MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 196 ( KAMAR DAN KAMAR)


__ADS_3

“Tiga pintu itu tidak kemana mana nak, tiga pintu itu adalah ke ruangan dan kamar yang bersih dan wangi juga. tetapi yang  bikin bingung, pintu-pintu itu arahnya ke kamar-kamar, keliatan disana itu juga kamar hotel”


“Yang kalian cari itu sepertinya tidak ada di dalam sini, disini yang saya lihat hanya ada ruangan dan kamar kosong yang sangat bersih”


“Aneh sekali ya Juriah padahal sebelumnya disini hanya berupa lorong yang mengerikan dan langsung menuju ke tempat yang ada di sana itu”


“Dulu dibalik bukit kecil itu kan ada sebuah bangunan, di dalam bangunan itu adalah tempat aneh yang kami bakar pada waktu itu, jadi harusnya hanya ada ruangan saja, tidak berupa kamar kamar” kata pak Han


“Itu kan jaman dulu Handoko, untuk jaman sekarang semua pasti sudah berubah, sudah tidak seperti dulu lagi, karena yang ada di dalam sana sudah mirip dengan yang ada di vila putih”


“Sebentar mbok Ju….” potong Mirah


“Kalau menurut teman Mirah didalam sana ada lorong  yang menuju ke tempat penampungan air, hanya saja teman Mira tidak tau lorong yang mana itu”


“Mungkin Rochman berkaca pada waktu kami ke sini dan menghancurkan tempat ini, sehingga dia harus membangun lagi dengan lebih baik daripada yang sebelumnya” kata pak Han


“Begini saja anak-anak, bagaimana kalau kita tetap masuk ke sana saja, dengan bantuan mbok Ju dan Mirah semoga kita bisa temukan tempat itu”


“Bagaimana mbak Mirah, apakah kamu ada secuil informasi tentang yang ada di dalam sana, mumpung orang-orang sedang sibuk dengan pompa air yang rusak, jadi sekarang adalah kesempatan kita untuk masuk” kata pak Han


“Sebentar pak, Jadi menurut teman Mirah, disana itu ada semacam tempat penampungan air sementara yang biasa, karena air itu diambil dari bawah tanah”


“Hanya saja setelah dari penampungan air, air itu akan diarahkan ke sebuah tempat yang mengerikan, tetapi tempatnya itu tidak ada yang tau bahkan karyawan disini pun tidak tau”


“Kalau hanya sebatas penampungan air yang terdengar dari luar itu kata teman saya barusan masuknya tidak dari sini, melainkan dari luar sana”


“Ah kok informasinya beda-beda gini mbak Mirah, tadi katanya disini ada tempat yang mengerikan, tetapi sekarang yang ada hanya tempat penampungan air sementara saja”


“Malah kata Bawok dia bilang kalau disini tidak ada penampungan air sama sekali!”


“Tadi kata mbak Mirah air yang ada disini itu berasal dari bawah tanah. Tadi malam katanya air disini dari pegunungan, semua berbeda beda infonya”


“Mirah dapat info itu juga dari teman-teman Mirah pak, tiap  demit MIrah tanya, jawabnya selalu berbeda”


“Informasi dari teman mbak Mirah itu tidak bisa dijadikan patokan mbak Mirah, lebih baik kita cari sendiri saja dimana letak tempat air itu”


“Yang saya mau tanyakan, apa betul kalau mau masuk ke sana harus melalui salah satu pintu yang ada disini itu?” tanya pak Han


“Mirah tidak berani menjawab pak, karena jawaban dari tiap demit disini itu berbeda beda. tidak ada yang sama”


 “Bisa jadi kalau kita masuk ke sana akibatnya nanti kita akan tersesat di dalam sana, tapi terus terang yang saya lihat hanya pintu kamar” kata mbok Ju


“Kita sudah terlanjur ada disini, kita harus jalan terus ke dalam , ndak mungkin kita balik keluar lagi anak-anak


“Sebentar Handoko, saya cari dulu jalan keluar dari  sini atau jalan yang menuju ke tempat yang kamu cari”


“Saya heran apa tujuan dari Rochman dengan merenovasi  tempat ini hingga menjadi sebagus ini”  gumam pak Handoko


“Eh juriah apakah kamar-kamar yang ada di dalam sana itu tidak ada yang menempati?”


“Kosong Handoko, bahkah ghaib pun tidak ada yang berani masuk ke sana, karena mereka semua sudah terkurung di kamar 6+” kata mbok Ju


“Makanya saya kesulitan untuk mencari demit yang ada disana untuk saya tanyakan dimana letak pintu air yang ada disana itu”


“Eh sebentar pak, kolam renang pak, sampeyan sempat mencium bau air kolam renang itu apa tidak pak?”


“Ya air kan ndak ada baunya mas heheheh maksudmu gimana mas Dogel. kalau sebuah kolam renang ada baunya pasti tidak ada yang mau mandi di sana lah hehehe”


“Maksud saya bau kaporit atau sebangsa penjernih air pak”


“Oh kalau maksud mas Agus itu bau kaporit tentu saja tidak ada baunya mas, kenapa mas Agus kok tanya soal itu mas?”


