MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 94 (OWWH BEGITU THO DI… SUPARDI!!)


__ADS_3

Singlet eh singkat cerita, Broni dan Novi sudah ada di depan rumah Supardi yang tertutup rapat dengan dua orang sesama jenis yang ada di dalam Sana….uuuuwiiiigh hihihi.


“Yang satu berpenamplan ala rocker dengan rambut panjang rebodingan sepatu boot tinggi, celana kulit warna hitam dan berwajah glowing, maklum mungking karena dia kaya raya hingga beli sekin ker yang mahal pun bisa hihihihi”  bisik Novi


“Sedangkan yang satunya gempal, berkulit hitam memakai kaos yukensi hiihihi hingga bulu keleknya njerawut kemana mana, dialah pemilik runah ini yang bernama Supardi hihihihi” bisik Novi lagi


“Nov, awakmu kok gendeng ngene se, aku wedi lho Nov nek kamu jadi gila gini” bisik Broni


“Nggak lah mas Bron, kita kan lagi ngelakuin pengamatan mas, sedangkan obyek yang kita amati kan ada di dalam sana masku sayaaaank hihihihi”


“kok gak ada suara sama sekali sih mas, bikin Novi penasaran berat lho mas, ciapa tau di dalam sana lagi fu fu fu skidipap swadikap mas hihihi” lanjut Novi


“Ayok kita kesana Nov, aku juga makin penasaran sama yang ada di dalam sana Nov hihihhi” kata Broni


“iiih mas Bron, tadi katanya gak penasaran, tapi kenapa sekarang kok penasaran sih hihihi, kalau menurut mas Bron mereka di dalam lagi ngapain mas” bisik Novi dengan endelnya


“Mereka ya lagi bahas apa yang akan dilakukan untuk mencari harta yang ada di dalam sana Nov, tapi sebelumnya mereka mungkin bersenang-senang dulu hihihihi. Biar lebih menyatu lagi pikiran dan perasaan mereka berdua” kata Broni dengan sok meng anal lisa


“kita putari dulu rumah ini Nov, siapa tau di belakang sana ada jalan masuk ke dalam Nov”


“Iya mas Bron, tapi kayaknya di dekat dokar itu ada pagar yang agak rusak mas, tapiiiii jangan ah, dari pada kita terlihat dari dalam rumah mas. Kita lebih baik ikuti cara mas Bron aja , kita putari rumah ini dulu saja mas”


Suasana yang gelap gulita tidak mengendurkan niat dua orang itu untuk mencari jalan masuk ke rumah mungil itu.


“Untung tadi sebellum Saeful pergi, senter ini aku ambil dulu Nov hehehe, berguna sekali untuk acara-acara kayak gini nov”


“Eh mas Bron, eeehh seadainya Supardi itu Novi, kemudian Fathoni itu mas Broni, terus kita ada di dalam rumah kecil itu, kira kira apa yang akan kita lakukan mas? Hihihihi”


“Kalau cuma berdua pasti yang ke tiga adalah  setannya dong Nov, fungsi setan disini untuk membisiki kita agar saling pukul pukulan hihihihi, kan kita sama-sama lakik Nov”


“Huuuuh mas Bron ini lhooooo, novi itu bukan lakik mas!, kuntila Novi udah gak ada! Udah Novi kasih ke koceng liar yang doyan kawin, ayo sini kalok mau liat, kuntila Novi kan udah gak ada mas hihihihi”


“Hiiih gilak kamu ini Nov, gimana kalok aku jadi hurny, apa kamu bisa ngatasi aku ta Nov hihihi” kata Broni


“Apapun Novi bisa mas, termasuk bikin gapura gang hihihihihi” jawab Novi


Setelah memutari rumah Supardi, ternyata di bagian belakang rumah ada pintu pagar keci yang terbuka, pintu yang mungkin Supardi sendiri lupa untuk menutupnya.


Jadi rumah supardi ini dikelilingi pagar kayu, nah di bagian belakang itu ada pintu pagar kecil yang sedang terbuka.


Tapi tidak seluruhnya rumah ini dikelilingi pagar, pada bagian kiri rumah hanya ada pagar belakang dan pagar yang halaman depan rumah saja. Sedangkan yang sebelah kanan baru pagarnya mengelilingi rumah dari halaman depan, bagian samping rumah dan bagian halaman belakang yang kecil, istilahnya rumah ini mepet ke kiri.

__ADS_1


“Eh apakah pintu itu sengaja dibuka mas?”


