MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 240 (MARWOTO DAN PAK HAN)


__ADS_3

“Lebih dipercepat lagi pak, dan jangan merasa merinding atau apapun pak, kita harus kasih tanda bahaya kepada yang mengawal kita itu pak”


“Kasih tanda bagaimana mas Ali” tanya Novi


“Kasih tanda bahwa ada orang yang sedang mengikuti mobil ambulan ini, sehingga dia akan siaga atau paling tidak dia akan mempercepat laju motornya” kata Ali


“Tidak bisa mas, karena yang mengawal kita itu sudah punya standar baku kecepatan yang aman untuk mengawal mobil ambulan seperti ini”


“Wah benar juga ya pak….”


“Gini aja Nov, tolong kasih info ke pak Tembol dan pak Bowo bahwa kita sedang dalam keadaan bahaya” kata Ali


“Lha mas Ali ini gimana sih, mereka kan yang kasih tau kita bahwa Rochman sedang membuntuti kita, otomatis pak Tembol dan pak Bowo juga tau kondisi kita kan mas” jawab Novi dengan wajah sewot


*****


“Dengan kecepatan ini apakah kita bisa menyusul mobil Rochman pak?” tanya pak Tembol


“Coba pak Tembol lihat speedometer mobil ini sudah ada di angka 80… berarti laju mobil ini untuk di jalan sempit ini sudah lumayan cepat pak” jawab pak Bowo


“Iya benar pak Bowo, saya juga paham kok, hanya saja kan yang kita lawan ini bukan penjahat biasa, apakah pak Bowo tidak bisa melakukan sesuatu?”


“Kita bisa berdoa saja pak Tembol, dan akan saya coba untuk mempercepat laju mobil ini”


“Eh pak Tembol, kata mbah Saripah, eh Rochman sudah dekat dengan mobil ambulan itu, tetapi disana kan ada mbah Sarijemb, mungkin beliau bisa bantu untuk menghindarkan Rochman sementara waktu” kata Dogel


*****


“Kenapa kamu masih diam disini saja Marwoto, bukanya kamu ke sana ke hotel itu untuk menyelamatkan anakmu?”


“Tidak sebelum saya mendapatkan air itu” kata Marwoto


“Wah kamu ini benar-benar keras kepala Mawoto, kamu sudah tidak pedulikan lagi apa yang akan terjadi dengan Suharto, kamu tetap saja ngotot untuk mendapatkan sesuatu yang tidak ada disini” kata Dimas


“Silahkan cari sendiri Marwoto, dan ingat…kamu punya tanggung jawab untuk menyelamatkan anakmu”


“Saya akan menyelamatkan anak saya dengan air itu” jawab Marwoto lagi


“Sudah…sudah, makin lama saya bicara sama kamu, makin gendeng rasanya, Kok ada seorang bapak  yang tega mengorbankan anaknya demi air yang belum tentu ada kebenaranya”


“Sekarang lebih baik kamu ke Ginten, tanyakan tentang anakmu… cepat! sebelum semuanya terlambat” kata Dimas dengan tegas


Dimas kemudian masuk ke dalam vila, dan membiarkan Marwoto tetap ada di luar vila.

__ADS_1


Apakah Marwoto tidak bisa masuk ke dalam vila putih?


Tentu saja bisa…tetapi seperti yang sebelum sebelumnya, di dalam halaman dan dalam vila banyak energi ghaib yang akan membingungkan orang atau ghaib yang akan masuk ke sana.


*****


“Mas Ali…. kata mbok Ju, jarak mobil ini dengan mobil Rochman sudah tidak jauh lagi”


“Ya mau gimana lagi Nov, kita cuma bisa berdoa dan ikuti  saja apa yang akan terjadi setelah ini hehehe” kata Ali


“Aku rasanya sudah tidak kuat lagi dengan masalah-masalah ini Nov” lanjut Ali


Mobil ambulan yang membawa tubuh Suharto sekarang sudah melewati kota Mjkt.


Karena pengawal motor yang di depan memacu motornya lebih cepat, akhirnya pak Tolani driver ambulan itu juga memacu mobil ini lebih cepat lagi.


Pak Tolani kelihatannya memang sudah berpengalaman membawa mobil berjenis ambulan ini, terlihat dari cara dia menyetir mobil dengan cepat namun aman dan nyaman.


Sesekali pak Tolani melihat kaca spion yang ada di kiri kanan mobil, setelah itu dia memacu mobil ambulan yang dia kendarai.


