
Pak Bowo menghubungi rekannya yang standby di kantor polisi..
Jauh hari memang pak Bowo susah mempersiapkan surat penggeledahan hotel apabila memang diperlukan, dan saat Ini adalah saat yang diperlukan untuk menggunakan surat sakti itu.
“Pak Dollah sekarang kamu cek mesin fax kamu… saya barusan dengar ada suara fax yang sedang menerima pesan dari luar” kata pak Bowo dengan tersenyum
Dollah tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan pak Bowo, dia menyuruh anak buah yang sedang bersama dia untuk mengecek kebenaran adanya fax yang bunyi itu.
Anak buah Dollah berlari bolak balik ke lorong bagunan utama hotel untuk melihat mesin fax yang berusan bunyi..
HIngga kemudian anak buah Dolah memberikan selembar kertas dengan kop kepolisian yang berisi tentang penugasan untuk menggeledah area hotel baik bangungan dalam dan luar..
“Bagaimana pak Dollah… sekarang kami boleh masuk ke dalam untuk menyelesaikan tugas kami?” tanya pak Bowo dengan tersenyum
“Kalau pak Dollah menghalangi kami, berarti pak Dollah menghalangi tugas kepolisian dalam menangani suatu kasus, dan tentu saja pak Dollah bisa saja kami tahan!” kata pak Bowo dengan tegas
Dollah dan anak buahnya minggir teratur… keadaan ini tentu saja digunakan sebaik baiknya bagi pak Bowo dan yang lainya untuk masuk ke area ruangan aneh yang menyerupai lemari pendingin.
“Pak Dollah, kami tau tempat-tempat yang ada di dalam sana itu, tetapi alangkah baiknya apabila pak Dollah ikut bersama kami dan membantu kami agar kami secepatnya menyelesaikan tugas kami ini”
Dollah hanya bisa diam dan kemudian dia mengangguk lemas..
Mereka berjalan masuk… dan ketika bertemu dengan tiga lorong, mereka masuk ke lorong yang paling kanan, karena disana tempat yang mengerikan.
Dengan bantuan Dollah mereka sudah sampai pada tempat dimana pak Han dan teman teman sempat menghancurkan bakal bayi yang akan menjadi tubuh yang akan digunakan Rochman atau siapapun pada saat itu.
“Tempat apa ini pak Dollah?” tanya pak Bowo
Dollah tidak menjawab pertanyaan pak Bowo….
“Jawab… tempat mengerikan ini untuk apa Dollah!” bentak pak Bowo
“Ini tempat mengolah energi yang digunakan pemilik hotel ini” jawab Dollah pelan
“Tetapi saya tidak tau menahu apa yang ada disini, karena yang saya urusi hanya hotel saja…. yang ada disini adalah suruhan dari pemilik hotel ini sendiri” tambah Dollah
“Yaudah… sekarang kamu kembali sana ke atas. dan telpon Nabil.. untuk segera menyerah dan datang kesini, karena tempat ruang bawah tanah ini akan saya bakar sekarang juga” kata pak Bowo
Sedetik kemudian anak buah pak Bowo mulai menyiram bensin ke segala arah ruangan aneh ini.
Ternyata ransel berat yang dia bawa juga berisi jerigen yang berisi bensin. Dan dengan dibantu oleh Blewah dan Broni seluruh sudut ruangan termasuk bagian tengah yang aneh dan mengerikan itu sudah tersiram bensin.
Pak Bowo siap membakar dengan cara menembakan tembakan suar setelah mereka menjauh dari tempat itu setelah selesai dengan menyirami dengan cairan bensin.
*****
Keadaan rumah abah Fuad yang sekarang sedang genting karena ternyata ada beberapa bagian rumah yang tidak tercover pagar ghaib buatan abah fuad yang dikarenakan pemilik rumah bagian belakang menyimpan sesuatu yang menyerupai keris.
Sinank nank bersama dengan mbok Ju sedang berusaha mengintai di bagian depan dan belakang rumah, sementara itu Eko ada di dalam rumah dengan wajah tegang.
Jelas Eko tegang karena dia hanya sendirian, sedangkan dia harus melindungi tiga tubuh yang saat ini tidak ada jiwanya sama sekali.
Tapi untungnya Tifano sudah menghubungi Eko apabila Sekar adik dari Mak Nyat Mani akan datang untuk memberikan bantuan kepada yang ada di rumah abah Fuad.
Sekar yang merupakan adik dari Mak Nyat Mani pun sedang dalam perjalanan menuju ke rumah abah Fuad dengan hanya mengandalkan instingnya untuk menuju ke rumah abah Fuad.
