MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 115 (TANGKAP)


__ADS_3

“Mas orang itu mencurigakan mas, apa mas Ali pernah tau orang itu?” tanya Saeaful


“Wajahnya ndak keliatan dari sini Pul, tapi kalau lihat gelagatnya, pasti orang itu berniat buruk terhadap rumah itu Pul. Aku harus lihat wajahnya dulu Pul”


“karena kalau kamu bilang dia tadi makan di warung bersama kamu, berarti dia memang berniat jahat, karena sdah direncanakan sebelumnya, dan dia menunggu hingga malam tiba kan” kata Ali


“Dia itu aneh mas, tadi waktu di warung dia sama sekali tidak ngobroll dengan pembeli lainya. Dia hanya diam dengan wajah yang lurus kedepan mas, saya sapa dia diam saja” kata Saeful


“Gimana mas, apa mas Ali punya rencana mas” tanya Saepul dengan tetap menatap orang yang ada di depan pagar rumah itu dengan tajam


Ali dan Saeful saat ini masih ada di teras mushola, mereka berdua ada di bagian teras mushola yang terlindung dari jalan, mereka disana sampai sekarang karena memang belum punya rencana untuk melakukan suatu tindakan.


Orang yang sekarang ada di depan rumah itu kemudian mulai bertingkah aneh, dia menambil sesuatu dari dalam kantong celannya, kemudian dia seperti menaburkan sesuatu di sekitar halaman depan rumah itu.


“Mas Ali, lihat apa yang dia lakukan itu mas, sepertinya dia menabur sesuatu di depan rumah itu mas. Apakah kita sekarang bertindaknya mas?” tanya Saeful


“Lha kamu mau bertindak sekarang, apa kamu tau dia itu mempunyai kekuatan apa, kamudian kalau kita serang atau kita bekuk, apa yang akan terjadi dengan kita berdua Pul?” kata Ali


“Kita harus pikirkan matang-matang dulu Pul, karena kita tidak tau dia itu apa, dan bagaimana” kata ALi


Saat ini di sekitar sana memang sepi sekali. Tidak ada orang yang melalui jalan itu sama sekali, sehingga mereka berdua harus memikirkan apa yang akan mereka perbuat, karena cukup beresiko juga apabila mereka berdua nekat untuk membekuk orang itu.


“Aku ragu yang di depan rumah itu adalah manusia biasa Pul. Menurut perasaanku dia bukan manusia, karena kalau dia manusia pasti akan berpikir seribu kali untuk melakukan kejahatan di kampung seperti ini” kata Ali


“Tapi tadi di warung dia sempat makan satu piring habis bersih, dan satu gelas kopi hitam juga mas. Lha mosok setan bisa makan sampai bersih dan minum segelan kopi hitam agar tidak ngantuk dan bisa melekkan mas hehehe”


“Kalau menurut omonganmu itu, berarti dia manusia biasa Pul, dan kita bisa hadapi dia Pul, kita bekuk saja dia dari belakang sini , gimana?” tanya Ali


“Ya ndak papa mas, tapi saya lebih suka menunggu dulu hingga dia sedikit lengah mas, baru kita bisa ambil tindakan mas, minimal dia sudah melakukan sesuatu disana mas” kata Saeful


“Lhooo lha iya Pul, bukanya tadi dia sudah melakukan sesuatu disana Pul heheheh”


Orang aneh itu kemudian mondar mandir di depan pagar rumah, hingga dia kemudian berdiri di depan pagar dengan tangan berkacak pinggang.


“SERAHKAN KETIGA PEREMPUAN ITU!” teriak orang itu di depan pagar rumah


“KITA TUKAR DENGAN DUA TEMANMU YANG SUDAH AKU TANGKAP. SERAHKAN TIGA PEREMPUAN ITU, NANTI AKAN AKU KEMBALIKAN ARWAH TEMANMU YANG TOLOL ITU” lanjut orang yang ada di depan pagar


Untu diketahui, suasana di desa ini apabila lebih dari jam 21.00 sudah sangat sepi, hingga tidak ada yang melewati jalan yang ada di depan rumah mbahnya Dogel ini. sehingga memungkinkan orang yang teriak teriak itu semakin berani.


