MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 255 (PENGAKUAN GINTEN)


__ADS_3

“Bagaimana ini Bah. Ginten yang tau tempatnya” bisik Ali


“Tenang mas Ali, saya bisa saja membawa Ginten dengan pengawalan beberapa ghaib yang ada disini agar GInten tidak bisa lepas, tapi saya ragu dia akan menipu kita mas”


“Saya tidak bisa begitu saja mempercayai setan macam dia, meskipun dia berkata sumpahpun hehehe” jawab abah Fuad


“Lalu apa yang akan abah lakukan dengan dia yang masih saja ngotot”


“Sebentar mas …. biar saya ajak bicara dulu Ginten itu”


Ginten benar-benar busuk, meskipun dalam keadaan terdesak dia masih saja berusaha ngotot agar dia yang menunjukan dimana dia menyembunyikan  jiwa Suharto.


Tapi tentu saja Abah Fuad tidak begitu saja percaya dengan apa yang dikatakan Ginten, bisa saja itu tipu muslihat Ginten agar bisa dibebaskan dari sini.


“Ginten…. saya tidak mau lagi negosiasi dengan kamu”


“Kalau kamu tetap saja seperti ini, akan  saya masuki pikiranmu, dan kemudian kamu akan saya hilangkan” kata abah Fuad


“Ya silahkan… orang tua hehehe” kata Ginten menyeringai


“Mas Ali … kita bicara sebentar di sana, ada yang ma saya bicarakan” ajak abah Fuad


Ali dan Abah Fuad sedikit menjauh dari posisi Ginten


“Begini mas Ali, Ginten sudah tidak bisa diajak kerjasama, satu satunya jalan adalah saya masuk ke dalam pikirannya”


“Hanya saja untuk masuk ke dalam pikiran Ginten itu agak sulit apabila dia dalam keadaan sadar, maka dari itu kita harus menyiksanya hingga dia lemah dah kehilangan kesadaran”


“Setelah itu saya baru bisa masuk ke dalam pikirannya dan mencari berkas-berkas pikiran dia waktu dia menyembunyikan jiwa Suharto”


“Tapi hanya dalam keadaan kehilangan kesadaran saja, kalau dia musnah… jelas semua akan musnah”


“Tugas mas Ali adalah mengatur agar genderuwo itu menyiksa Ginten, hingga pingsan, tetapi jangan sampai dia musnah atau hilang, alias mati kalau di alam manusia”


“Baik pak, ayo kita lakukan” jawab Ali dengan mantab


Mereka kembali lagi ke tempat Ginten berada….


“Ya sudah, sekarang kamu sudah tidak ada gunanya bagi kami, kamu hanya setan busuk yang suka mengganggu!” kata abah Fuad

__ADS_1


“Mas Ali, tolong katakan kepada para genderuwo itu untuk melampiaskan apa yang mereka inginkan, saya akan masuk ke alam pikiran Ginten”


Ginten melotot… tidak percaya apa yang akan dilakukan abah Fuad dan Ali kepada dirinya.


Dia tidak bergerak sedikitpun di dalam terali besi kamar 6+.


Ali membisikan kata-kata awal Urge agar para Genderuwo  setelah itu dia memerintahkan sesuatu, dan genderuwo itu mematuhi apa yang dikatakan Ali selanjutnya.


“Kalian lakukan apa yang kalian suka kepada perempuan gila itu… puaskan diri kalian, hingga perempuan itu merasakan ejhakulasi berkali kali” kata Ali kepada om om berbulu tebal dan bau itu


Mata Ginten semakin melotot, seakan akan dia tidak percaya dengan yang dia lihat, dia merasa hidupnya sebagai setan akan berakhir tragis dengan apa yang akan dilakukan oleh genderuwo-genderuwo itu.


Pelan-pelan namun pasti genderuwo-genderuwo yang tubuhnya besar mulai menggoda Ginten dengan sentuhan sentuhan nakalnya.


Tentu saja dengan mulai berdirinya kuntila-kuntila berduri milik mereka, dan perlahan-lahan akan menjadi khontolodon yang mengerikan.


Pelan namun pasti om om  raksasa itu mulai lagi memegangi Ginten yang mulai gemetar dan ketakutan.


Dan dalam sekejap ada empat khontolodon yang siap menusuk semua lubang yang ada di tubuh Ginten. Mereka memegangi Ginten dengan kencang.