“Mbok Ju.. saya merasa ada energi positif yang sedang menuju ke sini” kata Nank
“Tolong kasih tau mas Eko mbok, agar dia tidak kaget dengan kedatangan sesuatu yang kita belum tau ini”
“Iya Nak Nank.. saya juga merasakannya… tapi kayaknya mbok Ju kenal dengan energi ini” jawab mbok Ju yang kemudian pergi meninggalkan si Nang nank
__ADS_1
Mbok Ju meninggalkan nank yang berjaga sendirian di bagian belakang rumah, bagian belakang yang berlobang dan cukup berbahaya apabila Rochman tau keadaan itu.
“Mas Eko…. ada yang akan datang kesini, tetapi energinya positif sekali” kata mbok Ju setelah ada di dalam rumah
“Saya tau mbok… barusan mas Tifano yang ada di vila putih menelpon saya apabila ada yang bernama Sekar akan datang kesini untuk membantu kita”
“Sekar itu adalah adik dari Mak Nyat Mani” kata Eko dengan wajah yang masih was was.
“Iya mas Eko, dan saya rasa dia sudah ada disekitar sini, tetapi kayaknya dia sedang tersesat oleh hutan buatan abah Fuad”
“kalau begitu tolong mbok Ju jemput sama dia mbok., karena saya rasa sebentar lagi Rochman akan datang dan masuk ke rumah ini” kata Eko makin khawatir
Mbok Ju keluar lagi untuk mencari dimana Sekar berada, seperti ketika Nank datang, mbok Ju juga yang menjemputnya juga.
Lama juga mbok Ju mencari keberadaan Sekar yang sekarang kemungkinan besar ada di sekitar rumah abah Fuad.
Hingga akhirnya mbok Ju menemukan Sekar yang sedang tersesat di hutan buatan abah Fuad…
“Eh ..mbak ini apakah yang bernama Sekar?” tanya mbok Ju agak ragu dengan adanya Sekar
“Benar saya sekar… ini mbok Ju ya… Sekar tadi diberitahu kalau nanti akan bertemu dengan mbok Ju, mas Nank dan mas Eko disini” kata Sekar kemudian mendekati mbok Ju
“Iya benar.. saya mbok Ju… ayo kita ke rumah saja, karena keadaan di rumah sekarang semakin tegang” ajak mbok Ju
Akhirnya yang ada di rumah abah Fuad sekarang sudah lengkap dengan adanya Sekar yang bergabung dengan mereka.
“Sekar diutus oleh kakak Sekar yang bernama Mak Nyat Mani untuk membantu kalian… dan Sekar rasa saat ini kita harus memusnahkan Rochman” kata Sekar ketika sudah ada di ruang tamu rumah abah Fuad
“Benar mbak Sekar… hanya saja saat ini kami masih menunggu Rochman atau Nabil yang keliatanya sekarang ada di sekitar hutan yang dibuat oleh abah Fuad ini” kata Eko
“Hanya sayangnya.. di bagian belakang rumah ini ada lubang yang lumayan besar.. lubang itu terbentuk karena adanya energi di rumah belakang yang mengakibatkan pagar ghaib abah Fuad tidak bisa mengcovernya” lanjut Eko
“Tenang saja mas Eko.. disini Sekar akan bantu semampu Sekar… bahkan Sekar juga bisa mendatangkan pasukan Sekar apabila nanti dibutuhkan.
*****
“Sekarang saya sudah bisa melihat abah Fuad hehehe” kata pak Nyoto dengan bangganya.
“Ya sudah, ayo kita cari jiwa Suharto secepatnya, karena batin saya mengatakan bahwa di rumah saya sekarang sedang dalam keadaan bahaya” kata abah Fuad
Mereka berjalan diantara sel sel kosong yang ada di dalam ruang yang ada di dalam kolam renang.
Sel atau semacam penjara ini kosong, tidak ada apapun yang bisa ditemui disini hingga kemudian mbak Bashi yang masih ada di gendongan Dogel membisikan sesuatu kepada Dogel.
“Bah… stop dulu… kata mbah Saripah tidak ada siapapun disini kecuali kita cari yang di depan sana itu!” kata Dogel
“Hmmm keadaan ini semakin mirip ketika kita menyelamatkan teman kalian yang bernama Blewah itu” kata abah Fuad
“Bah… tapi kita belum periksa sel ini hingga ujung sana, insting saya sebagai petugas kepolisian merasa ada yang aneh dengan penjara yang ada di depan sana” kata pak Nyoto
“Kalian tunggu saja disini, biar saya yang akan ke sana” kata pak Nyoto nekat berjalan ke arah depan
“Kita tunggu disini saja anak-anak” kata abah Fuad melarang pak Tembol yang akan mengikuti pak Nyoto yang berjalan ke depan sendirian”
“Heheheh berani juga petugas kepolisian itu heheheh” kata abah Fuad
Pak Nyoto berjalan pelan hingga ke ruangan mirip penjara yang posisinya paling ujung depan.
Pak Nyoto kemudian diam di depan salah satu kamar, dia melihat ke dalam ruangan itu sambil tangan kirinya melambai , menyuruh mereka untuk mendekati dia.
