
Mereka diam tidak berani bergerak sama sekali, pah Han pun semakin menajamkan pedengaranya untuk menebak siapa yang ada di halaman vila itu.
Pak Han juga berusaha untuk mempelajari energi yang terpancar dari dua orang yang ada di depan itu, karena pak Han merasa mengenal salah satu dari energi yang terpancar dari mereka.
Langkah kaki dua orang yang ada di luar itu semakin mendekati pintu belakang, kemudian langkah kaki itu berhenti tepat di pintu belakang itu.
Saeful berusaha mencoba untuk mengganggu energi mereka agar kedua orang itu segera pergi dari sana, Saeaful mungkin pernah nyantri dimana gitu, karena tindak tanduknya dan doa-doa yang dipanjatkan banyak yang penulis tidak tau heheheh.
Maklum penulis bisanya hanya itu dan itu saja hihihihi.
“Hmm ada yang berani-berani mengusir saya” kata orang yang ada di luar
“Maksudnya bagimana pak Tok?” tanya orang satunya yang kemungkinan besar adalah Supardi
“Ada energi lain yang mengganggu saya, agar saya tidak kerasan disini” kata orang yang dipanggil pak Tok oleh Supardi
“Hehehe energi pengganggu yang lemah, tapi biarlah! tidak akan mempan dengan saya, biar dia kehabisan energinya hahahahah, paling tidak lama lagi dia akan mati, karena energi dia akan saya hisap” kata orang yang dipanggil Tok
Benar juga kata dia, tiba-tiba Saeful yang sedari tadi duduk bersila sambil memejamkan mata itu kemudian terhuyung huyung, pak Han berusaha menahan tubuh Saeful dengan kedua tanganya. mereka tidak ada yang berani berbicara sama sekali.
Tapi si cantik Novi yang sedari tadi menghawatirkan Saeful tiba-tiba bangun dan memegang telapak tangan Saeful yang mungkin sudah dingin karena tenaga dia tersedot oleh orang yang ada di luar.
Seketika Saeful terduduk kembali, tanpa harus disangga oleh pak Handoko. Novi berhasil memberikan energi tambahan kepada Saeful, tapi apa yang tejadi dengan kedua orang yang ada di luar sana?
“Ahhhhh bngsth siapa lagi yang campur tangan ini, kenapa ada energi racun yang tiba-tiba masuk ke dalam tubuhkuuu” kata orang yang diluar
“Ada yang ikut campur tangan disini, ada energi dari jaman kuno yang ikut campur di dalam sini!” Kata orang itu dengan suara bergetar
“Pardi!, siapa lagi yang sudah datang kesini selain yang kamu sudah ceritakan tadi?” bentak orang yang dipanggil pak Tok
“Tidak ada pak, tidak ada yang kerumah atau kesini pak. …mhhh oh ada lagi satu yang bernama Kaswadi pak, dia juga sedang mencari dokumen surat rumah ini pak” kata orang yang dipanggil Pardi oleh pak Tok
“Aaargghh saya tidak kuat, saya harus keluar dari sini sekarang” teriak orang yang dipanggil Tok itu
Langkah kaki dua orang itu berlari semakin menjauh dari bangunan vila putih. Keliatanya mereka kalah telak dengan Novi, tapi Novi dapat enegi itu dari mana ya?
“Mereka berdua sudah jauh dari posisi kita, mas Saeful bisa istirahat sebentar untuk kemudian kita menunggu yang lainya datang ke sini” kata pak Han
“Mbak Novi, tadi itu kamu luar biasa sekali. Untung ada mbak Novi, coba kalau tidak ada mbak Novi, bisa game over itu mas Saefulnya, karena tenaga dia diserap oleh orang yang bernama Totok itu” kata pak Han
__ADS_1
“Novi juga ndak tau pak, tiba-tiba ada yang sepertinya menyuruh Novi untuk memegang tangan mas Saeful pak” Kata Novi
“Hmmm ini pasti ada campur tangan dari mbah Sari, dia yang sempat memberikan sesuatu kepada Novi waktu kita makan rawon itu” kata pak Han
Saeful yang tadi memejamkan mata terus, kemudian dia membuka matanya dan melihat ke arah pak Han dan Novi.
