
Pukul 02.45 pagi mereka sudah sampai ke salon Novi, memang benar apabila mereka pulang ke rumah masing-masing ,akibatnya mereka pasti akan molor bangunnya. Makanya lebih baik mereka tidur di salon Novi saja.
“Kalian bisa tidur di manapun mas, di lemari kamar itu ada beberapa kasur lipat yang bisa kalian gunakan mas” kata Novi kepada mereka
“Lho kok di salon ini ada kasur lipat, spring bed, dan beberapa selimut Nov, memangnya kamu juga buka penginapan disini ta? Tanya Broni yang sekarang tiduran di spring bed bersama Ukik
Sementara teman lainya sedang bermalas malasan di sofa dan sebagian membuat kopi di dapur mini salon yang letaknya ada di belakang.
“Husssh, kamar dan perlengkapan tidur ini untuk kami mas, biasanya kalau salon kita dapat order rias manten yang mengharuskan kami nginap disini.
Jadi dari malam sebelumnya semua harus disiapkan, dari mulai pakaian adat penganten lengkap dari mulai siraman sampai acara resepsi termasuk semua selopnya juga, dari mulai untuk keluarga hingga penerima tamu juga hihihihi”
“Nah agar setelah subuh kita bisa berangkat ke tempat rias tepat waktu, makanya semua dianjurkan tidur di salon sini saja mas hihihihi” kata Novi yang kemudian merebahkan dirinya di samping Broni yang sedang bergaya ala puteri duyung hihihihi.
“Asyiu Nov, ojok gini ta rek, kalok aku ngatjeng gimana rek” tanya Broni mulai nakal
“Kalok Ngatjeng ya diblebet stagen aja mas hihihihi , itu ada puluhan stagen di dalam lamari itu” jawab Novi yang kemudian keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi.
Wildan dan Gilank datang dengan satu teko penuh berisi kopi hitam.
“Ndeh Wil , gendeng arek iki, kita belum tidur blas c*k, kok malah mbok racun pakek kopi sak teko, lha mosok moto iki gaweane menungso, mbok suruh melek semalam suntuk koyok codot” teriak Tifano
“Hihihihi biar gak ada yang tidur rek, hehehe apa kalian ada yang berani tidur sementara ada Novi disini hihiihi” kata Wildan dengan wajah nakal
“Apa kalian siap di skidap swadikap waktu kalian tidur hehehe. Ayo turuooo nek wani wakakakak”
Memang asyu kok WIldan itu, dia pandai memanfaatkan keadaan untuk membuat semua temannya tidak ada yang tidur, dengan alasan adanya Novi disini hahahah, tapi suatu saat Wildan akan di kerjai oleh Novi. Hehehe
“Wil yancok raimu c*k, aku wis ngantuk iki c*k , sekarang malah jadi was-was aku c*k. Nggateli raimu c*k” teriak Ukik yang ada di sebelah Broni
“Nov..sini sama Om Gilank, kita kan belum pernah berdekatan seintim ini fu fu fu , kalau asyu-asyu macam Ukik, Broni, Ali , Dani, Tifano, ndak bisa puasin kamu, ayo sini sama om Gilank hehehe” Gilank sudah mulai sinting dengan berpose macam bintang pilem purnu
“Kasih tau ke Gilank betapa asoinya kuntilamu Nov, biar Gilank nyoyor sisan hehehe” kata Tifano
“Sudah-sudah ah, ini udah pukul 03.00 pagi mas, lebih baik kalian tidur aja, Novi mau pulang dulu mas. Pintu depan nanti Novi kunci mas, dan itu di atas etalase salon ada kunci serep kalau kalian mau ke masjid gang sebelah untuk sholat subuh mas” kata Novi yang kemudian pergi meninggalkan kami
Untuk diketahui, rumah Novi hanya berjarak beberapa gang dari posisi salon dia berada, sehingga dia bisa pagi pagi sekali datang ke salon apabila sedang ada orderan nikahan. Disekitar daerah ini, nama Novi cukup dikenal sebagai pengusaha salon, bahkan dia juga akan buka cabang di kota lain.
“Waduh Novi lupa bilang ke temen-temen kalau nanti pagi jam 05.30 ada tiga teman novi yang mau pinjam beberapa peralatan salon untuk acara di sebuah desa dekat sini hihihihi” batin Novi sambil tersenyum.
__ADS_1
“Tapi mbak Yayuk Nungging, mbak Claudia ginuk, dan mbak Madhu Balla Balla yang suka nganu cowok itu bawa kunci salon Novi kok, jadi biarlah mereka yang ada di salon ketemu tiga waria asoy geboy indehoi hihihi” batin Novi lagi
Penulis ndak akan bahas apa yang akan dilakukan ketiga waria itu ketika mereka masuk ke salon dan mendapati ada tujuh laki-laki yang pastinya akan membuat ketiga waria itu menelan ludah berkali kali.
Penulis takut kualat kalau menulis apa yang dilakukan ketiga waria itu hihihihi, karena mungkin heboh. Coba kalian pembaca bayangkan, ada tujuh laki-laki yang mungkin sedang tidur, tiba-tiba njemunuk jaya ada tiga waria yang masuk ke dalam salo. Pasti mereka akan creambath ya hihihihi
Tapi untuk hasil akhirnya akan kita bahas nanti wakakakakka. Tapi nantiii setelah Novi datang ke salon.
*****
“Pagiiiii sahabatku. Hehehe gimana tidur kalian yang hanya dua jam itu, nyenyak kan? Novi aja tidur nyenyak dan sekarang udah segar dan wangi, siap untuk menghadapi dunia yang kejam ini kawan” kata Novi di depan salon sambil cengengesan.