Pos ronda pun letaknya di gang sebelah, dan yang jaga malam jarang dan hampir tidak pernah lewat jalan itu. sehingga jalan yang ada didepan rumah itu sangat sepi.


“Pul, dia yang menahan Blewah dan Siapa satunya itu…. Nang, iya namanya Nang. Dia menahan mereka berdua Pul” bisik Ali yang masih berusaha melihat wajah orang yang ada di depan rumah


Suasana hening tanpa ada suara lagi dari orang itu. Begitu juga yang di dalam rumah pun keliatanya tidak mau merespon orang yang ada di luar itu.


“Orang itu berjalan kesana kemari lagi Pul, keliatannya dia sudah tidak sabar dan dia merasa tidak dianggap oleh orang-orang yang didalam rumah Pul. Keliatan dari langkah dan cara dia berjalan itu” kata Ali


Di depan rumah mbah nya Dogel itu ada penerangan lampu, tetapi letaknya tidak persis di depan rumah, lampu penerangan ber watt kecil itu ada diantara rumah mbahnya Dogel dengan tetangga di sebelah kirinya.


Dengan posisi penerangan lampu seperti itu susah untuk bisa melihat wajah orang yang sedang mondar mandir itu, kecuali dia bergerak mendekati kearah lampu yang ada di antara rumah tetanggannya itu.


Tidak disangka tiba-tiba orang itu berjalan mendekati lampu yang ada diantara rumah mbahnya Dogel dan tetangga sebelahnya.

__ADS_1


“YA…ALLAH itu…. wajah itu… wajah itu wajah Rochman. Jelas sekali dari wajahnya itu Rochman Pul, berarti dia bukan setan yang selama ini kita perkirakan, dia sudah berupa manusia! Padahal kami sudah membunuhnya beberapa puluh tahun lalu” kata Ali dengan kebingungan


“Kenapa dia bisa hidup lagi….. apa yang harus aku lakukan sekarang” kata Ali dengan kebingungan


“Apa mas Ali yakin dia itu Rochman mas?, kalau  benar dia itu Rochman, kenapa dia hidup kembali mas?” tanya Saeful dengan wajah bingung


“Usul saya mas. Kita bangunkan pengurus muhsola dan kemudian kita datangi dan kita tangkap saja orang yang bernama asli Rochman itu mas” kata Saeful


“Ya sudah Pul, kamu cepat bangunkan pengurus musholanya, biar aku perhatikan orang yang ada disana itu” kata Ali


Saeuful perlahan-lahan menuju ke rumah pengurus mushola yang letaknya ada di sebelah mushola itu sendiri. Setelah mengetuk pintu rumahnya dengan perlahan-lahan, kemudian keluarlan seorang pemuda yang mungkin seumuran dengan Saeful


Mereka bercakap dengan singkat, dan kemudian mereka berdua menuju ke tampat Ali yang masih mengintai gerak gerik orang yang ada disana.


“Saya pernah lihat orang itu mas, dia pernah duduk di teras mushola, tetapi tidak Sholat ketika adzan isya tiba, dia malah pergi meninggalkan mushola menuju ke arah rel kereta api” kata pengurus mushola itu


“Ayo kita tangkap dia mas” ajak Ali yang sudah mulai timbul percaya dirinya. Tapi Ali belum bicara pengurus mushola itu apabila Rochman pernah dibunuh pada puluhan tahun sebelumnya.


