MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 106 (TUJUAN YANG BERBEDA DENGAN MUSUH YANG SAMA)


__ADS_3

“Eh mas Bron yang disana itu tidak hanya motor tetapi juga sebuah mobil yang mengikuti motor itu. eh lebih baik kia sembunyi dulu hingga kita tau siapa yang datang itu mas. Mas Saeful kamu tunggu di sisi jurang sini saja, biar Novi dengan mas Broni melihat siapa yang akan datang itu


Akhirnya Broni dan Novi berjalan menyusuri sisi lereng jurang, meninggalkan Saeful yang menunggu mereka berdua di sisi jurang depan vila putih.


“Aneh mas, kenapa mobil dan motor itu tbia-tiba parkir disana, di tempat biasanya para kusir kuda memarkirkan dokarnya. Tempat itu kan tidak terlihat dari manapun mas, berarti yang datang tadi itu mengetahui seluk beluk daerah sini” bisik Novi


Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang mendekati mereka berdua, dua pasang langkah kaki yang jalan menuju ke arah mobil yang sedang terparkir di pinggir jurang.


“Ssssttt Nov, ada Supardi dan dukun tolol lewat” kata Broni yang segera merundukan tubuh dan kepalanya agar tidak terlihat dari atas.


Tidak lama kemudian terdengar suara  dukun tolol itu berbicara kepada supardi.


“Di, kunci mobil kamu bawa kan” tanya Fathoni


“Bentar, tadi tak kantongin di saku celanaku. Nah Ini dia kuncinya. Kenapa? Kamu takut kalau kuncinya hilang ya hehehe” kata Supardi


Kemudian terdengar pintu mobil yang terbuka dan kemudian ditutup. Mesin mobil segera dinyalakan olah Supardi yang bertindak sebagai pengemudi mobil, karena tangan Fathoni tidak bisa digunakan lagi.


Tetapi ada yang aneh, mobil itu tidak kunjung berangkat dari sana, mesin sudah hidup tapi beberapa saat kemudian dimatikan lagi, sehingga suasana menjadi sepi kembali.


Broni dan Novi tidak tau kenapa mesin mobil tiba-tiba berhenti kembali, tapi yang jelas pasti ada apa-apa lagi yang akan terjadi disini.


“Mas Bron, Mobil itu kenapa kok dimatikan mesinnya, apakah ada sesuatu yang akan mereka lakukan lagi di rumah itu mas?” tanya Novi


“Ssssttt diam Nov, mesin mobil sudah nyala lagi, dan sekarang mobil itu mundur ke arah rumah Supardi”


Mereka berdua jelas bingung dengan keadaan mobil yang maju mundur itu. Apakah sebegitu pentingnya sehingga Supardi memundurkan mobilnya untuk kembali mauk ke rumahnya?


“Nov…. disana di tepi jurang atas kita ada orang, ada dua orang yang sedang jalan menuju ke rumah Supardi” kata Broni sedikit berbisik


“Ssssstttt” jawab Novi dengan sedikit keras


“Jangan berisik mas Bron, kayaknya tubuh orang yang ada di depanya itu Novi pernah kenal mas” kata Novi dengan berbisik


“Lebih baik kita ikuti saja dulu Nov, siapa tau orang itu mempunyai tujuan yang sama dengan kita” usul Broni


Akhirnya mereka berdua melipir jurang dan mengikut dua orang yang ada di atas mereka hingga perkiraan mereka ada di dekat rumah Supardi, kemudian dua orang itu naik ke jalan, mereka berdua nekat menghampiri rumah Supardi. Padahal disana ada Supardi dan Fathoni.


“Wah gawat iki Nov. mereka berdua tidak tau kalau mereka berdua dalam bahaya, dan kelitannya mereka bukan komplotan penjahat itu” kata Broni


“Iya mas, ada baiknya kita mendekati mereka juga mas, dan kita waspada apabila Supardi melakukan sesuatu dengan kedua orang itu. kita lebih baik ke atas sana mas dan meyeberang ke semak belukar yang ada di antara vila putih dan rumah Supardi” kata Novi


Broni dan Novi mempercepat langkah mereka hingga mereka sekarang sudah ada di antara vila putih dan rumah Supardi. Mereka berdua naik ke jalan dan menyeberang ke semak belukar yang ada di antara vila putih dan rumah supardi.