“Saya rasa kita memang ada yang membuntuti anak-anak, dan posisinya sekarang ada di belakang kita”


 “Saya akan coba salip pengawal yang ada di depan, agar dia tu bahwa ada yang sedang membuntuti kita”


Pak Tolani menginjak pedal gas semakin dalam  sambil satu kali membunyikan klakson dan memasang lampu sein ke kanan untuk mendahului pengawal dari kepolisian yang diperintah oleh pak Bowo.


Ternyata mobil yang membuntuti ambulan itu juga berusaha mendahului motor yang melakukan pengawalan itu.


“Pak, mobil itu juga berhasil mendahului motor pengawal kita” kata Ali yang juga melihat spion kiri


“Iya saya tau mas, sabar mas, karena sebentar lagi pengawal kita akan melakukan sesuatu dengan mobil yang ad di belakang kita” jawab pak Tolani


*****


“Pak Bowo… mungkin yang jauh di depan itu ya yang kita sedang kejar?” tanya pak Tembol


“Tapi kenapa petugas yang mengawal itu ada di belakang?” tanya pak Bowo heran sambil menginjak pedal gas semakin dalam


Mobil yang dikemudikan pak Bowo semakin laju untuk menyusul kendaraan yang ada di depannya.


Setelah semakin dekat…


“Waduh gawat… itu mobil Rochman yang ada di belakang ambulan, sedangkan motor petugas pengawal ada di belakang mobil Rochman” kata pak Tembol

__ADS_1


Pak Bowo sesekali membunyikan suara sirine dan menyalakan lampu strobonya untuk memberi tanda ke petugas pengawalan untuk minggir, karena pak Bowo akan melakukan sesuatu kepada mobil Rochman.


Akhirnya pak Bowo berhasil mendahului petugas yang melakukan pengawalan.


Posisi mobil pak Bowo ada di belakang mobil Rochman.


*****


Pak Han seperti biasanya sedang duduk di teras kamar 5+, dia  dengan teliti selalu memperhatikan apabila ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar hote ini.


Suasana malam hari yang tenang dan dingin ini membuat siapa saja akan mengantuk, apalagi yang sudah beberapa hari ini kurang tidur macam Blewah, Saeful dan Broni.


Blewah ada di dalam kamar 5+ untuk sekedar istirahat sebelum ada yang datang, tapi akhirnya bukan istirahat, tapi tertidur nyenyak, karena suara ngoroknya terdengar hingga di teras hotel.


Tidak jauh berbeda dengan Saeful dan Broni, mereka berdua pun sekarang sudah ada di alam mimpi masing-masing.


Hanya pak Han yang betah melek dari beberapa hari ini, yah karena pak Han kan sebetulnya bukan manusia hehehe.


Ketika suasana di hotel semakin hening, tiba-tiba ada sesosok bayangan atau mungkin manusia berjalan dengan tenangnya di sekitar kamar samping bangunan utama.


Dia adalah Marwoto….


Marwoto yang ingin mencari Ginten yang kini ditawan di kamar 6+...


Tapi anehnya tidak ada penjaga ghaib di sekitar situ yang akan menangkap Marwoto sama sekali.


Pak Han yang bisa merasakan kehadiran Marwoto pun kemudian berdiri dari posisi duduknya di teras hotel


Pak Han kemudian berjalan santai ke jalan setapak di depan kamarnya untuk menyambut orang yang akan datang itu.


Marwoto berhenti berjalan atau melayang setelah cukup dekat dengan pak Han.


“Kamu Marwoto kan, sedang mencari Ginten?” hadang pak Han di depan kamar 5+nya


“Iya. saya kemari karena jiwa anak saya yang ditawan Ginten” jawab Marwoto


“Hehehe itu disana di kamar sebelah, cari Ginten disana. Saya yakin dia akan menghindarimu” kata pak Han


Pak Han mulai memancing mancing tentang apa yang terjadi dengan Marwoto dan Ginten, karena menurut pak Han, semua ini bermula dari hubungan ghaib antara Ginten dan Marwoto setelah istrinya yang bernama Suparmi itu meninggal.


“Apa sebab dia menghindari saya, apakah kamu tahu apa yang terjadi dengan saya dan Ginten?” tanya Marwoto dengan heran


“Hehehe saya tau, tetapi lebih baik kamu jangan membohongi saya seperti kamu bohongi DImas dengan ceritamu” kata pak Han

__ADS_1


“Saya tau banyak tentang kamu dan Giten yang semua  orang tidak tau, hehehe” kata pak Han lagi


Bagaimana pak Han bisa tau ada cerita tentang hubungan Ginten dan Marwoto?


__ADS_2