
Singkat cerita mereka sudah ada di Gebang, siang ini mereka sudah sampai di masjid tempat Saeful berada. Ketika mobil mereka masuk ke halaman masjid tiba-tiba Saeful muncul dari samping lorong masjid.
“Wah ada mas Saeful, gimana kabarnya mas?”
“Baru sehari disini rasanya ndak kerasan pak hehehe, tapi tempat saya memang disini bukan bersama kalian”
“Ya sudah mas Saefuil, kami mau ke atas dulu untuk memberitahu keadaan di hotel Waji. eh titip mobil ya mas, karena nanti kami akan menginap di hotel lagi”
“Lhooo kalau begitu saya ikut pak hehehe saya mau bantu kalian hihihi…guyoon pak….guyoooon”
“Kalok mas Saeful mau ikut ya ndak papa kok mas”
“Ya sudah mas, kami mau ke atas dulu untuk melaporkan keadaan di hotel tadi” kata pak Han
*****
“Bagaimana, kami butuh yang bisa berhadapan dengan Nabil dan sosok lainya, karena disana untuk mahluk sebangsa mbok Ju atau mas nang tidak bisa bergerak” kata pak Han setelah bercerita tentang apa yang ada disana
“Saya ikut pak” Novi langsung ambil suara
“Begini saja pak Han… ada baiknya yang ada disana itu yang mempunyai kelebihan, karena yang akan kalian hadapi adalah yang kita cari selama ini” kata pak Tembol
“Tetapi kita juga tidak bisa membiarkan vila ini kosong, kemarin malam saja Suharto kembali berulah setelah Ginten merasukinya”
“Untung Dimas segera mengusir dari sini, sekarang Suharto yang berisi Ginten ndak tau sedang ada dimana” kata pak Tembol
“Saya rasa nak Dogel ada baiknya membawa mbak Bashi juga, karena siapa tau disana nanti membutuhkan mbak Bashi, nak Novi kalau mau ikut ya ndak papa” kata pak Tembol
“Lalu bagaimana dengan mbak Indah dan mas Ngot? mereka apa tidak bisa dibebaskan ketika Rochman sedang ke hotel?”
“Perkara membebaskan mereka itu sebenarnya bisa dilakukan, hanya saja kita tidak tau dimana tempat mereka, karena yang pasti mereka ada di kolam renang yang airnya mengerikan itu” kata pak Tembol
“Selama kekuatan Rochman masih ada di level atas karena dia masih mendapat makanan segar, maka kita tidak bisa menembus rumah itu” kata Dimas
“Jadi lebih baik kalian fokus ke rumah itu saja, ajak mbak Novi dan mbak Bashi bersama kalian, dan ingat…Rochman itu bukan setan yang bodoh!”
“Bisa saja yang datang ke sana itu bukan dia yang sebenarnya. bisa jadi yang datang nanti malam itu hanya tiruanya. karena dia tidak sebodoh itu meninggalkan markas besarnya” tambah pak Tembol
“Tapi biar bagaimanapun kita harus waspada, karena kalian sudah menjadi incaran mereka” tambah pak Tembol
“Eh Dimas.. apakah ada kemungkinan Ginten dan Suharto juga kesana tidak?” tanya pak Tembol
“Selama Ginten tidak tau bagaimana perkembangan Rochman ya saya kira dia tidak akan mencari Rochman, tetapi berbeda lagi apabila dia tau bagaimana sekarang Rochman” jawab Dimas
“Bisa saja dia akan kesana untuk bergabung dengan Rochman, karena energi yang dimiliki Rochman sekarang lebih tinggi dari pada yang saya miliki waktu dulu itu” tambah Dimas
“Ya sudah kalau begitu, kami berangkat lagi ke hotel bersama mbak Novi dan kucing hitam mbak Bashi”
“Mbak Novi bawa baju ganti juga ya, karena bisa saja kita ada disana untuk beberapa hari kedepan” kata pak Han
Dogel, pak Han, dan Blewah juga menambah baju mereka untuk dibawa ke hotel Asri D/H hotel Waji.
