MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 92 (KASWADI?)


__ADS_3

"APA YANG KAMU LAKUKAN DISINI ANAK GILA, KAMU APAKAN MOBIL KAMI INI" teriak Matdra'i sambil menyorotkan senternya ke arah  Saeful yang sudah ada di sebelah mobil.


"KAMU AKAN SABOTASE MOBIL INI HINGGA KAMI SEMUA MATI! ..GITUUU!"  teriak matdra'i lagi


Matdra'i kemudian mengecek sekeliling mobil termasuk keempat ban mobil, dia membawa senter yang sinarnya terang, hingga baret sedikitpun akan terlihat jelas.


"PERGI DARI SINI, JANGAN DEKAT DENGAN SAYA ATAU KAMU YANG AKAN MATI!" teriaknya lagi


"Saya disini karena Tuhan yang suruh saya ada disini, kalau kamu mau apa sendirian disini, apa kamu mau melarikan diri karena teman-temamu mulai pada mati semua ya?" kata Saeful


"Saya tau kamu kesini karena teman-teman mu mati semua kan hahahahah, dan kamu mau melarikan diri mayat-mayat itu kan hahaha. Bukankah sudah pernah saya bilang, yang berani masuk ke sana akan berakhir dengan kematian" lanjut Saeful


Saeful masih dengan gaya santai namun sinting di depan orang yang mulai emosi itu, tapi memang kalau tidak bertindak gila macam Saeful pasti akan bingung juga menghadapi para dukun pencari harta.


"ARRGGHH anak gila!... Saya bunuh kamu arrrgghhhh" teriak orang yang bernama Matdra'i itu sambil tetap menyorotkan senter nya ke wajah Saeful agar Saeful silau. Tetapi tidak lama kemudian dia maju untuk menerjang Saeful


Tetapi ternyata Saeful sudah sigap, ketika orang itu mulai berlari dan menerjang, Saeful cukup memiringkan tubuhnya. Dan terjungkalan pemburu harta yang bernama Matdra'i itu.


"Kurang ajar anak syetaaaan!" orang itu berteriak sambil menghunus sebuah belati yang dia sembunyikan di balik bajunya


"Siapa sebenarnya kamu ini, apakah kamu juga suruhan dari orang yang bernama Trimo haaaaah!, atau kamu dari saingan Trimo yang juga sudah melihat peta itu haaaah!" teriak Matdrai


"Siapapun kamu, akan saya bunuh kamu sekarang juga, dan mayatmu akan saya buang ke jurang sana hingga tidak ada yang bisa menemukan mayatmu hahahahah" lanjut Matdra'i


Keadaan Saeful berbahaya untung saja dua teman Saeful ada di jurang depan, dan sepertinya Novi sudah siap dengan batu yang ada di tangannya.


"Arrgghh sya bunuh kamu!" teriak Matdra'i yang kemudian mengacungkan belati itu...


Tetapi tiba-tiba....


...BHUUUUGHH...


Sebuah batu sebesar kepalan tangan mendarat tepat di kepala Matdra'i, dan bisa disimpulkan dia pun terjengkang pingsan, hingga wajahnya nyungsep di tanah dan semak yang dekat dengan mobil mereka.


Apakah Saeful menang. Belum tentu. Karena ada orang lain yang tadi mengikuti langkah kaki Matdra'i.


Broni dan Novi sadar bahwa ada orang lain yang tadi sedang mengikuti Matdra'i, sehingga mereka berdua tidak langsung keluar dari tempat mereka bersembunyi.


Tubuh paranormal pemburu harta karun itu terjerembab dan keliatanya pingsan, dia tidak bergerak atau mengaluarkan suara sama sekali.


Di lain pihak Saeful melihat bayangan manusia yang agak jauh dari posisi Saeful berada.


"Siapa kamu!" teriak Saeful pada orang yang sedang memperhatikan Saeful dari jarak yang agak jauh di belakang mobil

__ADS_1


Bayangan hitam itu hanya diam saja, sama sekali tidak menjawab pertnyaan Saeful. Tapi keliatanya bukan teman dari Matdra'i.


