MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 55 (HORANG KAYA REK)


__ADS_3

Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya mereka menyetujui untuk bersama-sama menuju ke rumah pak Handoko.


"Kalian tunggu, saya mau bayar makanan ini dulu, nanti kita sama-sama ke rumah saya. Oh iya uang 25 juta itu kalian bawa saja, saya tidak butuh itu, saya cuma test kalian saja kok heheheh"


Di parkiran rumah makan, di sebelah mobil Novi ada mobil buatan eropa dengan model paling baru, ternyata itu mobil pak Han.


"Kalian ikuti saya ya. Saya tinggal agak jauh dari sini, di sebuah desa kaki perbukitan hehehe" kata pak Han sambil masuk ke dalam mobilnya


Perjalanan ternyata menuju ke arah Jbng, melewati Trwln. Kemudian perempatan dekat koramil mobil dia belok ke kiri, mereka sudah masuk ke daerah pedesaan dengan sawah yang membentang luas dikiri kanan jalan.


Mobil melewati pertigaan, yang kalau kanan bisa tembus ke pare kdr, tetapi mobil ini lurus terus hingga jalan mulai mananjak.  Tiga puluh menit kemudian mobil berjalan pelan dan berhenti disebuah pintu gerbang tinggi yang terbuat dari kayu keras.


Pintu gerbang tinggi itu merupakan ujung dari pagar panjang yang belum kelihatan ujung pagarnya dari tempat mobil mereka berhenti.


Pak Han membunyikan klakson mobilnya dua kali, tidak lama kemudian pintu pagar kayu itu dibuka oleh orang yang ada di dalam halaman rumah.


Pak Han melambaikan tangannya menyuruh mereka untuk memasukan mobil mengikuti mobil pak Han masuk ke dalam halaman rumahnya.


"Wooa, iki halaman rumah atau kebun rek" kata Wildan sambil membuka jendela mobil Novi


Sepanjang mata memandang halaman pak Han penuh dengan tanaman dan pohon yang rindang. Halaman depan rumah benar-benar bersih dan rapi.


Beberapa puluh meter kemudian mobil pak Han berhenti di depan sebuah pendopo yang adem dan bersih, pendopo itu letaknya di tengan dan kelilingi pohon mangga yang besar dan rindang, sehingga terlihat nyaman untuk sekedar duduk dan tiduran disana.


Tempat semacam pendopo dengan empat tiang ini kalau diperhatikan ada di tengah-tengah kebun atau taman, karena rumah dia keliatanya ada di belakang sana.


Pak Han turun dari mobil dan mengajak mereka ke masuk ke dalam pedopo lesehan yang hanya dilapisi karpet agak tebal berwana hijau.


"Tenang saja kawan-kawan, karpet ini tiap hari di vacum agar tidak ada debu yang menempel disini. Disinilah saya selalu menemui tamu saya, termasuk Trimo itu hehehe"


"Wah pak, nyaman sekali disini pak, dingin dan anginya semilir, apalagi ditambah suara daun-daun yang gemerisik itu pak, makin membuat saya ngantuk pak" kata Ukik


"Hehehe, memang sengaja saya buat seperti ini mas, agar santai dan membuat otak kita tenang, nyaman dan nyantai" kata pak Handoko sambil meregangkan kakinya


"Rumah saya masih kebelakang sana mas" tunjuk pak Handoko ke arah belakang


Pak Handoko mengangkat sebuah aiphon di pojokan, kemudian dia menekan angka 1, beberapa saat kemudian terdengar suara yang menyapa pak Handoko

__ADS_1


"Saya ada tamu delapan orang, bawakan kopi, teh, air mineral dan es batu seperti biasa, jangan lupa makanan kecilnya juga" setelah itu pak handoko menutup aiphonya


Pendopo dengan empat pilar ini lumayan besar juga, hingga bisa menampung sekitar sepuluh orang tanpa berdesakan, di sisi pinggir pendopo ada meja panjang kosong, mungkin disana untuk tempat wadah makanan dan minumanya.


