
Pak Handoko, Muryati dan salah satu petugas yang berwajib ada di dalam mobil Trimo, sedangkan trimo dibonceng menggunakan motor salah satu petugas itu
“Pak, maaf saya mau tanya sesuatu pak” pak Handoko membuka pembicaraan
“Bagaimana pak, silahkan pak” jawab petugas kepolisian itu
“Begini pak, kebetulan saya ini kan tadi lewat jalan itu, dan saya lihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh orang yang sekarang dibonceng oleh petugas itu pak, nah saya kan sekarang sebagai saksi mata. Apakah dengan adanya saya sebagai saksi mata bisa memberatkan hukuman dia pak?”
“Bisa pak, karena tadi kan bapak sebagai saksi mata, hanya saja sayangnya orang yang telah yang telah memukuli calon tersangka itu yang tidak ada. Nah apakah bapak lihat dimana orang yang tadi memukuli tersangka akibat tindakan pembunuhan itu?”
“Saya hanya lihat dia berjalan menuju ke arah bawah pak, dan selebihnya saya tidak tau, karena saya terlalu takut untuk mengejar orang yang telah membuat babak belur yang akan membunuh mbak ini pak” jawab pak Handoko
Sementara itu Muryati hanya bisa menangis dan terdiam, meskipun beberapa kali ditanya oleh petugas yang ada di dalam mobil Muryati masih saja bungkam, dia benar-benar shock keliatanya
“Nanti apa yang bapak lihat bisa dijelaskan oleh petugas kami yang ada di kantor, untuk sementara ini siapkan saja jawaban yang berguna untuk membantu mbak ini” kata petugas itu lagi
Mobil melaju terus menuju ke Gebang, setelah pertigaan mobil lurus menuju ke arah jalan raya yang menuju ke prgn. dan tidak jauh dari sana ada sebuah kantor penegak hukum yang tidak terlalu besar.
Semua turun dan masuk ke dalam kantor itu, tangan Trimo untuk sementara ini diborgol, untuk menghindari kekerasan yang mungkin akan dilakukan ketika Muryati dan pak Handoko secara bergantian ditanya oleh petugas yang melakukan pendataan mengenai kejadian yang sebenarnya.
Untuk sementara ini Trimo ditetapkan menjadi tersangka atas percobaan pembunuhan kepada Muryati, sedang kan kedua orang, Muryati dan saksi mata pak Handoko diperbolehkan pulang dengan kesanggupan akan datang untuk penyidikan apabila diperlukan.
Trimo masuk ke dalam kurungan selama kasus ini masih diproses sambil menunggu orang yang melindungi Muryati, orang itu adalah Wildan. Tentu saja Wildan tidak akan muncul, karena dia tahu hukum di negara wakanda ini kan agak aneh. Kadang bagi orang yang membela kebenaran dengan memukuli orang yang bersalah pun kadang bisa menjadi tersangka.
Setelah mendapatkan perawatan di salah satu bilik yang ada di kantor penegak hukum itu kemudian Muryati diperbolehkan pulang, tetapi dengan syarat dia bersedia datang apabila ada pemanggil untuk penyelidikan lanjutan.
Di pinggir jalan wilayah Gebang….
“Rumahmu dimana mbak” tanya pak Handoko
“Saya tinggal di kota S pak, dan saya tidak tau harus pulang dengan siapa, karena mobil Trimo kan ditahan disini pak”
“Tadi kenapa mbak Muryati tidak cerita tentang adanya orang perempuan yang kata Trimo bernama Mak Nyat Mani yang menyuruh Trimo untuk menjadikan mbak Muryati sebagai tumbal?”
“Coba mbak lihat tadi Trimo dengan blak blakan bercerita tentang Mak Nyat Mani yang menyuruh membunuh mbak Muryati kan” kata pak Han
“Saya tau pak, saya tidak mau dianggap gila oleh polisi itu pak, jelas mereka tidak akan percaya dengan cerita tentang tumbal Mak Nyat Mani pak” jelas Muryati
“Nah itu yang akan terjadi apabila Trimo dinyatakan tidak waras, bisa saja dia akan dilepas dan mungkin saja akan dirujuk ke rumah sakit jiwa apabila tidak ada keluarga yang mengakui sebagai keluarganya.
