
“Sekarang yang harus kalian lakukan adalah membebaskan energi yang ada di tiga perempuan itu, biarkan energi mereka bebas berjalan di sekitar vila putih” kata abah Fuad
“Sementara itu dari kita harus ada yang di dekat rumah dia juga, kita berjaga-jaga hingga kekuatan rumah itu makin melemah dan akhirnya kita bisa musnahkan jiwanya”
“Setelah jiwanya hancur, Rochman akan dengan mudah kalian bunuh di vila putih sana”
“Sekarang kalian koordinasi dengan yang ada di vila putih dan yang ada di hotel” kata abah Fuad
“Kalian harus bagi orang di beberapa tempat, vila putih, hotel, rumah Totok, dan disini”
“Harus kalian perhatikan kekuatan tiap orang yang ada di masing-masing tempat agar tidak terjadi kepincangan”
“Mungkin untuk di rumah saya kan ada saya dan Eko, jadi saya butuh yang biasa saja disini, tetapi untuk tiga tempat berikutnya kalian harus pasang orang yang seimbang”
Abah Fuad memberikan instruksi di menjelang pagi ini, dia sepertinya tau apa yang harus dikerjakan.
Apa yang baru dijelaskan abah Fuad itu ada benarnya semua, karena saat ini Rochman yang entah ada dimana itu kondisinya kemungkinan besar dalam keadaan yang sudah tidak prima.
Sehingga dia pasti butuh asupan energi besar agar tubuhnya normal seperti sedia kala.
Mereka sedang berkoordinasi tentang apa yang akan dilakukan setelah ini.
Pak Bowo yang mempunyai pasukan kuat akan membantu penuh dalam usaha untuk memporak porandakan Hotel maupun rumah Rochman.
Dia akan menurunkan orang-orangnya yang berpengalaman dalam bidang penyusupan, yang rencananya untuk membakar daput Rochman yang ada di hotel Waji.
“Akan saya perintahkan orang-orang saya untuk membantu pak Handoko menyusup ke dalam hotel Waji dan melakukan pembakaran ruangan yang akan di tunjukan oleh pak Handoko” kata pak Bowo
“Oh ya pak Bowo, bagaimana kalau bapak menurunkan surat perintah pengosongan hotel saja pak, sehingga kami dan anggota bapak tidak kesulitan untuk mencari dapur Rochman” kata Ali memberikan pendapatnya
“Tidak semudah itu mas Ali…”
“Karena saya tidak punya alasan yang tepat untuk mengosongkan hotel itu. Untuk sementara ini tidak ditemukan unsur-unsur kejahatan disana yang dimungkin kan untuk dilakukan pengosongan” jawab pak Bowo
__ADS_1
“Tetapi tetap akan saya perintahkan anggota saya untuk menyusun draft surat pengosongan hotel apabila sudah ditemukan sesuatu yang memberatkan” jawab pak Bowo
“Jadi untuk di Hotel waji tetap kita lakukan dengan tenang dan diam-diam gitu pak Bowo?” tanya pak Tembol
“Benar pak Tembol, untuk sementara ini begitu saja hingga kita temukan sesuatu yang memberatkan”
Atas dasar pembicaraan tadi, pak Tembol kini sedang bicara dengan pak Han, dimana pak Han saat ini ada di hotel bersama dengan Blewah, Saeful dan Broni.
Pak Tembol memberikan informasi kepada pak Han tentang apa saja yang harus dilakukan di hotel Waji bersama dengan anggota pak Bowo.
