
“Kita saat ini ada di ruang tamu, dan di sebelah kiri nanti ada dua buah kamar” kata Dogel
“Bau ini tidak akan hilang jadi kita harus berusaha untuk bisa menahan bau busuk ini, kalau kata mbak Bashi kemungkinan besar adalah karena pendingin di kulkas yang ada di ruang tengah itu mati”
“Kita ke arah mana ini nak Dogel?”
“Terus pak hingga ke bagian belakang sana nanti ada kolam renang, nah di dasar kolam renang itu ada sesuatu yang mau ditunjukan oleh mbak Bashi”
“Tapi saya tidak bisa berenang nak” kata pak Tembol
“Tenang saja dulu pak, kita sekarang masuk di ruang tengah rumah ini”
“Bau ini semakin tajam menusuk hidung, apa disini ada bangkai binatang?” tanya pak Nyoto
“Bukan bangkai binatang pak, tapi mayat dan sebagian lagi organ dalam manusia yang busuk” jawab Dogel
“Jangan nyalakan senter pak!” tegur Dogel ketika pak Nyoto sedang mengambil senter yang dikantongi
“Pokoknya untuk saat ini turuti dulu kata mbak Bashi atau kita akan ketakutan dan tidak fokus sama sekali”
“Pokoknya kita harus tetap fokus dan mengindahkan apa yang ada di sekitar sini” lanjut Dogel
Mereka bertiga terus berjalan dengan dipandu oleh mbak Bashi yang berjalan di depan Dogel.
Mereka sekarang sudah melewati ruang tengah yang ada sebuah lemari pendingin mayatnya, sekarang mereka menuju ke arah belakang, dimana disana ada sebuah kolam renang yang lumayan besar.
“Harap diingat bahwa rumah ini dalam keadaan kosong, artinya tidak ada makhluk kasat mata yang tinggal disini, tetapi mahluk tak kasat matanya banyak sekali” kata Dogel lagi
“Jadi pak Nyoto tidak usah khawatir akan bertemu dengan manusia yang masih hidup, yang ada disini hanya mayat yang sudah membusuk, itu kata mbah Sarijemb dan mbak Bashi barusan” kata Dogel
“KIta sekarang jalan terus menuju ke halaman belakang ya pak” kata Doge yang ada di depan pak Nyoto dan pak Tembol
Ternyata antara bangunan utama dengan area kolam renang dibatasi oleh pintu..
Pak Tembol, di depan kita ini ada pintu pak, …. gimana apakah kita buka saja pintunya pak?”
__ADS_1
“Iyalah nak Dogel, apakah ada jaln kain untuk menuju ke kolam renang selain pintu itu ?” tanya pak Tembol
“Tidak ada, selain masuk dari garasi depan pak” jawab Dogel
“Ya sudah kalau begitu nak, kita buka saja pintu itu dan tetap siaga nak”
Pintu yang membatasi kolam renang dengan bangunan utama ini dibuka Dogel dengan santainya.
Memang di balik pintu itu tidak ada apapun selain bau busuk yang tidak kalah menyengat yang berasal dari area kolam renang yang ada di belakang bangunan utama rumah.
“Uuuggghh baunya lebih busuk daripada yang ada di ruang tengah tadi” kata pak Nyoto
“Betul pak Nyoto bau ini luar biasa busuk, tetapi bau ini kata mbak Bashi berasal area sini dan dari kolam renang itu pak”
“Saya heran dengan tetangga rumah ini, apakah mereka yang ada di sekitar rumah ini tidak mencium adanya bau yang sangat busuk ini” kata pak nyoto
“Harusnya tetangga disini mencium bau ini dan melaporkan ke petugas keamanan”
“Heheheh waktu kita tadi diluar… apakah bapak mencium bau busuk?” kata Dogel
Mereka bertiga sekarang sudah ada di bagian belakang rumah, tetapi untuk saat ini mereka tidak berani bergerak sama sekali, karena mereka tidak tau dimana letak kolam renang itu.
Mereka dengan terpaksa harus menggunakan penerangan senter yang dimiliki oleh pak Nyoto.
“Eh pak Nyoto, bapak bisa menyalakan senter disini, saya takut apabila kita salah berjalan, bisa-bisa masuk ke kolam renang yang kita tidak paham di bagian mana letaknya”
“Tapi jangan kaget… kata mbak Bashi, karena yang akan kita lihat itu di luar akal sehat manusia” kata Dogel lagi
Pak Nyoto mengambil senter yang ditaruh di saku celana, sebuah senter berkekuatan sinar yang sangat kuat dan terang, ketika dia siap untuk menyalakan senter itu…
“Pak Tembol, mas Dogel saya sudah siap menyalakan senter ini” kata pak Nyoto meminta ijin Dogel dan pak Tembol
“Silakan pak Nyoto” kata pak Tembol yang sudah siap dengan keadaan ini ….
Tetapi tiba-tiba….
__ADS_1
“Stoooop jangan nyalakan senter itu” teriak suara seseorang yang barusan melarang pak Nyoto
“Stop pak.. jangan nyalakan senter itu” teriak Dogel tiba-tiba setelah mendengar suara sesuatu yang melarang untuk menggunakan senter di sekitar sini
“NGOT?....” teriak Dogel
“Gel… pak Tembol… kalian sudah lama kami tunggu disini bersama Indah” kata Ngot Tiba-tiba muncul di samping Dogel
“Ngot… bagaimana kamu bisa muncul, dari tadi kami masuk ke rumah ini, kenapa kami tidak sambut kami di depan sana?” tanya Dogel
“Aku dan Indah tidak bisa masuk ke ruangan rumah karena ada penghalangnya… aku dan indah hanya bisa ada di sekitar kolam renang saja, seperti makhluk ghaib lainya yang ditawan oleh Rochman” kata Ngot
“Tadinya aku tidak tau kalau kalian masuk ke sini,... yang tau itu Indah, dia tadi curiga kok ada tiga manusia yang membuka pintu belakang dan diam tidak bergerak sama sekali”
“Asal kalian tau, di lantai yang kalian injak ini banyak bekas darah dan daging, tulang atau bagian dalam dari manusia yang berceceran”
“Dan tiga meter dari kalian berdiri ini sudah kolam renang yang mengerikan!” kata Ngot
“Lalu dimana nak Indahnya?” tanya pak Tembol
“Indah sedang mengecek, melalui kaca-kaca yang disana, karena dia curiga jangan-jangan ada yang mengikuti kalian sampai disini” jawab Ngot
“Eh maaf pak Tembol… kalian bicara dengan siapa?” tanya pak Nyoto
“Maaf pak Nyoto, kami sekarang bertemu dengan kawan lama yang tersesat disini beberapa waktu lalu, dia adalah Ngot dan mbak Indah”
“Jadi sekarang kita ada tambahan dua orang lagi yang paham dengan daerah disini?” tanya pak Nyoto
“Bukan orang pak, tapi mahluk tak kasat mata, mereka teman kami yang terkurung dan dijebak disini” jawab pak Tembol
“Jadi yang ada di dasar kolam renang itu merupakan tempat yang aneh dan mengerikan… aku dan Indah saja tidak berani masuk ke dasar kolam”
“Dan kalian jangan salah sangka… itu kolam tidak berisi air, melainkan berisi asap atau kabut yang berwarna hijau, aku tidak tau apa pengaruhnya bagi manusia”
Tapi yang jelas untuk ghaib seperti aku dan Indah, asap atau kabut hijau itu bisa mengakibatkan rasa sakit” jelas Ngot
__ADS_1