"Kita santai disini, dan kalian bisa bercerita tanpa tergesa gesa. Saya butuh cerita tentang bagimana kalian yang bukan keturuan tionghoa bisa mendapatkan warisan keluarga Tan ini"


Mereka bercerita dengan santai secara bergantian, saling menambahi apabila ada yang lupa, hingga diakhiri dengan keadaan mereka yang ada di rumah sakit dalam keadaan tidak sadar.


"Pengalaman kalian luar biasa sekali hingga bisa mematikan kutukan keluarga Tan, tapi memang kok mas, disebagian kecil keluarga itu kadang memang ada kutukan yang menyertainya, sehingga mereka harus bisa menangkal kutukan itu" kata pak Han


"Kadang bahkan apabila ada orang lokal yang bisa mematahkan kutukan itu dan apabila disetujui oleh leluhur mereka, maka orang itu bisa mendapatkan peninggalan mereka, bahkan mereka bisa mendapatkan warisan mereka juga"


"Tapi leluhur itu juga tidak serta merta menyetujui, mereka harus melihat dulu apa yang ada didalam tubuh kalian, kalau mereka setuju ya akan seperti kalian ini, mereka akan mengalihkan rumah itu beserta isinya kepada kalian" kata pak Handoko


Kemudian pak Han mengambil tas laptopnya dan mengambil satu dari tiga lembar surat berharga itu. Dia membukanya di atas karpet yang indah ini.


"Ini adalah surat rumah, atau semacam akte rumah, pada jaman itu akte ini tidak seperti sekarang, disini tidak tertulis nama pemiliknya, hanya berupa luas rumah dan posisi letak rumah saja yang kemudian diketahui oleh pejabat setempat" kata pak Han sambil menunjukan arti-arti dari tiap tulisan yang ada akte itu


"Istilahnya ini hanya dokumen rumah biasa saja. Tidak ada yang aneh disini, tetapi yang berikutnya ini yang mengerikan" kata pak Han yang kemudian mengeluarkan dokumen satunya yaitu surat pernyataaan kepemilikan rumah


"Jadi akte yang tadi itu merujuk ke surat yang berikutnya, surat pernyataan yang berikutnya ini" tunjuk pak Han kepada mereka


"Semua hanya satu orang saja di tiap keturunan, tapi di masa kalian ada lebih dari satu orang, dan ternyata disetujui oleh para leluhur keluarga Tan, kalian lihat ada semacam tanda sedikit gosong di sekitar cap jempol darah kalian, itu tandanya mereka setuju" tunjuk pak Han


"Sampai disini kalian pahamkan, jadi enam cap jempol darah kalian ini sudah disetujui oleh leluhur mereka. Dan saya yakin mereka pasti datang dan menyaksikan kalian melakukan cap jempol darah ini" kata pak Han lagi


"Nah selanjutnya adalah yang paling penting, yang Trimo cari cari hingga dia mendatangkan belasan paranormal baik yang hitam atau yang putih"


"Kalian lihat tanda gambar kuning kecil berbentuk seperti mangkok terbalik ini" tunjuk pak Han dengan wajah serius


"Itu adalah harta yang dikumpulkan oleh generasi itu, jadi tiap keturunan selalu melaporkan berapa banyak hartanya di kertas yang terbuat dari lontar ini. Jadi kertas ini bukan surat penyataan kepemilikan rumah saja"


"Tetapi juga surat serah terima seluruh rumah beserta semua yang dikumpulkan oleh tiap generasi di mana pimpinan generasi itu melakukan cap jempol darah" tambah pak Han


"Kalian adalah generasi terakhir yang berhasil memotong kutukan mereka, sehingga kalian pantas untuk mendapatkan semua itu. Makanya perempuan yang benama asli Tan Mien Hwa itu menyerahkan kepada kalian atas persetujuan seluruh leluhurnya.


"Setahu saya tiap satu mangkuk ini melambangkan satu peti harta, satu peti itu mungkin sebesar kardus air mineral yang ukuran paling besar, kalau ndak salah yang ukuran 1.5 liter. Sekarag coba kalian hitung ada berapa mangkuk yang ada disana" kata pak Han dengan tersenyum

__ADS_1


"Hehehe kalian adalah pemilik lima belas peti harta yang ada di rumah itu, paham kan kenapa sampai Trimo sebegitunya. Semua adalah milik kalian" kata pak Han lagi


"Nah minumannya sudah datang, kalian minum-minum dulu sebelum saya lanjutkan ke penjelasan berikutnya. Karena disini tanggung jawab kalian sangat besar dan berat"


Kedelapan anak itu tidak bergerak sama sekali, mereka kebingungan dan harus ngapain dengan harta yang begitu banyak milik mereka itu.


