
“Siapa yang akan ke sini Dimas” tanya Petro
“Saya tidak tau, hanya saja sepertinya tidak berniat jahat… tapi kita tetap harus hati-hati meskipun kemungkinan yang datang ini tidak berniat jahat”
“Apa mungkin Mak Nyat Mani?” potong Novi
“Bisa jadi Mak Nyat Mani atau suruhannya Nov…. saya tidak bisa memprediksi” jawab Dimas
Sementara Nank sedang menuju ke rumah abah Fuad, yang ada di vila putih sedang menunggu sesuatu yang dikatakan Dimas.
Cuman kita tidak tau siapa yang dimaksud Dimas, karena semua yang datang ke vila putih selalu berniat jahat. meskipun awalnya mereka semua itu adalah kawan.
Hanya karena adanya air yang aneh, semua yang awalnya kawan malah menjadi lawan.
Wildan dan Tifano kembali ke pos mereka yang ada di bangunan atas vila. dan saat itu yang ada di lantai bawah adalah Dimas, Novi, dan Petro.
“Kita butuh bantuan yang lebih kuat untuk melawan Rochman” guman DImas
“Memangnya teman kita semua tidak bisa melawan Rochman?” kata Petro
“Bukanya tidak bisa melawan Tro… tapi kita semua sekarang sedang berpencar…. energi kita akan kuat apabila kita bersatu”
“Saya mulai merasa kita masuk ke dalam permainan yang dimainkan Rochman,... tapi itu hanya perasaanku saja, karena apa yang ada di dalam diri Rochman dulunya adalah yang sudah saya pelajari” gumam Dimas lagi
“Apalagi sekarang Rochman sedang bersama Marwoto… saya tidak tau kenapa Marwoto yang dulu begitu bijaksana bisa berubah sedemikian rupa”
*****
“Mbok Ju.. coba periksa… apakah mas Nank sudah ada di sekitar sini, kalau dia sudah ada di sekitar sini, mbak Ju arahkan melalui bagian belakang rumah yang tanpa pengamanan itu”
“Saya belum merasakan energi milik Nank…. tapi coba saya cari dulu di sekitar sini” jawab Mbok Ju
Keadaan di rumah abah Fuad tidak kalah berbahayanya, karena disana hanya ada Eko dan mbok Ju, harusnya Abah Fuad an Ali ada disana untuk melindungi Suharto…
Bukanya malah menuju ke rumah Nabil atau Rochman untuk membantu kelompok pak Tembol yang sedang mengusahakan untuk mencari Jiwa Suharto.
Mbok Ju sedang berkeliling, dia mencari keberadaan Nank yang belum sampai juga ke rumah abah Fuad, bisa saja Karena pagar dari abah Fuad yang sedemikian rupa sehingga energi milik Nank pun tidak bisa menembusnya”
Mbok Ju berkeliling agak jauh dari rumah abah Fuad, karena dia merasa bahwa akibat dari pagar ghaib abah Fuad, membuat Sinank Nank tersesat di sekitar sana.
Tapi setelah sekian lama mencari… mbok Ju akhirnya menemukan energi yang terpancar dari tubuh ghaib Nank, mbok Ju kemudian menghampiri Nank yang ternyata ada di rumah sebelah kiri dari rumah abah Fuad.
__ADS_1
“Nank… kamu tersesat!” bisik mbok Ju
“Iya mbok, saya tau.. saya dari tadi sudah ada disini, hanya saja ada sesuatu yang menarik perhatian saya” jawab Nank
“Ada apa Nank, apa yang kamu lihat?”
“Tadi di sekitar depan saya ada Rochman dan Marwoto, mereka sedang mencari jalan masuk ke rumah abah Fuad, tapi sayangnya mereka tidak bisa menemukanya” jawab Nank
“Lha apa kamu bisa menemukan jalan masuk menuju rumah Abah Fuad?” tanya mbok Ju
“Hehehe… saya tidak perlu mencari dan menemukan mbok, tapi pasti saya akan mbok Ju cari dan jemput hehehe” jawab Nang
“Sekarang dimana Rochman dan Dimas berada Nank?”
