MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 144 (INFORMASI DARI KURNI)


__ADS_3

"Mbak Kurni lebih baik sampeyan ikut dengan Novi dulu saja mbak, sampai keadaan disini tenang kembali, terus terang orang gila tadi itu bahaya mbak, karena dia mempunyai ilmu hitam, dimana untuk melanggengkan ilmu hitamnya itu, dia harus membunuh  laki-laki yang dia piih sebagai pacarnya atau pangerannya"


"Bahaya gimana mbak, dia kan pacar saya, dan saya tahu luar dalamnya dia mbak" kata Kurni tidak mau kalah


"Sudah mbak Kurni, karena mbak Kurni hanya tau tentang pacar mbak Kurni hanya bagian luarnya saja, maka ada baiknya mbak Kurni lebih hati-hati saja , contohnya saja, kenapa mbak Kurni kok diajak ke sini oleh dia, eh siapa nama pacarnya mbak itu?" tanya Novi


"Tadi kan sudah saya kasih tau mbak, nama dia itu Kaswadi. dia ajak saya kesini karena dia itu disuruh temannya mbak, karena temanya juga mau ke sini bersama Kaswadi mbak. Tapi saya bingung juga mbak, disini mengerikan sekali”


"Lha mangkane mbak Kurni coba mbak Kurni pikirkan, masak iya sih pacar mbak yang orang kaya itu punya teman disini?, yang ada disini itu hanya mahluk halus, orang gila, dan bisa jadi dukun santed mbak" jawab Novi


"Novi ndak nakut nakuti mbak Kurni, tapi memang begitu yang ada disini itu, atau begini saja mbak, bagaimana kalau mbak Kurni Novi tinggal disini saja, sambil menunggu pacar mbak Kurni yang bernama Kaswadi itu mbak?" tantang Novi


"Ya jangan mbak, saya gak berani sendirian disini mbak, sudahlah saya ikut mbaknya saja, dan kalau bisa ketemuin saya dengan pacar saya lagi mbak, saya takut kalau ada apa-apa dengan pacar saya mbak" kata Kurni


"Waduh kalau sampean ikut Novi, ya nanti jadi beban Novi dong mbak, Novi ndak bisa memata matai orang gila yang tadi mengejar pacar mbak itu, padahal saya Novi dibayar mahal untuk menemukan orang gila yang tadi mengejar pacar mbak itu" kata Novi mulai melakukan aksi penawaran


"Ndak mbak, saya tidak akan menjadi beban, pokoknya saya akan ikuti saja apa yang akan dilakukan oleh sampeyan mbak Kofi kofifah" kata Kurni


"Nama saya bukan Kofi, atau kofifah. Nama saya adalah Novi heheheh, jangan salah sebut nama lagi lho disini karena ada demit yang namanya Kofi atau Kofifah disini, sampeyan secara tidak langsung memanggil nama dia untuk datang ke sini mbak" kata Novi mulai memainkan pikiran Kurni


"Gini mbak Kunir. teman Novi yang sekarang sedang mengikuti orang gila itu juga sedang melakukan upaya penyelamatan teman mbak Kunir. jadi agar tidak tumpang tindih lebih baik kita ada disini saja sambil menunggu teman saya datang mbak" kata Novi


"Atau kita cari orang gila itu saja mbak Kunir, karena dia pasti sedang bersama dengan pacar mbak Kunir kan, dia pasti sedang mengejar pacar mbak Kurni eh Kunir ding sampai dapat, sampai dia mengambil jantung pacar mbak Kunir" Novi mulai menakut nakuti Kurni


"Duuuuh … nama saya Kurni mbak, bukan Kunir!...” kata Kurni dengan nada yang jengkel


“Jangan sampai mbak Kofi. jangan sampai, soalnya saya sudah lakukan semua apa yang dia minta mbak, lebih baik kita tunggu saja mbak disini ya dari pada saya jug mati, tapi kasihan juga Kaswadi mbak" jawa Kurni mulai sedikit terbuka denan Novi


"Eh mbak .... nama saya Novi....N O V I hehehe, bukan Kofi. Ngomong-ngomong mbak Kurni kesini itu ngapain sih mbak, atau disuruh oleh siapa mbak?" ulang Novi agar dia bingung


Saat ini Novi dan Kurni ada di depan rumah Supardi, mereka berdua duduk di depan pagar rumah Supardi sambil menunggu Saeful dan Kaswadi datang, tapi jangan sampai yang datang itu Gilank, bisa kacau kalau ada Gilank datang.