“HOIII SIAPA KAMU PAK TUA… APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI” teriak Supardi kepada orang yang ada di depan  rumah dia


“Nama saya Tembol pak, dan saya sedang mencari pemillik rumah ini yang bernama Haris” jawab salah satu dari dua orang itu yang ternyata bernama Tembol


“Mas Brooon….. d..dengar suara itu mas… i…itu pak Tembol mas” kata Novi yang memegang erat tangan Broni


“I…iya Nov, aku kenal suara itu Nov!...iyu pasti pak Tembol teman kita Nov” bisik Broni


“K..kita harus lindungi dia bagaimanapun juga Nov, harus kita selamatkan dia Nov” kata Broni lagi


“Novi akan ambil tindakan apabila pak Tembol dalam bahaya mas”kata Novi


*****


“SIAPA KAMU, DAN DARI MANA KAMU. SIAPA ITU HARIS” kata Fathoni dengan suara serak sok jadi pokalis metal


“Saya mencari pemilik rumah ini yang bernama Haris pak, dia saudara jauh saya yang tinggal menyepi disini” jawab orang yang bernama Tembol itu


Tiba-tiba Supardi dan Fathoni menghampiri pak Tembol, tetapi yang mengerikan tangan Supardi mengambil sesuatu dari balik punggungnya, ternyata sebuah parang, dan kemudian parang itu dia todongkan ke leher pak Tembol yang sedan berdiri sendirian,

__ADS_1


Sementara itu teman pak Tembol berdiri agak jauh dari posisi pak Tembol berada, mungkin dia akan memanggil teman mereka yang ada di dalam mobil.


“NDAK USAH BANYAK BICARA KAMU ORANG TUA!... NGAKU SAJA, APA YANG SEDANG KAMU LAKUKAN DI RUMAHKU INI" kata Supardi sambil tetap menempelkan bagian tajam dari parang itu ke leher pak Tembol


*****


Saat ini pak Tembol dalam keadaan kepepet, karena tidak ada harapan untuk melepaskam diri dan lari dari sana, disinilah kemarahan Novi semakin memuncak, dia sudah mengepal sebuah batu besar yang akan dia lempar ke arah Supardi.


“Kurang ajar bener itu Supardi mas, berani beraninya dia menempalkan parang itu ke leher orang tua macam pak Tembol itu. akan Novi lawan sampai ajur ajuran Supardi mas” bisik Novi dengan nada yang marah


“Tenang Nov, nanti akan aku bantu untuk menyerang mereka juga” kata Broni yang berusaha menyemangati Novi yang makin emosi


Sekita Novi berdiri dan mulai mengukur jarak lempar, tenaga, dan kekutan lemparan ke arah Supardi agar Supardi pingsan.


Novi mengambil ancang-ancang dan kemudian di lempar batu yang dia pegang tadi ke arah Supardi, dan ternyata batu itu tepat mengenai kepala Supardi hingga dia terjatuh dan pingsan.


Tidak ada lima detik kemudian, ternyata dari belakang datang Saeful yang membawa balok kayu, kemudian dia hantam balok kayu itu ke tengkuk Fathoni, dan kedua orang itu pingsan bersama tanpa ada suara teriakan atau pekikan sama sekali.


“PAK TEMBOOOOOLLL…..” teriak Novi sambil berlari menghampiri pak Tembol yang bingung karena orang yang menodongnya tadi tiba-tiba pingsan karena terkena lempran batu


Dengan berlinang air mata Novi memeluk pak Tembol yang masih saja bingung dengan kejadian barusan


“Nak Novi… betul kamu nak Novi?... Nak Novi baik biak saja nak….?” Kata pak Tembol sambil melihat Novi sambil memeggang kedua tangan Novi


“Novi baik baik saja paaaak huaaaaaa…..” pecah tangisan Novi seketika


Setelah itu gantian Broni yang mendatangi pak Tembol, dia merangkul pak Tembol bagaikan orang tua sendiri . mereka tidak melepaskan rangkulan itu hingga berberapa saat. Tidak lama kemudian Saeful keluar dari tempat dia sembunyi setelah dia memukulkan kayu ke bahu Fathoni.