“Jadi sekarang pak Han yang ada di hotel itu sedang menunggu instruksi dari pak Bowo dan anggotanya” kata pak Tembol setelah selesai bicara dengan pak Han yang ada di hotel
“Sekarang saya akan bicara dengan Dimas yang ada di vila putih untuk menyiapkan umpan yang akan digunakan menjebak Rochman” kata pak Tembol
“Sebentar pak, kita harus tau dulu kekuatan yang ada di vila putih, jangan sampai disana tidak ada yang bisa melindungi mereka yang akan menjadi umpan” kata abah Fuad
“Di vila putih ada Dimas, nak Petro yang bersama Semprul, ada nak Nank, Tifano, Wildan”
“Disana yang mempunyai kekuatan hanya nak Petro dan nak Nank” kata pak Tembol
“Biar Novi saja yang ada di sana pak” kata Novi tiba-tiba
“Ya sudah mbak Novi, nanti kamu saya antar ke vila putih sebelum saya ke hotel Waji” kata pak Bowo
“Oh ya satu lagi pak Bowo, tentang rumah Rochman yang ada di bagian barat kota ini, saya butuh akses untuk masuk ke sana”
“Karena rumah itu berada di kawasan elit sehingga dijaga keamananya oleh petugas di sana” kata pak Tembol
“Kita nanti sama-sama ke sana pak, biar saya ajak ngomong dulu komandan petugas jaganya. Bila perlu nanti saya akan datangkan anggota untuk mendampingi kalian disana” kata pak Bowo
Hari sudah menjelang pagi, mereka sudah selesai dengan diskusinya… kini saatnya sebagian dari mereka untuk mengisi pos pos yang sudah ditentukan.
Dogel, pak Tembol, pak Bowo dan Novi berangkat, tujuan pertama adalah mencari sarapan terlebih dahulu, kemudian setelah itu mengamati sejenak rumah Rochman sekalian pak Bowo bicara dengan komandanya.
__ADS_1
Setelah itu mereka menuju ke hotel Waji untuk menurunkan pak Tembol dan Dogel, karena mereka akan mengambil mobil yang mereka taruh di sana.
Setelah itu pak Bowo menuju ke vila putih untuk mengantar Novi yang harus berjaga disana.
“Kita cari makan yang dekat dengan lokasi rumah Rochman saja pak Tembol” usul pak Bowo
“Karena saya ingin tau kondisi disana sambil mengatur strategi”
“Disana tidak ada warung makan pak hehehe, adanya resto-resto hehehe” jawab pak Tembol
“Ya sudah tidak papa, yang penting kita kesana setelah sarapan”
Perjalanan menuju ke rumah Rochman tidak berlangsung lama, kini keempat orang itu sudah ada di daerah S barat.
Dogel sebagai penunjuk arah hingga mereka sudah ada di depan pintu gerbang perumahan elit tempat Rochman tinggal.
Portal gerbang perumahan itu dalam keadaan tertutup, kemudian pak Bowo memarkir mobilnya di pinggir jalan.
“Mas Dogel… temani saya ke pos penjagaan itu, saya akan menemui komandan mereka” kata pak Bowo
Pak Bowo dan Dogel berjalan menuju ke pos penjagaan yang kebetulan ada dua orang petugas penjaga yang sedang duduk di didalamnya.
“Selamat siang…. saya AKP Bowo… tolong panggilkan komandan kalian” kata pak Bowo dengan tegas
“Selamat siang pak,... siap mohon tunggu akan saya panggilkan” jawab salah satu dari dua orang berjaga
“Silahkan masuk dulu pak, saya sedang hubungi komandan kami” jawab petugas yang sedang menelepon kepada pak Bowo
Tidak lama mereka menunggu kemudian datang sepeda motor dengan seorang petugas keamanan yang menghampiri pos penjagaan dengan terburu buru
“Siap pak… saya Jaenuri komandan disini” kata petugas itu dengan sikap sempurna
“Pak Jaenuri.. saya AKP Bowo, bisa antar kami ke rumah Rochman, karena ada hal yang harus bapak lakukan” kata pak Bowo
__ADS_1
“Eh… namanya Nabil pak” koreksi Dogel
“Oh maaf, bisa antar kami ke rumah Nabil sekarang?” tanya pak Bowo lagi.