“Gini pak, air yang ada di kolam itu kan saya lihat mengalir terus pak,  jadi itu bukan air yang diam, karena ada semacam lubang pengisian dan lubang pengeluarannya”


“Nah air itu pastinya air yang berasal dari salah satu sumber dari pegunungan, apakah sumber itu sama dengan yang digunakan untuk mengalirkan air di penampungan bawah tanah itu pak?”

__ADS_1


“Sama saja mas, hanya saja kita kan tidak punya waktu lagi untuk mencari sumbernya, mencari sumber air pemasok hotel ini tentu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar mas”


“Apalagi kita saat ini sedang ada di sebuah tempat yang sangat aneh,  dan kita belum tau bagaimana cara keluar dari sini”


“Kalau kita kembali ke kantor hotel jelas berbahaya, karena untuk saat ini para pekerja pasti sedang ada disana. Tapi saya yakin pompa air itu tidak akan beres dalam waktu dekat ini mas”


“Jadi perjalanan kita ini sudah setengah perjalanan, tetapi kita belum tau dimana tujuan kita itu berada mas, jadi kita harus tetap mencari untuk menghindarkan adanya orang yang akan mati lagi”


“Ya sudah paham dan saya setuju saja lebih baik kita teruskan saja pencarian ini, hanya saja di depan kita ini kan  ada tiga pintu yang harus kita masuki, dan tiap pintu itu punya tujuan yang berbeda” kata Dogel


“Mirah, menurut temanmu kita harus masuk ke pintu yang mana”


“Teman Mirah tidak ada yang tau mas Dogel”


“Oh gini pak Handoko. Waktu bapak masuk ke sini dulu itu  arahnya lurus atau belok belok kalau dari sini?” tanya Mirah


“Waktu sampai sini itu kita lurus  dan nanti akan ketemu ruangan yang mengerikan”


“Kalau begitu kita lurus saja, pintu yang ada di depan itu saja yang kita masuki, karena kalua secara logika ada tiga pintu harusnya yang kiri itu ke arah kiri, kanan ke arah kanan, dan lurus itu tetap lurus” kata Mirah


“Ya sudah kit lurus saja, saya setuju dengan logikanya mbak Mirah”


Mereka bertiga plus mbok Ju membuka pintu tengah yang ada di depan mereka, di depan mereka memang ada lorong, dan lorong itu lagi-lagi bersih dan terang, karena di atasnya terpasang lampu yang berjejer tiap beberapa meter.


“kita masuk ke hotel ya ini anak-anak hehehe  bersih, terang dan nyaman hehehe”


“Pak, jangan-jangan kita ini ada di hotel juga hehehe, mungkin yang ini adalah hotel yang baru pak” kata Dogel


“Iya mas Dogel. kok suasananya jadi gini ya mas”


“Nah sekarang kita sudah ada di ujung anak-anak, di depan kita sudah pintu yang terbuat dari kaca yang  harus kita buka”


“Hehehe di dalamnya ada banyak pintu pak, kita masuk ke are hotel bawah tanah ini pak” kata Dogel


“Tidak pak, kita tidak salah masuk, karena salah satu  dari pintu itu adalah tempat yang kalian cari itu” kata Mirah tiba-tiba”


“Nah sekarang mbak Mirah malah bilang kalua tempat yang sedang kita cari ada disana”


“Iya pak, barusah Mirah dapat info dari teman Mirah yang sedang sembunyi di salah satu kamar ini, dia bilang kalau cari tempat air ada di salah satu  kamar itu”


“Tapi teman Mirah tidak tau  kamar yang mana yang dimaksud itu pak, dia hanya bilang yang kita cari ada di salah satu kamr itu pak.


“Mosok kita harus buka kamar itu satu persatu, jelas ndak mungkin kan” kata pak Han


“Apalagi kita ndak tau apa yang ada di dalam kamar itu kan”Lanjut pak Han


“Ya kita buka satu persatu pak,  coba salah satu dari pintu kita buka pak” kata Dogel


“Hmmm ya sudah mas Dogel, semua memang harus dicoba, karena kita tidak akan tau apa yang ada di dalam sana kalau  kita tidak lihat mas heheheh”


“Gimana mbok Ju, seumpama tanpa membuka, apa mbok Ju bisa lihat apa yang ada di kamar”


“Saya tidak berani pak Han, saya takut ada sesuatu yang akan menangkap saya di dalam kamar itu, jadi lebih baik saya ikut dengan kalian saja” kata mbok Ju


“Ya sudah, coba kalian dorong pintu kaca itu nak, kemudian satu persatu kita coba pintu kamar satu persatu mas”


Dogel mendorong pintu kaca yang membatasi lorong yang sekarang mereka berada dengan selasar kamar hotel. pintu kaca yang tidak begitu berat itu bisa didorong dengan mudahnya.


