
“Trimo berapa kamu bayar dua orang yang tampangnya sangar tapi berhati hello kitty ini?, jangan-jangan kamu bayar murah ya, karena kamu cari murahnya tapi mentalnya kayak tai!” kata Blewah yang masih dalam cengkeraman salah satu dari dua orang yang bertubuh kekar dan berotot
“Jangan banyak bicara kamu mas, sekarang kamu tunjukan dimana kamu tinggal di vila itu, mumpung saya punya banyak waktu sampai pagi bersama kalian berdua” kata Trimo
Ketika Trimo menyuruh mereka untuk menunjukan keadaan di dalam vila, Sumirah yang ada di dalam tubuh Blewah kemudian pergi meninggalkan Blewah untuk memberitahu pak Tembol, Dimas, dan Saeful tentang keadaan Petro dan Blewah, dan menyuruh agar pak Tembol, Dimas dan Saeful untuk masuk ke dalam vila melalui lobang yang ada di ujung pagar saja.
Tapi Dimas, Pak Tembol, dan Saeful tidak mau masuk ke dalam vila, karena Dimas merasa ada yang janggal dengan yang ada sana, energi besar yang dirasakan Dimas itu tidak sebanding dengan Trimo dan dukun yang ada disana.
“Hahaha, mau kamu bayar berapa saya agar mau menunjukan apa saja yang ada di dalam vila ini, bukanya kamu sudah tau apa yang ada di dalam situ pak” kata Petro yang tidak berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman orang itu
“Kalau mau masuk ke dalam lebih enak lewat situ saja, lewat rumah kosong yang ada disana saja” tunjuk Petro ke arah rumah Supardi yang mamang kosong keadaanya
“Oh rumah Supardi, saya tau disana ada lubang yang menuju ke ruang bawah tanah, tapi itu salah, dan tidak terarah, saya butuh kamu berdua untuk menunjukan yang terdekat”
“Eh pak, sampean paham tidak kalau kami berdua bisa berbuat yang menyakitkan kepada kamu, hingga tidak ada siapapun yang bisa sembuhkan?” kata Blewah ketika Mirah sudah masuk ke tubuhnya lagi
“Saya tau, dan saya sudah punya penangkalnya” tunjuk Trimo ke arah mobil
Ternyata di dalam mobil ada dua orang berkumis dan memakai udeng yang sedang menatap ke arah Petro dan Blewah dengan wajah gahar.
“Oh bawa dukun lagi, kamu bayar berapa dia untuk temani kamu disini sementara kami bisa berbuat apa saja kepada orang orangmu?”
“Mas Blewah dukun yang ada di dalam mobil itu ilmu hitamnya lumayan tinggi mas, mereka sekarang sedang menekan dan menyerang Semprul dengan menggunakan demit suruhannya, tapi tidak berhasil, Semprul hanya menggaruk garuk tubuhnya ketika demit suruhan itu menyerang Semprul” kata Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah
“Tak kasih tau ya pak, kedua dukun mu itu sekarang sedang berusaha keras menyerang kami berdua, coba kamu tanya ke mereka dan lihatlah wajah mereka yang tegang pak. Tapi kami santai pak, tidak ada reaksi di tubuh kami hahahah” kata Blewah
“Kalau sampean pengen lihat apa yang ada di dalam vila itu kan bisa ngomong baik-baik dengan kita, tanpa ada paksaan kita akan antar kamu jalan-jalan. Tidak perlu bawa bodyguard yang kuntilanya mini, dan tidak perlu bawa dukun yang tidak seberapa itu kan” kata Petro
“Jangan Farid, jangan gitu, kalau mereka yang ada di dalam mobil itu berani menantang kita, ya harus kita lawan mereka, kalau mereka sudah mampus, baru bapak ini kita ajak jalan-jalan, tapi tidak gratis pak hihihihi” kata Blewah
“Kalau mau masuk ke objek wisata ya harus ada uang tiketnya masuknya pak, buat kamu dan keempat temanmu cukup dua ratus juta saja, dan dibayar sekarang juga. Kalau tidak, saya sebagai guide tidak mau antar kamu” kata Petro
“Wah, kalian memang brengsek ya” kata Trimo kemudian pergi ke arah mobil dan berkata sesuatu kepada dua orang yang ada di dalam mobil.