"Kami kesini itu disuruh sama teman Kaswadi mbak, masak saya harus bilang tiga kali sih mbak. Jadi siang tadi saya dan pacar saya Kaswadi ke tempat kenalan Kaswadi yang ada di kota Sby. Orang kaya mbak, tapi orangnya aneh mbak, dia orang arab ganteng, tapi tidak kelihatan sebagai orang normal" kata Kurni


"Ndak Normal gimana mbak Kunir... eh Kurni, apa orangnya gila seperti yang tadi kejar Kaswadi itu mbak? memangnya ada orang kaya tapi aneh dan gila?" tanya Novi


"Huussshh…gimana ya mbak, bukan gendeng!. Orangnya aneh, kulitnya pucat, teruuusss itu mbak orangnya berkeringat, badannya basah gitu mbak"


"Mungkin hawanya panas mbak, di kota sby kan kalau siang udaranya panas mbak. mungkin karena hawanya panas dia jadi berkeringat mbak" pancing Novi


"Ndak mbak, di dalam rumahnya itu dingin sekali , kayak ruangan ber ac mbak, tapi ndak ada acnya sama sekali mbak, dan di sana itu baunya busuk sekali. Waktu saya tanya kenapa baunya kok busuk. Kata pemilik rumahnya ada bangkai kucing di atas atap rumah"

__ADS_1


"Oh gitu jadi dia yang suruh kalian berdua kesini, memangnya dia itu siapa dan apanya pacar kamu mbak?" tanya Novi


"Kata Kaswadi pacar saya, dia itu adalah orang pintar yang akan membuat kami menjadi kaya raya, dia suruh kita kesini untuk melihat lihat keadaan disini , karena dia akan kesini tengah malam nanti ini mbak, jadi saya dan Kaswadi itu hanya sebagai mata-matanya gitu mbak" kata Kurni


"Lha dia malam-malam kesini mau apa mbak, aneh sih…. apa mau cari demit disini yang bisa kasih kekayaan gitu ta mbak?. Novi Lho sering kesini karena Novi orang sini mbak, tapi ndak pernah ketemu demit yang bisa bikin kaya sama sekali mbak, malah yang banyak adalah demit yang suka menciumin ******** kita mbak heheh. Memangnya siapa nama orang itu mbak Kur?"


"Ih mbaknya kok gitu sih… mana ada demit yang suka ciumin ******** mbak, mbak nya ini aneh lho!. Namanya Nabil mbak, dia orang arab... ganteng sih mbak, tapi aneh, dia pucat sekali orangnya" jawab Kurni


"Orang kaya ta mbak, tinggalnya di sby mana mbak. rumahnya besar ta mbak?" tanya Novi dengan lugunya


"Kaya sekali mbak Novi, rumahnya di sby barat sana. Di rumahnya ada kolam renangnya mbak. tapi airnya keliatnya lama ndak dikuras mbak, karena warna airnya itu hijau mbak, hijau kayak ada lumutnya gitu, saya begidik kalau ingat-ingat kolam renang disana itu"


"Terus yang aneh itu di ruang tengah, ada semacam lemari dari besi yang letaknya ada di dinding rumahnya, mirip dengan oven mbak. Saya baru kali ini ke sana dan perasaan saya takut sekali mbak" cerita Kurni


"Oh gitu aneh ya mbak, kok mau maunya pacar mbak nya disuruh sama orang yang tidak jelas gitu mbak. Tapi kalau ada uangnya ya ndak masalah mbak, Novi saja kayak gini karena ada uangnya mbak, Novi disuruh tangkap orang gila itu, karena sudah membunuh beberapa orang mbak" kata Novi


"Kalau ndak salah kawasan elit di daerah sana itu kan selain rumahnya besar juga kadang tidak ada pagarnya kan mbak, bener ndak mbak" tanya Novi lagi


"Iya mbak, rumah disana itu rata-rata tidak ada pagarnya. Nganu ya, kok ndak takut dimaling orang gitu lho mbak, di desa saya saja juga ada yang tidak berpagar mbak, tapi ya gitu itu mbak selalu ada saja yang hilang"


