MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 217 (KEADAAN GAWAT)


__ADS_3

WILDAN POV


Perlahan tapi pasti aku lari  ke dalam vila….


Keadaan makin gawat dengan ancaman Trimo yang ndak main main itu.


Aku harus secepatnya ungsikan perempuan-perempuan tidak bersalah itu ke dalam ruang bawah tanah….


Ketika aku ada di teras vila. ternyata mas Petro ternyata sedang berusaha mengevakuasi mereka yang sudah bangun dari tidur masuk ke  dalam Ruang bawah tanah.


“Mas Petro, apa sudah beritahu pak Pho?”


“Belum Wil, coba kamu turun ke bawah dan beritahu dulu pak Phonya agar setelah ini dia merubah posisi ruang bawah tanahnya”


“Sinank nang sudah saya suruh bantu Dimas kalau seandainya terjadi apa-apa dengannya” kata Petro lagi


Aku turun mendahului Mas Petro, dan Ukik yang sedang menuntun perempuan-perempuan itu.


Aku melalui jalan yang dekat dengan ruang makan di lantai ada sebuah pintu yang menuju ke ruang bawah tanah yang gelap.


“Kik Ukik… bawa senter juga, aku takut kalau Sarinah tidak berani masuk ke dalam  sana”  kata Petro


Setelah kutemui pak Pho dan beritahu apa yang sedang terjadi di luar, kemudian pak Pho yang ada di dalam tubuh Dani pun masuk ke dalam ruang kontrol untuk  merubah susunan  pintu dan lorong ruang bawah tanah setelah semua masuk ke bawah…


Aku kembali lag ke atas setelah membantu evakuasi tiga bekas mahasiswa dan keluarga Suharto….


Keadaan vila atas sudah kosong, tinggal aku , Ukik, mas Petro saja.


“Kik, tolong hubungi Novi  dan Broni, bilang keadaan kita dalam bahaya saat ini”


“Dari tadi mereka  berdua sudah ku hubungi, tapi ndak diangkat teleponnya, tapi barusan sudah tak SMS juga kok”


“Ya sudah lah, pokoknya kamu siap dengan hp dan jangan lupa bawa powerbanknya”


“Mas Petro, gimana mas, kita apa harus keluar dari sini?”


“Jangan dulu Wil, tetap disini saja,  aku sudah suruh Semprul untuk jaga di sekitar sini. Eh Kik, apa belum ada jawaban dari teman-teman kita?”


“Belum mas, sebentar saya telpon dulu lagi” kata Ukik

__ADS_1


Ukik mencoba menghubungi lagi Novi dan Broni, Ternyata Novi yang pertama menjawab Telepon dari Ukik. Sayangnya aku ndak dengar apa yang Ukik dan Novi bicarakan, karena telepon itu tidak di speakerphone.


“Novi sudah konfirmasi, dia sedang bicara dengan teman lainya Wil, dia juga tanya bagaimana dengan Dimas” kata Ukik


“Kamu sms aja Kik, bilang aja DImas dan mas Nang sedang ada di depan pagar vila, kita ndak tau bagaimana kabar mereka berdua” kata mas Petro


WILDAN POV END


*****


Di Mjkt di rumah mbah Putri Dogel


“Bagaimana ini pak Tembol, keadaan di vila sekarang sedang diserang oleh Trimo dan Djatmiko, apa yang harus kita lakukan pak?”


“Sebenarnya disini juga penting, dan di Waji juga penting, di Gebang juga dalam keadaan bahaya. Sulit untuk memutuskan nak” kata pak Tembol


“Tapi di Gebang ada yang harus dilindungi pak” kata Novi


“Iya betul nak Novi, tetapi disana kan ada ruang bawah tanah, semua bisa berlindung disana”


“Memang kalau bicara skala prioritas mana yang sangat penting itu yang harus kita bantu, hanya saja disana kan ada tempat untuk berlindung nak Novi”


“Dan apabila Djatmiko menyerang pun saya rasa tidak banyak pengaruhnya, karena dia hanya bisa menguasai vila saja, dan Tidak dengan bagian bawah vila”


“Ya sudah nak Dogel. Tapi kita perlu Saeful juga di sana di vila putih”


“Eh, tolong panggilkan nak Saeful di masjid nak Ali”


Setelah Saeful datang, mereka harus cepat memutuskan siapa yang ikut ke vila putih dan siapa yang tinggal di Mjkt.


