
Semua orang yang ada disana seketika melihat Saeful, termasuk Trimo yang tentu saja kaget dengan pengakuan Saeful.
“Heh… kamu ..ya kamu orang yang suka ke ada di sekitar sini, kamu yang berteman dengan orang-orang yang ada di dalam vila itu” tunjuk Trimo dengan nada marah
“Hehehe maaf, saya tidak kenal sama kamu, kamu siapa?” kata Saeful dengan santainya
Seketika komandan petugas penegak hukum itu mendatangi Saeful dan mengajak bicara di tempat yang agak jauh dari posisi Trimo. Tetapi Trimo terus mengikuti Seaful dan Komandan petugas penegak hukum itu
“Diam disini saja kamu!, jangan ikuti kami!” bentak pak Heru
Beberapa anak buah pak Heru segera menenangkan Trimo yang nampaknya makin emosi karena Saeful bicara empat mata bersama dengan komandan Heru.
Lama juga mereka berdua saling tanya jawab, Saeful menjawab tiap pertanyaan yang dilontarkan pak Heru, kadang disertai dengan gerakan tangan, kadang dia menunjuk ke arah jurang, kemudian dia menunjuk ke rumah Supardi.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka selesai tanya jawab, dan kembali mendekati Trimo yang gusar karena bisa jadi kedoknya akan terbongkar.
“Satu lagi saksi mata kita dapat” sambil melirik ke arah Trimo yang melotot ke arah Saeful
“Bagaimana bapak-bapak yang terhormat, kapan kalian akan periksa vila itu, di dalam sana banyak manusia yang jahat mereka memiliki ilmu hitam yang bisa membunuh orang dari jarak jauh, seperti yang mereka lakukan kepada pacar saya!” teriak Trimo
“Sudah kamu ndak udah menambah bumbu-bumbu lagi. Mas Saeful ini adalah pengurus masjid di Gebang dan saya kenal dia, atas keteranganya itu tadi bisa kita kembangkan dan pasti akan mengarah pada suatu kesimpulan” kata bapak Heru kepada Trimo
“Mohon ijin Ndan, bagaimana Ndan, apa kita teruskan masuk ke dalam vila ini?” tanya salah satu anak buah pak Heru
“Saya tanya ke kamu, apa kamu yakin apabila kamu masuk ke dalam semak belukar itu kamu bisa keluar dari sana dengan selamat tanpa digigit hewan buas disana?” tanya pak Heru
“Siap Ndan, tidak Ndan” jawabnya tegas
“Cukup dengan mendengar pernyataan dari pemuda ini saja, kita olah lagi dan akan kita cocokan dengan pernyataan korban dan saksi yang lainya, meskipun saksi mata itu belum kita temukan” kata pak Heru
“JADI KALIAN TIDAK MAU MENDENGARKAN PERKATAAN SAYA SAMA SEKALI, LALU APA FUNGSINYA SAYA ADA DISINI” teriak Trimo
“Anda tidak usah teriak seperti itu, anda ada disini karena saya ingin sekali mendengar cerita anda selain cerita orang lain yang secara tidak sengaja berjalan melewati vila ini” kata pak Heru lagi
“Ya sudah Ndan Heru saya balik ke Gebang dulu ya” kata Saeful dengan tenang sambil melihat mata Trimo yang penuh dengan amarah
Saeful sudah melaksanakan tugasnya, sekarang harusnya giliran Blewah atau Dimas yang seharusnya muncul, tetapi hingga saat ini belum ada kemunculan Blewah sama sekali.
“Bagaimana Ndan, kita tetap disini untuk melihat lihat keadaan disini termasuk rumah yang ada di sana atau bagaimana?” tanya anak buah pak Heru
“Bagaimana keadaan rumah yang ada dissbelah vila itu, apa sudah kalian periksa?”
“Siap Ndan” dua anak buah pak Heru berlari menuju ke rumah yang ada di sebelah vila putih.