Mereka semua mendekat ke arah pak Nyoto… dan ternyata benar juga, di ruangan penjara paling ujung itu ada sosok yang sedang duduk meringkuk dengan suara yang mirip dengan orang yang sedang menangis.
__ADS_1
Wajah sosok itu menghadap ke tembok, sehingga mereka yang ada disana tidak bisa melihat wajah yang ada di dalam penjara itu.
“Kamu Suharto…” tanya abah Fuad dengan suara pelan dan tegas
Sosok itu masih terdiam dan tidak bergerak sama sekali…
“Jawab… apakah kamu Suharto…? kami kesini untuk menyelamatkan kamu dan mengembalikan kamu ke jasadmu!” kata abah Fuad lagi
Sosok itu menengadahkan kepalanya.. dan benar juga, sosok itu adalah jiwa Suharto yang dikurung oleh Rochman di sana.
“B..benar… saya Suharto, siapa kalian?” tanya Suharto yang kemudian berdiri dan menghampiri jeruji besi yang memisahkan mereka dengan Suharto
“Tidak usah banyak tanya … sekarang sebutkan bagaimana cara membebaskan kamu, pasti kamu tau kan bagaimana yang menawan kamu membuka sel ini?” tanya abah Fuad lagi
“Ya… saya tau.. disana ada semacam lemari, disana orang arab itu menyimpan kunci gembok ruangan ini” kata Suharto
Akhirnya dengan mudah Suharto bisa dibebaskan oleh mereka, dan sekarang mereka semua menuju ke arah keluar dari rumah Nabil yang semakin lama energi kekuatannya semakin melemah.
“Aneh juga ya Ndah.. kok kayaknya membebaskan mas Suharto ini tidak sulit sama sekali” kata Ngot kepada Indah yang sekarang sudah ada di depan rumah abah Fuad
“Sudah jangan dipikirkan yang penting sekarang kalian sudah bebas dan kita kembali ke rumah saya” kata abah Fuad yang kemudian menghilang bersama ALi dan Suharto
Pak Nyoto, Dogel, dan pak Tembol naik ke mobil dan mereka juga menuju ke rumah abah Fuad.
“Aneh sekali..kenapa begitu mudah nya membebaskan yang ditahan disana, kenapa tidak ada penjagaan atau apalah yang mencoba melawan kita sama sekali?” tanya pak Nyoto..
“Sudahlah pak.., yang penting jiwa Suharto sudah kita bebaskan, untuk hal berikutnya bisa kita lihat nanti saja pak” jawab pak Tembol
Memang aneh juga, kenapa begitu mudahnya menyelamatkan Suharto, apakah ini ada hubunganya dengan Marwoto dan Rochman yang sekarang ada di sekitar rumah abah Fuad?
Atau kan ini semua memang karena energi Rochman yang semakin melemah?
*****
Cerita ini mudah ditebak kan bagaimana endingnya….
Tapi masak semudah itu sih…..
Karena semua seolah berjalan dengan normal akibat dari energi yang dimiliki Rochman semakin lama semakin melemah….
Dan tentu saja Marwoto yang seperti Benalu itu akan tetap ada bersama Rochman yang tentu saja sudah tidak mempunyai kekuatan apapun setelah apa yang akan terjadi selanjutnya.
Di vila putih sekarang sudah semakin aman, karena Mak Nyat Mani yang akan membereskan Djatmiko.
Di hotel Waji… pak Bowo sudah siap membakar dapur mengerikan milik Rochman.
Di rumah Rochman… Jiwa Suharto sudah berhasil mereka selamatkan.
Di rumah abah Fuad… sudah ada bantuan Sekar yang akan backup mereka yang ada disana.
Tapi sebelum semua ini berakhir… ada baiknya kita lihat dulu sejarah Rochman…
Bagaimana Rochman yang dulunya adalah sebuah setan humu yang bernama syalala bisa menjadi seorang yang bernama Totok atau Nabil.
Untuk itu kalian para pembaca cerita segera pindah ke novel Indah Laminatingrum…Novel yang sebenarnya sudah tamat itu akan saya hidupkan lagi…
Di Novel itu saya akan jelaskan sejarah Rochman hingga mempunyai kekuatan hebat dan bagaimana sepak terjang dia hingga dia bisa punya hotel Waji, punya showroom mobil.. dan kenapa dia bisa punya anak heheheheh
Di Novel Lanjutan Indah laminatingrum itu juga akan dijelaskan apakah Rochman memang harus dibinasakan atau tidak…
Jadi sebelum dilakukan pembinasaan Rochman, ada baiknya pembaca menilai baik buruknya Rochman dulu yang akan saya tulis di novel lanjutan yang ada di Novel Indah laminatingrum.
__ADS_1
Para pembaca yang budiman… tunggu saja notifikasi di Indah laminatingrum yang akan segera muncul
Terima kasih