“Atau gini saja pak, saya ikut ke vila, biar mas Ali saja yang menggantikan saya disini bersama mbak Novi?”


“Saya setuju usul mas Saeful pak” kata Novi


“Biar saya dan mas Ali saja yang besok pagi ke rumah pak Warjito untuk membayar sewa toko”


“Bagaimana…. jadi saya, nak Dogel dan nak Saeful berangkat ke vila putih sekarang” kata pak Tembol


“Eh nak Novi, tolong hubungi yang da di Waji, apakah mereka akan ada yang ikut bersama kita atau tidak”

__ADS_1


Novi mengambil ponselnya, dia berusaha menghubungi Broni dan Tifano yang ada di hotel Waji, tetapi sayangnya yang terdengar hanya nada panggil saja.


“Mungkin mereka berdua sedang tidur nak Novi, sudah biarkan saja nak”


Dogel mengambil mobil yang sekarang terparkir di sebelah masjid, memang sih sekarang ini masih jauh menjelang waktu subuh, tetapi harus diingat perjalanan menuju kesana memerlukan waktu yang tidak sebentar.


“Ponsel ini mas Dogel bawa saja mas, Novi pake ponsel milik Novi sendiri saja. Siapa tau nanti di perjalanan kalian butuh ponsel ini mas” kata Novi


Mobil sudah siap di depan rumah mbah putri, uang sewa sudah diberikan Dogel kepada Novi. Sekarang pak Tembol, Dogel dan Saeful siap untuk berangkat ke vila putih.


*****


“Bron..yancoook liaten c*k banyak miscall dari Ukik dan Novi c*k\, kamu ndak denger suara dering hpne ta?”


“Ndak denger aku Tif…. wong ndak ada suara deringnya sama sekali kok” jawab Broni


“Lha dari tadi apa hpne gak bunyi ta Bron?”


“Waduuuh ndak tau aku Tif, tadi aku ketoke ketiduran, tapi harusnya meskipun aku tidur, tapi kalau ada suara Hp aku harusnya bisa bangun!” kata Broni


Mereka membaca pesan yang tertulis di ponsel itu, kemudian Tifano menuju ke kamar 5+ tempat pak Han berada. Kebetulan pak Han ada di depan kamar, setelah dia ngamuk kepada Dollah yang lambat kerjanya.


“Waduh, kita tidak bisa ke Gebang anak-anak, kita harus jaga Suharto disini agar dia sesegera mungkin ditangkap polisi. Ini Dollah katanya masih menghubungi polisi untuk menangkap Suharto”


“Mungkin kalau Suharto sudah tertangkap baru kita bisa minta jemput tim pak Tembol yang ada di Mjt” kata pak Han


“Gini saja mas Tifano, jelaskan keadaan kita disini, dan bilang kepada mereka bahwa kita bisa ikut ke Gebang apabila Suharto sudah diamankan pihak yang berwajib” kata pak Han


*****


Di vila putih keadaanya masih seperti semua, Dimas masih ada di depan bersama dengan Trimo yang akan menguasai vila sebentar lagi, sementara itu pak Tembol  bersama Dogel dan Seful dalam perjalanan menuju ke vila putih.


Lalu bagaimana dengan Suharto, apakah dia akan diamankan polisi atau tidak?


********************


Untuk pembaca yang saya hormati….


Mohon maaf, untuk kali ini saya tidak bisa update terlalu banyak, karena sebenarnya mulai beberapa hari kemarin kami sekeluarga sedang menghadiri acara yang sedang marak di bulan kemarin.

__ADS_1


Dan semoga besok saya bisa update seperti biasanya, apabila saya dan keluarga sudah sampai di rumah.


Terima kasih atas pengertianya


__ADS_2