MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 228 (PENGUSIRAN SECARA HALUS)


__ADS_3

“Apa yang terjadi dengan penjaga malam hotel itu pak?” tanya Ali


“Itu yang kita tidak tau nak, bisa saja dia dibuat tidak sadar, seolah dia sedang tidur, tetapi sebenarnya raga dia sudah dimasuki oleh sesuatu”


“Benar pak Tembol, Tono tidak sadar apabila raganya di pinjam untuk pergi mengangkut manekin dan mengejar kita dengan sangarnya” sahut mbok Ju


“Ayo kita masuk ke hotel saja anak-anak”


“Pak Bowo, nanti di dalam kawasan hotel kita tidak tegur sapa, tetapi kita hubungan menggunakan ponsel saja, tadi  waktu di mobil Novi sudah kasih nomor ponselnya kan?”


Mereka setuju untuk tidak berhubungan secara langsung apabila mereka ada di dalam kawasan hotel Asri.


Kelompok pak Tembol berjalan kaki menuju ke dalam hotel, pagi ini memang parkiran hotel tidak seramai sebelumnya, hanya ada beberapa mobil yang diparkir saja.


Mobil milik Dogel terparkir di sebelah kolam ikan, karena di atasnya ada pohon yang menaunginya sehingga suasananya agak rindang.


Pak Tembol, Ali, Novi dan Saeful berjalan santai menuju ke kamar 2+ atau 5+ tempat pak Han berada.


“Saya akan menemui pak Han dulu anak-anak, sebagian kalian ke 2+ saja sebagian ikut saya ke tempat pak Han” kata pak Tembol


Sementara itu mobil pak Bowo juga memasuki halaman parkir hotel Waji yang sekarang tidak terlalu penuh daripada kemarin kemarin.


Pak Bowo bersama dua orang temanya masuk ke dalam bangunan utama, mereka menyewa kamar yang ada di bangunan utama.


Tentu saja mereka tidak akan menyentuh air yang ada disana, sesuai dengan yang pak Tembol katakan kepada pak Bowo sebelumnya tentang air yang sudah tercemar oleh sesuatu yang mengerikan.


Lalu bagaimana dengan mbok Ju, dia kan ketakutan apabila ada di hotel itu.


“Mbok Ju bersama saya saja, biar aman mbok” kata Dogel yang sekarang ada di kamar 2+


*****


“Bagaimana pak Tembol, apa yang ditemukan di Gemezzz?” tanya pak Han


“Disana hanya ada tulang belulang dan baju bekas korban yang masih berserakan, dan ada lorong yang kita tidak berani masuki karena sangat  berpengaruh di dalam diri kita” jawab pak Tembol


“Jadi setelah pihak Berwajib pak Bowo mengambil foto dan pakaian yang ada di sana saja, kemudian kita menyusuri lorong hingga sampai di lorong yang aneh, setelah itu kita balik”


“Tapi ternyata di salah satu manekin yang ada di mobil yang terbalik yang kini sudah ada di kantor polisi ada sebuah wajah manekin yang  mirip dengan salah satu foto laporan orang hilang”


“Hmm saya yakin semua korban yang ada di sana itu semua korban dari Rochman semua” kata pak Han

__ADS_1


“Tadi pagi..Suharto datang dengan beberapa orang yang mengawalnya” kata pak Han lagi


“Saya yakin nanti malam mereka akan mengadakan pembicaraan, dan itu saatnya kita harus tau apa yang akan mereka bicarakan pak Tembol”


“Lalu bagaimana kita tau mereka akan  bertemu dimana dan kapan pak?” tanya pak Tembol


“Saat ini Rochman yang belum datang, nanti malam pasti dia akan datang, nah kita taruh orang di warkop depan hotel, sehingga apabila Rochman datang kita akan tau”


“Ok pak, kita taruh Broni atau Tifano di warkop saja mulai nanti malam”


*****


Pagi menjelang siang hari mereka lalui dengan banyak istirahat, sebelum pak Han didatangi oleh pengurus hotel yang bernama Dollah.


Dollah datang bersama dua orang karyawan hotel…


Setelah mengucapkan salam mereka menemui pak Handoko yang memang masih ada di teras kamar.


“Selamat pagi pak Handoko… ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak” kata Dolah


“Mengenai apa pak?” tanya pak Han dengan ketus


“Begini pak, saya mohon maaf sebelumnya…..”


