MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 60 (YANG MATI YANG MATI)


__ADS_3

Orang gila yang sekarang sudah jelas wajahnya itu masih tertelungkup di lantai ruang tamu. Dia masih tidak dapat bergerak sama sekali, tetapi untuk bicara harusnya masih sangguplah.


Pak Han masih memiting tangan orang itu meskipun orang itu dalam keadaan kena totok di bagian tengah lehernya.


“Buka sumpalan mulutnya mas, dan tutup pintu vila” suruh pak Han.


Ukik menarik sumpalan rumput kering yang tadi sempat mereka masukan ke dalam mulutnya.


“Aaarrghhh hahahaha. kalian tidak tau dengan siapa kalian berhadapan haaaa!” kata orang itu dengan nada suara yang mengerikan dan mata merah melotot


“Saya tidak peduli kamu kerja dengan siapa, karena mereka akan kami bunuh semua, percuma mereka mencari dan menggali disini, tidak akan mereka temukan apa yang mereka cari” jawab pak Han dengan tegas.


“Hahahahah kalian tolol gobhlok wahahaha, kalian tidak akan tau apa yang ada disini wahahahah. SEKARANG LEPASKAN AKU!” kata orang gila itu


“Dari pada lepaskan kamu, mending saya bunuh saja kamu, mayatmu tidak akan ada yang cari disini, kamu hanya sampah yang berusaha merusak rumah ini” kata pak Han dengan suara tenang dan pelan


“Mas tolong pegang tangannya, mau saya matikan jalan darah dia yang menuju ke otaknya, agar dia mati pelan-pelan dengan rasa sakit yang luar biasa mas” kata pak Han


“T..tapi pak..” potongTifano


“Sudahlah mas, lakukan saja apa yang saya suruh, nanti juga kalian akan tau sendiri kok


Tifano, Broni, dan Ukik memegang tangan orang itu yang mulai bisa digerakan, kemudian jempol dan telunjuk pak han menyentuh pembuluh darah yang ada di leher orang itu. Pelan-pelan pak Han menarik urat nadi  besar yang terlihat di lehernya.


Pelan-pelan di tarik pembuluh darah yang ada di leher, pembuluh darah itu bernama arteri karotis yang berfungsi sebagai penyuplai darah dan oksigen ke otak.


Dengan  wajah tersenyum dan menatap orang itu pak Han menekan dan menarik pembuluh darah arteri itu. Awalnya orang itu masih tertawa-tawa seolah dia mengejek tidak ada pengaruhnya dengan yang dilakukan pak Han.


Tetapi lambat laun wajah orang itu mulai menegang, urat syaraf yang ada diwajahnya mulai menonjol semua, mulut dia yang semula selalu tersenyum sekarang mengatup dengan sedikit meringis kesakitan


“Hmm ini baru juga belum saya tarik pembuluh darahmu, baru juga saya tekan, tapi kamu keliatanya sudah kesakitan ya hahahaha”


“Tenang saja, setelah ini akan lebih sakit dan nyawamu akan meregang karena tidak bisa menahan sakitnya hihihih” kata pak  Han sambil terus menarik pembuluh darah orang itu


“Jawab pertanyaan saya, kamu kerja dengan siapa?” tanya pak Handoko


“Khhhhk… aarrghhhh kkhhhh” suara yang keluar dari mulut orang itu


Kemudian pak Han mengendurkan tanganya agar orang itu bisa menjawab pertanyaan pak han.


“MATHIII KHALIAN HAHAHAHAH” kata-kata  itu yang keluar dari mulut orang itu tiba-tiba


“Ya sudah kalau begitu, yang mati bukan kami tapi kamu yang mati” kata pak Han yang kemudian menarik pembuluh darah itu dan kemudian diewer ewer sehingga bagian yang dekat dengan pangkal leher semakin membesar


Orang itu tidak bisa bersuara, tidak bisa mengeluarkan suaranya, tetapi kemudian dia mati dengan mata melotot.  Area pangkal leher yang membengkak itu berwarna hitam lebam.

__ADS_1


Pak Han mengusap mata orang itu hingga terpejam, kemudian dia memberikan kode kepada mereka untuk mengangkat mayat itu ke belakang taman dan menguburkan dengan tanah yang dia gali


Ketujuh pemuda itu jelas kaget dan ketakutan dengan yang dilakukan pak Handoko. Dengan kejamnya dia membunuh dengan tangan kosong.