Petro dan Blewah tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Trimo kepada dua orang yang ada di dalam mobil itu, mereka berdua hanya bisa melihat kalau dua orang itu menggeleng gelengkan kepalanya.
“LAKUKAN APA YANG AKU SURUH!” bentak Trimo di jendela kaca mobil
“Jangan paksa orang yang tidak bisa melakukan sesuatu yang diluar keahlian mereka pak, bisa-bisa bahaya pak hihihih” kata petro
“Ayo pak, tiket masuk dua ratus juga untuk berwisata ke dalam vila putih cepat” kata Blewah
“JAMBOL.. KORENG…SAKITI MEREKA!” teriak Trimo dari sisi mobil sambil berjalan menuju ke arah mereka
“Ingat pak, sekali kamu bikin kami sakit, maka kamu akan menyesal selamanya, ingat itu pak” ancam Petro melihat wajah salah satu dari orang kekar itu
“Biarkan aja Tro, nanti kan mereka akan kena juga setelah ini, kita pura-pura kesakitan saja Tro, biar Trimo puas hihihihi” jawab Blewah
Kedua orang itu melotot ke arah Blewah ketika Blewah dengan santai berkata seperti itu, tiba-tiba salah satu dari mereka mengangkat tangannya dengan kepalan tangan yang segede buah Melon, dan hendak dihantamkan ke wajah Petro.
Sayangnya dia kalah cepat dengan Semprul yang tiba-tiba menggigit leher orang itu hingga tidak bisa bernafas dan dan akhirnya orang itu melepas cengkramannya pada Petro.
Orang bertubuh kekar itu jatuh sambil kedua tangan memegang lehernya seolah dia kehabisan oksigen karena ada yang mencekiknya. Mata orang itu melotot dengan lidah yang terjulur, tapi dia tidak mati, memang sengaja Semprul hanya menggigit sedikit leher dia agar dia tetap hidup.
__ADS_1
“Hihihi itu akibat berani dengan kami, sekarang kamu juga ayo kalau berani memukul teman saya, kamu akan bernasib seperti teman mu itu hahaha” kata Petro kepada yang sedang mencengkeram Blewah
“Sekarang berikan saya uang dua ratus juta untuk jalan-jalan ke dalam vila, atau teman kamu yang lainya akan bernasib sama dengan dia” kata Petro dengan nada emosi
“Tadi katanya kamu mau bayar saya mahal untuk menunjukan keadaan di dalam vila itu, katanya kamu mau bayar berkali kali lipat dari pendapatan saya jual demit kepada dukun-dukun seperti yang ada di dalam mobil itu, berarti kamu nipu kami ya?” teriak Petro
Tidak ada jawaban dari mulut Trimo, dia hanya bungkam ketika Petro berkata demikian. Kemudian Petro menghampiri orang yang sedang mencengkram Blewah.
“Kamu dibayar berapa oleh Trimo pak?” tanya Petro melihat wajah orang yang agak ketakutan
“Jawab pertanyaan saya, kamu dibayar berapa, atau kamu akan saya buat seperti temanmu itu, mati segan hidup tidak mau” tunjuk Petro pada orang yang sedang digigit Semprul
“T…tiap orang, dua ratus ri…ribu mas. K..katanya hanya b..bikin takut anak..ke..kecil saja” kata dia melepaskan cengkramanya kepada Blewah
“Sekarang kamu pulang, dan bawa pulang temanmu juga, naikan dia ke motor dan segera bawa pulang, dia akan pulih setelah kamu jauhi wilayah ini, kalau kamu dekati wilayah ini maka kamu akan seperti temanmu itu..PAHAM!” bentak Petro
Orang itu setengah mati mengangkat temannya yang sekarang dalam keadaan pingsan setelah Semprul melepas gigitan nya. Petro kemudian beralih ke mobil putih yang terparkir tidak jauh dari dirinya berdiri.
Petro melongok ke arah dalam mobil, dimana didalam ada dua orang yang tidak berhenti komat kamit dengan bau menyan yang sangat tajam.
