rumangsaku hihihi” balas WIldan
“Aku gak bisa bayangkan nek misale Saeful secara tidak langsung melihat telo pohong punya Novi yang mengerikan iku c*k. bisa-bisa gendeng dia c*k” kata Ali
“Eh sik Li, nek dari sini ke gubuk tua itu apa sik jauh ya?”
“Ya lumayan Wil, kita kan harus jalan dulu ke arah turun, baru setelah itu turun ke jurang lagi, baru ketemu gubuk itu” jawab Ali
“Berarti masih lama mereka akan beradegan iku c*k, apa Saeful mampu yo rek?” kata Broni
“Saeful sangar rek iso-iso Novi duluan yang Jrhooot iku rek heheheh” sahut Wildan
“Ayo taruhan ta… aku pegang Saeful yang gak Jrhooot duluan!” balas Broni
“Ojok ngawur rek, ojok sampek Novi jrhoot duluan rek, ngkok sopo yang gantikan Novi, mosok awakmu Wil hihihihi” kata Ali
“Wah bener juga awakmu Li, iso bahaya kalau sampai Novi duluan yang jhroot!” kata Broni
*****
“Mas Saeful ayo buka lagi celananya mas, biar Novi bikin mas Saeful melayang di awan lagi mas, hihihii”
“Tapi saya sudah lemes, lembek ini mbak Nov”
“Sudahlah mas, biar Novi yang kerjain, pokoknya mas Saeful terima bersih aja”
“Jangan gitu mbak Novi, ada baiknya kita berdua sama-sama enak mbak, kita pake cara 69 mbak, jadi saya enak, mbak Novi juga enak”
Untuk kali ini keliatanya setan sudah merasuki Saeful, entah itu karena apa yang disebar oleh Rochman atau entah memang dari kemauan sendiri. Tapi yang pasti untuk saat in Saeful sedang menikmati tugasnya.
Seperti yang sudah-sudah, mereka melakukan adegan fanas itu dengan penuh penghayatan, tetapi untuk saat ini mereka tidak bisa bebas, karena salah satu dari mereka mulai jenuh.
Kenapa jenuh, mungkin karena setiap mereka sudah mulai Hot, tiba-tiba Nang atau mbok Ju datang, untuk membubarkan mereka dan menyuruh mereka untuk pindah tempat lebih mendekati sungai lagi.
“Ayo cepat kalian pindah, Kaswadi sudah dekat dengan posisi kalian ini” kata Nang yang tiba-tiba datang seperti satfol pp yang datang tiba-tiba untuk razia pasangan mesyum hihihi
“Kali ini kalian lebih dekat dengan sungai saja, itu mbok Ju sedang membimbing kalian ke arah sungai, dan disana juga ada anak-anak sutopo yang akan menunggu kalian berdua” lanjut Nang
Novi dan Saeful yang sudah drop itu memakai pakaian mereka lagi, dan berjalan menuju ke jurang dengan bimbingan mbok Ju yang melayang di depan mereka.
“Kalian nanti akan ada di pinggir sungai, dibagian yang agak dalam, jadi kalian harus hati-hati jangan sampai lupa dan lengah ketika sedang mengolah energi” kata mbok Ju yang terus membimbing mereka menuju ke arah sungai
Ada sekitar lima belas menit sudah mereka berjalan dan sempat melewati sebuah gubuk tua yang ada disana, kemungkinan itu adalah gubuk yang dulu sempat ditempati oleh Timbol.
__ADS_1
Hingga sepuluh menit kemudian mereka sampai di pinggir sungai yang saat itu aliran sungainya lumayan deras. tetapi saat itu mereka ada di pinggir sungai yang dangkal.
“Kita harus ke arah sana untuk mencari bagian sungai yang agak dalam anak-anak” seru mbok Ju kepada Wildan, Ali, dan Broni
Sedangkan pasangan mesyum Novi dan Saeful ada di belakang mereka. Lalu bagaimana dengan Kaswadi, apakah masih mengikuti mereka berdua?
Kaswadi saat ini mulai menuruni jurang, dia masih meraba-raba energi yang masih ada di dalam tubuh Novi dan Saeful, dia menuruni jurang dengan cepat dan kadang sampai jatuh bergulung gulung juga.
*****
“Wah kalau seperti ini jelas Kaswadi akan cepat sekali sampai ditempat Novi dan Saeful nak” kata pak Tembol
“Nak Nang, bilang kepada mereka agar cepat melakukan adegan panas lagi, karena kelihatannya Kaswadi mulai kehilangan energi yang dihasilkan oleh nak Saeful dan nak Novi” suruh pak Tembol
Nang secepatnya menuju ke arah mbok Ju yang sedang mencari tempat yang enak bagi kedua orang itu untuk melakukan adegan panas lagi.
