MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 113 (SUSAH SEKALI SURUH GILANK MANDI


__ADS_3

Dogel keluar dari dalam rumah, dia kemudian betegur sapa dengan Tifano yang memang pernah ke rumah itu sebelumnya, sebenarnya anak-anak Sutopo itu juga berteman dengan anak-anak Bluekuthuq, karena Blekhutuq dua kali mereka ajak di acara music yang digagas oleh mereka yang bertajuk Seotopo fest 1 dan2.


Hanya untuk fest yang 3 anak Bluekuthuq tidak mau ikut, dengan alasan mereka sedang ada masalah dengan matinya beberapa orang akibat lagu mereka yang berjudul  ngerap.


“Mas Dogel, mobil ini diparkir dimana enaknya?” tanya WIldan


“Oh ayo ke sana saja mas, dekat dengan mushola, disana di sebelah mobil warna merah itu saja mas, keliatanya masih muat untuk satu mobil parkir disana mas” kata Dogel


“Uh bau apa ini rek” kata Dogel ketika membantu Wildan memarkir mobilnya


“Anu mas ndak bau apa-apa kok” jawab Gilank yang ada di luar pagar dengan sepeda motor matik yang terparkir


“Motornya itu masukan ke halaman rumah saja, jangan diparkir di luar mas” suruh Dogel


Saeful keluar dari mobil dan membantu Gilank yang kelihatanya kesulitan memasukan motor itu karena Gilank sedang sibuk dengan rambut gondrongya.


Mobil sudah terparkir di sebelah mobil warna merah milik Dogel, tapi apa iya itu mobil milik Dogel? Mewah sekali mobilnya soale.


Setelah selesai dengan urusan mengatur parkir mobil sekarang yang paling penting adalah urusan dengan Gilank, harus segera dilakukan agar rumah itu tidak bau.


Pak Tembol sedang ngobrol dengan Novi, keliatanya tentang sms Novi yang tidak jelas itu


“Nak Gilank, apa nak Gilank mencium bau menyengat disini ya?” tanya pak Tembol


“Eh anak-anak , apa kalian bawa sampah kesini?” lajut pak Tembol lagi


“Nggak pak, buat apa Novi bawa sampah pak, kalau ada sampah ya sudah Novi buang dari tadi pak” jawab Novi


“Tapia ada bau tidak enak disekitar sini nak, bau yang sangat busuk nak” kata pak Tembol


“Lank awakmu ojok cedek-cedek pak tembol sik chok, juga ojok masuk dulu awakmu chok” kata Wildan setelah mendengar pak Tembol mulai mencium bau tidak enak yang berasal dari Gilank


“Hihihihi itu bukan bau sampah pak itu baunya Gilank” kata Ali tiba-tiba


Pak Tembol kemudian menutup hidungnya sambil bicara kepada Gilank tentang mandi sampah atau sedang bermasalah dengan pembuangan sampah.


Benar-benar Gilank ini, bikin malu yang ada disana, apalagi kan di dalam rumah juga ada mbak-mbak, pasti mereka juga akan rasan rasan tentang baunya GIlank ini. Memang satu satunya jalan hanya mandi, Gilank harus mandi sesegera mungkin.


Wildan kemudian menemui pak Tembol untuk meminta ijin pinjam kamar mandi untuk memandikan Gilank yang baunya sudah tingkat kritis itu.


Tapi anehnya hidung Gilang tidak merasakan bau yang luar biasa itu, malahan dia dengan santainya berjalan jalan di depan rumah.


“Janchok Lank aku minta ijin ke pak tembol untuk mandikan kamu dan minta baju untuk kamu pakai, kok malah awakmu santai –santai di depan rumah” teriak Wildan


“Ayo mlebu chok, ojok di depan rumah ngono chok, dipikir warga sini awakmu iku wong gendeng chok“ teriak Wildan kepada Gilank yang dengan santainya ada di depan rumah sedang menggoda mbak-mbak yang jalan di depan rumah ini.


“Deloken ta mbak-mbak itu sampek ketakutan chok ndelok raimu asyu!” teriak  WIldan lagi


‘Apane Wil, wong mbak-mbak iku lho malah seneng kok tadi tak ajak ngobrol” balas Gilank


“Duduk seneng tapi tepaksa dan ketakutan, nanti malam pasti mbak-mbak yang kamu goda tadi itu lak mimpi buruk” kata WIldan

__ADS_1


“Gak Chok, cuma kamu dan arek-arek ae yang bilang aku iki mambu, liaten tadi mbak-mbak itu malah seneng nek tak godai” kata Gilank yang sudah melepas ikatan rambutnya yang mengakibatkan bau yang keluar dari kepalanya semakin parah


Wildan kemudian ngobrol bersama Dogel untuk meminta ijin memandikan Gilank sekarang.