"Kok pada diam, Ayo dimakan dan diminum dulu, tenangkan dulu diri kalian sebelum saya cerita yang berikutnya ini" kata pak Han sambil menuangkan segelas teh hangat ke gelasnya


"Teh dan kopi itu bikinan kita sendiri, kita tanam sendiri semuanya, coba kalian rasakan bedanya dengan kopi teh yang diluaran sana" kata pak handoko


"Iya pak beda, kebetulan saya tidak minum kopi, jadi saya bisa menikmati teh pekat ini pak, teh ini pekat tapi tidak terlalu pahit, biasanya semakin pekat teh itu akan muncul rasa pahitnya" kata Dani


"Hehehe itu teh percoban kami, bagaimana caranya teh pekat tidak membuat perut mual. saya penggila teh mas, tapi sampai detik ini kalau minum teh pekat selalu mual karena ada rasa pahitnya heheheh" jawab pak Handoko


Setelah semua selesai dengan suguhan sederhana namun istimewa ini, kemudian pak Handoko meneruskan ceritanya lagi.


"Kalian ada pegang hp milik Trimo kan. Coba sini saya ingin lihat siapa saya yang sudah hubungi Trimo, jangan-jangan orang yang membunuh Trimo itu juga menginginkan dokumen ini"


Pak Handoko memeriksa tiap email dan pesan singkat melalui aplikasi wa yang ada di hp milik Trimo itu.


"Hmmm orang ini, dia bukan manusia" gumam pak Handoko


"Hmm dia juga sempat mengancam kalian, padahal dia tidak mengenal kalian sama sekali, ini dikarenakan dia itu bukan manusia. Lalu untuk apa Iblis ini mengancam kalian, dan apa sebenarnya yang dia cari itu?" gumam pak Han lagi


Diserahkannya hp itu kepada Ali, kemudian dengan wajah sedikit menahan marah dia berkata kepada anak-anak yang akan menjadi milyarder itu hehehehe.


"Kalian berhadapan dengan yang bukan manusia, tadi sekilas saya lihat lebih dalam siapa saja yang berminat dengan dokumen yang sudah diiklankan oleh Trimo itu"


"Totok, yang bernama Totok ini bukan manusia, saya juga tidak tau apa yang sedang dicarinya dengan ketiga dokumen ini, dan dia sempat mengancam kalian juga kan. Dia bisa tau kalau hp ini kalian pegang, dan dia juga bisa tau kalau kalian juga sedang mencari dokumen yang sedang saya pegang ini"


"Tapi dia tidak akan bisa lihat dimana dokumen ini berada, karena sudah saya samarkan sebelumnya, sehingga apapun itu baik mahluk haluspun tidak akan bisa tau dimana dokumen ini berada"


"Sekarang apa yang harus kami lakukan pak. Terus terang kami tidak tau harus apa setelah menemukan dokumen yang ternyata sangat berharga ini pak" tanya Ali


"Begini saja, terus terang keberadan kalian sudah terungkap. Sekarang Totok akan mengejar kalian. Selain dia akan mencari dokumen itu sendiri, dia juga akan mencari melalui diri kalian"


"Tidak hanya itu, kalain juga harus berhadapan dengan mahluk halus suruhan paranormal atas perintah Trimo itu. Demit demit suruhan itu sampai sekarang masih merongrong leluhur kalian.

__ADS_1


"Jadi posisi kalian ini sebenarnya cukup berbahaya, tapi tenang saja, setelah kalian melalui pintu gerbang rumah saya, kalian sudah tidak akan terlihat oleh siapapun" kata pak Han


"Untuk dokumen yang ketiga ini yang paling mengerikan jangan sampai jatuh ke tangan setan macam Totok, karna yang terakhir ini yang mungkin dia cari sebenarnya"


__ADS_2