“Lalu bagaimana dengan saya pak, saya takut kalau Trimo bebas dari penjara pak”
“Mbak Muryati kan punya keluarga, nah mbak Muryati pergi dan bersembunyi saja ke keluarga jauh agar Trimo tidak bisa melacak dimana mbak Muryati berada” kata pak Handoko
Pagi hari yang berat bagi seorang Muryati yang telah bebas dari pembunuhan yang akan dilakukan oleh Trimo, tetapi apakah hanya begitu saja nasib Trimo, apakah dia hanya berakhir di balik jeruji besi saja?
*****
“Handoko, nanti atau besok akan ada yang akan datang membebaskan Trimo, lebih baik kamu segera pergi dari sini, dan ajak itu Muryati pergi juga. atau naikan bus yang menuju ke arah kota S”
“Siapa yang akan datang kesini Juriah?” bisik pak Handoko
“Siapa lagi kalau bukan yang mengaku sebagai Mak Nyat Mani, dia akan membebaskan Trimo dan dia akan menganggap sebagai saudara Trimo, dimana dia akan membawa Trimo ke rumah sakit jiwa akibat sakit jiwa yang diderita Trimo”
“Kamu tau dari mana masalah ini Juriah?”
__ADS_1
“Hehehe itu cuma perkiraan saya saja Handoko, karena kelihatannya Trimo itu sangat penting bagi dia. Sudahlah pokoknya perempuan itu harus pergi dari tempat ini atau dia akan mati oleh Trimo yang dendam padanya”
*****
“Sekarang mbak nya harus segera cari kendaraan yang menuju ke kotanya mbaknya, dan harus saat ini juga mbak, saya takut apabila Trimo diduga mempunyai kelainan jiwa, dan akhirnya dia akan bebas”
“Tapi saya tidak tau harus naik apa ke kota saya pak” kata Muryati yang ternyata perempuan manja
“Naik kendaraan umum saja yang ada di depan itu, bilang saja mau ke terminal, saya harus juga pergi dari sini mbak, karena kita berdua dalam bahaya apabila pacar mbak nya dibebaskan karena dianggap tidak waras”
Pak Handoko menunggu hingga Muryati naik kendaraan umum, kemudian pak Handoko tidak langsung pulang ke vila putih, tetapi menunggu hingga ada orang yang akan membebaskan Trimo sesuai dengan ucapan mbok Ju tadi.
“Juriah, kamu ke vila, tolong panggilkan bantuan untuk saya, terserah siapa yang bersedia menemani saya disini, pokoknya disini kita tunggu hingga ada yang datang untuk membebaskan Trimo”
“Disini kamu sama Sinank nang ya Handoko, saya akan memanggil teman yang ada di vila sekarang”
Pak Handoko bersama Sinank nang mengamati keadaan pintu masuk kantor polisi, tiap ada yang masuk ke sana selalu tidak lepas dari pengamatan pak Handoko, hingga datanglah Novi dan Saeful yang menemani pak Handoko.
Mereka bertiga ada di sebuah warung makan yang letaknya ada di seberang kantor para penegk hukum, mereka secara bergantian mengamati apabila salah satunya ngantuk atau sedang apalah.
“Sudah sore ini pak, tapi tidak ada siapapun yang datang ke sana untuk membebaskan Trimo, mungkin perkiraan pemikiran dari mbok Ju harus diupdate lagi mbok” kata Novi
“Sabar nak Novi, bentar lagi juga akan ada yang kesana, ini barusan mbok Ju coba tanya lagi ke teman mbok ju, katanya nanti ada suruhan dari Mak Nyat Mani yang akan datang ke sana nak” jawab mbok Ju
Menjelang maghrib, ternyata ada sebuah mobil mewah berwarna hitam yang datang dan masuk ke halaman kantor penumpas kejahatan Wakanda eh… Gebang. kemudian turunlah seorang laki-laki gagah yang menentang sebuah sling bag, orang yang memakai setelan hitam itu masuk ke dalam kantor polisi.