“Jangan Nov, jangan lewat sana, bisa saja itu jebakan untuk kita Nov, kita cari jalan lain saja Nov” kata Broni


“Atau gini aja Nov, gimana kalau kita bikin keributan dibelakang sini? Siapa tau nanti Supardi akan keluar dan check keadaan pintu itu Nov hihihi”kata Broni


“Gimana caranya mas, sayangnya disini ndak ada koceng mas, kalau seandainya ada koceng, kan bisa kita paksa untuk masuk melalui pintu itu mas”


“Hmm benar juga kamu Nov, hhmm gini aja, kamu sembunyi di sebelah kiri semak-semak itu, aku mau cari batu besar, nanti batu besar itu kamu lempar hingga melampaui pintu itu, nanti kalau Supardi keluar kesana, kita masuk dan loncat dari pintu pagar depan saja” kata Broni


“Bentar mas Bron, sebenarnya kita berusaha masuk ke dalam sana itu mau ngapain sih? Kok susah payah kita harus masuk ke sana sih mas” tanya Novi


“Lhaaaa tadi katamu kepingin tau apa yang sedang dilakukan Supardi dan Fathoni Nov heheheh”


“Kalau cuman mau denger apa yang mereka omongkan kan gak perlu kayak gitu mas, kita ke samping kiri rumah aja, samping kiri rumah itu kan udah dinding kayunya rumah Supardi mas hehehhe, ngapain harus susah payah segalah mas”


“oh iya ya kenapaaaa saya ndak kepikiran ya hehehe” jawab Broni


Heheheh akhirnya atas saran sederhana Novi mereka berdua pun sekarang ada di samping kiri rumah Supardi, tapi tetap tidak tedengar suara apapun.


“Heran deh mas, dua orang laki-laki dalam satu rumah kecil, tapi tidak terdengar suara apapun mas, jangan-jangan beneran mereka sedang melakukan fu fu fu mas” bisik Novi sambil tetap menempelkan telinganya pada dinding kayu rumah Supardi


“Eh aku kok makin penasarn Novl gimana kalau kita masuk ke dalam rumah itu Nov, kok pikiranku mereka sekarang ada di sebuah ruangan bawah tanah yang ada di rumah itu Nov” kata Broni


“Waktu kita nginap disana kan kita tidak masuk ke kamarnya kan, kemudian waktu kita kesini kan rumah ini nampak sepi, padahal kita tidak tau dia pergi ke Sby naik apa dan kapan, tapi kemudian dia tiba-tiba muncul sendiri kaya tadi itu”


“Aku curiga kalau di dalam kamar dia itu ada terowongan yang tembus ke dalam ruang bawah tanah vila putih” lanjut Broni


“Lalu bagaimana kita bisa masuk ke dalam sana mas?”


“kita cari di sekitar pagar rumah ini pasti ada semacam lubang yang bisa kita masuki, atau di sekitar andong atau dokar itu, mestinya ada semacam lubang yang bisa kita masuki”


Mereka berdua berkeliling sekali lagi untuk mencari lubang pagar, tapi akhirnya diputuskan untuk loncat ke dalam saja karena tidak ada lubang yang bisa mereka masuki disini.


“Kita masuk dengan cara lompat pagar saja Nov, dan lebih baik sekarang saja, mumpung mereka masih tidak ada suaranya alias lagi ngapain gitu atau sedang dimana gitu hehehe”


Pagar yang dekat dengan dokar ternyata nempel dengan badan dokar, jadi mungkin bisa saja lompat ke dokar dan masuk lewat sana saja.


“Kayaknya kita masuk lewat situ saja Nov, itu ada badan dokar yang nempel dengan pagar, kita bisa masuk lewat sana saja” kata Broni


“Gini saja Nov, biar aku saja yang masuk ke dalam, sementara itu kamu tunggu saja diluar sembari awasi keadaan diluar sini, kalau dalam waktu 20 menit aku ndak keluar, kamu pulang saja ke ruangan biru, cari bantuan untuk cari aku di dalam sini. Gimana?”

__ADS_1


“jangan 20 menit mas, kelamaan…. 10 menit saja kalau mas Broni tidak keluar dari sana, Novi akan cari bantuan ke ruangan biru mas” kata Novi


“Ok setuju, 10 menit ya Nov, kamu bawa jam kan heheheh”


“Lha Ini apa yang melingkar di pergelangan tangan Novi , masak ini namanya kuntila mas hihihihi”


“Ya wis mas, Novi tunggu di sini saja. Dalam waktu 10 menit mas Broni tidak nampak, Novi akan cari  bantun mas” lanjut Novi dengan yakin


Broni mulai menaiki pagar rumah yang lumayan tinggi dengan cara dia bertumpu pada telapak Tangan Novi yang sedang jongkok bersandar pada pagar. Setelah tangan Broni bisa meraih bagian dari dokar, dia kemudian mengangkat tubuhnya hingga bisa berada di atas dokar.