“Ayo anak-anak, kita berangkat sekarang saja, nanti sebelum masuk hotel kita beli banyak air mineral lagi” kata pak Han
“Buat apa pak, kan sekarang sudah menggunakan air milik negara, jadi untuk sekedar mandi atau buang air besar masih aman lah pak” jawab Dogel
“Tante cantik mau ke mana?” tanya Sarinah tiba-tiba datang dari kamarnya
“Heheheh Sarinah tunggu di sini sama om om dan mbah Tembol ya, tante Novi mau pergi dulu sebentar” jawab Novi sambil memeluk gadis kecil anak Suharto
*****
“Kita apa tidak perlu sewa satu kamar lagi untuk mbak Novi anak-anak?”
“Ndak usah pak kita disana saja bersama sama pak” jawab Novi
“Lha nanti seumpama ada yang tanya, mbak Novi ini siapa terus kita jawab bagaimana?”
“Halah hehehe, bilang aja Novi itu cewek bookingan pak, yang akan kalian gunakan untuk bertiga heheheh”
“Ngawur ae mbak Novi iki hahahah. Udahlah kita lihat saja nanti , yang penting pasukan kita sudah siap untuk nanti malam hehehe”
__ADS_1
Mereka berjalan kaki menuju ke arah Masjid tempat mereka menitipkan mobil, tidak ada yang berarti selama mereka berjalan dari vila hingga hampir sampai di masjid.
Novi pun merasa senang karena bisa pergi jalan-jalan setelah selama ini ada di vila putih saja.
Ndak terasa mereka sudah ada di depan masjid, dan kebetulan ada Saeful bersama dua orang teman dia yang sedang berdiri di samping mobil mereka.
“Mas Saefuuul” teriak Novi sambil berlari menghampiri Saeful yang sedang bersama dua orang temanya
Saeful jelas kaget, refleks dia lari masuk ke dalam lorong samping masjid yang tembus ke dalam mess masjid.
“Aduuuuh kok malah lari sih, memangnya Novi ini hantu apa” kata Novi sambil celingukan di depan kedua teman Saeful yang sedang terbengong melihat ada perempuan cantik dan seksi yang mencari Saeful.
“Maaf mbaknya ini siapa ya?” tanya salah satu dari mereka
“Nama saya Novi, saya pacar Saeful mas” jawab Novi sambil celingukan
Kedua orang itu melihat mulai dari ujung rambut hingga ke kaki Novi, mungkin mereka berdua heran bagaimana bisa seorang Saeful bisa punya pacar seperti itu.
“Eh mas nya ini apa temanya mas Saeful?”
“I..ya mbak, kami juga marbot masjid ini” kata salah satu dari mereka
“Oh gitu, nanti kalau ketemu sama Mas Saeful tolong bilangin kalau Novi kangen berat sama dia, Novi ndak bisa hidup sedetikpun tanpa lihat mas Saeful”
“B..baik mbak, a..akan saya sampaikan”
Pak Han menghampiri salah satu dari mereka dan bicara kalau kedatangan mereka kesini untuk mengambil mobil yang terparkir disana.
“Mas…. tolong bilangin mas Saeful ya, jangan lupa ya mas” teriak Novi dari dalam mobil yang mulai melaju ke arah bawah
“Mbak Novi iki sangarmen sih hahahah” kata pak Han
“Sangar gimana pak?” tanya Novi kebingungan
“Lha tadi itu, teman mas Saeful sampek gelagapan jawab pertanyaan mbak Novi tadi hehehe”
“Hihihihi salahnya mereka ndak punya pacar pak, coba kalau mereka punya pacar, pasti ndak kayak gitu deh hihihi”
“Mungkin mereka punya mbak Novi hanya saja pacar mereka kan mungkin saja berjilbab dan biasa saja, sedangkan mbak Novi kan luar biasa hihihih”
Berselang dua jam perjalanan mereka sudah sampai di kota pct,...
