MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 35 ( RENCANA BERTEMU MURYATI)


__ADS_3

Saya sebagai perempuan baru ini merasa yang namanya adanya tambang uang.


Apa yang dilakukan Muryati benar-benar membuat saya merasa seperti orang yang paling susah cari rejeki heheheh, tapi ya sutralah namanya juga rejeki bisa datang dari mana saja, semua itu adalah rahasia tuhan.


Kembali lagi ke percakapan via pesan Wa antara Novi dan Muryati.


“Boleh kak, tapi eeee kakak tau dari siapa nomor Yati ini kak?” Tanyanya. Pertanyaan yang telat hahahah


“Dari teman salon, katanya kak Yati suka dan koleksi tas import” balas Novi ngawur


“Aaaah iya kak Novi, emang sih Yati sempat pesen sama temen pemilik salon di mall, pokoknya Yati maunya yang ori , gak mau yang kw kw an kak heheheh” kata Muryati


“Ih jijik ah kak Yati, jangan ketik kata KW disini ah, Novi jadi ilfill nih kak, jadi males ngetik wa nih kak” tulis Novi yang pura-pura merajuk hahahah


“Iiihh sama kak. Eh ntar malem Yati serlok ya kak Novi” balas Muryati


Untuk saat ini Muryati sudah masuk perangkap Novi, jangan lupa bahwa untuk saat ini Muryati masih bisa bernafas dan bisa balas Wa Novi. Tapi nanti siapa yang tau hihihihi.


Karena bisa saja yang sudah membunuh Trimo juga akan menculik dan membunuh Muryati juga, dengan anggapan Muryati tau tentang uang atau kotak yang dicuri Trimo dari Kaswadi.


“Mas, kita harus gerak cepat. Kita harus segera temukan Muryati, karena Novi merasa Muryati juga sedang berada dalam bahaya"


KLUNTIIING…..ponsel Trimo bunyi lagi


“Mas Trimooo kok diem ajach siiiih, pa gi cibuk ya mas ayank?” begitu pesan yang muncul di ponsel milik Trimo barusan


“Cyiiioook iki dibales opo enake rek buhahahaha” teriak Wildan


“Eh mas, kalau mau balas ya harus pakek bahasa Trimo lho mas. Coba kalian lihat ciri bahasa trimo mas” kata Novi


“Trimo kalau ngetik pakek bahasa gaul Nov, pakek lu dan gw hiihh” sahut Ukik


“Sini…biar Novi aja yang balas” kata Novi kemudian dia mengambil ponsel yang sedang dibawa Wildan


“Ntar ya, gw gi sibuk, ntar lo gw wa” sebuah pesan singkat yang diketik oleh Novi


“Ih iya ayank, wa Yati ntar dibalas lho yach” balas Muryati pada Trimo


“Mang cibuk apa sih mas, gi jualin uang lagi yaach hiiii. Pokoknya ntar kabari Yati mas” balas Yati


“Nah itu lihat itu apa yang dikatakan Yati rek. Dia tau juga soal uang itu! Kita harus kejar dia sampai dapat rek” ujar Wildan

__ADS_1


“Hmm berarti posisi Muryati dalam bahaya ini, bisa-bisa dia menjadi korban berikutnya” sahut Ukik


“Pokoknya nanti malam Novi akan ketemu Muryati, semoga saja kita tidak terlambat mas, Novi takut kalau Yati bernasib sama dengan Trimo mas”


“Sekarang kembali lagi soal nama bapak Totok yang bolak balik nelpon, miscall, dan email. Coba kalian perhatikan, setelah Trimo mati, apakah dia masih juga telepon? Atau minimal pesan singkat atau Wa?” Tanya Ali


“Jelas ndak ada miscall lagi lah Li, kan hpnya mati, kehabisan daya batterai” kata Dani


“Ok dia tidak misscall lagi , tetapi apakah ada email atau wa yang masuk setelah kita datang atau paling tidak beberapa puluh menit setelah kita datang?” kata Wildan lagi


“Gak ada keliatanya Wil, terakhir ya beberapa jam lalu. Atau jangan–jangan yang bunuh Trimo itu ya Totok itu rek?” kata UKik


“Gini aja mas, kita focus pada Muryati dulu aja mas, kita gak usah mikir yang namanya bapak Totok itu, nanti setelah Muryati dekat dengan Novi, akan Novi Tanya-tanya tentang Trimo” kata Novi


“Yo Wis setuju aku Nov, tapi saiki gimana dengan rambutku Nov?” Tanya Gilank yang sudah mendingan, karena dia barusan mandi.


“Gimana maksudnya mas Gilank, kan gak papa mas, lagipula sekarang lho listrik sedang mati mas, masak harus paksa Warsih untuk motong rambut mas Gilang sih” kata Novi lagi


“kalian malam ini anter Novi ketemu sama Yati ya mas, tapi kalian agak jauh dari tempat kami duduk nanti, soale kok perasaan Novi ndak enak tentang meet up nanti ini mas”


Novi memang sudah berhasil membujuk Yati untuk ketemu, tapi berhubung Yati juga tau tentang aktivitas Trimo tentang jual beli uang kuno, maka secara tidak langsung Yati juga merupakan target yang membunuh Trimo.