“Siapa tadi yang telah membantu saya pak?” tanya Saeful kepada pak Handoko
“Tuhh orangnya lagi senyum-senyum sendiri kayak orang gila mas hehehe” sambil menunjuk ke arah Novi yang sedang duduk di sebelah Saeful
“Bagaimana kamu bisa selamatkan saya mbak Novi, saya ucapkan banyak terima kasih kepada mbak Novi yang sudah menyelamatkan nyawa saya” kata Saeful yang masih melihat wajah Novi yang sekarang malu-malu bangshat itu hihihihi
“Semua itu bukan dari Novi mas, tapi itu semua bantuan dari Allah mas, Novi hanya sebagai perantara saja mas ihiik” jawab Novi yang masih menundukan wajahnya malu-malu tapi doyan itu
“Duh cangkeme Novi rek, baru kali ini aku denger Novi bisa ngommong kayak gitu rek hihihihi” kata Gilank
“Tapikan bener mas Lank, Novi kan cuman perantara saja mas, segala keajaiban adalah milik Allah semata mas” Kata Novi sambil telunjuk lencirnya menunjuk ke atas
“Yo iki sing jenenge tjinta merubah segalanya dari hati turun ke rempelo” teriak pelan Ukik
“Terima kasih ya mak Novi, mbak Novi benar-benar rendah hati, meskipun mempunyai kelebihan, tetapi benar-benar tidak mau pamer” puji Saeful
“Sudah-sudah, sekarang kalian tau kan siapa yang sudah kalian percaya, ternyata Supardi adalah suruhan seseorang yang berusaha mencelakakan kita kan” kata pak Han
“Dan orang yang dipanggil Tok itu bukannya yang bernama Totok? Totok yang ada di pesan Hp milik Trimo itu kan rek” kata Ali
“Lalu apa yang sedang dicari Totok di tempat ini, jelas dia tidak mempunyai peta dan denah ruang bawah tanah, dia hanya menerka terka saja dimana benda yang dicarinya itu berada” kata WIldan
“Sekarang gini anak-anak, mereka jelas sedang mencari sesuatu yang ada di rumah milik kalian ini, kemudian kalau memang ada sesuatu yang berharganya, apakah itu setimpal dengan perngorbanan Supardi, dan apakah sesuatu yang berharga itu juga berguna bagi yang bernama Totok itu?”
“Karena sesuai yang pernah saya katakan bahwa Totok itu bukan manusia, dia adalah setan yang menjelma menjadi manusia untuk mencari sesuatu di bawah tanah rumah ini” lanjut pak Han memberikan pencerahan kepada anak-anak Sutopo
“Kalian bayangkan, setan saja meminta bantuan manusia untuk menemukan apa yang dia cari kan, saya yakin setan yang bernama Totok itu seudah mencari ke segala pelosok ruang bawah tanah, tetapi belum juga menemukan apa yang dia cari, sehingga dia menyuruh Supardi yang manusia itu untuk mencari barang yang dia cari” lanjut pak Han lagi
“Maaf pak, saya potong sebentar. Sebenarnya saya juga sudah curiga dengan aktifitas di rumah ini, beberapa kali saya kesini untuk menolong dan melihat mereka yang menitipkan kendaraan di masjid. Tapi menurut saya tidak ada sesuatu yang berenergi di dalam rumah ini, jadi keseimpulan saya disini kosong” kata Saeful
“Jadi gini, kalau ada daerah keramat, dan disana ada benda pusaka atau harta yang berharga atau apapun yang dijaga oleh jin, bisa dipastikan saya bisa merasakan getaran energi dari penjaga harta atau benda berharga itu. Tetapi disini sama sekali tidak ada yang bisa saya rasakan” kata Saeful sambil memijat kakinya yang kesemutan
“Kalau menurut Novi mas, lebih baik memang kita juga cari tau benda apa itu, apakah benda itu merupakan benda yang bisa membuat mereka sakti, apakah itu yang dicari oleh mereka. Dan jangan-jangan golongan mak Nyat Mani dan Soebroto juga mencarinya kan” kata Novi
