MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 206 ( KE RUMAH MBAH PUTRI )


__ADS_3

“Tunggu disini dulu mbak Nov, saya mau ambil kunci di  tetangga depan”


Tetangga depan rumah yang bernama bu Puji memang diserahi oleh keluarga besar Dogel untuk mengurusi rumah mbah Putri selama kosong atau belum laku terjual.


Memang Mbak Puji tiap beberapa hari sekali membersihkan rumah mbah putri, sehingga rumah itu masih terawat meskipun dalam keadaan kosong.


“Assalamualaikum mbak Puji…..” sapa Dogel ketika melihat perempuan ber putra satu itu datang dari arah gang sebelah dengan membawa tas belanjaan


“Waalaikumsalam mas Agus” nama Dogel sebenarnya adalah Agus Prayitno, hanya saja teman dia memanggilnya dengan nama Dogel


“Heheheh nganu mbak Puji… mau pinjem kunci rumah sebentar, karena ada barang yang mau saya ambil”


“Kebetulan mas Agus datang, beberapa hari mbah Putri selalu datang di mimpi saya mas, dia ingin bertemu dengan mas Agus” kata mbak Puji


“Jadi ada baiknya mas Agus malam ini nginap dulu saja di rumah mbah Putri, siapa tau beliau ingin berkomunikasi dengan mas Agus”


“Sebenarnya saya akan menginap disini, tapi tidak malam ini mbak, karen saya sekarang bawa teman perempuan, dan saya harus laporan ke bos saya yang ada di prgn”


 “Eh tapi kalau keadaannya memang penting, mungkin nanti malam saya coba untuk bisa nginap disini mbak” kata Dogel


“Ya sudah terserah mas Agus, diatur saja bisanya  kapan mas” balas mbak Puji


“Oh iya mbak, saya pinjam kunci rumah nya sebentar saja mbak, karena ada benda milik saya yang ketinggalan disana”


Setelah mendapat kunci dari mbak Puji, Dogel mengajak Novi untuk masuk ke dalam rumah Mbak Putri.


“Sebentar mbak novi, saya bukanya dulu pintu rumahnya….”


Dogel membuka pintu rumah, bau pengap menyeruak keluar, tetapi meskipun bau pengab tetapi rumah ini tidak kotor sama sekali, hal ini karena mbak Puji yang rajin membersihkan rumah beberapa hari sekali .


“Ayo masuk mbak, dan silahkan duduk dulu, Saya ndak lama ada disini mbak, karena ada beberapa barang yang mau saya ambil dan inshallah nanti malam saya akan menginap disini” kata Dogel


Dogel masuk ke dalam kamar mbah Putri. kemudian dia keluar dengan membawa  sebuah kotak kaleng dan satu buah kotak yang terbuat dari kertas karton


“Ini mbak, saya punya persediaan uang disini yang bisa kita pakai untuk kebutuhan sehari hari di vila atau di Hotel”


“Kalau soal uang jangan khawatir sebenarnya mas, karena kita juga punya dana yang  bisa kita ambil sewaktu waktu kok mas” kata Novi


“Ndak papa mbak,saya ndak enak kalau tidak kasih sumbangan dana untuk kehidupan sehari hari disana”


Dogel membuka kotak kaleng dan mengambil satu ikat karet uang seratus ribuan yang agak tebal.


“Uang ini adalah hasil saya jual perhiasan mbah saya, dan itu pun karena saya disuruh mbah saya mbak, bukan karena kemauan saya sendiri”


“Mbah saya tau apabila yang kita lakukan ini akan memerlukan dana yang tidak sedikit, jadi mbah saya menyuruh untuk menjual sedikit perhiasannya untuk kebutuhan kita selama ada masalah ini”


“Memangnya mbah Putri mas Dogel datang dan mengajak ngobrol?”


