
“Kamu Dimas sudah berubah menjadi teman mereka semua ya hehehe” kata Sekar yang menunjuk Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank
“Iya Sekar… waktu sudah berubah, saya sudah tidak ada keinginan untuk menjadi jahat” jawab Dimas
“Ehh maaf Sekar…. apa benar kakak kamu itu Mak Nyat Mani?” tanya Dimas lagi
“Hehehehe kalau sudah berubah jangan sampai kamu balik jadi orang tidak guna lagi Dimas… iya benar, kakak saya Mak Nyat Mani, dia yang mengutus aku kesini untuk melihat kalian”
Selama pembicaraan di depan pagar, bau wangi bunga selalu menyelimuti Dimas dan Tifano.
Sekar sama saja dengan Mak Nyat Mani dengan bau harum bunga khas masing-masing sesuai dengan bunga kesukaan mereka masing-masing.
“Maaf Sekar.. apa yang membawamu ke sini?” tanya Dimas
“Yah tentu saja mengenai masalah kalian…” jawab Sekar singkat
“Kakak Sekar gerah dengan perubahan perubahan yang terjadi disini dan di manapun yang berhubungan dengan vila ini” jawab Sekar
“Lalu kenapa tidak Mak Nyat Mani sendiri yang datang kesini, kenapa dia menyuruh kamu yang kesini Sekar?”
“Heheheh Dimas… Kakak Sekar sebenarnya tidak mau mencampuri urusan seperti ini, hanya saja dia dapat kabar bahwa Soebroto sudah dikudeta anak buahnya”
“Sehingga dia mengatur siapa saja yang harus diselesaikan, termasuk membantu Soebroto yang sedang kesusahan”
“Kalian tentu saja tau kalau Djatmiko saat ini menguasai daerah kekuasaan Soebroto, tapi tenang saja, mbak Sekar akan bereskan semuanya”
“sedangkan untuk yang ada disini… Sekar yang diberi kewenangan mbak Sekar untuk membantu menyelesaikan” kata Sekar
“Ok Sekar… sekarang apa yang kamu butuhkan.. apakah Informasi tentang Rochman atau bagaimana?”
“Tidak perlu, Sekar tau dia ada dimana, dan sekarang dia sedang bersama dengan Marwoto” kata Sekar
“Tolong hubungi mereka yang ada di sekitar tubuh anak Marwoto untuk menahan Rochman dan Marwoto…. Sekar akan ke sana secepatnya”
“Untuk teman kalian yang saat ini ada di mana saja… segara lakukan pemusnahan apapun yang berhubungan dengan Rochman, karena dengan pemusnahan itu maka dia akan semakin lemah”
“Tolong katakan kepada lainya, Jangan lakukan apapun untuk menyerang Rochman sebelum dia benar-benar lemah… itu pesan dari kakak Sekar”
“Lemahkan Rochman dengan menghancurkan semua yang berhubungan dengan dia” kata Sekar lagi
“Ya sudah kalau begitu… saya akan telepon yang ada di hotel Waji dulu, disana ada pak Han, pak Bowo, Saeful, dan Blewah”
Sekar pergi ke rumah abah Fuad.. dimana disana hanya ada Eko, mas Nangk, dan mbok Ju.
Mereka memang perlu bantuan segara. mengingat mereka bertiga menjaga tiga tubuh yang sedang kosong.
Di vila putih saat ini masih full team… ada Dimas, Petro, Novi, Tifano dan Wildan.
“Tifano… cepat katakan kepada yang ada di hotel Waji untuk melakukan apa yang tadi Sekar katakan” kata Dimas
__ADS_1
“Untuk tim pak Tembol .. saya rasa biarkan saja dulu dengan kegiatan mereka. pasti mereka saat ini dibantu oleh teman kalian yang ada disana”
“Jadi yang terpenting adalah membuat lemah Rochman dulu” kata DImas lagi.
Tifano menghubungi Broni yang ada di hotel Waji segera. dia hanya berbicara singkat, agar Broni secepatnya menyampaikan apa yang diberitakan oleh Tifano kepada yang lainya.
*****
“Jadi tadi ada Sekar disana?... siapa itu Sekar?” tanya pak Han
“Aduh panjang pak ceritanya, yang penting sekarang kita lakukan apa yang dikatakan sekar, agar Rochman makin lemah” kata Broni
“Hubungi pak Bowo juga… suruh dia datang kesini untuk diskusi” kata pak Han
Broni menghubungi pak Bowo yang sudah standby di kamarnya, dia kemudian segera ke kamar nomor 2+ untuk koordinasi tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Pak Bowo datang bersama satu anggotanya, karena satu anggota lainya sedang bersama pak Tembol.