“Kalian berdua yang maju ke sana dulu, karena kalau saya yang maju, dia pasti mengenal wajah saya, dan otomatis dia akan lari, tapi kalau kalian berdua saya rasa aman kok” kata Ali


“Lha tadi kan saya juga sempat di warung bersama dia mas, lalu apa ndak papa mas?” tanya Saeful


“Kamu kan disana sebagai pembeli makanan, sama dengan yang dia lakukan juga kan Pul, jadi saya rasa tidak masalah, pokoknya ajak dia bicara dengan wajar saja, nanti daeri belakang saya yang akan bekuk dia” kata Ali


“Sekarang kamu jalan duluan ke sana bersama mas ini, ajak dia bicara dengan santai saja, nanti sisanya aku yang akan eksekusi dari belakang” kata Ali


Mereka berdua setuju dan mereka berdua pura-pura jalan dari arah rel kereta api menuju ke arah jalan raya yang tentu saja melewati rumah  mbah nya Dogel.


Meraka terus berjalan hingga hampir mendekati Rochman yang sedang uring uringan sendiri dengan menendangi kerikil yang ada disekitar situ.


“Wooooo … jangan tendangi kerikil dong mas, kan bisa kena kami yang sedang jalan ini mas hehehe” kata Ipul menyapa Rochman


“Apa pedulimu, terserah saya mau tendangi kerikil atau tidak” jawab laki-laki yang mirip dengan Rochman itu


“Sabar Brooo, sampean orang mana, kok kita gak pernah lihat sampean” tanya Wandi yang ikut berbicara dengan terduga Rochman itu


“Saya dari  belakang rel kereta, ada apa, ada masalah sama saya?” jawab nya


“Sabar boo sabar, jangan emosi gitu dong, tadi kan kita bertemu waktu makan di warung dekat rel itu. lalu memangnya malam-malam gini lagi cari siapa Bro?” tanya  Saeful


“Cari yang punya rumah itu “katanya sambil menunjuk ke rumah mbahnya Dogel


“Itu kan rumah kosong Bro, emang cari setan di dalam sana hahahahha” jawab Wandi


“Siapa bilang kosong, ada orangnya di dalam sana. Coba kamu perhatikan disana banyak sepatu dan sandal kan” jawabnya lagi


Ketika mereka sedang asik bicara kemudian Ali dengan mengndap-endap menuju ke arah orang yang diduga bernama Rochman itu. kemudian dengan kecepatan penuh Ali menyergap orang itu dari belakang dan memiting lenganya hingga dia tida bisa bergerak sama sekali.


“LEPASKAN AKUUU….LEPASKAN AKUUU”  teriak orang yang sedang dalam pitingan Ali yang dibantu oleh Saeful.


“Mas Wandi …segera panggil yang jaga malam disana cepat mas, kita sudah berhasil meringkus orang yang mencurigakan ini” kata Ali


Wandi segera berlari ke arah gang sebelah untuk mencari penjaga malam yang biasanya duduk di pos sana.

__ADS_1


Sementara itu Saeful dan Ali yang sedang memiting terduga yang bernama Rochman kemudian menyeret terduga Rochman ke arah Mushola, dengan tujuan agar tidak mengganggu tetangganya yang ada disekitar situ.


“Hahahaha kalian maunya apa, kalian tidak akan bisa menangkapku hahahahah” kata orang berwajah timur tengah dengan suara mendesis nyaris sepeerti ular.


“Rochman! Kenapa kamu ganggu kami lagi!, kamu sudah mati berpuluh tahun lalu, kenapa kamu hidup lagi dan meneror kami lagi!” bentak Ali


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Rochman, dia hanya menatap tajam ke arah Ali  saja.


Tidak lama kemudian dari arah gang sebelah berlarian beberapa orang yang menuju ke tempat Ali dan Seful memegang terduga yang berwajah Rochman.


Ketika orang penjaga malam itu sudah semakin dekat dengan posisi Ali yang sedang memiting orang yang diduga Rochman itu, kemudian tiba-tiba muncul asap putih dari bawah tanah, dan dalam sekejap orang yang sedang ada di tangan Ali itu hilang bersamaan dengan hilangnya asap yang berasal dari dalam tanah.