“Iya mbak, dia pasti datang dan ngobrol sama saya, dan Indah waktu dulu kami tinggal di sini”


“Nah gini mas, dalam diri Novi kan ada mbah Sarijem, dan mbah Sarijemb itu kemungkinan besar kenal dengan mbah nya mas Dogel, jadi Novi nanti malam ingin menginap disini juga mas”


“Siapa tau mbahnya mas Dogel akan ngobrol dengan teman lamanya. Ini barusan mbak Sarijemb kasih sinyal Novi untuk menginap disini ,karena beliau ingin ngobrol dengan mbahnya mas Dogel


“Tapi kok aneh ya mbak Nov, mereka ini kan ghaib, harusnya mereka kan bisa ngobrol kapan saja, lha kenapa harus menunggu kehadiran mbah Putri saya?”


“Mungkin mereka bukan ingin ngobrol satu sama lain, tetapi mereka pengen ngobrol bersama kita juga” jelas Novi


“Ya sudah kalau gitu mbak, nanti malam kita ke sini lagi”


“Nah , yang dos satunya lagi ini adalah dos yang berisi sanggul rambut mbahku mbak” Dogel membuka dan memamerkan kepada Novi


“Iya mas, Novi pernah diceritakan mbak Indah tentang sanggul ini”


“Ya sudah kalau begitu, saya simpan lagi , dan kita segera pergi ke vila putih untuk memberi tahu rencana pak Han mbak”


“Mbak gimana kalau selain belikan kartu telepon kita juga beli ponsel yang murah-murah tetapi yang batrenya kuat hingga berapa hari mbak. Mumpung saya ada uang mbak?”


“Wah ide bagus mas Dogel, bener itu cari ponsel yang baterainya kuat. Yok kita pergi sekarang saja mas” ajak Novi


Sebelum mereka berdua pergi, Dogel ke tempat mbak Puji lagi untuk  memberitahu bahwa nanti malam dia akan menginap di rumah itu, sehingga kunci rumah bisa dibawa Dogel hingga nanti malam.

__ADS_1


Sebelum pergi menuju ke vila [putih mereka mampir dulu ke toko yang menjual ponsel dan kartunya. Mereka beli tiga buah ponsel, untuk jaga-jaga apabila diperlukan. mereka juga beli satu powerbank yang berkapasitas besar juga.


“Kira-kira perjalan ke Gebang perlu berapa jam mas” tanya Novi yang ada di sebelah Dogel sambil tersenyum cantik


“Mungkin bisa tiga jam mbak, tapi ya ndak tau nanti mbak”


“Mas Dogel kalau capek bilang Novi ya mas, nanti akan Novi pijitin mas Dogelnya”


“Hahahah gak usah mbak Nov, saya masih kuat kok nyupirnya, tenang aja mbak” Jawab Dogel menolak dengan halus Novi yang akan menjamah tubuhnya


Selama perjalanan menuju ke Gebang Novi beberapa kali sempat Tidur, sedangkan Dogel tetep tangguh berada di belakang kemudi hingga sampai ke vila putih.


“Mbak Novi..mbak… ayo bangun mbak” Dogel menjawil ( mencolek) lengan Novi yang putih mulus itu


“KIta udah dekat dengan masjid mbak, Gimana, kita lurus ke atas atau kita titipkan mobil di masjid seperti biasanya?”


“Huuuaaahmm hehehe iya mas, Novi udah bangun kok , hmmm itu tadi jawilan manja atau asal jawil lengan Novi mas hehehe”


“Duh mbak Novi rek, kan saya njawilnya ndak keras mbak”


“Berarti jawilan manjah ya mas hihihihi…”


“Hmmm kita lurus aja mas, kan siang hari gak ada apa-apa di vila mas, Suharto juga katanya udah minggat entah kemana kan mas” Kata Novi yang bersandar di jok mobil sambil wajahnya menengok manja ke arah Dogel


“Ok Juragan Novi kita langsung ke atas aja ya…”


“Iiiih pantesan dulu bosnya mas Dogel yang waktu itu bernama totok itu bisa kerasan disupirin mas Dogel, ternyata cara mas Dogel kalau bawa mobil itu lembut deh, Novi sampek ketiduran pulas mas”


“Waduuuh jangan inget-inget jaman itu mbak, saya itu ketakutan mbak, gimana ndak ketakutan Totok jaman itu kan berotot dan juga ada kumis sedikit brewok yang tercukur rapi…. tetapi”


“...Tetapi dia selalu berpakaian perempuan, dan pakai buah dahdah palsu dan juga pakai wig panjang, saya kan jadi takut gak karuan karuan mbak hihihih”


“Tapi kalau sama Novi gimana mas?”