“Tadi mereka ada disana mbok, pagar ghaib yang dibuat abah Fuad ini bener-benar sangar, karena nampak seperti hutan yang sangat rimbun, gelap dan padat” kata Nank
“Tapi sekarang mereka pergi tidak tau kemana mbok”
“Sudah tidak usah mencari mereka, sekarang kamu harus jaga bagian belakang rumah bersama saya Nank.. ayo ikuti saya agar tidak tersesat” ajak mbok Ju
Nank bersama mbok Ju menuju ke belakang rumah yang tidak terdapat pagar ghaibnya, yang dikarenakan kemungkinan besar rumah yang dibelakang rumah abah Fuad menyimpan pusaka.
*****
“Bah… kita ada di antara kamar-kamar yang tertutup. apa kita tidak perlu masuk satu persatu kamar ini?” tanya Ali
“Tidak perlu mas Ali… saya rasa tidak ada energi yang ada di dalam sana, tetapi patut dicoba oleh manusia.. karena siapa tau apa yang manusia rasakan berbeda dengan yang saya rasakan” kata abah Fuad
Pak Tembol kemudian mengatakan kepada pak Nyoto apa yang dikatakan oleh Abah Fuad, agar dia bisa mengambil kesimpulan dari apa yang ada disini.
“Sebentar pak tembol, saya agak bingung dengan apa yang sedang kita cari ini… sebetulnya yang kita cari ini berupa apa, dan bagaimana cara mendapatkannya?” tanya pak Nyoto
“Yang kita cari ini bisa berupa seperti abah Fuad dan Ali, dan bisa saja dia sekarang sedang terkurung di suatu tempat” jawab pak Tembol
“Berarti saya tidak bisa melihat apa yang ada disini dan apa yang sedang kita cari?” kata pak Nyoto
“Pak Tembol… suruh Nyoto diam dan konsentrasi… akan saya buka indera keenam dia, agar dia tidak tanya-tanya saja” porong abah Fuad
Pak tembol tersenyum mendengar apa yang dikatakan abah fuad.. kemudian pak Tembol berkata kepada pak Nyoto tentang apa yang abah Fuad katakan tadi.
“Pak Nyoto… tolong bapak konsentrasi dulu. abah Fuad berusaha untuk membuka indera keenam dari pak Nyoto ini hehehe”
__ADS_1
“Waduuh kok tidak dari awal tadi pak… kok baru sekarang” protes pak Nyoto.
“Untuk membuka itu mudah pak, tapi untuk yang dibuka harus benar-benar siap dulu, kalau tidak siap jelas bahaya bagi dirinya” kata pak Tembol
“Dan sekarang kata abah Fuad pak Nyoto sudah siap untuk melihat ghaib yang ada disini” lanjut pak Tembol
*****
“Dimas…. Novi merasa ada yang sedang datang kesini…” kata Novi tiba-tiba
“Iya Nov… saya juga merasakanya.. tapi yang datang ini bukan hitam!” jawab Dimas
Tiba-tiba Tifano yang ada di atas bersama WIldan turun menuju ke ruang tengah vila putih. dia tergopoh gopoh menuruni tangga yang curam di bagian dapur.
“Ada perempuan cantik yang datang ke sini!” pekik tertahan Tifano
“Dan kayaknya aku dan Wildan pernah tau perempuan cantik itu” lanjut Tifano
“Kalian berdua tunggu disini.. eh jangan… saya dan Tifanno saya yang keluar, kamu tunggu disini saja Nov” kata Dimas yang kemudian keluar dari vila putih bersama Tifano..
Mereka berdua melewati semak belukar yang ada di taman vila, tidak lama kemudian mereka sudah ada di depan pagar vila.
Di depan pagar ada perempuan cantik yang sedang berdiri dan tersenyum kepada DImas dan Tifano.
“Halooo… saya Sekar…”
“Eh mbak Sekar ini kan penguasa telaga yang ada di dekat desa itu kan” kata Tifano setelah mengamati wajah sekar yang dalam keadaan temaram sinar bulan”
“Hehehe iya.. saya yang ada di sana… saya kesini karena disuruh sama kakak saya” kata Sekar sambil tersenyum
\===========================
Mohon maaf….
Mungkin saya tidak update dulu untuk beberapa hari…
karena kemarin ibu saya yang ada di bali meninggal, jadi saya sekarang sibuk dengan acara keluarga.
Terima kasih
mbak Bashi
__ADS_1