MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 80 (BAKAAAAARRR)


__ADS_3

Ali dan Novi hanya bisa diam saja ketika semuanya berubah menjadi mengerikan. Udara panas dan kurangnya oksigen perlahan-lahan mulai menerpa mereka berdua. belum lagi suasana terowongan yang berubah menjadi mirip dengan  keadaan terowongan yang dekat dengan pintu masuk.


 Aroma busuk mulai berdatangan, cairan kental hitam yang sebagian berbusa putih mulai menggenangi tempat mereka berdiri dan bersandar pada tembok terowongan. Tapi sesuai dengan yang dikatakan oleh pembisik bahwa mereka berdua tidak boleh bergerak sedikitpun, maka mereka tidak bergerak sama sekali.


"Tetap diam dan jangan bergerak, karena sebentar lagi lorong ini akan penuh dengan mahluk halus, aku akan menolong kalian" begitu  yang terdengar di kepala Ali dan Novi


Mereka berdua tidak ada yang berani bergerak sama sekali setelah mendengar bisikan dari sesuatu yang memperkenalkan diri sebagai Bawok itu.


Benar juga, tidak lama kemudian, ada semacam kabut putih yang sangat bau, kabut yang bergerak pelan akan melewati mereka berdua yang sedang ketakutan.


Kabut tebal berwana putih kehitaman itu menimbulkan bau yang sangat busuk ketika lewat diantara mereka berdua, dan yang aneh ketika kabut itu melewati mereka, terdengar suara-suara seperti suara manusia yang mengerang, menangis, marah, ketakukan, tertawa, berteriak, kesakitan, meratap, membentak dan lain lain.


Mereka berdua yakin kalau kabut itu adalah ribuah arwah penasaran yang ada disana, dan mungkin saja mereka habis menghadiri rapat dengan pimpinan mereka, pimpinan mereka yang bentuknya seperti kuntila yang sedang menari kalau kata Novi hehehe.


Anehnya yang melewati mereka tidak ada yang berhenti untuk melihat Novi dan Ali, berarti perkataan dari yang namanya Bawok itu benar, dia benar-benar melindungi Ali dan Novi.


Lama juga kabut yang merupakan arwah itu melalui mereka, hingga pada akhirnya kabut atau asap itu hilang, bau busuk itu juga hilang.


"Sekarang kalian sudah aman" kata suara yang ada di dalam kepada Novi dan ALi


"Eh kamu siapa, dan kenapa melindungi kami?" tanya Ali sambil tolah toleh bingung karena tidak ada seorang pun disini kecuali Novi yang katanya cantik dan sudah tidak punya kuntila lagi.


"Saya Bawok, saya tidak akan menampakan diri saya kepada kalian, karena kalian pasti akan takut dengan ku" bisik suara yang mengaku bernama Bawok itu


"Ok lah terserah kamu Bawok, tapi kami ucapkan banyak terima kasih karena tadi membantu kami berdua" kata Ali lagi.


"Bawok, Novi mau tanya. Yang ada disana itu apa? Kok bentuknya aneh sih" tanya Novi


"Itu adalah hhm gini. Saya mau tanya kalian dulu, apa yang kalian lakukan disini. Termasuk dua teman kalian yang tadi keluar dari sini" tanya bawok dalam kepala mereka berdua


"Kami memburu Totok, dia orang jahat yang akan melakukan sesuatu dengan wilayah yang ada di prgn" jawab Ali dengan berbisik


"Kamu tidak perlu bersuara kalau berbicara dengan saya, cukup pikirkan dan bayangkan saja apa yang akan kamu bicarakan maka aku akan tau apa yang kamu bicarakan" kata Bawok lagi


"Yang ada disana itu adalah embrio Totok, atau bayi lah. Bayi yang terbuat dari keluron dan diberi makan dengan darah haid perawan, embrio yang dari keluron itu pelan-pelan akan membesar dan membentuk manusia yang berwujud Totok yang sebenarnya” kata Bawok


“Lho bukanya Totok itu sudah ada, dia kan manusia, dia sempat kemana-mana juga kok” kata Ali


“Yang kalian lihat itu bukan Totok yang sebenarnya, dia adalah  arwah yang menyamar menjadi manusia dan mencari korban anak perempuan perawan yang sedang haid, guna diambil darah Haidnya untuk makan embrio yang akan membesar dan membentuk Totok.