“Sama mbak Novi beda, Saya rasanya ayem tentrem mbak hehehe”


Heheehe Dogel tidak tau siapa Novi  yang sebenarnya hihihi


Mereka berdua berjalan menuju ke lubang yang ada di sisi kanan pagar vila setelah memarkir mobil Dogel di tempat biasanya.


*****


“Jadi rencananya akan menjebak Rochman, Trimo, dan suharto disana dan dihancurkan disana juga begitu?” tanya pak Tembol


“Iya pak, itu rencana awal…karena Rochman sering sekali ke hotel itu, dan disana ada ruangan bawah tanah yang mengerikan juga” jawab Dogel


“Sebentar nak Dogel…. tidak segampang itu memancing Trimo yang ada dalam pengaruh Djatmiko untuk ke sana, apalagi Soeharto yang bersama Mbok Ginten juga sudah tidak ada lagi di sekitar vila ini” kata pak Tembol lagi


“Itu harus dipikirkan lagi nak. Meskipun kalian memanggil abah Fuad sekalipun kalau ketiga setan itu belum berkumpul ya susah nak”


“Iya betul kamu Tembol, tidak semudah itu. dan untuk saat ini anehnya keadaan di sekitar vila ini aman, tidak ada atau belum ada yang berkunjung ke sini” kata Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank


“Gini saja pak, untuk memudahkan komunikasi kita, ini kami belikan ponsel yang paling kuat baterainya hingga untuk beberapa hari tidak perlu di charge lagi.”


“Saya juga belikan powerbank pak, nanti powerbank ini akan saya bawa ke Saeful untuk di charge penuh, besok bisa diambil di tempat Saeful ya”


“Dan saya nanti malam akan menginap di rumah mbah Putri saya yang ada di mjkt,  karena mbah saya ingin bertemu dengan saya


“Jadi di hotel sana memerlukan satu orang untuk menemani pak Han dan Blewah” kata Dogel  lagi


“Aku ae mas Gel yang kesana” kata Broni


“Ya..nak Broni bersama pak Han dan nak Blewah disana, dan untuk sementara ini keadaan Vila ini belum begitu gawat” kata pak Tembol


“Aneh juga, pada kemana setan setan itu, apakah mereka sedang merencanakan sesuatu yang lebih mengerikan heheheh” sambung Dimas”


“Ya susah kalau gitu pak Tembol, pak Dimas, kami pamit dulu ke Pct..”


“Tro, sesuk powerbank nya ambilen di tempat Saeful ya, nanti ini tak taruh di sana biar charges seharian” kata Dogel


Mereka bertiga berangkat menuju ke hotel Asri, tapi sesampai di masjid Dogel menemui Saeful dulu untuk menitipkan powerbank  yang akan di charge sampai penuh.

__ADS_1


“Bron, kamu nanti di hotel bersama pak Han dan Blewah ya, aku nanti malam harus ketemu sama mbahku dulu”


“Lha mbok Ju dimana mas Gel?”


“Mbok ju ada di sana, tapi dia ndak bisa berbuat apa-apa, karena disana ada satpam khusus hantu yang gentayangan heheheh”


“Ealah ya wis mas, sing penting masih ada mas Blewah ae ndak papa kan”


“Kucingku kan juga ada disana Bron, nanti kamu pegang saja kucingku, tapi kalau dia nanti mau ikut aku pulang ya mbuh maneh hehehe”


Sore hari sekitr pukul 17.00 mereka sudah sampai di hotel Asri, lampu taman sudah dinyalakan sehingga hotel itu  nampak Indah bagi Broni yang dulu pernah kesana waktu hotel itu bernama Waji.