Sampai disini mereka berdua berpisah, tugas Novi ada diluar untuk mencari bantuan apabila dalam waktu 10 meni Broni tidak muncul, sedangkan Broni saat ini akan mencai tau tentang apa saja yang dilakukan dua orang itu di dalam rumah.


Setalah turun dari dokar, Broni berjalan dengan hati-hati ke depan rumah Supardi yang terbuat dari kayu yang disusun dengan rapi.


“Aku sekarang sudah ada di depan teras rumah Supardi, lalu apa yang harus kuperbuat lagi setelah ini? Aku kok merasa aneh saja ada disini sendirian tanpa Novi heheheh” batin Broni


“Aku harus bisa tau apa yang sedang dilakukan dua orang itu di dalam rumah ini,  sehingga kita bisa melakukan tindakan untuk pencegahanya”


Broni berjalan dengan pelan di gelapnya malam menjelang akan pagi, mungkin saat ini sudah pukul 03.00 mungkin lho ya, karena Broni sendiri tidak ngomong ke penulis saat itu pukul berapa.


“Kalau kuperhatikan dari teras ini keadaan di dalam rumah itu sangat sepi, sepertinya tidak ada yang tinggal di dalam rumah ini, tapi aku harus bisa memastikan lagi, dimana kedua orang itu berada”


“Hmm ternyata di sebelah kanan rumah ada gang, gang sempit antara pagar dan rumah kayu, mungkin gang itu dibuat agar orang yang akan membuang sampah tidak malalui ruang tamu heheheh, tapi ya mbuh maneh, biasanya kan gitu fungsinya gang yang tembus dengan pintu belakang rumah”


“coba aku masuk ke gang itu, siapa tau aku bisa dengar pembicaran mereka berdua di dalam rumah, tapi ya harus hati-hati, gang sempit itu bisa jadi jebakan untuk aku apabila mak mbedunduk di ujung gang ada Supardi dan diujung gang yang dekat teras ada Fathoni bisa-bisa aku di gang-bang mereka dong  heheheh” batin Broni


Broni akhinya berjalan pelan-pelan ke arah gang yang pastinya akan tembus ke pintu belakang rumah, ketika Broni sedang berjalan di dalam gang, dia melihat banyak ceceran tanah, batu, dan geragal serta ada juga pecahan dinding di tanah sepanjang gang samping rumah itu.


“Hmmm apakah ini hasil galian Supard,i apakah Supardi menggali terowongan menuju ke vila putih. Tapi aku yakin tanah ini adalah tanah galian, dan kondisi tanah ini masih basah. Berarti Supardi sedang melakukan penggalian ini” gumam Broni sambil memagang tanah yang ada di sekitar gang itu


Broni melanjutkan jalannya menuju ke arah belakang rumah Supardi yang mencurigakan. Setelah di sampai di ujung gang,  Broni mengintip ke arah kiri, ke arah bagian belakang rumah Supardi.


Ternyata di bagian belakang ini banyak sekali tanah hasil bongkaran , dan kemungkinan besar itu hasil dari bongkaran penggalian terowogan dari sini menuju ke rumah putih.


“Ternyata kerjaan Supardi itu ini tho, bikin terowongan disini, berarti kita semua ditipu oleh dia, termasuk Juriah dan Mak Nyat Mani juga ditipunya, tapi ndak tau dengan Totok, apakah Totok juga ditipu Supardi juga” gumam Broni


Jadi kesimpulan awal, Supardi tidak menggali di halaman vila, sedangkan galian yang ada di halaman vila hanya untuk menipu mereka yang mengharapkan Supardi menemukan apa yang mereka inginkan.


“Hmmm Supardi menggali dan membuat terowongan dari sini hingga tembus ke bagian  bawah rumah putih. Sialan chok, mungkin dia memang menginginkan harta itu sendiri, sehingga dia melakukan galian disini” gumam Broni


Ketika Broni sedang asik mengintip, tiba-tiba ada suara seseorang yang membuka pintu, entah pintu mana yang sedang dibuka dan kemudian ditutup. Broni kebingungan, karena disana tidak ada tempat untuk sembunyi sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2