“Kita cari makan dulu saja anak-anak, dan cari camilan serta air mineral juga” kata pak Han
“Kita cari makan dimana siang siang gini pak?” tanya Dogel
“Seadanya saja mas, yang kita lewati saja, pokoknya kita sampai dihotel dalam keadaan yang sudah kenyang, tapi nanti malam kita juga harus makan lagi, karena pastinya nanti malam kita tetap harus terjaga”
“Jangan lupa beli kopi juga pak heheheh” kata Blewah
“Ya sudah…. apapun yang kalian perlukan cepat pikirkan dan segera kita beli”
Menjelang sore hari setelah mereka selesai dengan mengisi perut dan belanja aneka kebutuhan yang mereka perlukan ketika di hotel nanti.
“Ini dia hotelnya mbak Novi hehehe, pangling kan” kata pak Han ketika Dogel mengarahkan mobilnya masuk ke halaman parkir
Sore hari parkiran mobil memang tidak sepenuh tadi pagi, mungkin sudah ada beberapa tamu yang check out, tetapi halaman parkir ini tidak kosong.
Masih ada sekitar enam mobil yang terparkir….
“Hotel ini ramai juga ya pak” kata Novi dengan heran
“Ini sudah tidak seberapa mbak. kemarin parkiran mobil sampai penuh mbak” kata pak Han
Mobil diarahkan Dogel ke parkiran yang dekat dengan kolam ikan. Disana ada beberapa tempat yang kosong, disana juga tidak terkena sinar matahari secara langsung, karena di atasnya ada pohon yang menaunginya.
“Di kolam ikan ini dulunya kalau tidak salah kan ada pohon beringinya ya?” tanya Novi
“Bukan disitu mbak, tapi sebelah sana yang ada taman bunganya, disana dulu letak pohon beringin itu berada” jawab Blewah
“Iya mas benar juga”
__ADS_1
“Ayo dibawa barang-barangnya anak-anak, tapi untuk tas yang berisi baju ganti biarkan ada di mobil saja anak-anak, jadi kalau ada apa-apa kita mudah untuk lari dari sini secepatnya” kata pak Han
Novi berjalan sambil menikmati taman bunga yang tumbuh subur dan tertanam rapi di halaman depan dekat dengan lahan parkir.
Dia juga sedang menikmati melihat puluhan ikan koi lokal campur ikan mas dan Tombro yang berukuran mulai kecil hingga sepaha anak remaja.
“Wah hotel ini benar-benar sudah berubah menjadi jauuuh lebih bagus pak”
“Yang indah nanti ada di halaman belakang mbak, disana benar-benar indah dan nyaman. Pokoknya di setiap sudut hotel ini rasanya nyaman, coba tebak kenapa bisa begitu?” tanya pak Han
“Iya pak, Novi juga merasa enak, aman, dan nyaman ada disini, rasanya enggan untuk pergi dari sini pak”
“Ehhmm aruranya sangat bagus hingga kita merasa cocok disini, tapi ada yang janggal pak….. kenapa sama sekali tidak ada mahluk gaibnya ya pak?”
