MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 254 (HIJAU KEKUNINGAN KAYAK INGUS)


__ADS_3

“Tunggu disini dulu pak, Indah yang akan mengantar kalian” kata Ngot


“Dimana memangnya selama ini kalian berdua” tanya pak Tembol


“Kami tidak bisa kemana-mana selain di belakang sini, kami terjebak akibat jebakan hantu yang mengaku sebagai Bawok, yang ternyata demit jelek yang menyamar disini” jawab Ngot


“Iya Ngot… Bawok ada di hotel Waji sana, Blewah dan Mirah sempat ketemu Bawok disana” jawab Dogel


Ketika mereka sedang asik ngobrol, Indah tiba-tiba datang.


Setelah saling basa basi, mereka akhirnya menyusun rencana untuk menuju ke area bawa kolam renang, karena menurut Indah dan Ngot yang ada di kolam renang itu adalah kabut dan asap.


Tetapi berbeda dengan dirasakan mahluk kasat mata…


“Kan itu kamu yang bilang kalau itu adalah kabut dan asap, kamu kan ghaib Ngot, siapa tau beda dengan kami yang kasat mata” kata Dogel


“Wis gini aja lho, coba kamu sentuh dulu apa yang ada di dalam kolam renang itu, kalau memang bisa kamu masuki ya monggo, hanya saja kan kita tidak tau apa yang ada di dalamnya bagi kalian yang kasat mata” jawab Ngot


“Apa yang kalian katakan?” tanya pak Nyoto yang tentu saja tidak bisa mendengar apa yang dikatakan atau diobrolkan mereka


“Begini pak Nyoto, kita sebagai manusia dan teman saya sebagai ghaib. nah kita sedang berdebat tentang isi dari kolam renang itu” jelas Dogel


“Kalau menurut teman ghaib, isinya adakah kabut atau asap, tetapi kemungkinan berbeda dengan kita sebagai manusia, kita belum tau apa isi dari kolam renang itu”


“Sekarang saya boleh menyalakan senter apa tidak?” tanya pak Nyoto


“Saya akan test apa yang ada di dalam kolam renang itu” kata pak Nyoto lagi


“Ya sudah silahkan pak, tapi jangan kaget” kata Dogel


*****


Sementara itu di kamar 6+...


Ginten sangat ketakutan ketika beberapa khontolodon yang ukuranya sekarang lebih besar dari pemukul kasti itu berusaha menusuk nusuk semua lubang yang ada di tubuh Ginten.


“Argghhh blbblb.. tholonggg orang tua… bhebggllgppp bebasakan sayaaa!” teriak Ginten


Para om om berbulu dan bertaring dengan ukuran dan bentuk khontolodon yang mengerikan itu semakin beringas, mereka menusuk nusuk dengan menggunakan  tongkat pemukul kasti yang sekarang ukuranya semakin besar.


Tiap tiap yang ada di tubuh Ginten merupakan tempat yang indah bagi om om berbulu dan bau busuk itu, kalau kata John  Mayer… your body is a wonderland.


Khontolodon yang berduri terus ditusuk tusukan ke lubang yang ada di tubuh Ginten.. termasuk mulut ginten, tapi tentu saja tidak mungkin dan tidak cukup lah hehehe.

__ADS_1


“Sudah siap  untuk berbicara dengan kami Ginten?” tanya abah Fuad


“Persyetan dengan kamu … cepat tolong sayaaa aarghh”


“Tentu saja saya tidak akan menolongmu, dan ingat, om om berbulu itu sebentar lagi akan semakin beringas, dan tentu saja kamu akan merasakan kepuasan yang hakiki Ginten hahahah” kata abah Fuad


Ternyata apa yang dikatakan abah Fuad benar juga, Genderuwo itu semakin beringas, duri-duri yang ada di pemukul kastinya semakin tegak lurus dan tajam.


Padahal sebelumnya tidak setajam itu, dan Ginten juga merasakan perubahan itu.


“Nak Ali…. nak Ali… tolong saya nak, demi masa lalu nak” Ginten berusaha membujuk Ali


“Hehehe masa lalu ya masa lalu mbok, sekarang ya sekarang, nikmati saja suguhan nikmat dan sehat dari om om itu hehehe” kata Ali


“BNGZTH KAMU ALIIII, AKAN SAYA BUNUH KAMU AARRHHH BLBBB…” Ginten berteriak dan tiba-tiba sebuah khontolodon berduri masuk ke dalam mulutnya.


