
“Ya sudah mas kita pulang saja ke rumah mbah putri, kita pending dulu saja disini” kata Novi
“Ya Mbak Novi, kita pulang ke rumah mbah saja sekarang. Perasaan saya tidak enak dengan keadaan disini, nanti kita pikirkan lagi untuk ke sininya lagi”
“Jadi selama ini kita hanya terfokus pada vila putih dan rumah Nabil saja, padahal di Waji yang sekarang namanya Hotel Sekar dan toko Gemezzz juga mulai ada kegiatan yang menyeramkan"
“Saya curiga dengan terowongan ghaib yang ada di Gemezzz mbak, karena terowongan ghaib itu kan juga tembus ke sekitar Vila, dan kemungkinan juga tembus ke Waji"
“Kami bertemu dengan pak Tembol kan waktu kami masuk ke terowongan ghaib di Gemezzz dan tembus ke vila putih, nah kemudian kok ndilalah disana saya, Petro dan Blewah bisa ketemu pak Tembol"
“Nah itu mas, Kita kan sudah melupakan terowongan itu, bisa jadi terowongan itu aktif lagi dan digunakan untuk sesuatu yang mengerikan”
“Ya sudah mbak, ayo balik rumah saja, nanti pagi-pagi kita ke Waji kita bicarakan apa yang kita temukan ini mbak”
Nah sampai sini semua makin kacau , karena ada beberapa tempat yang sudah mereka lupakan ternyata sekarang difungsikan lagi.
Tapi ini kan hanya untuk kasus Rochman saja, kita belum tau dengan Trimo dan Suharto. apakah mereka berdua akan bergabung dengan Rochman atau gimana kan itu belum tau juga.
Hanya saja mereka saat ini melewatkan sesuatu yang penting, karena fokus mereka selama ini hanya vila dan rumah Rochman yang ada di kota S, mereka melupakan Waji dan toko Gemezzz
Novi dan Dogel pulang ke rumah mbah putri, mereka jelas bingung dengan apa yang sekarang sedang mereka hadapi, mereka hanya bisa diam di ruang tamu rumah mbah Putri.
“Mas Dogel, kalau mas mau istirahat ya ndak papa mas”
“Ndak mbak Nov, saya lagi banyak pikiran hehehehe”
“Ayo sini Novi pijitin biar bisa rilex mas” Novi bergerak mendekati Dogel yang sedang duduk di seberangnya
“Ohh ndak…heheh ndak mbak, Jangan….”
“Takut sama Novi apa takut gak kuat Iman mas hihihihi?”
“Wis podo ae mbak Nov, takut kabeh pokoke hehehe udah lah mbak Novi kalau mau istirahat ya monggo, saya mau duduk duduk disini sampai subuh saja”
“Sama mas, Novi juga pengen duduk-duduk disini juga, bingung harus gimana mas hehehe”
“Tenang mbak Novi, hal kayak gini ndak bisa kalau kita pikir sendiri mbak, harus dipikir rame-rame”
Akhirnya mereka berdua tertidur juga setelah beberapa menit duduk di sofa rumah…
Adzan subuh lumayan keras karena rumah mbah putri ini hanya berjarak dua rumah dari masjid yang ada disana, Tapi sepertinya telinga Dogel buntu..
“Mas…. mas Dogel..bangun mas sudah adzan subuh itu mas” Novi menggerak gerakan bahu Dogel
“Uggh iya..iya mbak , Saya sudah bangun kok, tapi purak-purak tidur hehehe”
“Halah mas Dogel iki nggoda Novi yaaaa… Mau Novi tindihin ta maaaass hihihi”
“Wis gak usah mbahas ngonokan Nov hahaha, saya mau ke masjid dulu wis".
“Eh mas, di kotak belakang kan ada pakaian-pakaian jadul yang sekarang jadi tren lagi, Eh boleh Novi pakek mas?”