Tugas mereka adalah memastikan dan memeriksa keadaan rumah yang ada di sebelah.
“NDAN DISINI ADA ORANG!” teriak salah satu dari mereka yang tadi memeriksa rumah Supardi
Trimo tentu saja kaget, tentu saja panik, tentu saja ketakutan!.... dia ikut berlari menuju ke rumah yang di sebelah vila putih, disana ternyata anak buah pak Heru sedang bersama dengan orang yang berpotongan aneh, dia gondrong, tapi rambut bagian atasnya botak.
Gilank atau Dimas sedang tertunduk, dia bersama dengan anak buah pak Heru yang sedang memegang tanganya. sementara itu Trimo melihat penampilan Gilank atau Dimas dengan mata terbelalak
“Kamu lagi…. kamu yang bikin saya susah!” hardik Trimo sambil akan memukul Blewah
“Kamu kenal atau tau orang itu!” tanya pak Heru kepada Trimo
__ADS_1
“Saya tau… dia ini pengacau, dia orang yang bikin saya susah” jawab Trimo asal saja
Gilank atau Dimas hanya diam dan tertunduk mendengar tuduhan Trimo yang pasti tidak benar.
“Pak Trimo, sepertinya anda mengenal banyak orang disini, seperti tadi si Saeful dan sekarang orang yang lebih mirip dengan gelandangan anda juga mengenalnya”
“Sebenarnya apa yang sedang anda lakukan di daerah ini pak Trimo?” tanya Pak Heru dengan penuh selidik
Tidak ada jawaban dari Trimo, dia hanya diam tanpa bisa berkata-kata lagi, jelas saja dia tidak akan mengatakan apa tujuan dia ada di daerah sekitar sini.
Setelah selesai dengan Trimo, sekarang pak Heru beralih kepada Dimas yang ada di dalam tubuh Blewah.
“Siapa namamu dan apa yang sedang kamu lakukan disini?” tanya pak Heru
“Saya Dimas, saya tinggal disini karena saya tidak memiliki tempat tinggal”
“Sejak kapan kamu ada di rumah ini” tanya pak Heru sekali lagi
“Sudah lama” jawaban Dimas sempat membuat pak Heru memiringkan wajahnya
“Sudah lama itu berapa hari, atau berapa minggu” tanya pak Heru
“Sudah lama sekali saya ada di rumah ini” jawab Dimas
“Kemarin pagi sebelum subuh kamu ada dimana mas?”
“Saya ada di ru…rumah p..pak” jawab Gilank sambil menundukan wajahnya
“Kenapa kamu gugup jawabnya, apakah kamu merasa ketakutan atau sedang diancam oleh orang lain?” tanya pak Heru semakin penasaran
“Oh saya tau… saya tau. Ayo kita bicara disana saja, dekat vila saja” ajak pak Heru sambil merangkul Gilank dan melirik ke arah Trimo
“KAMU DISANA SAJA, JANGAN IKUTI KAMI, KALAU TIDAK SAYA SURUH KAMU!” teriaknya kepada Trimo yang akan mengikuti Gilank dan pak Heru
Untuk saat ini semua sudah sesuai rencana, hasilnya pun para penegak hukum itu tidak akan memeriksa vila untuk sementara waktu ini.
Dua orang saksi mata Saeful dan Gilank mereka ajak ke kantor untuk beberapa pertanyaan seputar apa yang terjadi sebelum subuh di vila itu.
Setelah proses pertanyaan yang lumayan panjang secara bergantian kepada Saeful dan Gilank, akhirnya mereka berdua diperbolehkan pulang, begitu juga dengan Trimo.
Untuk saat ini Trimo aman karena waktu terjadinya pembunuhan yang diperkirakan terjadi malam harinya, Trimo ada di rumah pemulihan kesehatan, dan dikuatkan oleh dokter yang bersama Trimo pada saat itu.