Di teras salon ini ada sebuah kursi panjang , dan saat ini disana ada Tifano, Wildan, Ali, dan Broni dengan wajah yang kusut, keliatanya mereka bertiga belum pada mandi semua.
“Yancok bngsht Nov! pagimu nikmat , pagi kami neroko yahanam mbut!” geram Wildan
“Hihiih memangnya ada apa mas, apa ada gendruwo di salon hihihihi”
“Ketika aku sedang mimpi Indah laminatingrum, tiba-tiba tadi jam 06.00 an muncul tiga mahluk gak jelas suruhanmu c*k, langsung mereka berdiri di sebelahku, aku kaget, yo langsung ae aku lari keluar Nov”
“Sik untung aku Wil hihihh, aku dari semalem gak tidur. Jadi aku tau ada tiga waria datang, setelah itu aku duduk di luar hehehe” sela Tifano
“Ketoke Gilank doyan waria Wil hihihi” kata Ali
“Gilank sama Ukik podo ae, mereka berdua doyan c*k” jawab Wlldan
“Wokwokwokwok. Masak sih ketiga teman Novi ngelakuin perbuatan inak-inak. Gaboleh lah, disini ada aturannya masku sayank, lagian mereka hari ini ada orderan rias nganten hihihihi” jawab Novi
“Mereka memang kesini mau minjem alat riasnya Novi mas. Cuman novi lupak ngasih tau kalok didalam lagi banyak lekongnya hihihii”
“Tapi Novi yakin kok, mereka itu gak sembarangan mas, kecuali mas Gilank dan mas Ukik yang mulai terlebih dahulu wahahahah, nggak nggak mas, mereka itu profesional kok” jelas Novi
Yah begitulah dunia, ada yang memulai dan ada yang dimulai heheheh, ada yang datang dan ada yang enak, tapi ndak kok, mereka ndak ngelakuin apa-apa didalam. Novi mempunyai aturan yang keras untuk para teman dan karyawan dia.
Dan apabila aturan itu dilanggar, maka Novi yang notabene adalah ketua Ikatan Waria di daerahnya akan mendepak dari keanggotaan dan memblokir mereka dari berbagai acara kegiatan rias di daerah itu. Yang artinya mereka tidak bisa cari uang di daerah itu!
“Novi juga punya aturan yang ketat untuk kami yang pekerja salon mas, dan konsekwensinya juga ada bagi yang ketahuan melanggar mas, kalau gak ketahuan sih ndak papa hihihihi”
*****
__ADS_1
Pukul 07.40 setelah semua hal-hal yang umum dilakukan, mobil mulai start ke vila putih. Dani tetap didapuk sebagi supir yang membawa penumpang penuh
“Kik, tadi gimana rasane?” tanya Gilank seolah bisik-bisik di telinga Ukik, tetepi dengan suara yang agak keras. Kebetulan posisi duduk Gilank ada di sebalah kiri Ukik
“Apane sing gimana, gak jelas omonganmu Lank” jawab Ukik ogah ogahan
“Tadi yang sama mbak madhu itu lho, gimana kelanjutane, tadi jarene kamu janjian sama dia hihihihi” kata Gilank lagi
“Asyu Lank, genah kamu yang janjian sama mbak Madhu yang kekar lengene gitu lho, kok malah aku sing mbok fitnah”
“Mas Gilank doyan ya?” tanya Novi dengan lembut “Mbak Madhu itu gede lhoooo, ati ati sama dia mas, dia suka ngentup koyok tawon hihihihi”
“Muales aku dengerin kalian bahas tiga mahluk pengeremet ndog iku rek” kata Wildan
Perjalanan menuju ke vila putih cenderung sunyi, karena lima orang pada tidur setelah semalaman mereka melek, hanya Ali , Dani sebagi Driver dan Novi saja yang masih melek.
“Mas Ali, eeh semalem Novi mimpi lagi mas, sekarang Novi makin takut tidur mas”
“Gini ae Nov, kamu tidur di salon aja sama kita nanti malam Nov”
“Mas Ali serius nih, Novi boleh tidur di salon?”
“Boooleeeeeeh” jawab Gilank sambil merem
*****
Tidak terasa pejalanan sunyi mereka sudah sampai di vila putih yang megah tapi sangat mengerikan keadaanya, semalem mereka tidak bisa melihat secara detil keadaan banguan vila, namun siang ini terlihat dengan jelas.
Pokoknya sisi samping vila itu seperti yang ada di cover novel ini, jadi pembaca bisa bayangkan bagaimana keadaan kesuluruhan vila itu.
Mobil Novi diparkir di depan gerbang vila, suasana siang ini agak panas, tetapi suara burung yang berkicau masih sesekali terdengar.
“Ayo kita masuk ke dalam sana rek, kita mulai petualangan kita untuk menyelamatkan kita dari mimpi buruk dan hal jahat yang berhubungan dengan vila ini” kata Ali
Gilank membuka pintu gerbang vila yang sebagian besar besinya sudah dimakan karat, tanaman merambat pun menutupi sebagian pintu gerbang vila.
Kedelapan remaja itu berjalan di taman vila yang sekarang mereka bisa jelas melihat seberapa tinggi rumputnya. Semalem sih mereka tidak bisa melihat tinggi rumputnya secara keseluruhan.
“Eh rek, samping vila sudah tidak bisa dilewati. Coba kalian lihat pohon aneh dan benalu itu, serta tanaman merambat yang menutupi sebagian dinding samping vila. Padahal dahulu kita sering lewat sana rek” gumam Ukik
__ADS_1