“Heh… kamu kira dengan mulutmu yang komat kamit itu bisa merubah kalian menjadi ganteng mirip Jungkook?. apakah dengan bau menyan itu bisa membuat bau tubuh kalian wangi dan digilai cewek cewek?” tanya Petro
“Harap kalian tau ya, di wilayah vila ini tidak berlaku komat kamit seperti yang kalian lakukan, dan disini tidak berlaku juga yang namanya menyan atau dupa, kalau kalian bawa kambing guling tau kambing panggang itu lebih baik, karena demit disini pasti suka dan akan datang membantu kalian, paham!”
Wajah kedua orang itu berkeringat, mereka tidak lagi komat kamit, mereka berdua juga berusaha tegar dengan pembicaraan Petro yang seolah sedang menelanjangi mereka.
“Kalian berdua dibayar berapa oleh setan itu” tunjuk Petro ke Trimo yang berdiri ketakutan
“JAWAAAB!…, kalian dibayar berapa” bentak Petro
“Hehehe, ilmu kalian itu hanya mampu di perkotaan saja, kalau disini ilmu kalian sama sekali tidak berpengaruh!, apalagi demit suruhan kalian yang sekarang sedang sembunyi entah dimana itu tidak pernah menghadapi yang ada disini, kasihan dia tadi kalian paksa untuk kerja keras” kata Petro
“Sekarang kalian turun dari mobil dan gabung sama dengan yang tadi menyuruh kamu, cepat!” suruh Petro
“Dua orang pintar dan satu orang yang melebih orang pintar hingga bisa membohongi orang pintar” kata Petro melihat tiga orang yang ada di hadapannya
“Trimoooo, kenapa sih kamu selalu buang-buang uang untuk orang pintar yang tidak pintar? cari dong yang sangar, bayar mahal dan datangkan kesini, kami ini malu dengan penunggu disini karena harus melawan dua orang pintar yang kamu datangkan dengan pembayaran hanya lima ratus ribu rupiah tiap orang!
“Kemarin malam juga seperti ini, eeeh kok malah diulangi lagi dengan membawa orang pintar yang belum pintar. Kasihan mereka berdua ini, dimana harga diri mereka karena diledekin seluruh penghuni ghaib disini” lanjut Petro
“Sana pulang saja kamu, bosan saya lama-lama dengan kamu. Kalau kamu niat ingin tau apa yang ada di ruang bawah tanah, siapkan dua ratus juta, dan akan kami berdua antar jalan-jalan, tetapi kamu harus didampingi oleh orang pintar yang benar-benar pintar untuk menyadarkan kamu apabila kesurupan” kata Petro lagi
“Kamu dua orang pintar, sana kamu pulang saja, jalan kaki, nanti di gebang kamu bisa cari kendaraan umum untuk ke kota kalian, sekarang saya ingin bicara dengan Trimo dulu” usir Petro
kedua orang itu pergi dari hadapan Petro dan Blewah, mereka memang hanya dukun atau paranormal biasa yang belum terbiasa dengan yang luar biasa, hanya karena Trimo pelit dengan pengeluaran uang, sehingga yang dia sewa hanya orang yang biasa-biasa saja.
“Sekarang saya mau tanya dan jawab dengan Jujur, atau kamu akan hilang disini tak berbekas”
“Siapa Kaswadi?” tanya Petro
“Dia suami dari kakak saya, dia yang…..”
“Cukup, jangan menjawab yang tidak saya tanyakan. Paham!”.... Trimo mengangguk
__ADS_1
“Dimana Kaswadi sekarang” tanya Petro
“Saya tidak tahu, dia pergi begitu saja dari saya”
“Apa hubunganya Kaswadi dengan Totok dan apa hubunganmu dengan Totok. Ingat jawab yang jujur, karena semua mahluk ghaib yang ada disini bisa baca pikiranmu, dan sedang bersiap untuk menghabisimu” kata petro
Wajah Trimo menegang, urat wajahnya membesar dia kaget ketika Petro menanyakan soal Totok juga.