“Kamar mandi ada di belakang kok Wil, jadi Gilank bisa lewat samping rumah saja agar baunya tidak masuk ke dalam rumah, gimana Wil?” tanya Dogel


“Ya mas ndak papa, pokoknya dia harus mandi sekarang mas, baunya itu sudah mengganggu ekosistem mahluk hidup mas” kata Wildan


“SIk bentar, aku suruh Petro untuk buka pintu belakang dulu ya” kata Dogel


“Wildan, kamu tunggu saja di ruang tamu, biar urusan Gilank aku saja yang suruh” kata Dogel lagi


Memang harus Dogel yang suruh Gilank mandi, karena apabila anak-anak yang suruh pasti Gilank gak akan mau mandi, hanya karena pemilik rumah ini yang suruh harusnya Gilank mau mandi.


“Lank ayo ikut aku, kamu mandi dulu saja lah dari pada bau semua seluruh rumah mbah ku ini” kata Dogel yang sekarang ada di samping rumah.


Gilank yang awalnya ragu utuk mengikuti Dogel ke bagian belakang rumah akhirnya mau juga ikut bersama Dogel menuju ke bagian belakang rumah


“Mas Dogel, mosok aku iki mambu mas” tanya Gilank dengan kata-kata yang tidak yakin sama sekali


“Gak ambu mas, cuma bosok ae, gimana, sik belum paham antara mambu karo bosok mas?” tanya Dogel yang memanggil Gilank dengan panggilan mas untuk menghormati dan membuat diri Gilank dihargai


“Gak paham mas, agak gak mudeng aku mas hehehhe” jawab Gilank


“Nek mambu itu bisa mambu wangi, mambu sedep, mambu gak enak, mambu kelek, mambu jempolan sikil dan mambu lainnya yang masih bisa dicerna panca indera mas, isitilah nya panca indera masih mau terima lah” kata Dogel


“Tapi nek mambu Bosok itu tidak ada panca indera yang bisa menerima baunya mas, semua panca indera akan menolak dan semua manusia akan mengalami keguncangan mental apabila mencium baunya mas" jelas Dogel


"Iku lak kesimpulanmu sendiri mas, coba orang lain kamu tanya soal bau yang menempel di tubuhmu mas, pasti orang lain itu punya penilaian sendiri mas heheheh" keliatanya Dogel sudah mulai emosi dengan kalakuan Gilank yang biasa saja


"Gini saja mas GIlank, mending mas GIlank mandi dan keramas, siapa tau dengan mas Gilank wangi dan bersih, akan ada cewek yang akan suka dengan mas GIlank, tapi kalau sampean masih gini-gini saja ya jangan salahkan kalau mas GIlank akan suka Warno dari pada Warni" saran yang agak memaksa dari Dogel


"ya sudah mas saya ndak mau mandi sajalah, ndak masalah lah kalau tidak disukai sama cewek, hidup gini aja lebih enak mas hihihihi" Gilang tetap saja menolak untuk mandi


"NGENE AE YO, KAMU ADUS OPO TAK USIR SEKO OMAH KENE!" kata Dogel yang sudah ndak bisa nyimpen emosinya


"Iyo iyo mas, aku mandi saiki mas, tapi gak kramas ya mas, soale baru juga bulan kemarin aku kramas mas" tawar Gilank


"Gak atek tawar tawaran, pokoknya kamu harus mandi dan keramas sekarang, atau kamu tinggal di luar saja" kata Dogel yang makin emosi


"Ayo saiki kamu ikut aku cepat!" paksa Dogel


Mereka berdua ke arah belakang rumah, dan di belakang atau di samping rumah ternyata ada pintu yang terbuka, dan pintu itu mengarah ke dapur, pintu yang tadi baru saja dibuka oleh Petro.


“Disana ada kamar mandi, sudah saya sediakan sabun dan sampo, baju dan celana, juga ada ****** bekas yang layak pakai ada disana. Cepat sekarang mandi dan jangan macam-macam, karena saya tunggu di depan kamar mandi" kata Dogel yang makin emosi dengan kelakuan Gilank yang seenaknya sendiri


Setelah Gilank masuk ke kamar mandi, kemudian Wildan mendatangi Dogel yang masih nunggu Gilank yang sedang mandi.


Di dalam kamar mandi tidak terdengar suara air sama sekali, hal ini tentu sama membuat Dogel emosi.


"WIl, liaten itu, tak rasa Gilank itu ndak mandi, dia paling cuman diam di kamar mandi sambil mainan air saja" kata Dogel

__ADS_1


"Woiii lank, cepat mandi, jangan diam saja chok!" teriak Wildan


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka….


"Will aku mosok harus pakek baju jadul iki chok!" teriak Gilank yang mengira disana tidak ada Dogel yang sedang mengawasinya


"Masuk dan mandi cepat" paksa Dogel


"Tapi air itu mas, air itu menakutkan buat aku mas, aku rasane liat setan kalau liat air mas" sebuah  kalimat yang menyeramkan terlontar dari mulut Gilank yang ada di balik pintu kamar mandi


"Sini sebentar mas, kamu lihat di lantai itu, ada yang tidur kan, dia itu nanta atau Blewah. Dia itu sama seperti kamu, dia itu anti air juga, kalau lihat air seperti lihat setan yang akan membunuhnya. Tapi dia tidak bau, karena dia selalu membawa minyak wangi kemanapun dia pergi" kata Dogel