"Kalau ndak sandal yang hilang mestiiiii chelana dalam dan BeHa yang hilang mbak, makanya saya kalau di desa , daleman saya selalu saya jemur di dalam rumah kalau saya selesai cuci baju mbak hihihihih" kata Kurni


“Ih masak iya sih ada yang suka curi jeroan gitu mbak, itu orang ndak normal mbak, pasti digunakan untuk choly mbak, yakin Novi mbak, karena dulu juga Novi punya teman yang juga punya kelainan segsuwal mbak hehehe” kata Novi


"Asal saya dari Wonosobo mbak, daerah dingin mbak, enak buat berkembang biak bercocok tanam mbak hehehe " kata Kurni yang sekarang makin akrab dengan Novi, dia sudah tidak merasa ketakutan lagi bersama Novi di depan rumah Supardi yang gelap gulita


"Oalah kamu ini asalnya Wonosobo Dieng ya mbak, Berarti dingin disini ini ndak ada apa-apanya dibandingkan di daerah asalmu mbak?" tanya Novi


"Iya mbak, udara gini ini muangkin sore hari kalau di tempat saya mbak. Disana kalau malam hari sangat dingin mbak” kata Kurni yang ternyata doyan ngobrol soal begituan


“Eh tapi kalau terlalu dingin apa malah gak enak untuk bercocok tanam fu fu fu  skidipap swadikap mbak, malah mengkeret mbak, malah gembuk gak karuan, malah ngaplo plonga-plongo mbak" kata Novi


“Hihihi ada triknya mbak agar tidak gembuk plonga-plongo mbak” jawab Kurni


Kemudian Kurni menceritakan kisah bagaimana dia bisa bertemu dengan Kaswadi, hingga cerita tenang Kaswadi ketahuan istrinya dan merekapun sempat putus hubungan karena Kaswadi ingin kembali ke pelukan istrinya. tetapi sekarang mereka bisa bertemu kembali karena Kaswadi yang mengajak Kurni ke Sby.


Hingga pada sebuah cerita tentang Trimo adik dari istri Kaswadi....


"Ada adik dari istrinya Kaswadi yang bernama Trimo mbak, dia itu orang jahat yang selalu menindas Kaswadi, dia orang kaya yang tidak pernah membantu saudaranya yang miskin. Untungnya berkat teman dari mas Kaswadi yang aneh itu, Kaswadi bisa menjadi kaya raya mbak"


“Masak sih ada saudara yang suka menindas gitu mbak, apa itu cuma cerita di sinetron saja mbak. Lalu mbak Kurni tau dari mana kalau adik dari istri Kaswadi itu jahat dan suka menindas” kata Novi

__ADS_1


“Ya cerita dari Kaswadi sendiri mbak, dia yang crit… criiit.. cerita kepada saya mbak. Tapi kan sekarang saya sudah bahagia bersama Kaswadi mbak hehehe. Dan dia sudah merencanakan untuk menceraikan istrinya mbak” kata Kurni


“Ah masak ada sih ada yang gitu mbak, ada yang bisa bikin kaya sih mbak. Lalu kapan Kaswadi akan ceraikan istrinya mbak, kemudian bagaimana dengan anak-anaknya ” tanya Novi agar lebih akrab lagi dengan Kurni


“Lha buktinya itu Kaswadi mbak , dia bisa kaya raya karena dia dapat uang dari Nabil,  terus Nabil itu bisa kaya dari cari pesugihan disini mbak, nah karena Nabil mau kesini, akhirnya Kaswadi disuruh untuk melihat daerah sini  dulu, apakah aman atau tidaknya”


“Untuk soal rencana mau menceraikan istrinya itu saya juga ndak paham mbak, soal anak-anaknya juga biar mereka pikirkan sendiri mbak heheheh, dia kan hanya cerita ke saya kalau ada rencana seperti itu. Tapi yang paling penting saya akan bersama Kaswadi selamanya mbak”


“Oh iya, kembali lagi soal harta mbak, masak cuman jaga dan jadi mata-mata bisa di kasih harta yang banyak dari siapa tadi itu namanya.. babi..atau babil?” kata Novi