“Kalian jangan takut dan jangan kaget, dia ini sampah, kalau kita biarkan dia akan semakin  menjadi-jadi, kalau kita biarkan hidup dia akan berbuat yang mengerikan terhadap kalian dan keluarga kalian. Saya bisa baca dari matanya tadi waktu sebelum saya bunuh dia” kata pak Han


“Dan satu lagi, dia tidak seperti yang kalian kira”


“Kalau pun dia mati, tidak ada yang akan mencarinya kecuali bos dia, jadi memang dia harus mati agar kita bisa tetap hidup” ujar pak Han dengan serius


“I..iya pak, kami sudah sering lihat mayat kok sebelumnya pak, bahkan saya juga sempat membunuh  kusir kuda yang akan membunuh dan memperkhosa Novi” kata Broni


“HIhihihih Novi mau diperkhosa hahahaha, apa yang diperkhosa dari Novi mas hahahah” kata pak Han dengan tertawa lepas


“Lho.. memangnya pak Han tau siapa Novi itu pak?” tanya Ali


“Ya jelas saya taulah, kalian semua kan sudah saya pelajari sebelumnya, waktu bertemu saya di restorant kemarin itu” jawab pak Han lagi


“Ya sudah, ayo kita pindahkan ke lahan belakang, kemudian kita kubur  mayat dia disana mas” lanjut pak Han lagi


“Sebentar pak, kita lihat identitas dia dulu, di sakunya ada dompetnya ndak pak” tanya Ukik


Setelah beberapa kali dicari, kemudian Ukik menemukan sebuah dompet yang di sembunyikan di saku rahasia di bagian dalam celananya. Tapi kayaknya bukan dompet deh, tapi memang wujudnya mirirp dengan dompet.


“Ketemu pak, ayo kita bawa mayat ini ke halaman belakang pak” kata Ukik


“Semudah ini bapak membunuh orang ini pak, apakah apa yang akan dia lakukan sepadan dengan kematianya pak?” tanya Ali


“Kamu akan menyesal apabila membiarkan dia hidup mas, karena suatu hal tentang keserakahan dan ketamakan, akhirnya bagi dia nyawa itu tidak ada artinya, eh kata-kata ‘bagi dia’ disini bukan yang mati itu, tapi dia adalah yang menyuruhnya”


 “Begitu pula dengan dia yang mati, bagi kita lebih baik dia itu mati, karena kalian akan tau setelah sehari dikubur” jawaban pak Han cukup membuat bingung saya sebagai penulis novel ini


Sudah selesaikah urusan dengan pengganggu hari ini? Ternyata belum, karena di luar masih ada satu orang lagi yang mengintip kegiatan di dalam vila.


“Hmm masih ada satu lagi yang berusaha ingin tau apa saja yang sedang kita lakukan mas. Kaswadi!, dia sekarang ada di sebelah kanan teras. Lebih baik kita temui saja dia, kasian dia, karena dia sekarang sudah disusupi oleh Roh jahat”


Hahahah dengan adanya pak Han ini apakah pekerjaan ketujuh laki-laki ini semakin mudah? Bisa iya bisa juga tidak. Bisa iya karena pak Han dibekali dengan ilmu bela diri yang yang mematikan dan ilmu supanatural yang mumpuni. Bisa juga tidak, karena pak Han mungkin juga mempunyai tujuan tertentu hihihi.


Mereka berdelapan sudah ada di teras depan, kemudian pak Han menyuruh salah satu dari mereka memanggil Kaswadi yang masih bersembunyi di sebelah kanan teras.


“Tolong panggil dia mas. Bilang saja jangan takut, karena kita dipihak yang sama” bisik pak Han


“Pak Kaswadi, ayo sini, jangan Cuma sembunyi dari kami, kami tau kamu ada disitu” teriak Broni


Sekali panggilan dari Broni, tetapi tidak ada reaksi sama sekali dari Kaswadi, Broni kembali memanggil Kaswadi untuk mendekat, tetapi tetap saja tidak ada sahutan.

__ADS_1


“Orang ini maunya apa to? Kenapa tiap dipanggil kok ndak mau bereaksi” gumam Broni.


“Kaswadi itu kasihan mas, tubuh dia sekarang dalam kekuasaan roh jahat yang berasal dari masa lalu. Tetapi saya tidak tau tujuannya apa merasuki Kaswadi seperti itu” bisik pak Han


Beberapa kali mereka secara bergantian memanggil Kaswadi, tetapi tidak ada respon sama sekali dari pemilik nama itu, yang ada hanya suara desiran angin malam yang melewati dahan dan daun pohon yang ada disana.