"Nov, langkah kaki yang kita dengar tadi sekarang ada di depan Saeful, lebih baik kamu siapkan batu lagi untuk melempar dia Nov" suruh Broni


Senter yang dibawa paranormal yang bernama Matdra'i itu ada di depan Saeful, keliatanya Saeful akan mengambil senter itu untuk menerangi orang yang ada di depanya.


Tiba-tiba orang yang awalnya berdiri di depan Saeful itu bergerak pelan ke arah Saeful, gerakan pelan yang hampir tidak bisa dideteksi oleh indera manusia  karena gelap dan tidak ada suara langkah kaki.


"Siapa kamu, apakah kamu kelompok dari orang yang sekarang sedang pingsan ini" tanya Saeful lagi


Namun tidak ada jawaban sama sekali dari orang yang ada di depanya itu, orang misterius itu hanya berjalan maju dengan sangat pelan.  Hal ini tentunya sangat mengerikan bagi Saeful yang sedang berdiri tampa tau apa yang akan dikerjakan.


Sementara itu Broni dan Novi sudah siap dengan batu, tetapi keadaan yang aneh ini memaksa Broni untuk keluar dari tempat persembunyian dan melihat siapa yang sedang ada disana itu.


"Nov, lebih baik kita lihat saja, siapa yang ada di atas itu, aku yakin yang disana itu bukan orang terakhir yang bernama Fathoni, aku curiga dia itu bisa saja Supardi" bisik Broni


"Iya mas, ayo kita keluar dari tempat ini, pelan pelan mas agar tidak terdengar oleh dia mas"jawab Novi


Kini kedua orang itu sudah ada di pinggir jurang, Broni dan Novi bisa melihat Saeful yang sedang berhadap-hadapan dengan jarak yang agak jauh dari orang misterius itu.


Orang misterius itu semakin maju secara perlahan-lahan, tanpa menghiraukan omongan Saeful. Ketika orang itu sudah sekitar tiga meter di depan Saeful tiba-tiba dia berhenti.


Saeful bisa melihat posisi Broni dan Novi yang sedang mengendap-endap di belakang orang misterius itu. Kesempatan ini digunakan Saeful untuk mengambil senter milik pemburu harta yang pingsan itu.


Ketika senter itu mengarah ke tubuh orang misterius itu, tiba-tiba orang itu berkata dengan terbata-bata...


"Naaak, saya lapaar, saya hauusss, saya minta makaaaan" kata orang itu dengan suara lemah dan pelan


"Bapak siapa, dan apa yang sedang bapak lakukan disini" tanya Saeful yang mulai ramah nada bicaranya


"Nama saya Kaswadiiii, saya tinggal di hutan sana, saya minta makan naaaak" kata laki-laki itu dengan menghiba


Novi dan Broni yang mendengar nama Kaswadi kemudian berlari menghampiri Saeful dan orang yang mengaku bernama Kaswadi.


Sekarang Novi dan Broni sudah bisa melihat dengan jelas wajah orang tua yang, kusut, kuyu, kotor, pokoknya mirip dengan orang gelandangan.


"Kamu pak Kaswadi?" tanya Broni yang sekarang sudah bersama Saeful. Sementara itu Saeful tetap menyorotan senter itu di sekitar tubuh pak Kaswadi agar tidak silau


"Iya nak, saya Kaswadi, apakah kalian mengenal saya?" jawab Kaswadi yang keliatanya sudah lupa dengan Broni


"Kalau kamu Kaswadi, saya mau tanya siapa nama adik laki-laki dari istrimu yang mengakibatkan kamu seperti ini?" kata Broni ngetes Kaswadi


"HUUUUHHHH AARRRGGH....  TRIMOOOOOO!!!  Awas kamuuuu, akan saya bunuh arwahmuuuuu" teriak Kaswadi tiba-tiba

__ADS_1


"Ini mas Bron ada air minum dan beberapa roti coklat yang belum dibuka" kata Novi yang baru keluar dari dalam mobil, ternyata dia dari tadi ada di dalam mobil yang dibawa oleh orang mengaku paranormal itu.