“Nabil mbak, hehehe bukan babil. Saya ndak tau mbak, saya juga heran kenapa cuma gitu saja kok bisa dikash harta yang banyak mbak, atau mungkin ada hal lain yang dialakukan Kaswadi, saya juga ndak tau mbak” jawab Kurni


“Pokoknya karena dia kerja dengan Nabil sekarang dia sudah tidak miskin seperti dulu mbak, dia bisa bawa mobil meskpun belum punya SIM mbak hehehe”


‘Oh terus siapa itu namanya….saudara dari Nabil yang suka menindas itu mbak Kurni. apakah mbak Kurni kenal sama dia mbak?”


“Saya belum pernah ketemu mbak, wong itu hanya cerita Kaswadi saja mbak, pokoknya Kaswadi sudah tidak mau lagi ketemu dengan saudaranya yang bernama Trimo itu mbak”


“Apakah mbak Kurni tau istrinya Kaswadi mbak, bukanya tadi mbak bilang Kaswadi juga punya istri?”


“Belum pernah ketemu, kalau penah saya pun tidak mau bertatap muka sama dia mbak, saya benci sama istri Kaswadi mbak, dia kan yang menghalangi saya bersama Kaswadi. Apalagi istri Kaswadi itu jahat mbak. Kaswadi tidak pernah dikasih nafkah batin” cerita Kurni


“Ah mosok seeee, mungkin itu alasan saja dari Kaswadi biar mbak. Eh tapi Novi jadi pingin kenal dan pingin kerja juga dengan teman Kaswadi mbak, eh apa mungkin bisa mbak?” tanya Novi


“Bisa saja mbak, mbak bisa ke rumahnya sana, tapi saya ndak tau belak belok jalanya mbak heheheh, tapi saya tau alamatnya mbak,karena saya selalu mencatat hal penting yang saya lihat mbak”


Kemudian Kurni memberikan alamat, eh bukan kawasan rumah Nabil berikut nomor rumahnya, meskipun Novi sudah tau dimana rumah Nabil itu, tapi paling tidak Kurni bisa memberikan info lebih mutahir.


“Tapi tidak semua orang bisa masuk ke sana mbak karena tidak ada yang akan membukakan pintu rumah dan pintu pagarnya, mbaknya harus janjian dulu mbak, bilang aja teman Kaswadi yang mau kerja disana mbak, tapi  ndak tau akan diterima atau tidaknya mbak” kata Kurni lagi


“Lha terus gimana saya bisa janjian mbak, wong rumanhnya kata mbak Kurni ndak ada yang bukakan pintu kan. Eh, apa mbak Kurni punya nomor teleponya mbak, terserah pokoknya nomor yang bisa Novi hubungi mbak” tanya Novi


“Ada  ini mbak Novi, karena kemarin kan  waktu hubungi Nabil pake ponsel saya mbak, kebiasaan Kaswadi selalu tidak punya pulsa mbak, yang dia punya hanya data saja hihihi, nih saya kasih nomornya kepada mbak Novi”


“Bentar mbak” kata Novi sambil mengambil ponsel yang ada di saku a celananya, kemudian Kurni medikte beberapa angka yang katanya untuk menghubungi Nabil.


aneh juga si Kurni ini, hanya dengan obrolan yang tidak mutu saja dia bisa mengeluarkan semua rahasia yang ada di kepalanya, dia juga dengan mudah memberikan alamat serta nomor ponsel Nabi.


“Eh mbak Kurni, lebih baik kita berjalan ke arah sana mbak, karena teman Novi hingga sekarang kok belum balik juga. gimana menurut mbak Kurni?”


“Tapi apa ndak bahaya mbak Novi, karena kan ada orang gila yang sedang mengejar mas Kaswadi mbak?”

__ADS_1


“Tenang saja mbak Kurni, kan ada Novi, selama ada Novi mbak Kurni tidak perlu takut apapun mbak  heheheh” kata Novi sambil bangkit dari duduknya dan mengajak Kurni untuk berjalan menuju ke arah bawah


Lalu bagaimana dengan Saeful, apakah benar Saeful sedang mengejar Gilank dan Kaswadi?, bukanya Kaswadi pernah bertemu dengan Saeful sebelumnya hihihi.


__ADS_2