“Jadi kami kesini untuk menghancurkan yang ada disini, kami bersama teman kami yang ada di kamar 6+ akan membakar bangunan ini dan isinya” kata Ali

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan itu baik, tetapi jangan sampai membakar kamar—kamar yang ada disini, karena kamar-kamar itu adalah tahanan bagi arwah-arwah korban Totok yang tidak bisa keluar dari sana, apabila kamu bakar hotel ini maka mereka juga ikut terbakar”


“Meskipun mereka itu arwah, tapi mereka juga bisa terbakar, itu semua karena Totok menempatkan mereka di penjara kamar yang sudah dipagari oleh dia sendiri” jawab Bawok


“Jadi kalau kalian akan membakar, bakarlah embrio Totok yang ada di dalam itu saja. Jadi tidak sampai membakar kamar-kamar yang ada di hotel ini” jawab Bawok


“Apakah ada cara untuk membebaskan arwah yang dikurung Totok itu Bawok?” tanya Ali


“Ada, caranya bunuh arwah Totok, maka semua sihir kuno yang dia pelajari dari masa lalu itu akan hilang dengan sendirinya” jawab Bawok


“kami boleh ke ruangan itu untuk melihat apa yang ada di sana Bawok” kata Ali


“Tidak bisa, Totok akan tau ketika kalian mendekati benda itu” jawab Bawok


“Jadi kalau kita bakar bagaimana Bawok” tanya Novi


“Lebih baik dibakar saja benda itu, asalkan tidak terkena kamar-kamar yang ada di sini” jawab Bawok lagi


“Kalian kalau membutuhkan saya, saya akan ikut kalian, karena saya juga punya dendam yang sama terhadap Totok, tetapi saya tidak akan menampakan diri saya karena kalian akan ketakutan melihat saya” kata Bawok


“Kalau memang Bawok mempunyai tujuan yang sama, ayo kita saling bantu untuk membunuh Totok” kata Ali


“Eh Bawok, Novi kan sebenarnya bisa melihat mahluk ghaib, tetapi kenapa Novi tidak bisa lihat kamu Bawok?” tanya Novi


“Eh Bawok,  apakah di terowogan ini ada pintu keluar selain harus melalui mayat dan dapur, apakah ada pintu keluar yang langsung tembus ke halaman belakang?” tanya Ali


“Ada, di sana. Disebelah orok yang bergerak gerak kelaparan minta darah haid perawan itu, disana ada pintu yang tembus dengan bangunan yang ada di halaman belakang” jawab Bawok


Tiba-tiba pak Handoko dan Tifano datang, mereka membawa satu jerigen bensin yang mereka bawa susah payah dari kamar 6+


“Ayo anak-anak kita bakar terowongan ini, dan kita siap lari dari sini nak” kata pak Handoko terengah engah


“Sebentar pak, barusan saya bicara dengan sesuatu yang bernama Bawok, dia tadi yang menyelamatkan kami berdua dari hantu-hantu yang melewati kami setelah mereka selesai dengan yang ada di dalam itu pak”kata Ali


Kemudian Ali bercerita kepada pak Handoko dan Tifano tentang sesuatu yang bernama bawok ini.


“Iya bener mas Ali, tadi waktu kami berdua ada di dapur sempat ada yang berbicara lewat kepala kami mas, dan energinya positiv sekali. Dan ternyata dia sudah menyelamatkan kalian berdua” gumam pak Han


“Lalu sekarang bagaimana mas, apa kita tetap bakar orok atau kluron atau embrio yang bergerak-gerak nggilani seperti Dhildo itu mas?” tanya pak Han


“Tetap kita bakar pak, tapi yang kita bakar itu yang disana itu pak” kata Ali

__ADS_1


“Setelah kita bakar, kita lari melalui pintu yang ada di dalam sana pak, dan pintu itu tembusnya ke bangunan yang ada di belakang  itu pak” kata Ali lagi


“Saya akan ikut kalian, akan saya bantu kalian untuk membunuh Totok” kata suara yang muncul lagi kepada keempat orang yang ada di sana


