
“Kamu telpon balik ke meja reception aja Nov, mumpung masih belum lama dia tutup teleponya” kata Dani
Novi buru-buru menuju ke meja telepon, dia menekan angka 0 untuk menghubungi petugas yang tadi menelpon mereka.
Setelah beberapa kali nada panggil, akhirnya ada yang angkat telepon ini juga.
“Selamat malam, ada yang bisa kami bantu” kata suara di seberang
“Saya istri pak Trimo dari penthouse, saya ingin bicara dengan petugas yang tadi menghubungi saya”
“Maaf bu, ini saya Wempi yang tadi menghubungi ibu Trimo. Ada yang bisa kami bantu bu?” Tanya Wempi
“Begini, tadi Wempi kan suruh saya buka safetybox atas suruhan suami saya, betul kan?”
“Iya betul bu” jawab suara diseberang
“Selama saya disini saya tidak pernah tau tempat menyimpan barang berharga itu, karena suami saya sama sekali tidak pernah bercerita kepada saya tentang kotak penyimpanan itu.
“Dan sekarang tiba-tiba Wempi menghubungi saya dengan alasan disuruh suami saya untuk membuka brangkas penyimpanan barang berharga ini, benar kan?”
“Iya benar begitu bu” jawab Wempi
“Kalau memang disuruh buka, lantas bagaimana cara membukanya, karena yang ada di sana di balik kaca itu hanya besi, tidak ada apa-apanya sama sekali betulkah?”
“Iya betul bu” jawab Wempi sekali lagi
“Apakah itu masuk akal” Tanya Novi dengan nada suara pelan dan tenang
“KAMU NGEPRANK SAYA!” bentak Novi kemudian dengan suara keras
“Selama hidup, saya tidak pernah dihina oleh orang seperti ini, saya tidak pernah di kerjain oleh orang separah ini. Akan saya viralkan apa yang kamu lakukan kepada saya. Ingat okupansi hotel dan penthouse ini tergantung dari kepuasan pelanggan!” teriak Novi
Kemudian Novi menutup teleponya. Upaya yang dilakukan Novi ini sebenarnya beresiko, karena dia mulai membuka permasalahan mengenai akupansi segala. Tapi kalau di telaah apa yang dilakukan Novi itu ada benarnya.
Tetapi Novi tidak tau apa yang terjadi dengan Wempi, Novi tidak tau keadaan Wempi yang serba salah setelah munculnya Muryati yang menggunakan kartu palsu.
*****
Dengan pipi yang basah akibat air mata yang jatuh tuh tuh tuh berderai, Laki-laki bermental hello kitty itu belari kecil menuju ke arah bar dimana ketiga orang Ukik, Tifano ,dan Broni sedang menikmati minuman yang dihidangkan oleh bartender.
“Kaaak, Wempi binguuung kak” kata laki-laki yang selalu berlagak ngondek itu
Wempi duduk di sebelah Ukik yang sedang serius dengan ponselnya.
“Ada apa lagi, apa tadi sudah kamu lakukan sesuai apa yang tadi kita bicarkan kan” Tanya Broni
Kemudian Wempi menceritakan apa yang barusan dia alami dengan kemarahan istri pak Trimo, dia juga cerita tentang percakapan pertelepon dengan pak Trimo.
“Gini saja, ini adalah satu-satunya cara. Pertama dengan meminta maaf sebesar-besarnyak kepada bu Trimo dan menunjukan cara membuka brangkas itu kepada ibu Trimo juga”
“Kasusmu ini sederhana, hanya saja karena mungkin istri pak Trimo sedang dalam keadaan emosi, mungkin saja dia menemukan daleman yang bukan miliknya disana sehingga dia uring uringan” kata Tifano
“Kamu dalam keadaan yang tidak tepat my man. Sekarang kamu balik ke sana, segera telepon dia dan minta maaflah dengan tulus, kemudian ajari dia untuk membuka safetyboxnya” kata Ukik sambil menepuk tepuk bahu Wempi
__ADS_1
“Apa tidak sebaiknya Wempi telepon pak Trimo, agar pak Trimo sendiri yang ajarin istrinya kak?”