“Kenapa pak Dollah, apa bapak mau mengusir saya? bukanya saya sudah kasih deposit untuk seminggu ada disini?”


“Betul pak Handoko… bapak adalah tamu kami yang paling lama tinggal disini, tetapi mohon maaf pak…”


“Karena mendadak kamar hotel dari 1+ hingga 6+ akan digunakan bos saya untuk tamu pentingnya, maka dengan hormat apakah pak Handoko mau pindah ke kamar yang ada di bangunan utama?”


“Wah tidak bisa gitu pak.. saya menginap disini sudah ada empat hari karena saya menikmati pagi siang sore malam disini. Saya tidak mau dipindah begitu saja ke bangunan utama hotel yang tidak ada pemandangan tamannya!”


“Tapi…..”


“Tidak ada tapi-tapian… kamu hanya pengurus hotel, saya tamu…. saya bayar untuk menikmati apa yang ada disini. Kalau kamu usir saya, biar atasan kamu yang usir saya dari sini” potong pak Han dengan ketus


Dollah dan dua cecunguknya pun pergi dari hadapan pak Handoko,  kemudian mereka pindah ke kamar 4+ yang masih ada penghuninya.


Mereka bertiga juga mengusir secara halus penghuni yang ada di kamar 4+, sayangnya penghuni kamar itu menuruti apa yang dikatakan Dollah.


Sebelum mereka sampai di kamar 2+ pak Han menghampiri Dollah dan dua temanya…

__ADS_1


“Heh Dollah… ingat, jangan coba-coba mengusir kami yang ada di 5+ dan 2+. atau kamu yang akan bertanggung jawab apabila hotel ini sepi!” teriak pak Han yang tentu saja mengakibatkan penghuni lainya keluar dari kamar masing-masing


Tapi sayangnya penghuni kamar lainya tidak terpengaruh dengan teriakan pak Handoko, mereka hanya keluar dari kamarnya dan kemudian masuk lagi.


Penghuni kamar lainya seolah olah tidak melakukan perlawanan karena pengusiran yang tiba-tiba ini, seolah mereka ada di bawah kekuasaan Dollah. Sehingga apa yang Dollah katakan mereka menurut saja.


“Aneh kenapa mereka mengikuti saja apa yang  diminta Dollah ya pak” kata pak Tembol yang tadi ada di kamar 2+


“Ndak  tau pak Tembol, tapi akan kita cari tau apa sebenarnya yang sedang terjadi”


“Eh nak Novi tolong beritakan kepada pak Bowo  tentang pengusiran yang ada di kamar samping ini”


“Beritakan juga nanti malam kita bergerak, dan sore ini suruh dia cari tau apa sebenarnya yang sedang terjadi hingga ada pengusiran atau  pemindahan ke bangunan utama” kata pak Tembol


Siang sebelum jam dua belas, para penyewa kamar plus sudah antri di meja resepsion untuk menyerahkan kunci kamar dan mengambil ktp mereka untuk checkout.


Entah mereka sudah mau dipindah ke kamar yang ada di bangunan utama atau memang mereka memilih checkout dari hotel ini.


“Malam ini kita bergerak anak-anak, hotel ini mulai menampakan keanehanya” kata pak Tembol yang ada di kamar 2+


“Pak Bowo sudah balas Wa Novi pak, dia bilang siap”


“Ya sudah nak Novi…”


“Sekarang ada yang mau cari makan tidak anak-anak?”


“Novi saja pak…. sama mas Ali yang cari makan”


“Jangan … jangan nak Novi dan nak Ali, Ingat kalian berdua adalah penyewa toko Gemezzz yang sudah pernah berhadapan dengan suami istri Warjito”


“Lebih baik yang lainya saja yang cari makan”


Akhirnya Dogel bersama Broni yang pergi mencari makan siang…


*****


Suasana di sekitar kamar samping bangunan utama sudah sepi dan lengang, karena sebagian besar sudah checkout, kecuali  kamar 2+ dan 5+ yang mereka sewa selama seminggu.


Tidak ada suara anak-anak atau suara ibu yang memarahi anaknya karena kenakalan anaknya.


Tidak ada bau asap rokok yang biasanya dinyalakan bapak-bapak ketika sedang duduk di teras kamar

__ADS_1


Siang hari ini lengang sekali….


__ADS_2