“Itu…. energi yang terpancar dari orang itu besar sekali, dan dia bukan sembarangan, dia bukan manusia, dia suruhan Mak Nyat Mani” guman pak Handoko
“Benar Handoko, energi yang terpancar besar, saya sampai silau melihat orang yang barusan masuk ke sana” jawab mbok Ju
“Perhatikan baik baik, orang itu akan keluar bersama dengan Trimo, dan sebenarnya kita wajib mengikuti nya” kata pak Handoko
“Benar juga pak, Itu Trimo dan laki-laki yang tadi masuk ke dalam pak” kata Saeful
“Coba lihat, apakah mereka berdua naik mobil yang sama atau Trimo naik ke dalam mobilnya sendiri” kata pak Han
Ternyata mereka tidak naik mobil yang sama, Trimo menuju ke parkiran tempat mobil dia ditahan, sementara itu orang aneh yang memiliki energi luar biasa itu masuk ke dalam mobil mewahnya sendiri.
“Bagaimana menurut kalian anak-anak?”
“Pak Han… hehehe ternyata budaya sogok menyogok tidak hanya terjadi dan melibatkan manusia saja ya heheh, ternyata mahluk halus yang menyamar menjadi manusia juga bisa terlibat dalam hal seperti itu hihihi” jawab Novi
“Ya sudah, sekarang sudah jelas kan bagaimana hubungan Trimo dengan Mak Nyat Mani, dan hubungan Totok Dengan Kaswadi. Nah sekarang ayo kita cari makan malam dulu sebelum kita balik ke vila putih” kata pak Handoko
*****
“Bagaimana ini hehehe, bahkan mak Nyat Mani berusaha membebaskan Trimo, apakah hal ini karena Mak Nyat Mani membutuhkan Trimo untuk mendapatkan air yang ada di dalam sini” kata Dimas
“Yah kamu lihat saja Dimas. Dari si Rochman yang berusaha membongkar makan Kaswadi dan membawa pulang Kaswadi, kemudian Mak Nyat lampir yang berusaha membebaskan Trimo dari penjara, apakah kedua hal itu tidak aneh?. Jelas aneh bagiku, ada apa sebenarnya dengan Trimo dan Kaswadi” kata pak Tembol
“Mungkin mereka berdua mau diadu hehehe” jawab Tifano
“Nah bisa jadi nak Tifano, bisa jadi itu, mereka tidak mau turun tangan sendiri sehingga mereka memerlukan aktor yang sudah melakukan perjanjian kepada mereka untuk melakukan pekerjaan mereka” kata pak Tembol
“Kasihan Muryati, dia pasti akan dicari oleh Trimo dan akan dibunuhnya sesuai dengan permintaan Mak Nyat Mani” kata pak Handoko
__ADS_1
“Ya itu resikonya Han, dia mau berhubungan dengan Trimo dan mendapatkan kekayaan dari Trimo yang gak jelas itu ya sudah resikonya” jawab Dimas
Malam sudah larut, tetapi tiga orang pak Tembol, pak Handoko, dan Dimas masih siaga di ruang tengah, mereka masih belum bisa istirahat sebelum keadaan benar-benar aman.
“Tembol, kamu itu manusia, lebih baik kamu tidur saja, biar kami yang bukan manusia yang jaga disini. Jangan memaksakan tubuh kamu yang sudah capek itu” kata Dimas
“Iya Dimas, saya merasa tidak tenang sama sekali setelah merasa dua kubu ini mulai bergerak dengan suruhanya macam Trimo dan Kaswadi itu, beda dengan jaman kamu dulu yang selalu kamu kerjakan sendiri”
“Hahahah jelas beda zaman lah Tembol, dulu saya kerja sendiri karena saya kompeni yang belum bisa percaya sepenuhnya dengan orang pribumi, buktinya Rochman yang sudah saya percaya saja bisa berkhianat kan” balas Dimas
“Benar Dimas, kamu harus istirahat Tembol, tubuh kamu itu tidak kuat, kalau dibuat begadang terus tiap hari, kamu lebih baik istirahat dulu saja, nanti apabila ada sesuatu yang mencurigakan, kamu akan saya bangunkan” kata pak Handoko
Ruang tengah vila putih setelah mereka bersihkan sekarang jauh lebih bersih, dan nyaman untuk ditinggali, kamar depan dan belakang pun sudah bisa mereka gunakan untuk tidur, Kamar mandi pun juga bisa mereka gunakan untuk mandi dengan air yang berasal dari pegunungan.