Kasus kekerasan rencana pembunuhan yang dilakukan Trimo kalah dengan kasus mayat Muryati yang ada di depan kantor pihak yang berwajib, sehingga untuk kasus Trimo saat ini berjalan ditempat, karena mereka fokus pada mayat Muryati.
*****
“Jadi pembunuhan Muryati dengan mayat dia yang ada di depan kantor penegak hukum itu memang disengaja”
“Kini mereka sudah tidak akan mengembangkan kasus kekerasan yang dilakukan Trimo pada Muryati, tetapi sekarang lebih pada pembunuhan muryati” kata pak Tembol
“Pengalihan isu dan mendapatkan tumbal bagi Mak Nyat Mani, tapi saya masih belum percaya sepenuhnya, kenapa bisa seorang ratu macam Mak Nyat Mani masih menginginkan tumbal receh seperti itu” sahut Dimas
“Kalian ingat dia itu ratu jin dia penguasa wilayah, dia tidak akan susah payah mencari tumbal nyawa, dan dia tidak akan mau berhubungan dengan manusia hanya karena sesuatu yang ada di dalam sana” lanjut Dimas
“Jadi kamu masih meragukan yang Trimo temui Dimas?” kata pak Tembol
__ADS_1
“Tidak cuma pak Dimas saja, Novi pun rasanya masih ragu dengan yang dilakukan oleh orang yang mengaku Mak Nyat Mani itu, menurut Novi ada yang gak beres disini” kata Novi
“Memang dia mengaku sebagai Mak Nyat Mani dan energi diapun besar, tapi seorang Mak Nyat Mani tidak mau berhubungan langsung dengan manusia receh macam Trimo, apalagi masuk ke dalam raga Trimo” tambah Dimas
“Lalu siapa yang bersama Trimo saat ini dan selalu masuk ke dalam tubuh Trimo menurutmu Dimas?” tanya pak Tembol
“Saya belum bisa menebak siapa yang selalu menyamar sebagai Mak Nyat Mani itu. Eh apakah kalian bisa lihat waktu sesuatu itu hadir diantara Trimo dan Muryati?” tanya Dimas kepada Wildan dan pak Handoko
“Saya bisa lihat, tapi wajahnya tidak terlihat oleh saya” kata Wildan
“Nah jadi Handoko dan Wildan belum bisa lihat wajah yang ada bersama Trimo dan Muryati pada saat itu kan?” kata pak Tembol “ eh Nak Wildan apakah nak Wildan masing ingat wajah Mak Nyat Mani?”
“Nah itu pak, saya lupa dengan wajah dia yang sebenarnya pak, yang saya lihat hanya seorang perempuan yang sangat cantik itu saja sih pak” tambah Wildan
“Jadi tentang adanya Mak Nyat Mani yang masuk ke dalam tubuh Trimo itu masih berupa teka teki, karena kita belum bisa melihat secara utuh siapa itu, dan kita hanya tau dari pengakuan saja kan” kata Tifano
“Ah saya kok malah punya pikiran yang ada di dalam tubuh Trimo itu bukan Mak Nyat Mani pak, melainkan Adik Mak Nyat Mani. apa kalian ingat yang bernama Sekar, yang kita temui di telaga tempat kita mancing bersama Widodo” kata Ali
“Hmmm iya Li, aku sik ingat, dia juga wangi dan dia suka sama Dani! tapi masak iya sih yang bersama Trimo itu adalah adiknya yang bernama Sekar?” tanya Broni kurang yakin
“Satu-satunya cara ya kita gunakan Dani, Dani kita libatkan disini, sedangkan pak Pho sementara ini biar masuk ke dalam tubuh Ukik saja” kata Ali
“Saya ingat yang bernama sekar itu anak-anak, perempuan cantik penunggu telaga yang ada di desa Bs, tapi apa telaga itu masih ada sampai sekarang” gumam pak Tembol
“Sebentar, kalian bilang ada lagi perempuan cantik selain Mak Nyat Mani yang suka dengan Dani?, dan dia adalah adik dari Mak Nyat Mani yang bernama Sekar?” kata pak Han