Sore hari menjelang maghib di salon Novi yang sekarang memang di tutup untuk umum, mereka berdelapan sedang menyusun rencana untuk pertemuan dengan Muryati.


Dari dalam tas Novi kemudian ada bunyi notifikasi dari aplikasi pesan singkat.


“Hehehehe si Muryati wis gak sabar mas, dia wis kebelet ndang liat koleksi tas branded milik Novi hahahah” kata Novi sambil mengacungkan poselnya


*****


Malam hari pukul 19.15 mereka menuju ke sebuah mall yang terletak di wilayah Sby timur. Mereka berdelapan sudah siap untuk menghadapi apapun yang akan terjadi apabila ada sesuatu yang berusaha menyerang Novi dan Muryati.


Di sebuah café di dalam Mall terbesar di Sby timur itu nanti Novi akan berusaha mendapatkan informasi seputar Trimo dan kotak yang dicuri oleh Trimo.


“Rek, gimana dengan Kaswadi, apakah ndak bahaya membiarkan dia keluyuran di sekitar kota ini rek?” Tanya WIldan


“Aku rasa ndak papa Wil, soale deke iku kan ndak tau  harus bagaimana, dan aku rasa dia tidak akan berani bergerak sendiri dan membuka mulut, karena ancaman bagi dia dan keluarganya itu tidak main-main” jawab Ali


Setelah sekitar hampir satu jam perjalanan karena macet yang lumayan, akhirnya mobil Novi sampai juga di depan Mall yang terbesar di Sby Timur.


“Parkir di basement aja rek, biar langsung kita ke pintu mall yang ada di sana” kata Dani

__ADS_1


“Aku nek masuk Mall ngene iki rasane koyok wong sing paling ndeso, maklum aku gak tau sobo Mall rek” kata Gilang yang sudah lupa dengan rambutnya, atau dia tidak menyadari keadaan rambutnya yang gundul hanya bagian atasnya saja hihhh


Sementara itu Novi tampil mewah dengan dandanan yang menunjukan kelasnya, dia benar-benar Nampak sebagai kaum perempuan kalangan jet set, ndak lupa dia membawa pula satu buah tas tangan yang sama dengan tas yang ada di Dp nya.


“Nek ngene iki Novi koyok juragan yo rek. Kita bertujuh iki kacunge wahahahah” kata Gilank lagi


Saat ini mereka sudah ada di dalam mall yang luas dengan pengunjung yang beraneka ragam dandanan, tetapi sama sekali tidak ada yang berpotongan koyok Gilank.


“Rek, tulung asumu rantaien rek, mosok kalian bawa asu buduk ke mall rek” kata Tifano sambil menunjuk ke manusia botak bagian atas kepalanya saja.


“Yancook sopo asu iku Tif, kok berani sekali kamu ngomong asu nang kene Tif?” seloroh Ukik sambil melihat ke arah Gilank yang aneh dan sedikit bau


“Awas di depan ono satpam, asumu pegangen rek, bahaya kalau ketemu satfam, bisa-bisa dipentungi pentungan satfam rek hahahah” balas Broni


“Karepmu kabeh rek, pokoke aku ada di sebelah Novi, aku gak akan isin rek” sahut Gilank


“Iyoooo koen gak isin, tapi Novi iku tekanan batin ada di sebelahmu Lank wakakakaka”


“Mas Gilank ini Pd ya pakek potongan rambut model masa kini hihhh” kata Novi lagi


“YANCOOOK! Aku lali C****K nek ndasku rambute sik gak karuan ngene rek asyuuuu!” teriak Gilank yang mengagetkan beberapa pengunjung yang sedang berpapasan dengannya.


“Nah saiki baru sadar areke rek. Bearti tadi deke ada di alam lain rek hahahahah” sahut Dani


“Sudah-sudah ,di depan itu kayaknya café yang dimaksud Yati, kalian  di pujasera yang ada disebelahnya saja rek, aku tak masuk ke sana sekarang” kata Novi


*****


Novi dengan percaya diri masuk kedalam sebuah café yang cukup mentereng. Tapi dengan potongan Novi yang dandan super istimewa ini tidak ada mata laki-laki yang tidak memandangnya.


Dengan langkah bak preman eh  pragawati Novi memasuki cafe yang dipilih yati sebagai tempat untuk bertemu antara pedagang Tas branded dan pembelinya yang kaya raya mendadak karena menjual uang Belanda.


“Hmmm kutebar pandanganku di setiap sudut tempat ini, yang ada hanya mata laki-laki nakal yang memandangku dengan mata meshumnya hihih, tapi mana si Muryati?” gumam Novi


Pandangan Novi tertuju pada perempuan dengan kaos ketat berwarna merah yang sedang duduk di pojokan sendirian, perempuan yan g berpipi sedikit nyempluk dengan dandanan yang norak.


“Keliatanya yang itu” gumam Novi kemudian menghampiri perempuan yang sedang  duduk sendirian itu


“Permisi kak, bener ini kak Yati” Tanya Novi dengan senyum tersungging karena melihat dandanan norak perempuan yang ada di depannya itu.


*******

__ADS_1


Maaf kalau beberapa hari ini agak telat dan kurang fokus pada cerita. Karna saya sedang nunggui bapak saya yang sedang opname di rumah sakit. Terima kasih


__ADS_2