Mulut Ginten berdarah darah ketika salah satu genderuwo itu mulai menggoyang goyangkan pinggulnya keenakan.


Ginten tidak sempat teriak ketika satu lagi kuntila brangasan yang berjuluk khontolodon itu mulai mengetuk ngetuk pintu terowongan yang beryemboth milik Ginten.


“Tenang saja Ginten, saya tau meskipun kamu berdarah darah, tapi selepas ini kamu akan saya sembuhkan, hanya saja kamu harus menuruti apa kata saya” kata abah Fuad lagi


“BHAIIKKGH… BHAAIIGHHH.. SYAYAAA THURUKTI OMONGHANMUUU…..”Ginten mulai menyerah karena khontolodon berduri mengerikan itu mulai mengetuk ketuk pintu dari goa milik Ginten.


“Mas… usir genderuwo itu, kamu bisa kok, hanya katakan Stop Urge… karena yang tertua itu nama rahasianya adalah Urge” bisik abah Fuad


“Kalau ada yang tau kunci nama itu, maka dia akan menjadi budakmu selama kamu membutuhkannya”


“Sekarang perintahkan seperti yang tadi saya katakan dalam hati dengan mata melihat ke mereka  mas”


Ali memandang tajam ke genderuwo yang sedang menikmati tubuh Ginten, kemudian Ali berkata dalam hati.


“Stop Urge!”


Seketika mereka yang sedang bersama Ginten itu berhenti melakukan keganasanya. Kuntila mereka yang tadi menjelma menjadi sebuah khontolodon pun kemudian mengkeret dan selanjutnya masuk mengecil di antara bulu bulu mereka.


“Lihat GInten… mas Ali bisa mengatur mereka hehehe, sekarang kamu mau kerjasama dengan kami atau tidak” kata abah Fuad


“Apa yang mau kamu ketahui orang tua” tanya Ginten yang masih kesakitan


“Di mana jiwa Suharto?!” tanya abah Fuad dengan suara pelan dan tegas


“Saya tidak tau” jawab Ginten

__ADS_1


“Ok… akan saya tanya sekali lagi ya Ginten yang cantik bagi genderuwo-genderuwo itu”


“Di…mana…jiwa…Suharto!”


“Saya tidak tau apa yang kamu bicarakan orang tua… sekarang bebaskan saya!”


“Hahahahaha… kamu tetap tidak mau bekerjasama dengan kami, ok..baiklah , mas ALi akan menyuruh mereka untuk melakukan tindakan yang lebih mengerikan lagi, sambil saya masuki pikiranmu yang akan terasa sangat sakit”


“Jangan!... ” potong Ginten ketakutan


“Kok Jangan… bukanya kamu tidak mau kerjasama dengan kami?”


“Asal kamu tau kami berdua bisa mengatur demit yang ada disini, coba dengar  teriakan dan suara tertawa tante-tante berdaster itu.. itu juga ulah kami juga hehehe” kata abah Fuad


“Sekarang jawab pertanyaan terakhir saya sebelum saya lakukan hal yang paling menyakitkan untuk kamu”


“Dimana…..jiwa…..Su…har…to”


Ginten diam dia kayaknya sedang berpikir dan sedang menimbang-nimbang untung ruginya menjawab pertanyaan abah Fuad.


“Baik akan saya antar kalian ke sana”


“Oh tidak perlu, biar kami sendiri yang kesana Ginten… kamu tinggal katakan saja dimana kamu sembunyikan jiwa Suharto itu” kata abah Fuad


“Kalian tidak akan tau dimana saya sembunyikan… saya akan antar kalian”


*****


“Waaahhhh… sangat mengerikan” kata pak Nyoto


“Sepanjang kita melihat.. yang ada hanya tubuh manusia yang termutilasi di sekitar kolam renang” pak Nyoto menyorot bagian kolam renang dengan menggunakan senternya.


“Pantesan bau busuk sekali di sekitar sini”


“Sekarang ke persoalan utama pak…coba sinari apa yang ada di dalam kolam renang itu” kata pak Tembol


Seketika pak Nyoto mengarahkan sinar senternya ke kolam renang.


“Uuugghh nggilani.. apa itu yang ada di dalam kolam renang…kenapa mirip dengan riaknya orang sakit batuk parah, dan ingus orang yang sedang flu parah”


“Nggilani… berlendir kuning kehijauan dan ada sedikit merah darahnya” kata pak Nyoto


“Itu yang saya maksud tadi, pengamatan antara makhluk ghaib dan nyata itu berbeda” kata pak Tembol

__ADS_1


__ADS_2