“Ini Saeful pak, dia teman kami yang selalu menolong kami ketika kami dalam kesulitan pak” kata Novi sambil memperkenalkan saeful kepada pak Tembol


“Nanti saja ceritanya, sekarang kita harus pergi dari sini dan memikirkan dua orang yang tergeletak ini serta tiga orang mayat yang ada di dalam mobil itu anak-anak. Oh iya, saya bersama nak Petro ini”


“Lho mana nak petronya, dia tadi ada disini ketika orang itu sedang menaruh parang di leher saya, seolah akan menyembeleh saya nak hihihi” kata pak Tembol


“Apa yang sedang kalian lakukan disini anak-anak, eh gini saja nanti saja kalian ceritnya, karena kia masih banyak pekerjan nak. Lebih baik kita ke mobil saja karena disana ada orang yang pasti kangen dengan nak Novi heheh” kata pak Tembol setelah semua kembali normal


“Oh iya, mana teman kalian yang lainya, macam nak Ali, Tifano, Ukik, Dani, WIldan, Ibor, dan nak Gilank?” tanya pak Tembol


“Ibor tidak mau urusan dengan hal ini lagi pak, dia ada di Bali, tempat dia tinggal pak” kata Broni


“Tifano, Ali, WIldan, dan Gilank sekarang sedang bersama dengan pak Handoko. Pak Handoko adalah orang yang banyak membantu kami dalam urusan dengan masalah kami ini pak” jawab Broni lagi


“Sedangkan mas Ukik, dan mas Dani ada di ruangan biru bersama dengan pak Pho hehehe” jawab Novi


“Hmm kalian sudah bertemu dengan pak Pho ya, dan apakah kalian sudah diceritakan apa yang terjadi ketika kalian dikirim oleh Mak Nya Mani ke masa depan?”


“Sudah pak secara detail, semua sudah diceritakan kepada kami pak” jawab Broni


“Tadi yang kalian sebutkan yang bernama Handoko, sebenarnya siapa dia itu, dan apakah dia sudah kalian ajak juga ke ruang bawah tanah nak?” tanya pak Tembol


“Dia orang baik kok pak, dia sudah kami ajak ke ruang bawah tanah juga pak. Dan dia juga sudah bertemu dengan pak Pho juga pak” jawab Broni


“Hmmm saya penasaran dengan dia nak, kapan-kapan saya ingin bicara dengan dia juga anak-anak. Eh kapan pak Handoko dan lainya ke vila ini nak?” tanya pak Tembol


“Kami belum tau pak, karena mereka pulang ke rumah pak Handoko untuk melihat uang dan dokumen yang ada di dalam kotak besi milik pak Tembol itu pak” jawab Novi


“Kotak besi  berisi uang gulden dan dokumen rumah itu disimpan dengan aman di dalam brangkas yang ada di rumah pak Handoko” tambah Bronii


“Ya…ya nak, saya paham, tapi harusnya….. ehhm sudahlah. Saya penasaran dengan yang bernama pak Hndoko itu nak, nantilah kapan kapan kalau dia ada dsini saya ingin bertemu dengan dia nak.


Mereka menuju ke arah mobil dan motor diparkirkan disebelah vila putih, mereka melewati mobil hitam yang didalamnya ada tiga mayat yang sudah beberapa jam mati. Mereka menuju ke sebidang tanah yang menjorok ke dalam, dan disana ada satu buah mobil dan satu buah sepeda motor.


“Di dalam mobil itu ada temanmu yang beberapa waktu lalu menanyakan nak Novi, meskipun mereka mungkin tidak mengenalmu nak”kata pak Tembol

__ADS_1


Novi berlari menuju ke mobil yang terparkir di sana, dan ternyata Winna, Chandra, Chinta, Petro, dan Dogel ada di luar mobil , mereka kelihatanya memang sedang menunggu pak Tembol dan lainya untuk datang.


“MBAK WINNA, MBAK CHADRA, MBAK CHINTAAAAA..”teriak Novi pada mereka yang ada di samping mobil yang terparkir


Ketiga cewek itu tidak bereaksi dengan panggilan Novi, mereka hanya diam dan melihat Novi yang sedang berlari ke arah mereka bertiga.


“Mbaaaaak…. Apa kalian bertiga lupa dengan Novi mbaaak” kata Novi  ketika sudah ada di depan ketiga cewek itu


“Ini bener Novi yang sering diceritakan pak tembol itu?” kata Winna dengan mata terbelalak


“Cantik sekali kamu Novi” sambung Chandra kemudian menyalami angan Novi


“Hehehe kalian tidak ingat sama sekali dengan Novi ya mbak-mbak, padalah kalian sudah melalui kejadian demi kejadian yang menegangkan dengan Novi lho mbak heheheh”


“Pokoknya Novi bahagia bisa bertemu dengan kalian bertiga, meskipun kalian tidak ingat dengan Novi sama sekali” tambah Novi


Yah sesuai dengan yang tadi pak Tembol omongkan dengan Novi, bahwa ketiga cewek itu tidak akan ingat atau memang mereka tidak pernah bertemu dengan Novi karena sejarah yang sudah berubah diantara mereka.