“Ya pake ae nek memang cukup…. wislah , Saya mau ke masjid dulu mbak Nov”
Sementara Dogel ke masjid Novi mengacak acak kotak yang berisi pakaian jadul yang jaman sekarang mulai ngetrend lagi.
Akhirnya Novi mengambil sebuah mini skirt atau rok mini kotak kotak warna merah, sebuah pakaian kuno yang entah siapa yang jaman dulu memakainya.
Kemudian dia juga mengambil sebuah kaos tshirt yang pres body.
“Ahhh pakaian yang bagus hihihi…. tapi jaman dulu siapa yang pakek pakaian ini, masak mbah Putri sih… “
“Ah nanti akan Novi tanyakan ke mas Dogel saja lah biar lebih enak
*****
“Wuiih mbak Novi reeeek ayu men mbak, sampeyan puantes puoool pakai baju itu mbak” kata Dogel setelah dari Masjid
“Ya dari kotak itu mas, memangnya ini pakaian siapa sih mas?”
Novi memang nampak beda dengan pakaian jadul yang dia dapat dari kotak penyimpanan, apalagi rambut blonde dia sekarang di kelabang, malah makin keliatan seger… tapi bukan segerdu lho ya hihihihi
“Itu kayaknya pakaian anak mbah yang tertua, dia kan sering kesini, jadi dia taruh pakaian disini agar kalau kesini gak udah bawa pakaian dari tempat asalnya”
“Heheeh buat Novi ndak papa kan mas heheheh”
__ADS_1
“Pakek aja Mbak. saya mandi dulu mbak ,setelah itu kita berangkat ke hotel, tapi kayaknya kita sarapan di jalan mbak, soalnya sepagi ini bakul soto belum buka mbak”
“Ndak papa mas…”
*****
Pukul 06.30 mereka berangkat menuju ke hotel Waji, perjalanan pagi ini tidak bisa dibilang sepi, karena mereka harus berpapasan dengan orang-orang yang berangkat bekerja.
Masuk kota pct mereka berhenti sebentar untuk sarapan di sebuah warung pecel yang lumayan ramai, tidak lupa mereka juga membungkus kan untuk teman mereka yang ada di Waji.
Perjalanan dilanjutkan, dan tidak jauh dari warung pecel itu sudah melihat hotel Waji yang sekarang berganti nama menjadi hotel Asri.
“Wah.. pagi ini parkiran mobil masih penuh aja ya mbak Nov, hotel ini aneh juga, hari kerja pun bisa penuh”
“Iya mas, biasanya hotel di daerah wisata kan penuhnya hanya waktu weekend atau kalau ada libur panjang saja. Tapi di Waji ini meskipun hari kerja juga penuh mas”
Setelah mereka mendapat parkir yang dekat dengan kolam ikan, Novi dan Dogel segera menuju ke penginapan yang ada di samping bangunan utama.
“Mereka mungkin ada di 2+ mas Dogel, tapi kalau pak Han mungkin ada di 5+, orang itu tidak pernah tidur sama sekali mas heheheh”
“Iya mbak Nov, mungkin karena dia bukan manusia yang seutuhnya, jadi dia tidak butuh tidur"
"Sebenarnya kalau melamar pekerjaan jadi penjaga malam cocok itu mbak Nov hihihihi”
“Hussh ngawur ae mas Dogel iki heheheh”
Pintu kamar 2+ ternyata sudah terbuka lebar. yang berarti penghuninya sudah pada bangun semua.
“Selamat pagiiiiii” teriak Novi di ambang pintu kamar”
“Waaah Novi datang rek hihihhi” kata Broni yang ada di tempat Tidur
“Hembooook Nov, iku roknya apa ndak kurang pendek ta c*k. Marai aku ngatjeng ae Nov hihihi” sambung Broni
“Heleeeh mas Broni iki ngomong tok, Novi ajak kencan aja gak brani kok hihihhi”
“Yang lainya mana mas, kok cuma mas Broni aja yang ada disini sama mbok Ju?”