“Nah itulah yang membuat suasana disini berenergi positif, tidak ada mahluk gaib yang berkeliaran, adapun hanya di beberapa tempat, misalnya di lobby”
“Di lobby ada beberapa gaib yang bertugas sebagai penglaris, sehingga orang yang kesini akan sesegera mungkin memesan kamar” kata pak Handoko
“Coba lihat mbak Bashi, dia sama sekali tidak menampakan keresahan, dia santai saja pak” kata Dogel yang sedang menggendong kucing hitam bermata tajam itu
“Benar mas Dogel, mbak Bashi bisa setenang itu berarti dia tidak merasa terancam disini”
“Betul juga pak aura di sekitar sini benar-benar berbeda ketika kita kesini waktu itu pak” kata Novi
Mereka terus jalan ke samping bangunan utama hingga mereka sampai di kamar dengan nomor 5+
“Ini kamar kita mbak Novi, disebelah kita kamar 6+ itu adalah penjara mahluk gaib yang dulu pernah tinggal disini, mungkin setelah diusir mereka datang lagi sehingga akhirnya dibuat semacam penjara disini”
“Iya pak, Novi merasa yang ada di dalam kamar 6+ itu auranya berbeda dengan yang ada disini”
“Mbok Ju ada di dalam mbak, dia sedang ketakutan karena kata dia di sekitar sini ada semacam satpam ghaib yang akan menangkapi gaib yang asing yang masuk ke sekitar vila”
“Hahahah masak iya sih ada satpam gaib , Novi baru tau lho pak.”
“Ya nanti coba tanya ada ke mbak Mirah atau mbok Ju. Mbak Mirah aman karena ada di dalam tubuh mas Blewah”
Mereka masuk ke dalam kamar…. di dalam kamar mereka disambut oleh mbok Ju yang wajahnya ketakutan”
“Ada apa mbok? kok mbok Ju ketakutan gitu?” tanya pak Han
Mereka semua duduk di kursi yang ada di dalam kamar, sementara itu mbok Ju tetap melayang di depan mereka.
“Tadi… setelah kalian pergi…ada beberapa orang masuk ke kamar ini. mereka juga didampingi oleh penjaga gaib, untungnya saya diberitahu sebelumnya oleh demit-demit yang ada di kamar 6+”
“Demit-demit itu menyuruh saya untuk menempel pada kamar 6+ sehingga satpam ghaib itu tidak bisa melihat saya”
“Mereka agak lama juga ada di dalam sini, ndak tau apa yang mereka lakukan, kelihatannya mereka sedang menggeledah kamar ini atau menaruh sesuatu disini”
“Karena setelah mereka pergi keadaan dan suasana kamar ini berubah, tetapi lambat laun normal lagi. coba kalian cari apa yang ada di kamar ini anak-anak”
“Eh nak Novi, maaf ya mbok Ju ndak bisa tenang di sini, karena yang ada disini rasanya aneh semua, pokoknya tidak sesuai dengan apa yang nak Novi lihat”
“Ayo anak-anak kita cari saja apa yang ada disini, kalau tidak ketemu nanti saya akan minta pindah kamar, dengan alasan kita terganggu dengan suara air yang ada di bawah tanah kamar ini” kata pak Han
Keadaan di luar semakin sore tapi belum memasuki surup, mereka semua mencari sesuatu yang seharusnya ada di sekitar kamar ini.
Sudah tiga puluh menit, tetapi mereka belum juga menemukan sesuatu yang kata mbok Ju ditaruh dikamar.
“Anak-anak… apa kalian sekarang merasakan sesuatu yang berubah?” tanya pak Han
“Iya pak, kamar ini rasanya ada yang aneh, tapi saya belum tau apa yang aneh itu”
“Mas Dogel, coba periksa yang ada di sekitar AC mas, Novi rasa ada sesuatu yang letaknya di sekitar ac itu”
Dengan menggunakan kursi meja Dogel memeriksa Ac, dia membuka penutup filter AC, tetapi belum juga menemukan sesuatu disana.
“Coba bagian atas mas, bagian kisi
kisi yang menyedot udara dari kamar ini mas”
Kebetulan Ac yang ada di kamar itu model lama yang bentuknya tidak tipis, sehingga bagian paling atas atau bagian kisi tempat penyedot udara kamar itu agak menonjol dan bisa digunakan untuk menaruh pengharum ruangan.
__ADS_1
Dogel meraba-raba bagian paling atas Ac, hingga tiba-tiba tangannya menyentuh sesuatu.
“Disini ada sesuatu pak, ada benda kotak yang agak panas kalau disentuh” kata Dogel meminta persetujuan kepada pak Han