“Baiklah kalau kamu mau ikut kami, tapi asal kamu tau, kami tidak tidak bisa memberikan kamu korban atau persembahan seperti dukun-dukun yang bisanya memberikan makan yang ikut pada mereka” kata pak Handoko


“Untuk itu bisakah kamu menunjukan wujudmu, karena kami tidak bisa melihat wujudmu sama sekali” kata pak Handoko


“Tidak perlu pak, saya bisa cari makan sendiri, saya sudah biasa cari makan sendiri disini. Kita selesaikan bakar benda itu dulu saja pak, baru nanti kita bicara tentang wujud saya yang sebenarnya”


“Saya akan masuki salah satu dari kalian, nanti ikuti saya berjalan kesana, dan setelah ada disana segera bakar orok yang sedang kelaparan itu” kata suara yang ada di keempat orang itu


Ternyata yang bernama bawok itu masuk ke dalam raga Ali. Ali menyuruh yang lainya mengikuti langkahnya. Dia berjalan dengan hati hati di tiap langkahnya, mungkin di area ini ada sensornya ya hehehe.


Mereka tiba di samping benda hitam yang meliuk liuk mirip ular, tetapi bentuknya memang mirip sekali dengan alat khelamin laki-laki atau kuntila kalau Novi bilang  hehehe.


“Dari sisi ini kalian bisa bakar benda itu sekarang, nanti kita keluar dari sini lewat pintu itu kata Bawok yang masih ada di dalam tubuh Ali


Pak Han dan Tifano membuka jerigen berisi bensin, kemudian mereka berdua menuangkan bensin itu ke atas benda yang mirip sekali dengan khuntul itu heheheh, tapi berukuran seperti bayi.


Benda itu makin bergerak gerak liar ketika terkena bensin yang diguyur, benda hitam mengkilat itu meronta -ronta dan bersuara mirip suara keledai yang kesakitan.


“Sekarang bakar benda itu! Dan ikuti saya … cepat!” teriak suara yang ada di dalam kepala mereka


“Mas Tifano minggir kamu, biar saya saja yang membakar benda menjijikan itu” kata pak Handoko yang kemudian menyalakan korek apinya.


Korek api yang volume apinya sudah dibesarkan itu kemudian dilempar pak Handoko ke benda mengerikan itu, seketika api besar membumbung tinggi hingga ke atap lorong.


Mereka harus segera keluar dari sana, karena api yang membumbung tinggi mengakibatkan ruangan itu penuh dengan karbon monoksida, dan tentunya adanya karbon monoksida bisa mengakibatkan kematian mereka yang ada disana.


Belum lagi serangan dari anak buah Totok yang akan segera datang setelah tau bakal juraganya dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab hehehe.


Mereka berlarian mengikuti Ali yang sedang dirasuki Bawok menuju ke pintu yang tembus ke bangunan yang ada di taman belakang dekat dengan kamar 6+.


Ternyata pintu itu ada di atas mereka, tepatnya di langit-langit ruangan, hanya karena ketinggian langit-langit ruangan ini tidak tinggi dan bisa diraih dengan tangan saja maka mereka bisa meraih dan menarik pintu itu ke dalam.


Ketika pintu yang ada di atap itu di tarik Ali kebawah, tiba-tiba banyak tanah dan batu kecil yang berhamburan menjatuhi mereka, kemungkinan besar pintu itu sudah terpendam dalam tanah setelah bertahun tahun tidak pernah dibuka sama sekali.


Ternyata lubang atau pintu penyelamatan itu sudah buntu dengan tanah yang menutupi dari atas taman, sehingga meskipun tadi banyak tanah yang berjatuhan tetapi di lubang atas masih tertutup dengan tanah.


“Uuugh bankzattthhh tanah diatasnya ternyata menutupi pintu ini yancoook” teriak Ali yang terjatuh karena tertimpa tanah dari atas.

__ADS_1


Sementara itu api semakin membesar, dan mereka harus segera keluar dari sana kalau tidak mau mati sia-sia di dalam ruangan itu.


Pak Handoko yang ikut terjatuh karena tertimpa Ali kemudian sigap berdiri, dia kemudian meraih pintu yang ada diatasnya lagi, dia kemudian berusaha mendorong tanah yang menutupi lubang itu.


__ADS_2