“Mas Blewah dan pak Han ada di kamar 5+ Nov, mereka semalam kayaknya ndak tidur hahahah”
“Memangnya ada apa Bron, kok mereka ndak tidur gitu?”
“Oh gitu ya wis aku tak kesana, itu ada pecel buat sarapan. Mbak Nov…. Sarapan buat pak Han dan Blewah sini saya bawanya kesana saja” kata Dogel
Dogel menuju ke kamar 5+ membawa sarapan untuk pak Han dan blewah.. Ketika Dogel sampai di kamar 5+ ternyata pak Han sedang duduk di teras.
“Pagi pak Han, ini saya bawakan sarapan untuk pak Han dan Blewah” kata Dogel
“Iya mas Dogel …. terimakasih , eh mana mbak Novinya mas?”
“Dia ada di kamar 2+ pak. Gimana pak, semalam ada yang aneh aneh lagi pak?”
“Yah begitulah mas, ketika kita ada di teras 2+, mas Broni lihat ada sesuatu yang sedang masuk ke kamar ini. Ya saya dan mas Blewah berusaha cari sampai dapat, tapi kemudian sesuatu itu pergi ke taman belakang”
“Sampai sekarang sesuatu yang misterius itu belum nampak melewati kita, hingga mas Blewah gak kuat nahan kantuk dan akhirnya tertidur heheheh”
“Gimana mas Dogel, apa yang kalian temukan di rumah mbah Putri?”
“Sebenrnya di rumah mbah saya itu biasa saja pak, yg luar biasa itu ada di toko Gemezzz”
Dogel menceritakan ke pak Han apa saja yang mereka lakukan ketika ada di rumah mbah Putri.
“Kita harus info ke via putih apa yang terjadi di sini dan yang terjadi di mjkt. bisa saja nanti mereka akan mempunyai pemikiran sendiri yang bisa kita jadikan masukan”
“Sebentar pak , Saya ambil ponsel yang ada di Novi dulu”
Tapi akhirnya Broni, Dan Novi ikut bergabung di kamar 5+ untuk ngobrol bersama yang ada di vila putih.
Dogel berusaha menghubungi ponsel yang ada di vila putih , dan akhirnya tersambung juga
“Halo…siapa ini ?” tanya Dogel
“Aku Petro Gel. onok opo heheheh” jawab Petro yang ada di vila putih
“Tolong panggilkan pak Tembol dan DImas Tro, aku ada info buat mereka berdua, kalau bisa di spiker phone aja sekalian Tro”
__ADS_1
Tidak lama kemudian suara pak Tembol…
“Halo mas Dogel, ada berita apa disana”
“Gini pak Tembol, kebetulan saya kan sempat pulang ke Mjkt, karena saya ada keperluan dengan mah Putri saya, nah malamnya saya iseng ke toko milik Totok yang bernama toko Gemzzz”
“Toko itu dulu menjual pakaian perempuan, dulu saya, Glewo dan Blewah sempa kerja disana, nah ketika dulu kami tinggalkan toko itu dalam keadaan tutup karena Totok atau Rockman menghilang kan”
“Tapi kemarin malam saya ke sana itu ada sesuatu yang berbeda, lantai keramik di depan toko itu banyak jejak kaki yang mengarah masuk ke dalam toko”
“Kebetulan saya kan bawa kunci toko juga, waktu saya mau membuka pintu harmonika toko, mbak bashi memperingatkan saya agar tidak masuk ke dalam”
“Karena di dalam ada banyak mayat yang bagian dadanya sudah terkoyak, untuk diambil jantungnya”
“Jadi menurut apa yang dikatakan mbah Bashi itu disana tempat eksekusi mayat yang jantungnya dikirim ke rumah Nabil atau Totok atau Rochman”
“Nah pak Tembol ingat tidak disana itu ada terowongan?” tanya Dogel
“Saya lupa nak”
“Nah kelihatannya ada aktivitas di sana yang menghubungkan hotel ini dan toko Gemezzz, bahkan juga ada lorong yang menuju ke vila putih pak”
“Nah tentang terowongan itu kemungkinan besar digunakan untuk mengirim sesuatu dari gemezzz ke waji, bahkan bisa juga ke vila putih pada suatu saat nanti”
Percakapan antara Dogel dan pak Tembol menggunakan speaker phone, sehingga yang lainya juga bisa mendengar dan tau apa yang harus akan dilakukan.