“Dicoba saja dulu untuk telepon pak Trimo mas, tetapi mas Wempi juga harus memikirkan opsi lain apabila pak Trimo tidak bisa dihubungi mas. Ingat ancaman ibu Trimo lho mas, Karena kepuasan pelanggan itu diatas segala-galanya” jawab Broni
Seperti biasa selama Wempi bersama ketiga orang itu dan ngobrol bersama mereka, Tifano selalu mengirim pesan pendek kepada Novi dan Ali, agar mereka tau apa yang sedang diobrolkan oleh Wempi.
“Saya mau tanya kamu mas Wempi, pertanyaan saya ini tidak usah dijelaskan kepada kami, cukup jawab dengan iya atau tidak saja. Pertanyaan saya ini nanti mungkin akan berguna bagi mas Wempi nanti ketika ngobrol bersama bu Trimo”
“Iya kak, tanya saja”
“Apakah Wempi tau cara membuka safetybox itu?”
“Iya kak”
“Kalau misalnya cara membuka itu menggunakan kode-kode tertentu yang pastinya istri dari pak Trimo tidak tau, dan pak Trimo dalam keadaan tidak bisa dihubungi. Apakah mas Wempi bisa membukanya?”
Untuk pertanyaan ini Wempi tidak langsung menjawabnya, dia sedang berpikir bagaimana cara menjawabnya.
“ Ya dan tidak kak” jawab Wempi kebingunan
“jelaskan alasanya mas Wempi” kata Ukik dengan nada suara yang tenang dan nyaman
“Ya, karena Wempi bisa mereset safetybox itu, tidak karena harus meminta persetujuan atasan Wempi yang bernama pak Phely itu kak” jawab Wempi kebingungan.
“Ya sudah sekarang hubungi pak Phely untuk meminta persetujuan, karena waktu akan berjalan terus lho mas, jangan sampai suami istri pelanggan tempat ini merasa kecewa dan mereka pergi dari sini dengan membawa berita yang jelek kepada sesama teman sosialita mereka mas” kata Ukik lagi
“Aduuh malam-malan gini Wempi apa harus menelepon pak Phely?” tanyanya
“Belum pernah kak, baru ini Wempi kena suami istri yang aneh”
“Ya sudah, dari pada buang waktu, sekarang mas Wempi segera telpon pak Phely, dari pada kedua suami istri itu marah-marah lagi mas” suruh Broni.
Posisi Wempi saat ini maju kena, mundur pun kena, dia sudah ditekan oleh Trimo/Ali dan Novi juga, bahkan ketiga pemuda itu juga menekan Wempi untuk segera menelpon atasnya pada jam segini.
“Eeh kayaknya Wempi tidak akan telpon pak Phely deh kak, nggak mungkin telepon dia pada jam segini, lagi pula kemungkinan besar jawaban dia akan sama dengan pikiran Wempi kak”
“Memangnya mas Wempi sekarang sedang berpikir apa mas?” Tanya Ukik
“Dari pada ribut dan kelamaan, pada akhirnya mereka akan kecewa dengan service kami. Lebih baik Wempi telpon aja ibu Trimo saja, Wempi mau minta ijin ke atas untuk reset kode psswd safety boxnya dia kak”
“Hmm itu keputusanmu sepihak atau ada semacam SOP disini, karena kamu harus jalan berdasarkan SOP disini, kalau kamu langgar bisa susah kamu mas” kata Broni
“Bukan SOP kak. Tapi semacam kelonggaran sistem apabila ada customer kami yang lupa dengan psswdnya kak”
“Jadi diatas sana ada beberapa step yang harus dilakukan untuk membuka safety box kak. Langkah-langkahnya adalah..”
“Sssssttt jangan katakan kepada kami mas, kami bukan customer disini, kami hanya berurusan dengan Muryati saja mas” kata Tifano
“Duuuh kakak Tif ini, udah ganteng baik hati pulak. Sayangnya udah ada yang punya siih” kata Wempi dengan tersipu-sipu
“Siapa yang bilang kalau Tifano itu udah punya pacar mas Wem?” Tanya UKik dengan wajah yang mulai nakal
“Kalok blum punya pacar, gak mungkin dari tadi sibuk Wa an ajach, udah ah kak, Wempi mau telepon ibu Trimo dulu ah” kata Wempi kemudian pergi dari meja kami
__ADS_1
Wempi meninggalkan mereka bertiga menuju ke Office, harusnya pada jam ini dia sudah ganti shift, tetapi dia masih handle kerjaan ini, dan karena kecerewetan Novi dan Ali yang membuat dia masih ada disini
*****
Tulululululu….tulululululu… tululululu.