__ADS_1
“Nah itu yang sedang saya pikirkan, kerena tidak mungkin lah setan macam Totok mau bongkar-bongkar tanah yang ada disini hanya untuk harta yang tidak berharga bagi kalangan setan” kata pak Han
“Tapi sangat berharga bagi Supardi pak hehehe” sahut Gilank
“Intinya kia harus tetap mencari tau benda apa itu yang mereka cari rek” sahut Gilank lagi
“lhooo gak ketinggien ta omonganmu Lank hihihi, intine itu gimana tetap bersyukur meskipun harus menjadi hantu berkuntila saja hihihihi” sahut Ukik
“Lho gak gitu Kik, kita sebagai manusia itu memunyai rasa keingintahuan secara mendalam” kata Gilank dengan mimik wajah yang gak bisa dilukiskan, campuran antara gendeng, stress, serius, dan kentir
“Sudah-sudah, malam masih panjang, bagi yang sudah kelaparan monggo dimakan dulu yang tadi Novi beli, sebelum kita kedatangan yang lebih menguras tenaga lagi” kata pak Han
“Eh mas Saiful bisa makan bekal saya saja mas, saya saat ini belum seberapa lapar kok” kata pak handoko
“Eh gak usah pak Handoko, ini Novi sudah mau berbagi makanan sama mas Saeful, kebetulan mas Saeful juga bawa makanan, kita berdua bisa saling suap-suapan pak hihihihi” kata Novi
“Duuuh mbak Novi ini, bikin saya salah tingkah di depan mereka mbak" kata Saeful
“Tenang saja kangmas Saeful, Novi selalu ada di samping kangmas Saeful kok” kata Novi yang kumat gilanya
“Waduuuh….mas Saeful rek, bisa meluluhkan hatinya Novi. Kita aja yang tiap hari bersama dia aja gak direspon sama sekali oleh Novinya mas hihihihi” kata Tifano mulai ngompori
“Saya ini tidak bermaksud gitu mas, karena dia tadi berhasil selamatkan nyawa saya dengan ketulusan hatinya, makanya siapa tau Allah mempertemukan saya dengan Novi ini mas” kata Saeful sambil makan
“Tenang aja mas Saeful, Novi akan pake jilbab sesuai dengan mas Saeful harapkan mas, sebagai calon imam Novi, apa yang mas Saeful katakan, akan Novi akan lakukan mas hihihih” kata Novi semakin gendeng
“Ayo percepat makannya, karena saya merasakan akan ada lagi yang datang kesini, ayo cepat selesaikan apa yang kalian lakukan saat ini” kata pak Handoko
Ternyata benar juga apa yang dikatakan pak Handoko, tidak lama kemudian mereka mendengar suara pintu pagar yang dibuka, berarti ada manusia lagi yang masuk kesini.
“Kalian dengar ada yang masuk kesini dan energinya lumayan besar juga, tapi saya belum pernah merasakkan energi ini sebelumnya”
“Siap-siap saja yang masuk kesini itu bukan lagi kroco tapi tenaganya luar biasa sakit, kita harus mundur sekarang juga!” kata pak Handoko
“Kalian cepat cari tempat untuk berlindung, karena sebentar lagi energi yang selalu terpancar dari manusia atau apalah itu akan mengernai kalian semua termasuk saya!" kata pak Handoko dengan panic
“Kita masuk saja kebawah tanah pa!, di dapur atau kamar mandi ini kalau tidak salah ada lubang yang mengarah ke lorong dan ruangan biru, ayo cepat kita masuk kesana” kata Ali memberikan solusi
Dan ternyata benar juga apa yang dikatakan pak Handoko, dari ujung pintu ruang tamu vila putih ada semacam cahaya yang panas, cahaya itu yang mirip kabut itu berjalan pelan ke arah mereka yang ada di dapur.
__ADS_1
AYOO MASUK KESINIIII” teriak Ali setelah berhasil membuka pintu tersembunyi lorong yang ada di antara lantai dapur dan ruang makan.