Malam hari ini tidak ada apapun yang mencurigakan, tidak ada gangguan dari Trimo atau Kaswadi, bahkan rasanya tidak ada apapun yang datang ke vila itu.
Dimas dan pak Handoko tetap siaga di sofa ruang tengah, pak Tembol sudah bergabung dengan anak-anak yang tidur di kamar depan, sedangkan Tifano dan Wildan tetap ada di kamar atas.
Yang susah itu adalah Dani heheheh, Dani masih bersama pak Pho ada di ruang bawah tanah, sedangkan Ukik kadang-kadang bisa masuk ke vila kalau bosan dengan keadaan di ruang bawah tanah.
*****
Pagi hari dengan sinar matahari yang panas, pagi hari dengan suara-suara burung yang menandakan sebuah keceriaan. tapi bagaimana dengan mereka yang ada di dalam vila.
“Aku kok pengen makan pecel yo rek?” kata Tifano yang sedang duduk di karpet lusuh tapi sudah bersih
“Haaaaa setuju, saya juga sudah lama tidak makan pecel. Ayo siapa yang mau ke Gebang untuk beli pecel?” kata Dimas
“Wah kamu kan hantu Dimas, ngapain juga kamu makan pecel” jawab Pak Tembol
“Yang makan bukan saya, tapi ini… Gilank yang makan, agar tubuh dia makin sehat dan pemulihan nya semakin cepat hehehe”
“Ayo sama saya saja anak-anak” kata pak Tembol setelah mandi pagi
****
Pak Tembol, Dogel, dan Petro jalan beriringan menuju ke Gebang, tujuan mereka adalah pasar Gebang yang kalau pagi menjual aneka macam makanan.
“Pak kalau dalam keadaan santai seperti ini kita kayak liburan ya pak” kata Petro
“iya nak, Insyaallah kalau semua sudah selesai dan semua selamat, kita jadi punya tempat untuk digunakan tempat bersantai dan rekreasi” kata pak Tembol yang berjalan di antara Petro dan Dogel yang selalu menggendong mbak Bashi kemanapun dia pergi
Perjalanan mereka sama sekali tidak ada hambatan, mereka sudah ada di pasar Gebang untuk membeli beberapa perlengkapan mandi, dan tentu saja nasi pecel untuk semua yang ada di vila termasuk Dani dan Ukik yang ada di ruang bawah tanah
Pasar Gebang letaknya agak jauh ke bawah, melewati kantor polisi tempat Trimo ditangkap semalam.
Setelah mendapatkan barang-barang yang mereka cari dan mendapatkan berbungkus-bungkus pecel, kemudian mereka mencari ojek yang akan mengantar mereka ke atas, karena jelas tidak mungkin membawa barang sebegitu banyaknya tanpa bantuan angkutan macam ojek.
Ketika ojek itu melewati kantor penegak hukum, ternyata di depan kantor itu ada kerumunan orang, banyak orang yang sedang melihat sesuatu di sekitar depan pintu masuk atau pagar kantor itu.
“Ada apa itu pak, tadi perasaan waktu kita lewat sini tidak ada apa-apa di sana pak” tanya pak Tembol
“Iya pak, barusan sekitar lima belas menit lalu ada orang yang membuang mayat di depan kantor penegak hukum itu, mayat perempuan yang sudah rusak wajahnya” kata driver ojek itu
“Memangnya apa tidak ada yang tau siapa yang buang mayat di sana pak” tanya pak Tembol lagi
__ADS_1
“Tidak ada yang lihat pak, tiba-tiba muncul mayat di sana pak, tidak ada yang lihat siapa yang bawa mayat itu, pokoknya mayat itu tiba-tiba ada disana dengan sendirinya”
Beberapa petugas sedang mengatur dan menghalau orang-orang yang berusaha melihat mayat yang ada di depan kantor penegak hukum itu.