“Waduh jadi kita selama ini fokus pada vila putih dan rumah Nabil saja, kita tidak fokus ke hotel Waji yang sudah direnov dan toko Gemezzz.. hmmm pintar juga Rochman dalam mengatur strategi” kata pak Tembol
“Nah sekarang kita terbagi lagi pak Tembol” sahut pak Han
“Harus ada yang di Mjkt, selain di Pct. kita terbagi menjadi tiga…bagaimana menurut kalian?” kata pak Han
“Begini…. urusan ini tidak semakin mudah, tetapi semakin sulit, karena ada lagi tempat yang harus dipantau, dan tempat itu ada di Mjt” kata Dimas
“Harus kita bagi orang, kita harus taruh orang di masing-masing kota” lanjut DImas
“Untuk di vila putih biar saya saja yang disini, Han… kamu tetap di waji, dan Tembol ada di Mjkt” kata Dimas
“Untuk Han, tetap booking kamar di sana sebelum keadaan disana bisa kita kuasai”
“Sedangkan Tembol coba untuk masuk ke toko Gemezzz, observasi dulu apa yang bisa dilakukan disana” kata DImas lagi
“Kalau begitu kita bagi orang saja Dimas” kata pak Tembol
“Team yang ada di Mjkt bisa nak Dogel sebagai tuan ruman yang akan kita tempati, di sana bersama saya dan nak Novi” kata pak Tembol
“Team yang di hotel Waji tetap ada Handoko dan nak Blewah”
“Sedangkan team yang di sini, di vila putih ada Dimas bersama nak Petro” kata pak Tembol
“Sekarang kita bagi juga pendampingnya….. sementara ini yang ada di Waji ada Nak Broni, sedangkan nanti yang bersama Saya di Mjkt mungkin nak Tifano”
“Yang bersama Dimas ada nak Wildan, nak Ukik, nak Ali, dan nak Dani” kata pak Tembol
“Pak, karena di sini keadaanya sudah agak aman, ada baiknya saya ikut di bersama team Mjkt saja pak” kata Ali
“Karena menurut saya yang Mjkt memerlukan bantuan lebih karena butuh observasi juga, sedangkan yang ada di Waji kan tinggal menunggu sesuatu saja” sambung Ali lagi
“Yah bisa juga begitu, bagaimana, setuju ya pembagian team kita ini?”
Tidak ada yang membantah tidak ada yang menambah, mereka setuju dengan pembagian orang yang ada sekarang.
“Oh iya satu lagi” kata pak Tembol
“Untuk team Mjkt memerlukan satu teman ghaib untuk membantu kita di terowongan yang ada disana”
“Mbok Ju saja mungkin lebih baik, karena di Waji dia tidak berani berbuat apa-apa” kata pak Han
“Ya sudah kalau begitu, mbok Ju ikut bersama timnya pak Tembol ya,” kata pak Han.
“Sekarang kapan nak Dogel akan jemput saya, nak Tifano, dan nak Ali ?”
“Sekarang saya akan berangkat ke sana pak” kata Dogel
“Apa ndak sebaiknya kalian kalian kesini bawa mobil Novi aja, dari pada kita jemput ke vila putih” kata Novi
__ADS_1
“Hehehe masalahnya aku, pak Tembol dan Ali gak bisa setir mobil Nov hhihihih” sahut Tifano
“Heheh ya wis lah sekarang kita jemput kalian ke sana, sekalian tukar mobil punya Novi aja yang lebih besar “ kata Novi lagi