“Tidak ada respon pak, gimana ini. Apakah kita teruskan memanggil dia pak?” tanya Ali


“Sudah mas ndak usah dipanggil, nanti dia akan datang sendiri kok mas”jawab pak Han santai


Ketika mereka akan melanjutkan perjalanan keluar dari taman vila, tiba-tiba mereka mendengar suara orang yang meludah dengan pelan, suara itu sempat terdengar hingga beberapa kali. Suara orang meludah yang khas bagi mereka.


“Eh rek, kalian dengar ndak, itu suara apa tadi?” tanya Dani


“Koyoke ada yang sedang meludah, tapi pelan sekali suara meludahnya” jawab Gilank


“Aku yakin itu pasti Kaswadi rek, tapi kok dia suka meludah gitu hihihi” kata Broni


“Aku kok penasaran, siapa yang masuk ke dalam tubuh Kaswadi rek, ojok ojok iku si mbok Ju?” sahut Tifanno


“Gimana anak-anak, apa yang kalian tau?” tanya pak Han tiba tiba


“Tadi kami dengar suara orang meludah pak, pasti bapak juga dengar suara itu lah pak” kata Ukik


“Iya tadi saya juga dengar tiga kali suara orang yang sedang meludah, lalu menurut kalian siapa dia, dan apakah kalian kenal?” tanya  pak Han penasaran


“kalau benar dugaan kami, yang ada disekitar sini adalah mbok Ju pak, kami kenal dia semasa masih hidup, tetapi kemudian dibunuh oleh Ali karena dia berbuat jahat pak” kata Dani


“Hmm benar dugaan saya berarti, yang ada di dalam tubuh Kaswadi bukan berasal dari jaman ini, tetapi dia berasal dari masa lalu. Hmm kenapa dia merasuki Kaswadi, apa yang sedang dicarinya” gumam pak Han


“Eh pak maaf, saya baru ingat. Kaswadi pernah cerita kalau dia pernah didatangi hantu yang suka meludah pak, dan dia juga sempat di rituali oleh hantu itu ketika dia dalam keadaan koma di rumah sakit pak” kata Ali


“Kemugkinan besar yang ada di dalam tubuh dia itu ya itu pak, hantu yang suka meludah, yang bernama Juriah atau biasa kami panggil mbok Ju pak” tambah Ukik


“Hmm begitu ya, apa dia memang suka meludah seperti itu mas?” tanya pak Han keheranan


“Dia itu tidak bisa lepas dari nginang pak, jadi yang namanya orang nginang itu kan suka meludah pak, makanya tadi saya akhirnya ingat kalau yang ada di dalam tubuh Kaswadi itu adalah mbok Ju pak”  tambah Tifano


“Tapi ngapain juga mbok Ju ada di  dalam tubuh Kaswadi, apa perlunya dia ada di dalam tubuh Kaswadi. Apakah dia juga sedang mencari sesuatu  disini?” kata WIldan


“Kalau ndak salah, Mbok Ju dan dan Widodo sudah tobat, tapi ya ndak tau lagi rek, siapa tau ada sesuatu yang berharga bagi mereka disini rek” potong Ali


“Gini saja mas, kita biarkan saja dia ada disini, biarkan saja dia berkeliaran disini, setahu saya dia tidak mempunyai apapun yang bisa dijadikan pedoman disini untuk mencari sesuatu yang berharga”


“Besok kita lihat lagi apa yan terjadi di sini dan apa yang terjadi dengan mayat orang yang kalian anggap gila itu mas. Saya yakin besok pasti ada orang yang kesini lagi, kita nanti bisa lihat dari bekas energi yang ada di sekitar sini mas hehehe” kata pak Han sambil jalan menuju ke seberang taman

__ADS_1


Ketika mereka bersama-sama menuju ke pagar pintu gerbang vila, tiba-tiba dari dalam vila terdengar suara teriakan. Tetapi suara teriakan itu bukan seperti suara teriakan manusia, jadi lebih mirip dengan suara teriakan hewan besar yang sedang sekarat.


“Kalian dengar suara tadi kan mas hehehehe, kita akan tau besok mas ” kata pak Han sambil terenyum


__ADS_2