“ALLAHU AKBAR….. siapakah dia yang tadi kalian tangkap mas” tanya salah satu penjaga malam itu


“Saya tidak tau pak, yang pasti dia tadi sempat mnyebarkan sesuatu di depan rumah itu pak” kata Ali sambil menuju ke arah pagar rumah


Kemudian dengan bantuan lampu ponsel, Ali menerangi bagian tanaman dan tanah yang tadi sempat ditaburkan sesuatu oleh orang mengerikan itu.


“Ada butiran-butiran tanah lempung basah yang jenis tanahnya berbeda dengan tanah yang ada disini mas” kata Ali yang menyentuh tanah itu menggunakan ranting pohon.


“Ini kayaknya yang tadi sempat dia sebar di sini pak” kata Ali kepada bapak-bapak yang jaga malam di gang sebelah itu


Salah satu dari penjaga malam itu kemudian mengambil tanah dan meciumnya…


“Hmmm tanah ini bau bangkai, kemungkinan besar dari kuburan ini mas. sebenarnya kalian ini siapa dan sedang bermasalah dengan apa?” tanyanya lagi


“Karena semanjak ada mas-mas ini, rumah ini sering kedatangan orang aneh, bahkan kemarin itu rumah ini berkabut mas, kami sebenarnya tau dan ingin masuk ke dalam rumah untuk memperingatkan yang ada di dalam rumah, tapi kami takut mas” kata salah satu penjaga itu


“Sebentar bapak-bapak, saya panggilkan dulu pemilik rumahnya. Biar dia saja yang menjelaskan kepada bapak-bapak ini , kalau saya yang jelaskan takut salah pak” kata Ali yang kemudian masuk ke dalam halaman rumah Dogel


Setelah beberapa kali mengetuk pintu, Dogel pun keluar bersama pak Tembol, kemudian Ali menjelaskan secara singkat apa yang terjadi di depan rumah, sekalian ada juga beberapa bapak-bapak disini yang ingin bertemu dengan pemilik rumah.


“Kini saatnya mas Dogel harus jujur kapada mereka mas, karena ternyata mereka tau apa yang terjadi dengan rumah ini mas, takutnya penduduk disini merasa terganggu dengan yang aneh-aneh disini mas” kata Ali


Akhirnya pak Tembol dan Dogel menuju ke luar pagar, mereka terlibat pembicaraan dengan penjaga lingkungan ini, dan kesimpulanya penduduk disini sudah ada beberapa yang tau aktitas supranatural yang kerap kali terjadi ketika rumah ini ditempati Dogel dan teman-temanya.


Dan untuk menjaga agar penduduk disini tidak merasa terganggu, akhirnya diputuskan mereka pindah dari rumah itu.


Setelah penjaga itu balik ke posnya, di dalam rumah terlibat diskusi tentang rencana pindah dan mencari tempat yang lebih aman.


“Kita ke ruangan biru saja rek” kata Ali memberikan pendapatnya


“Nah dari tadi waktu ada aneh-aneh disini kita juga mikir kalau kita lebih baik pindah ke ruangan biru saja” sahut Novi


‘Lagi pula disini sudah tidak aman lagi untuk tempat berlindung, serangan ini tidak hanya sekali dua kali saja, bahkan akan berulang kali nantinya” kata Ali  lagi


“Bagaimana dengan tubuh Blewah rek” tanyaku


“Gini saja, bagaimana kalau aku, petro, dan pak tembol plus Ngot, dan Indah pergi ke abah Fuad dulu untuk nambani Blewah, sedangkan kalian semua berangkat ke  vila putih” kata Dogel


“Yang penting adalah tiga mbak-mbak ini harus diselamatkan dulu, bawa mereka ke tempat yang aman dulu. Gimana kalau begitu?” Dogel lagi


“Ya sudah,  pagi ini kita berangkat ya anak-anak, dan segera pak baju kalian semua” kata pak Tembol

__ADS_1


__ADS_2