Ginten meronta ronta ketika sebuah khontolodon mak jleb ke dalam lubang bagian bawahnya, dan Ketika Ginten dalam keadaan seperti ini, abah Fuad mulai masuk ke dalam pikiran Ginten.


Abah Fuad duduk bersila di depan terali besi dia konsentrasi penuh  untuk masuk ke pikiran Ginten dan mencari pikiran Ginten sewaktu dia menyembunyikan Jiwa Suharto..


Abah Fuad Pun semakin masuk ke dalam akal pikiran Ginten ketika Ginten mulai semakin lemah dengan keadaan yang mengkhawatirkan.


Dengan keadaan Ginten yang semakin lemah.. otomatis Ginten tidak bisa melakukan pemblokiran pikiran… dia sekarang mulai hilang kesadarannya.


Abah Fuad mulai masuk  ke dalam alam pikiran Ginten yang berisi ribuan bahkan jutaan pikiran.


Abah fuad terus mencari hingga dia harus menemukan masa dimana Ginten menyembunyikan jiwa Suharto.


“Susah sekali mencarinya….” gumam abah Fuad yang masih memejamkan mata dan duduk bersila


“Stop mas Ali, katakan kepada genderuwo itu agar berhenti menyiksa… Ginten sudah mulai musnah!”


Ali mengatakan sesuatu kepada para Genderuwo yang semakin brutal menyiksa Ginten.


Penyiksaan itu berhenti sejenak, agar keadaan Ginten  sedikit normal dulu.

__ADS_1


“Tadi saya hampir mendapatkannya mas Ali, tetapi tiba-tiba keadaan Ginten drop hingga dia akan musnah, makanya saya suruh mas Ali untuk menghentikan dulu siksanya” kata abah Fuad


“Bagaimana Bah,, cara mencarinya itu bagaimana caranya?” tanya Ali


“Di dalam  pikiran Ginten itu berisi jutaan pikiran yang tumpang tindih, saya harus mencari satu persatu hingga mendapatkan pikiran yang ada hubunganya dengan Suharto”


“Kemudian dengan berdasarkan pikiran yang ada hubungannya dengan Suharto, saya pilah pilah lagi sampai menemukan pikiran yang berhubungan dengan suatu tempat yang dia rahasiakan”


“Tadi saya sudah sampai disana, tapi keburu keadaan Ginten mulai musnah, maka dari itu saya  minta mas Ali untuk menghentikan sementara penyiksaan itu”


“Kita tunggu sebentar saja mas… setelah itu kita lanjutkan lagi mencari apa yang ada di dalam pikiran Ginten”


“Wah … kayak komputer aja Bah hehehe, cari file di komputer hehehehe” kata Ali


“Yah mungkin seperti itu mas ALi…. “


“Keliatanya Ginten mulai siuman, ayo lanjutkan menyiksa lagi mas Ali”


“Stooopp… j..jangan siksa saya…” kata Ginten dengan suara memelas


“Hahaha … sudah terlambat Ginten, kamu akan merasakan sakit lagi dan akhirnya musnah tidak berbekas, dan tidak ada lag hantu Ginten yang akan hidup” kata abah Fuad


“Jangan orang tua… saya akan katakan apa saja yang kamu ingin ketahui…..” kata Ginten dengan suara lemah


“Jiwa Suharto sudah saya berikan ke Rochman, di rumah Rochman….”


“Bagaimana bisa kamu bertemu dengan Rochman, padahal kamu ada disini!”


“Saya ditipu Marwoto…. hati-hati dengan Marwoto ayah dari Suhartooo” kata Ginten


“Hahahah kebohongan apalagi yang mau kamu katakan ini Ginten!” bentak abah Fuad


“Carilah di dalam kolam renang rumah Rochman….” kata Ginten dengan lemah


“Bagaimana saya bisa percaya omonganmu setan….” kata abah Fuad


“Akan saya cari sendiri di dalam pikiranmu, dan kamu memang harus musnah saat ini juga” lanjut abah Fuad


“Mas… ayo lanjut lagi penyiksaanya….”

__ADS_1


Ginten yang sudah pasrah dengan keadaanya hanya bisa diam dan menahan sakit ketika para genderuwo itu mulai menyiksa Ginten, sedangkan abah Fuad mulai masuk lagi ke dalam alam pikiran Ginten.


Tapi kenapa dia sempat berkata apabila dia ditipu oleh Marwoto, sebenarnya apa yang terjadi?


__ADS_2