“Wuiiih hotel ini sekarang wis berubah jadi luar biasa bagusnya mas hehehe, ngerti gini tadi ngajak Wildan mas”


“Ngajak WIldan podo ae ngajak penyakit Bron heheheh”


*****


“Oh Jadi suasana di Vila putih sekarang sudah mulai tidak dari serangan dari Trimo, maupun Rochman?” tanya pak Han


“Iya pak, entah mereka sedang  tidak mood untuk menggoda vila atau mereka sedang punya urusan lain yang lebih penting” jawab Broni


“Lha kalau gitu mas Broni disini saja, sekalian menikmti keindahan alam yang ada disini”


“Oh iya pak Han, ini kami belikan ponsel  yang sudah kami isi kartu telepon, coba nanti pak Han hubungi pak Tembol atau Dimas.”


“Selain itu saya juga beli pak, jadi kita sekarang ada tiga ponsel sehingga kita tidak kesulitan kalau ada apa-apa” kata Novi


Hari makin sore makin gelap hingga pukul 18.00 setelah maghrib pak Han mengajak mereka  untuk membeli makan malam sebelum Dogel dan Novi berangkat ke rumah Dogel


“Lho pak, kamar ini jangan sampai kosong, lebih baik saya beli nasi bungkus saja pak, saya dan Broni yang keluar pak” kata Dogel


“Ya sudah mas Dogel…”


“Mas Dogel, Novi ndak diajak ta mas?”


“Nov, nanti kamu lak berdua sama mas Dogel se, mosok mas Dogel pergi sama aku ae gak boleh Nov hihihihi” kata Broni


*****


“Sebenarnya ada apa di hotel itu mas?” tanya Broni


“Nanti kamu akan tau sendiri Bron, pokoknya jangan nyalakan Ac dan jangan mandi dan minum air dari hotel itu, kita ini selain beli nasi juga beli satu dos air mineral ukuran besar”


“Pokoknya nanti kalau pak Han ngajak pergi Blewah, kamu harus jaga kamar sendirian sama kucingku dan mbok Ju ya Bron, soale kamar 2+ itu masih aman”


“Maksudnya amn gimana mas?” tanya Broni


“Kita kan sebetulnya sewa kamar 5+, hanya saja waktu kita tinggal ternyata ada yang masuk ke kamar dan memasang sesuatu yang kita belum tau apa fungsinya”


“Makanya akhirnya Novi sewa kamar 2+  agar kita terhindar dari sesuatu yang dipasang di sana”


“Pada intinya di wilayah hotel itu sama sekali tidak ada demitnya, yang ada hanya demit penjaga saja, makanya hotel itu sekarang terkenal sebagai hotel paling nyaman dan paling aman di sini”


*****


Pukul 21.00 Dogel dan Novi berangkat menuju ke rumah mbah putri Dogel di Mjkt. Dan ternyata mbak Bashi minta ikut juga ke rumah mbah Putri, ndak tau kenapa kucing hitam itu kok minta ikut.


“Mas Dogel , Novi laper mas, nanti beli soto lagi yuk”


“Soto jam segini ya wis tutup mbak Nov, mending kita ke alun alun aja dulu, siapa tau ada yang menarik untuk dimakan disana mbak”


“Ah males kalau ke alun-alun mas, mending di rumah aja berduaan sama mas Dogel”


“Berduaan itu ngapain mbak Nov, mending tidur lah ngapain juga kita melekan, kan kita hampir tiap hari melekan”


“Ya udah mas, kita langsung ke rumah mbah nya mas Dogel aja, lagian kalau jam segini makan Novi bisa gemuk mas”


Akhirnya tidak lebih dari sepuluh menit mereka sudah masuk ke gang rumah mbah putrinya Dogel.


Tepat pukul 22.45 mobil berhenti di depan rumah yang gelap gulita.

__ADS_1


“Mbak Novi tunggu dulu di dalam mobil dulu, saya mau buka rumah dan nyalakan lampu rumah dulu” kata Dogel


__ADS_2