“Nov, ndak kamu angkat ta?” Tanya Dani
Novi buru-buru mengangkat telepon yang ada diatas meja telepon ruang tengah.
“Selamat malam bu Trimo, saya Wempi yang tadi bu” kata Wempi dengan nada dibuat seramah mungkin
“Ada apa lagi, kamu ndak bosen bikin saya susah, ngeprank saya!” bentak Novi
“Maaf bu, saya telepon ini karena saya ingin minta Ijin kepada ibu untuk mereset saftybox yang ada di sana bu, bukan maksud saya untuk ngeprank atau apapun bu” kata Wempi lagi
“Ya sudah, cepat kemari, saya tunggu sekarang” kata Novi kemudian menutup telepon itu…
Sampai disini recana mereka sudah berjalan dengan mulus, sekarang tinggal menunggu Wempi ke tempat Novi untuk mereset safety box yang berupa brangkas besar yang letaknya ada di kamar mandi.
“Mas Dani, nyalakan perekam suara, nanti kamu rekam tiap apa yang Novi dan Wempi katakan ya mas”
Tidak perlu waktu lama, bel ruangan yang bersuara mewah itu berbunyi, Dani buru-buru menyalakan alat perekam yang ada di hpnya. Sementara itu Novi merapikan dandanannya di kaca besar yang ada diruang tengah.
Kemudian Novi menuju ke pintu depan, apakah mereka deg deg an, jelaslah!, mereka pasti deg deg an hehehe.
“Selamat malam bu Trimo, mohon maaf atas semua kekacauan ini bu, semua ini merupakan hal yang sama sekali tidak terduga bagi kami bu” kata Wempi
“Sudahlah, tidak hanya kamu yang bingung, saya sebagai istri sahnya Trimo juga bingung dengan kejadian ini, apalagi saya menemukan sebuah Bra yang berukuran amat besar di kamar depan. Jadi saya mohon maaf juga kalau terlalu kasar dengan mas Wempi”
Sampai disini apa yang dikatakan Novi sudah betul, karena dengan kata-kata Novi yang mulai adem itu mengakibatkan Wempi menjadi sedikit tenang. Dan ketenangan hati Wempi ini juga merupakan trik Novi untuk lebih mengambil hati Wempi.
Bertatap muka ini harusnya merupakan sesuatu yang harus dihindarkan, tetapi bertatap muka bisa menjadi keuntungan seperti Novi ini.
“Iya bu, eh sekarang ijinkan saya reset safetyboxnya bu, hal ini kami lakukan apabila ada customer tua yang biasaya kelupaan nomor psswdnya”
“Biasanya untuk reset ini kami memakai SOP bu, tetapi karena ini sudah malam dan juga kemungkinan besar ponsel pak Trimo tidak aktif maka saya tidak lakukan disini” kata Wempi dengan wajah yang mulai tenang
“Sekarang saya boleh permisi untuk ke kamar mandi bu, dan hanya memakan waktu lima menit saja bu, tetapi mohon maaf, ibu dan masnya menunggu di ruang tengah saja ya” kata Wempi yang kemudian masuk ke kamar mandi.
Hanya butuh waktu lima menit saja kemudian Wempi keluar dari kamar mandi.
“Bu Trimo, mari saya kasih tau cara membuka saftybox yang ada di kamar mandi itu”
Mereka ke arah ruang tamu, dan kemudian Wempi berhenti di depan pintu kamar tidur.
“Bu Trimo, di dalam kamar tidur pak Trimo, di sebelah kiri tempat tidur ada lampu tidur, di belakangnya ada lapisan kayu yang ada di dinding, coba ditekan saja, setelah terbuka kemudian tempelkan kartu master itu, nanti disebelahnya akan terbuka sebuah panel ketik, ketikan angka nol sebanyak enam kali”
“Nanti setelah ibu membuka pintu brangkas, dan menutupnya lagi, ibu akan melihat angka di layar lcd yang ada di sebelah brankas, angka itu hanya muncul selama satu menit saja.
Itu adalah angka psswd baru dan harus ibu hapalkan. Jadi tiap selesai membuka pintu brangkas maka psswd akan selalu berubah, demi keamanan barang milik customer kami”
“Sekarang saya mohon pamit bu, dan kalau ada apa-apa bisa tekan angka 0 di telepon untuk berbicara dengan petugas jaga. Terimakasih dan selamat malam bu”
__ADS_1