“Kaswadi menemukan dokumen vila putih, kemudian saya bantu jualkan dokumen itu, kemudian ada pembeli yang bernama Totok, dia orang jahat yang akan merampas dokumen itu, tapi akhirnya dokumen itu hilang karena saya serahkan kepada orang lain”
“Apa betul namanya Handoko?” tanya Petro
“B…bagaimana kamu bisa tau, iya dia Handoko yang mengambil dokumen itu” kata Trimo dengan kaget
“Tidak perlu kamu tanya bagaimana saya tau, saya bisa jelajahi otakmu dan saya tau kamu punya fotokopian denah rumah ini kan” kata Petro lagi
“Iya saya punya… tetapi hanya denah ruang bawah tanah saja yang saya copy. dua dokumen lainya tidak saya copy”
“Kenapa yang lainya tidak kamu copy, apakah yang lainya tidak penting bagi kamu!” bentak Petro
“Karena saya sudah bisa memahami yang lainya, tetapi khusus yang saya copy itu saya benar-benar tidak bisa memahaminya”
“Kamu tau siapa waris dari vila ini?, dan saya juga tau kalau Handoko mengambil dokumen itu karena kamu tidak bisa menghadirkan waris dari vila ini kan”
Trimo hanya diam ketika Petro membongkar apa yang dia tau, dia hanya diam, tapi akhirnya dia jawab juga.
“Sebenarnya semua ini bukan ide saya, semua ini adalah ide dari Kaswadi, dia semua yang di balik semua ini setelah menemukan kotak yang berisi uang dan tiga dokumen rahasia itu”
“Kaswadi memikirkan semua ini karena dia ingin pergi dari keluarganya dan hidup kaya raya bersama pacarnya yang ada di jawa tengah, yang bernama Kurni”
“Saya sebenarnya hanya suruhan Kaswadi saja, hingga dia sekarang menghilang dari kontrakan saya. Termasuk pacarnya yang bernama Kurni itu juga hilang” jelas Trimo
Penjelasan Trimo ini benar-benar diluar dugaan sama sekali, selama ini yang mereka ketahui otak semuanya adalah Trimo, sedangkan Kaswadi hanya sebagai yang ikut ikutan saja, tapi ternyata terbalik.
“Termasuk ide kamu mati di kos kosan, apakah itu juga ide dari Kaswadi?” tanya Petro
“Iya itu ide Kaswadi, sebenarnya sebelum dia terkena sesuatu di tempat dia bekerja, dia memang sudah merencanakan semuanya, termasuk saya yang mencuri benda kotak itu, dan dimana dia sembunyikan benda itu”
“Kebetulan dia kemudian terkena lemparan benda aneh, dan disitu merupakan kesempatan saya untuk mengambil barang yang ada di rumah Kaswadi. Saya tunggu hingga dia sembuh, kemudian dia melanjutkan rencana lagi untuk menghilang dari rumahnya” kata Trimo
“Asal kamu tau saja Kaswadi sudah kembali ke keluarganya, dia sekarang dikejar-kejar oleh hantu Supardi, sedangkan Kurni sudah kembali ke tempat asalnya” sengaja Petro berkata demikian agar Trimo tau bahwa sekarang Trimo sendirian dalam usaha mencari harta itu
“Sekarang saya mau tanya, apa yang kamu akan lakukan disini, apa yang sedang kamu cari?... Harta?” tanya Petro
“Iya, sesuai yang tergambar di dokumen rahasia itu”jawab Trimo
“Tidak ada harta di bawah tanah ini, kalian hanya mengganggu ketenangan penghuni disini, kalian selalu bikin marah penghuni ghaib disini. Dan sebagian penghuni disini sudah tidak mau main-main dengan kamu, sekali lagi kamu datang maka kamu dan pacarmu yang bernama Muryati akan sengsara!”
“B..bagaimana kamu tau Muryati?” tanya Trimo ketakutan
“Tidak ada rahasia lagi bagi dirimu disini, semua yang ada disini siap untuk menghabisi kamu dan yang dekat dengan kamu, sekarang kamu pulang dan jangan kesini lagi.
Petro, Blewah, dan Trimo tidak sadar apabila ada orang lain disana yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua, bukan orang lain tetapi sesuatu yang berenergi besar yang juga berkepentingan di dalam usaha mencari sesuatu yang ada di ruang bawah tanah vila.
__ADS_1
Energi itu lah yang dirasakan oleh Dimas ketika Dimas dan keempat orang itu sedang dalam perjalanan menuju ke vila putih setelah bertemu dengan Indah dan Ngot.