“Ayo cepat kalian berdua beradegan fanas lagi, karena Kaswadi mulai kehilangan energi yang terpancar dari tubuh kalian akibat dia tadi jatuh bergulung gulung hingga di dasar jurang” kata mas Nang
Setelah berkata seperti itu Nang segera kembali lagi ke posisi dimana ada pak Tembol, Petro dan Tifano
“Ya sudah lah disini saja kalian berdua melakukanya, saya akan meminta ijin penunggu disini agar kalian tidak diganggu oleh mereka” kata mbok Ju
“Ayo cepat nak Novi dan nak Saeful cepat lakukan lagi jangan sampai Kaswadi kehilangan energi yang berasal dari tubuh kalian” kata mbok Ju lagi
*****
“Mas Saeful ini untuk yang terakhir kita lakukan demi menyelamatkan desa dan wilayah disini, Novi harap energi yang keluar dari tubuh kita bisa menyeret Kaswadi ke sungai itu mas”
“Iya mbak Nov, tetapi saya kok kayaknya ndak mampu mbak, punya saya tidak mau berdiri sama sekali” kata Saeful sambil melepas celananya
“Jangan sampai mas, ayahab kalau sampai punya mas Saeful tidak bisa berdiri lagi mas” kata Novi yang agak panik.
Berkali kali Saeful berusaha membangunakan kuntilanya, tetapi tetap saja tidak ada reaksi sama sekali.
“Sik tenang mas, tarik nafas dalam dalam, dan konsentrasi.. jangan mikir lainya mikiro yang enak-enak saja mas” Novi mulai melakukan bantuan kepada Saeful
Tiba-tiba Nang datang ke arah mereka berdua, Nang keliatanya juga dalam keadaan panik.
“Ayo cepat, Kaswadi mulaii kebingungan ini, dia berjalan tidak tentu arah, Apa yang terjadi dengan kalian berdua?”
“Mas Nang, tolong kasih berita ke pak Tembol, katakan kalau mas Saeful sudah tidak mampu berdiri lagi, bilang saja belum terjadi ejhakulasi sama sekali” kata Novi dalam keadaan bingung
“Waduuuh … iya saya ke pak Tembol segera sekarang. Kamu jaga Saeful!” Nang pergi menuju ke pak Tembol
Sementara itu mbok Ju yang ada tidak jauh dari Novi dan Saeful juga mendatangi Novi.
“Ada apa Nak Novi, apa yang terjadi dengan kalian berdua?” tanya mbok Ju
Novi menceritakan apa yang sedang terjadi dengan Saeful yang sekarang sudah dalam keadaan lemas lunglai hingga kuntilanya tidak lebih besar dari telornya.
“Bagaimana kalau Saeful diganti saja nak Novi, kita harus gerak cepat agar Kaswadi kembali mengikuti kita lagi” kata mbok Ju
“Tapi bagaimana kalau energi yang keluar berbeda dengan yang dimiliki oleh Mas Saeful mbok?”
“Semua kan memang harus dicoba, kalau tidak dicoba kan kita tidak tau apa yang akan terjadi nak”
“Lalu siapa yang cocok menurut mbok Ju?” Novi sudah semakin bingung karena Saeful sekarang tergeletak di sekitaran situ
“Orang yang harus hampir sama dengan Saeful, orang yang mempunyai aura yang sama dengan Saeful nak. Eh yang ada di dekat kita hanya ada nak Wildan, Nak Broni dan nak Ali”
“Mas Ali saja bawa sini mbok…cepat, kayaknya dia punya energi yang sama dengan mas Saeful mbok” kata Novi panik
Nang datang dengan wajah yang makin bingung, mungkin karena Kaswadi makin bergerak liar dan tidak terarah ke energi yang tadinya ada di Novi dan Saeful
“Gimana mbok Ju, Kaswadi sudah mulai menjauh, dan mulai kembali ke vila putih lagi. Kita harus bergerak cepat untuk menemukan penggantinya Saeful” kata Nang
__ADS_1
Mbok Ju diam saja, tetapi kemudian dia pergi ke arah Wildan dan dua kawannya yang sedang menunggu tidak jauh dari sana.
*****
“Pak Tembol apa yang harus kita lakukan sekarang pak” tanya Petro
“Sebentar nak, saya juga sedang berpikir, karena jelas kita tidak boleh menyakiti Kaswadi, kita hanya bisa mengalihkannya hingga dia akan menuju ke arah yang benar”
“Dan satu lagi kita jangan sampai bisa terlihat oleh Kaswadi nak. Eh atau gini saja, kalian jaga disini dan ikuti Kaswadi , saya akan coba untuk giring Kaswadi menuju jalan yang benar”
“Eh maaf salah nak,saya akan giring Kaswadi ke arah yang benar” kata pak Tembol yang kemudian berjalan menuju ke arah Kaswadi
Pak Tembol sebelumnya sempat mengambil sebatang kayu yang berukuran diameter sekitar lima cm lebih dengan panjang mencapai sekitar tiga meteran, dia akan gunakan kayu itu untuk mengarahkan tubuh Kaswadi.