"Pak Kaswadi, ini ada roti dan air mineral, dimakan dan diminum dulu saja,  baru nanti ceritakan kepada kami apa yang terjadi dengan sampeyan pak" kata Broni


Untung saja tadi Saeful arahkan cahaya senter ke wajah Kaswadi dan bertanya nama orang yang tadi berjalan dengan misterius itu, coba kalau ndak, ya sudah dilempar batu oleh Novi kepala dia..


"Saya tinggal di gubuk sana itu mas, gubuk hancur yang pokoknya bisa saya pakai untuk tinggal" jawab Kaswadi ketika ditanya tinggal dimana selama ini oleh Broni


"Waktu di salon itu kenapa sampeyan lari, apa sampeyan lapor ke polisi dan keluarga sampean pak?" tanya Broni


"Ndak mas, saya tiba-tiba merasa harus menyelamatkan diri dan lari menuju ke vila ini, sepertinya ada yang menyuruh saya untuk kesini dan tinggal di gubuk tua itu" jawab Kaswadi lancar setelah memakan roti yang berasal dari mobil para dukun itu


"Menyelamatkan diri dari apa?" tanya Novi yang makin ndk mudeng dengan kata-kata Kaswadi yang aneh


"Dari Trimo mbak. Arwah Trimo ada di mana-mana, dia tidak trima ada yang membunuhnya, dia akan membunuh bagi siapa saja yang mengambil kotak yang dia curi dari saya" jawab Kaswadi ketakutan


"Dan arwah itu akan membunuh saya dan keluarga saya apabila saya tidak menemukan kotak itu!" lanjut Kaswadi


"Hmmm, siapa yang bilang kalau arwah Trimo akan membunuh kamu dan keluargamu?" tanya Broni


"Dia mendatangi saya mas, dia bilang kepada saya agar secepatnya menemukan kotak itu, atau dia akan membunuh saya dan keluarga saya" jawab Kaswadi dengan nada gemetar


"Lalu pak Kaswadi ada disini ngapain, apa ada yang nyuruh pak Kaswadi kesini?" tanya Broni agak mbulet


"Ada yang membisiki saya kalau ada orang yang akan kesini, dan orang mmmcbh..orang itu akan membawa kotak yang saya ambil itu" jawab Kaswadi


"Siapa yang  bisiki kamu itu pak, apakah kamu tau kalau yang bisiki kamu itu bukan setan jahat" tanya Broni lagi


"Bukan mmmcbhh ugh, bukan mas, dia adalah orang baik yang membantu saya selamat dari amukan arwah Trimo selama ini, dan dia juga akan menolong saya keluar dari masalah ini mas" jawab Kaswadi lagi


"Seandainya kamu sudah dapat kotak dan isinya itu, kemudian mau pak Kaswadi bawa kemana? Trimo kan sudah mati pak, lalu buat apa kotak itu bagi orang mati?" tanya Broni lagi


"Kotak dan isinya itu akan saya kubur di tempat yang akan diberitahukan oleh arwah Trimo mas"


"Hehehe sampeyan ini dibohongi arwah kok mau!, yang bicara itu bukan Trimo, tapi setan yang ada di dalam tubuh sampeyan, setan yang suka meludah, setan yang pernah bermasalah dengan kami, setan yang bernama Juriah!" jawab Broni dengan ketus


"Sekarang jawab pertanyaan saya, dimana Juriah berada sekarang?" tanya Broni


Kaswadi hanya diam, dia tidak menjawab pertanyaan Broni. Kaswadi hanya diam diterangi cahaya senter yang dipegang Saeful, Kaswadi nampak sedang memendam sesuatu.


"Lho jangan diam, dimana Juriah..ayo jawab!" ulang Broni


"Atau begini saja.... dimana Kaswadi yang asli..JAWAB!" bentak Broni

__ADS_1


"Atau begini saja mbok Ju, mbok Ju lihat Novi, lihatlah apa yang ada di dalam tubuh Novi, dan jangan main-main dengan Novi atau kamu akan mati untuk kedua kalinya"


__ADS_2