“Mas Dogel…bener yang sampean omongkan dulu itu mas, ternyata vila yang kami sewa itu mengerikan dan menggkibatkan kami hilang mas” kata Broni yang nampaknya bahagia ketika bertemu dengan anak-anak Bluekuthuq


“Mas Blewah dan mas Glewo mana, kok ndak ada disini mas?” tanya Broni


Dogel menceritkan secara singkat tentang Glewo dan kembalinya Petro kepada mereka beserata Ngot yang sudah menjadi hantu.


“Wah disini ada mas Hot ya hehehe, mana mas Hotnya?” tanya Broni


“Mas Ngot lagi liat mayat yang ada di dalam mobil dan memeriksa keadaan dua orang yang pingsan itu mas” jawab Indah


“Nah kita harus pikirkan lagi apa yang akan kita perbuat, Karena sebenarnya mungkin saja musuh kita sama, tetapi  permasalahannya yang berbeda nak. Coba nak Novi ceritakan apa yang sedang kalian anak-anak Sutopo alami secara singkat saja nak Novi, setelah itu ganti mas Dogel cerita kepada nak Novi dan nak Broni apa yang kalian alami


Mereka secara bergantian becerita mengenai masalah yang sedang mereka hadapi masing masing, dan ternyata kesimpualanya mereka memiliki masalah yang berbeda meskipun yang mereka hadapi adalah orang yang sama.


“Kita berdua punya masalah yang berbeda tetapi dengan orang yang sama, dan semua harus diselesaikan hingga tuntas, karena yang bernama Totok atau Rochman ini penyakti hingga ke beberapa generasi kita nantinya” kata pak Tembol


“Sekarang begini, saya bersama nak Dogel, nak Petro, dan ketiga anak kos-kosan ini heheheh entah kenapa kok tiba-tiba dikirm ke masa ini, padalah kami berasal dari masa beberapa tahun lalu. Hanya yang pasti untuk saat ini kami harus bisa menemukan mas Blewah yang saat ini arwahnya entah sedang  ada dimana”


“Dia hilang karena harus melawan Totok atau Rochman, tapi saya yakin mas Blewah sedang bersama arwah pelindung nak Chinta yang bernama Sinank nang. Mungkin mereka berdua sedang menuntaskan apa yang sedang mereka lakukan tadi”


Hanya saja pada jaman kami itu Totok mempunyai tujuan untuk membunuh ketiga cewek ini untuk mengambil energi yang ada di dalam tubuh mereka bertiga” kata pak Tembol lagi


Ketika pak Tembol sedang bicara, tiba-tiba Ngot datang dengan tergesa-gesa…..


“Lebih baik kalian pergi dari sini saja teman-teman, karena kedua orang tadi hampir siuman, mereka berdua pasti akan melakukan hal yang tidak baik kepada kalian” kata Ngot


“Ok nak Ngot, kita akan pergi dari sini secepatnya, tapi saya ingin bicara dulu dengan mereka sebentara saja nak” kata pak Tembol


“Menurut saya, kita harus berpisah untuk menyelesaikan misi masing-masing, tapi kita tetap saling kontak dengan kalian. Eh nak Petro bisa minta nomor teleponya nak Novi, karena sewaktu-waktu mungkin kita butuh informasi dengan mereka” kata pak Tembol


Petro pun bertukar nomor telepon dengan Novi, dia kayaknya gimana gitu ngadepin novi yang cantik hehehhe


“Eh begini nak Novi  dan nak Broni. Lebih baik pertemuan ini kita rahasiakan dari orang yang bernama Handoko itu dulu, perasaan saya kok kurang enak dengan dia nak”


“Karena berdasarkan cerita dari nak Novi dan nak Broni itu bahwa dia bersama teman kalian menuju ke rumahnya hanya untuk memeriksa barang yang dia simpan di suatu tempat yang aman. Itu yang aneh menurut saya nak”


“Ada baiknya apabila salah satu dari kalian berdua ada ponsel, tolong hubungi teman kalian yang sekarang sedang bersama pak Handoko itu nak” kata pak Tembol


“Pak untuk diketahui, sekarang yang ada di rumah itu bukan Haris seperti yang tadi bapak cari itu pak” kata Novi


“Sekarang yang ada disana itu ya yang tadi waktu Novi lempar batu itu pak, dia bernama Supardi anak dari Kamidi pak!” kata Novi lagi


*******


maaf mungkin agak telat saya update nya. karena masih saya masih sibuk dengan pesanan nasi box. terima kasih

__ADS_1


__ADS_2