"Beda sama kamu yang baunya luar biasa busuk, tapi kamu ndak mau berusaha agar sekitarmu merasa nyaman dengan ketidak mandianmu. Sekarang saya mau tanya sama kamu, paling lama kamu berapa lama tidak mandi?" tanya Dogel


"Aku sangar mas, paling lama sebulan mas hehehehe.  Mana ada yang bisa kalahkan aku mas heheheh" kata Gilank dengan bangga


"Kamu belum ada apa-apanya dengan Nanta. Yang saya tau dia pernah mulai nopember sampai februari tidak mandi sama sekali, tidak kramas juga, tapi bau tubuh dia masih bisa diterima akal sehat, beda sama kamu yang baru juga ndak mandi sebulan baunya sudah bukan main busuknya!" kata Dogel


"Nanti kalau dia sudah sadar, kamu bisa tanya sendiri benar ndak apa yang sudah saya katakan tadi, dan tanyakan juga kiat kiatnya agar sekelilingmu tidak merasa terganggu. Sekarang ndak usah pakek tawar menawar, sekarang mandi!" kata Dogel lagi


Gilank merasa kalah sakti dengan Blewah atau Nanta, dia kalah telak dengan Blewah yang bisa empat bulan tidak tersentuh oleh air.


Akhirnya dia mau juga menyentuh air. Suara air yang dia siramkan ketubuhnya berulang kali menandakan dia senang apabila tubuhnya dibilas oleh air hehehe.


"Wis beres mas, sekarang tinggal tunggu lagi bagaimana hasil dari mandi itu tadi mas" kata Wildan kepada Dogel


"Aku sih ndak percaya kalau dia benar-benar mandi Wil, bisa saja dia hanya siram-siram air saja atau bisa saja dia mandi tapi tidak mau pakai sabun, jangan-jangan dia ini masuk dalam golongan spesies anti wangi wangian Will" kata Dogel


"Soale Nanta atau Blewah saja masio dia berbulan-bulan ndak mandi karena dia pakek minyak wangi hasilnya dia tidak membebani orang sekitarnya lho heheheh" kata Dogel lagi


"Waduh nek iku aku gak tau mas, soale dulu itu dia ndak sebau ini mas, dia dulu itu biasa kok, malah kadang masih mau mandi. Jangan-jangan dia menganut ilmu hitam yang mewajibkan umatnya untuk tidak memakai wangi wangian dan tidak mandi mas " jawab Wildan


"Kita tunggu saja disini Wil, kalau memang dia itu penganut ilmu aneh aneh, nanti tak bawa dia ke abah Fuad yang ada di Sby, abah Fuad yang juga pertama kali meneliti kelakuan TOTOk atas laporan muridnya yang bernama Eko"


"Dulu Totok itu kerja di rumah duka, yang letaknya dekat dengan toko roti di sby itu, nah pada suatu waktu dia dipergoki sama temanya, Totok sedang melakukan persetubhuhan dengan mayat dan sambil memakan organ tubuh mayat yang sedang dia setubhuhi itu.


“Kemudian kalau ndak salah dia menghilang dari sana. Kemudian Eko itu lapor kepada abah Fuad guru spiritulnya, kemudiaan diikuti terus kemana dan apa saja kegiatan Totok  itu Will" kata Dogel


“Waduh kok gawat ngono mas, padahal dia yang nama aslinya itu Rochman belum pernah punya ilmu yang sampai memakan organ dalam manusia, ndak tau apa yang pernah dilakukan Totok sewaktu kami kembali ke masa ini” kata Wildan


Tidak lama kemudian Pintu kamar mandi terbuka, tetapi yang keluar bukan Gilank , melaikan bau yang luar biasa busuk bercampur dengan bau sabun dan bau shampoo. Kemudian Gilank keluar dengan wajah yang nampak tidak senang


“Mas Dogel, mosok aku harus pakai pakaian koyok gini mas, apa ndak ada lainya ta?” tanya Gilank


“Lho iku lak pantes buat kamu chok, celana panjang cutbray dengan pakaian hem yang berkerah lebar khas remaja tahun 70 an,  sesuai dengan bentuk tubuhmu Lank, apalagi kepala bagian atasmu butak chok, wis cocok nyanyi lagune Bee Gees heheheh” kata WIldan


“Mbuh Wil karepmu lah, dari dulu aku ini selalu jadi bahan olok-olokan chok. Yo wis lah, aku mau disamping dulu, mau keringkan rambutku chok” kata Gilank dengan model rambut yang gak karuan itu.


Dogel sudah ada di dalam rumah, karena tifano dan Ali minta diambilkan alas tikar untuk tidur. Sementra itu Novi juga sedang meminjam pakaian kepada ketiga cewek itu, Novi kayaknya mau mandi juga, tapi harus segera peringatkan dia, kalau kamar mandi itu masih bau racun!


Untung Wildan sudah ada di ruang tamu, tapi dia kayaknya lupa apabila kamar mandi itu masih bau bangkai, akhirnya tidak ada yang memperingatkan Novi  hihihihi.

__ADS_1


__ADS_2