“Waaah didalam sini dingin sekali kayaknya ada pendingin udaranya disini pak. Lalu apa kita ndak papa dengan ruangan yang berpendingin udara seperti ini pak?” kata Dogel yang menutup pintu selasar lagi


“Mbak Mirah, gimana apa ada masalah atau tidak seumpama kita masuk ke dalam sana”


“Ndak…ndak ada masalah kok, masuk saja ke dalam sana  mas”


 “Lho tadi waktu di kamar katanya jangan sampai kita menghirup udara yang keluar dari pendingin udara, tapi sekarang kok malah ndak masalh lho mbak”

__ADS_1


“Yang bener ini mana sebenarnya mbak Mirah?” tanya Dogel


“Yang betul ya ndak papa mas, siapa yang gak bolehin masuk ke sana” balas Mirah lagi


“Tadi waktu kita di kamar, mbak Mirah kan bilang kalau kita jangan sampai menyalakan pendingin udara, katanya di dalam pendingin udara itu ada sesuatu yang bisa membahayakan kita?” saat ini pak Han yang berbicara dengan Mirah


“Sakjane yang ngomong ndak boleh dan ndak papa itu siapa mbak Mirah?” tanya Dogel


“Ya teman Mirah mas, saat ini teman Mirah ada disekitar sini, tetapi kalian tidak bisa melihatnya, karena energi yang mereka punyai itu kecil agar tidak terdeteksi oleh  penjaga disini” jawab Mirah


“Lalu sekarang kita bisa masuk ke ruangan itu dan tidak akan terjadi apa-apa dengan kita kan?” tanya Dogel lagi


“Aman mas Dogel, kita bisa masuk ke sana dengan aman mas” jawab Mirah dengan yakin


“Ya sudah kalau begitu, kami akan masuk ke sana, tapi di di dalam sana itu hanya ada pintu pintu kamar, dan ujug dari lorong itu buntu”


“Bagaimana, apa kita tetap buka tiap pintu kamar yang ada disini atau gimana” tanya Dogel


“Ya dibuka saja tiap pintu yang ada disana, karena mbok Ju kan ndak berani masuk ke dalam tiap pintu yang ada di selasar bagian dalam itu”


Mbok Ju hanya diam saja ketika mereka menyindir mbok Ju yang tidak berani masuk ke dalam  tiap pintu yang ada disana.


Alasan mbok Ju sebenarnya tidak salah sama sekali, mengingat memang keadaan disini yang berbahaya bagi ghaib semacam mbok ju.


Dogel membuka pintu kaca dan dia mulai masuk ke dalam selasar atau lorong yang mirip dengan selasar sebuah hotel , malah mirip dengan selasar hotel mewah.


Tapi selasar ini tidak begitu panjang, mungkin hanya sekitar  dua puluh meter dengan lima pintu di masing masing sisinya, jadi total ada sepuluh pintu yang ada di sana.


“Sekarang kita periksa tiap pintu yang ada disini anak-anak, tapi saya tidak yakin kalau pintu-pintu itu bisa dibuka”


“Yah kita coba saja pak, kita sudah ada disini, kalau tidak mamaksakan diri ya sia -sia kita ada di sini pak” jawab Dogel


Pintu-pintu tanpa nomor itu berjajar seolah olah berkata  ayo bukalah aku  sekarang juga.


“Pintu pertama mas  Ayo kita coba untuk dibuka mas” kata pak Han


Dogel menekan handle pintu kamar pertama yang mereka datangi….


“Pak Handle pintu ini rasanya dingin sekali”


“Bisa jadi di balik pintu itu ruangan nya sangat dingin pak” kata Dogel


“Sebentar mas Dogel, coba pegang handle pintu yang lainya, apakah juga dingin atau tidak mas” kata pak Han


Dogel berjalan ke pintu sebelah hingga seluruh pintu yang ada di selasara ini dipegang untuk mengetahui dingin atau tidaknya handle pintu itu.


“Hampir seluruhnya dingin pak, kecuali pintu kiri yang ketiga, keempat dan pintu sisi kanan yang kedua. Ketiga handle pintu itu sama sekali tidak dingin pak”


“Hmmm kenapa ketiga ruangan itu tidak dingin handle pintunya, bisa saja yang ada disana itu berbeda dengan yang keadaanya dingin” kata pak Han


“Kalau menurut saya, yang dingin itu di dalamnya ada semacam ruangan yang sangat dingin, sehingga handle pintu nya bisa sedingin itu pak, sedangkan yang dua itu kemungkinan besar tidak berpendingin ruangan” kata Dogel


“Iya mas betul apa yang mas Dogel katakan itu, dan yang saya takutkan itu adalah pintu yang sangat dingin itu”


“Setahu saya pendingin udara yang dingin saja tidak akan membuat handle pintu yang ada disini terasa sangat dingin, kecuali yang di dalam itu adalah lemari pendingin.


“Tetapi lemari pendingin itu menggunakan handle luar dalam, sehingga yang ada di dalam bisa keluar dengan menggunakan handle pintu itu, begitu sebaliknya kan”


************


saya ucapkan selamat hari raya Idhul Adha bagi yang memperingati.


Dan maaf karena saya sedang dalam kesibukan dan dalam perjalanan kembali ke kota asal, maka untuk besok saya belum bisa update dulu.


sekali lagi mohon maaf Dan terima kasih

__ADS_1


__ADS_2