Keadaan Kaswadi sekarang berjalan tanpa arah, dia kadang berusaha naik ke atas jurang tetapi kadang dia makin menjauh ke arah hutan, pokoknya Kaswadi berjalan tanpa arah.
Hal itu disebabkan karena dia tidak tau mau kemana dan harus kemana, karena energi yang ada sekarang semakin melemah. Kalau tadi sebelum terkena energi yang dimunculkan oleh Novi, dia kan hanya berdiri saja di depan pagar vila.
Yang penulis masih tidak paham dengan cerita yang dipaparkan mereka, kenapa kok Kaswadi hanya mengikuti energi yang ditimbulkan oleh energi listrik yang ditimbulkan oleh Novi dan Saeful?
Dan apa benar Rochman menebarkan sesuatu yang menimbulkan orang yang menerimanya bisa berghairah?
Kalau misalnya disana tidak ada perempuan atau tidak ada waria macam Novi. Lalu apabila yang disebarkan Roachman itu mengenai laki-laki yang ada disana, lalu apa yang akan terjadi dengan mereka?
Penulis beberapa kali menanyakan hal itu, tetapi mereka tidak bisa menjelaskan, Ya sutralah, kita lanjutkan saja cerita ini meskipun membingungkan.
Kenapa penulis sebut membingungkan? karena di awal cerita ada Kaswadi yang sedang menuturkan cerita, dan juga ada anak-anak Sutopo juga kan.
Tetapi hingga sampai bab ini Kaswadi sudah menjadi mayat hidup kan?
Mungkin nanti akan ada penjelasan yang akan diceritakan oleh mereka kepada penulis.
Pesan penulis, ikuti saja alur cerita ini karena yang terlihat nyata belum tentu benar hihihih.
Kita kembali lagi ketika pak Tembol sedang membawa sebatang kayu yang akan digunakan untuk mengarahkan tubuh compang camping Kaswadi.
Pak Tembol mendekati Kaswadi yang tidak jauh dari dia jaraknya, kemudian dengan menggunakan kayu itu pak Tembol membelokan tubuh Kaswadi ke arah bawah lagi.
Begitu berkali kali hingga Kaswadi bisa diarahkan pak Tembol ke arah bawah sementara menunggu energi yang akan muncul sebentar lagi oleh Novi dan Saeful.
Setelah beberapa kali pak Tembol berusaha mengarahkan Kaswadi dengan sebatang kayu, tiba-tiba Kaswadi berhenti bergerak.
Sepertinya ada sesuatu yang menyebabkan dia berhenti berjalan, dan mulai memutar tubuhnya serong ke arah bawah.
“Ah energi itu muncul lagi, dan semoga Kaswadi bisa kita buang ke sungai” gumam pak Tembol yang tubuhnya penuh dengan keringat karena dari tadi berusaha mengarahkan tubuh Kaswadi
Setelah Kaswadi mengarah ke jalan yang sesuai, pak Tembol kembali bergabung dengan Petro, dan Tifano yang tidak jauh dari tempat pak Tembol berdiri.
“Apakah Saeful sudah sehat pak?’ tanya Petro
“Saya kurang tau nak yang penting Kaswadi sudah bergerak sesuai dengan arahnya saja sudah baik kok nak, nanti kita cari tau ketika nanti ada nak Nang kesini”
“Berarti Saeful sudah sehat ini pak, karena jelas tidak mungkin Kaswadi bergerak apabila tidak ada energi yang menggerakkan” kata Petro
Lalu bagaimana dengan team mbok Ju yang sekarang sedang berusaha agar energi dari sepasang orang yang sedang enak enak itu bisa muncul kembali?”
*****
Wildan dan mbok Ju sedang memberi semangat kepada Broni yang sedang berusaha keras untuk menahan sesuatu yang bergejolak sedang akan keluar dari dalam tubuhnya.
Sementara itu di sebelah mereka ada Saeful dan Ali yang sekarang dalam keadaan tertidur pulas karena energi mereka yang sudah terkuras.
Terbukti sudah, tanpa energi dari Saeful, Kaswadi masih mau mengikuti energi yang keluar dari tubuh orang yang sedang melakukan foreplay hihihih.
“AYOOO BROOON TAHAAAN TAHAAAAN… MASAK KAMU KALAH SAMA NOVI SIH” kata Wildan sambil bertepuk tangan yang kini ada di sebelah Broni yang sudah pasrah gak karuan.
__ADS_1