“Pak Bowo, sesuai instruksi dari yang ada di vila putih, kita gerak sekarang, pokoknya apapun yang berhubungan dengan Rochman harus segera kita hancurkan”
“Tujuannya agar dia semakin lemah dan bisa dihancurkan dengan mudah” kata pak Han
“Bearti yang ada di ruang bawah tanah saja kan?” tanya pak Bowo
“Betul pak. yang ada di bawah tanah, disana itu ada semacam dapur yang digunakan Rochman untuk melakukan sesuatu”
“Kalau begitu akan kami persiapkan dulu secepatnya” kata pak Bowo yang kemudian pergi bersama anak buahnya
“Saya tidak tau mas… yang penting dia tau apa yang harus dilakukan, karena di hotel ini kan masih ada penyewa kamarnya, dan belum benar-benar kosong”
“Jadi harusnya dia tau apa yang dilakukan itu tidak menimbulkan kekacauan disini” kata pak Han
Tidak lama kemudian pak Bowo datang lagi , tetapi kali ini dia sendirian saja.
“Ayo pak Han.. kita lakukan sesuatu dengan yang ada di bawah tanah… saya akan lakukan dengan sesenyap mungkin, karena disini masih ada penyewa kamar”
“Saya minta ada yang berjaga disini selagi yang ada di ruang bawah tanah nanti melakukan sesuatu” kata pak Bowo lagi
“Gini saja. mas Blewah dan mas Broni ikut dengan pak Bowo, sedangkan saya tetap ada disini. Mas Blewah dan mbak Mirah usahakan untuk melindungi yang lainya” kata pak Han
“Baik pak… lalu bagaimana dengan pihak keamanan yang bernama Totok, dan Dollah sebagai manajer yang bertugas disini?” tanya pak Blewah
“Totok satpam disini sudah saya urus barusan. tinggal manajer hotel yang saya belum bertemu denganya” kata pak Bowo
“Tapi itu bukan menjadi masalah besar bagi saya.. berapapun karyawan yang ada disini tidak akan berpengaruh dengan saya dan anak buah saya” jawab pak Bowo
Akhirnya mereka pak Bowo, anak buah pak Bowo, Blewah, dan Broni berjalan menuju ke banguanan utama.
Sebelum masuk ke banguanan utama … anak buah pak Bowo membopong sebuah ransel dengan lambang polri yang kelihatannya berat, karena di dalamnya mungkin ada sesuatu yang akan di gunakan di bawah sana.
__ADS_1
Selain ransel yang kelihatannya berat. ada juga jerigen berkapasitas lima liter yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
“Mas Broni…. bawa jerigen itu…. sekarang kita siap masuk ke dalam sana!” tegas pak Bowo
Mereka berjalan di lorong yang gelap di hotel Waji… tidak ada Tono sang penjaga hotel.. dan tidak ada pula si Dollah yang biasanya ada di sekitar bangunan utama…
Malam hari ini memang sepi, dan keadaan disini berbeda dengan sebelumnya, apakah ini karena pengaruh dari Rochman yang semakin melemah.
Pintu yang mengarah ke ruang belakang dibuka oleh pak Bowo…
Ketika pintu itu terbuka. ada beberapa karyawan dengan Dolah sebagai pimpinan mereka menghadang pak Bowo dan teman-teman.
“STOOP! MAU APA KALIAN MASUK KE SINI” teriak Dollah
“Minggir kalian semua…!” bentak pak Bowo
“Kalian tidak berhak masuk ke dalam sini, dan yang yang kalian lakukan ini adalah masuk tanpa ijin ke area tempat orang lain” kata Dollah tidak kalah sengit.
“Akan saya laporkan kalian ke polisi” kata Dollah lagi
“Tidak usah susah-susah leper, saya sudah ada disini kok” jawab pak Bowo
“Saya akan segera minta surat penggeledahan segera. dan akan saya faxkan ke hotel ini!” teriak pak Bowo kemudian mengambil ponselnya”
“Jangan khawatir. saya sudah tau nomor fax hotel ini, dan saya pastikan sekarang fax yang ada disini sedang nyala. jadi kamu manajer hotel tinggal menunggu fax surat penggeledahan dari kantor polisi resort pacet” kata pak Bowo
\====================================
Sekali lagi saya mohon maaf…
Saya belum bisa maksimal menulis, karena kesibukan saya selama ada di bali untuk mempersiapkan ngaben ibu saya hingga selesai semua proses upacara adat.
Dan alhamdulillah acara ngaben ibu saya sudah selesai hari selasa kemarin, setelah serangkaian acara adat yang menyita waktu saya dari pagi hingga malam hari.
Tetapi tentu saja setelah selesai dengan ngaben masih ada serangkaian kegiatan adat lainya yang tentu saja masih menyita waktu saya.
Untuk diketahui… saya terlahir dari keluarga hindu bali dengan awalan nama saya Dewa, saya berasal dari kota ubud desa peliatan.
Saya Mualaf ketika saya menikah dengan suami saya yang muslim…
Dengan kematian ibu saya, saya tetap mengikuti langkah demi langkah proses adat hingga semua acara adat tuntas.
Dan proses adat itu yang benar-benar melelahkan dari mulai ibu saya meninggal hingga proses pembakaran, pembuangan abu di pantai matahari terbit sanur, hingga di acara rumah adat ubud desa peliatan.
jadi saya mohon maaf apabila belum bisa update selama saya masih ada di Bali.
Mungkin saya akan update normal ketika saya sudah kembali ke tempat tinggal kami yang ada di jawa tengah.
Salam hormat
__ADS_1
mbak Bashi / Dewa Ayu Yudhari