“Eh Juriah…waktu di toko Gebang apa kamu yakin yang kamu lihat itu adalah Mak Nyat Mani, bukan adiknya? kamu yakin dan apa kamu masih ingat dengan wajah Mak Nyat Mani?” tanya pak Han
“Kalau wajah Mak Nyat Mani saya kurang yakin Han, karena menurut saya wajah beliau itu berubah ubah, dulu mirip artis jepang, sekarang malah seperti artis korea, jadi sering berubah ubah. Tapi energi yang ada di dalam tubuhnya itu yang saya bisa simpulkan mendekati milik Mak Nyat Mani” kata mbok Ju
“Nah, kita semua masih belum yakin dengan hadirnya Mak Nyat Mani kan, karena apa, saya sangat tidak percaya kalau semacam mak Nyat Mani itu masih butuh tumbal untuk hidupnya, tapi ya ndak tau lagi kalau beliau memang sengaja mengetes Trimo” kata pak Tembol
Sore hari setelah Saeful dan Gilank atau Dimas ada di rumah, setelah mereka dicecar pertanyaan oleh pihak yang berwajib berkenaan dengan masalah Trimo dan kematian Muryati, kini mereka sedang membahas tentang Mak Nyat Mani.
Memang aneh juga apabila seorang Mak Nyat Mani bermain-main dengan hal sepele macam itu, dan mereka yang ada di dalam vila putih mulai meragukan bahwa yang ada di dalam tubuh Gilank itu benar-benar Mak Nyat Mani.
“Ahhh apakah kita bisa kita tanya ke Marwoto tentang masalah ini pak?” celetuk Broni tiba-tiba
“Nah ide gabus eh bagus nak, tetapi bagaimana kita bisa temui Marwoto yang entah sekarang ada dimana, atau mungkin kita bisa minta bantuan ke Pak Pho, dia kan bisa manggil Marwoto seperti kapan hari itu”
“Biar saya saja yang ke bawah tanah, akan saya tanyakan ke pak Pho, sekalian saya mau ajak Dani untuk naik ke atas, siapa tau yang ada di dalam tubuh Trimo itu benar-benar Sekar seperti yang diterka para pembaca semua” kata pak Tembol
Sore hari tanpa ada permasalahan apapun, memang Trimo ditahan, dan hanya diwajibkan untuk wajib lapor seminggu dua kali, tetapi keadaan yang seperti ini jelas tidak enak juga, karena nanggung, tapi mereka kan tidak tau apa yang akan terjadi malam hari nanti.
“Pak Pho berjanji akan memanggilkan Marwoto dan menghadirkan diantara kita, hanya saja nanti apabila Trimo atau yang katanya adalah Mak Nyat Mani itu hadir di sekitar vila putih ini” kata pak Tembol
“Lho kenapa ndak bisa manggil Marwoto saat ini saja, kenapa harus menunggu ada bahaya dulu?” tanya Ali
“Saya juga ndak tau nak, pak Pho yang bilang seperti itu, atau mungkin Marwoto bisa ada disini apabila ada sesuatu yang mendesak, yaah semua mungkin sudah diatur oleh pak Pho” jawab pak Tembol
“Dani juga akan ada disini apabila Trimo dan sesuatu yang diduga dia itu sekar akan datang kesini bersama Trimo. Tapi sepertinya akan sulit, karena kemungkinan besar jalan yang mengarah ke sini akan dipantau oleh pihak yang berwajib” kata pak Tembol
“Coba tunggu kabar dari mas Nang yang saya suruh untuk ada di ujung jalan. Karena bisa saja semua bahaya akan datang pada waktu kita lengah” lanjut pak Tembol
Sore hari menjelang malam, cukup santai dan tidak ada apapun yang membahayakan, tapi apakah mereka sadar apabila Trimo saat ini sedang dalam keadaan tidak baik akibat dari kesaksian Gilank dan Saeful?
__ADS_1