
“Tro, sik sebentar, Kaswadi bergerak itu c*k, coba kamu lihat tangan dia” kata Dogel
“Iyo Gel, tangane gemeter, iku kelihatannya dia lagi melawan atau memaksa biar bisa gerak, kita jangan kesana dulu Gel, kita liat dulu apa yang mau dilakukan Kaswadi, aku sih tetap curiga dia sekarang sudah jadi kaki tangannya Trimo”
Kaswadi yang berdiri mematung di depan vila kemudian perlahan-lahan mulai bergerak, pertama adalah tangan dia yang bergetar, seakan-akan dia sedang melawan sesuatu yang menyebabkan dia diam mematung. Mungkin rasane koyok kalau kita tindihan ya.
“Bentar lagi dia akan sadar Gel, dan semoga Novi sama Saeful ndak melakukan tindakan yang aneh-aneh dulu. Aku yakin mereka berdua pasti sedang menyiapkan cara agar kita bisa masuk ke dalam vila tanpa dilihat oleh Kaswadi”
“SSttttt dia menoleh ke arah kita Tro, dia menoleh ke arah rumah Supardi iki c*k. Wis kesalahan besar kita ada disini rek coba tadi kita ada di jurang kan aman Tro” kata Dogel
Kaswadi memang menoleh ke arah rumah Supardi, dia kemudian memutar tubuhnya dan berjalan pelan ke arah rumah Supardi, kearah kedua orang itu sedang bersembunyi.
“Tro kita lebih baik sembunyi di dalam dokar saja, ayo kita naik ke atas dokar itu”
Entah apa yang ada di pikiran mereka berdua, tetapi yang pasti tindakan mereka dengan sembunyi di atas dokar itu sungguh bahaya, karena mereka tidak akan bebas untuk lari apabila Kaswadi sudah sampai disana.
*****
“Mas, lihat itu Kaswadi sekarang menuju ke rumah Supardi mas, Novi yakin dua teman kita ada di sekitar sana juga, Novi yakin sekali mas, apa yang harus kita lakukan?” kata Novi
“Sebentar mbak, kita jangan bertindak gegabah dulu, kita ikuti saja Kaswadi sambil berjaga-jaga di belakangnya mbak, pokoknya dia mulai melakukan sesuatu, baru mbak Novi bisa serang dia mbak”
Novi dan Saeful kemudian mengikuti kemana Kaswadi pergi, jarak mereka berdua dengan Kaswadi mungkin sekitar lima meter lebih, dan mereka berdua pun mengendap-endap di rerumputan liar yang ada disana.
Kaswadi berjalan pelan menuju ke arah rumah Supardi yang semenjak kematiannya rumah itu sekarang menjadi mengerikan, tapi dimana mayat Supardi sekarang? bukanya masih mengejar bau dari pakaian Broni atau Ali?
“Mas lihat itu disana mas, diatas dokar yang ada di rumah Supardi, mas Petro dan mas Dogel ternyata bersembunyi di sana mas, aduuuh kenapa mereka harus sembunyi di atas dokar sih, bahaya itu” kata Novi
“Iya, aduh… kenapa mereka bersembunyi di atas dokar itu, kenapa mereka tidak cari tempat sembunyi yang lainya sih” kata Saeful
“Tapi ada benarnya mas, mereka ada disana kan posisinya lebih tinggi dari pada Kaswadi, jadi mereka pasti akan tidak terlihat oleh kaswadi yang ada di bawahnya” kata Novi
“Bisa juga apa yang dikatakan mbak Novi itu, mereka akan aman apabila ada di atas sana mbak, tapi yang saya takutkan adalah, Kaswadi sekarang kan ada di bawah kendali Trimo yang entah sekarang Trimo sedang dirasuki siapa mbak, nah mata Kaswadi itu adalah mata Trimo juga mbak” kata Saeful dengan yakin
“Iya mas, Novi tau mas makanya Novi takut kalau mereka terlihat oleh Kaswadi yang sekarang sedang berjalan menuju ke arah sana mas”
Novi dan Saeful tetap berjalan mengendap-endap mengikuti kemanapun Kaswadi berjalan, dan cara berjalan Kaswadi itu aneh, karena cara berjalan dia itu kaku, seperti ada ada yang sedang mengontrolnya dari jauh, jadi seolah-olah ada yang sedang mengemudikan Kaswadi.
*****
“Gel sebentar lagi kita harus merunduk, karena Kaswadi sudah hampir mencapai rumah ini, kuharap keputusan kita ada di sini ini adalah benar dan tidak akan membuat kita ketahuan oleh Kaswadi” kata Petro
“Tenang Tro, aku yakin Novi dan Saeful juga sedang mengarah kesini, mereka pasti tidak akan membiarkan temannya tertangkap Kaswadi” kata Dogel
Memang Novi dan Saeful sedang mengarah ke sana, tetapi mereka juga sedang bingung bagaimana caranya agar Kaswadi menyingkir dari sana, karena sampai saat ini Kaswadi masih berjalan menuju ke arah Dogel dan Petro.
“Yang jadi pertanyaanku ini gini Tro, Kaswadi itu sebenarnya sudah mati apa belum sih, kalau seandainya sudah mati kan bisa kita arahkan ke lobang yang ada di rumah ini, kemudian kita kubur dia di sana, selesai semua. Dia tidak akan mengejar siapapun lagi disini” kata Dogel
“Kita ndak tau Gel, daripada salah lebih baik kita tunggu saja dia mendekati kita, tapi menurutku dia itu sudah tidak mempunyai jiwa lagi, dia hanya tubuh kosong yang dikemudikan oleh Trimo”
“Nek aku rasa ndak gitu Tro dia ini masih hidup, tetapi dia itu dalam pengaruh Trimo, jadi posisi dia itu tidak sadarkan diri, pokoke dia itu sekarang sudah menjadi robot yang siap melakukan apa saja untuk masuk ke dalam vila itu”
Sementara Dogel dan Petro sedang mengobrol, mereka tidak sadar apabila Kaswadi sudah semakin dekat dengan mereka posisinya. Mereka tidak sadar apabila Kaswadi sekarang sedang menatap ke arah dokar yang terparkir di depan rumah Supardi.
__ADS_1
*****
“Mas… Kaswadi diam saja di sana mas, kelihatannya dia sedang melihat sesuatu yang mencurigakan disana mas” kata Novi
“Saya yakin Kaswadi sekarang sedang melihat apa yang ada di atas dokar itu mbak, ada baiknya mbak Novi sekarang bertindak saja mbak, Takutnya Kaswadi setelah ini akan masuk ke dokar itu juga mbak”
Novi mengambil batu yang dia temukan di pinggir jalan, dia sudah ambil ancang-ancang untuk melempar Kaswadi yang beberapa meter ada di depanya. Dia pokoknya harus menyelamatkan kedua temannya yang ada di dalam dokar itu.
“Mbak Novi, saya masih ragu mbak, apakah Kaswadi saat ini dalam keadaan sudah tidak bernyawa atau tidak mbak? karena kalau lihat dari cara dia berjalan itu mirip dengan robot yang dikendalikan oleh orang dari jarak jauh mbak”
“Kalau memang saat ini dia sudah mati, maka kita tidak salah kalau membuat dia binasa mbak” kata Saeful
“Nah itu yang dari tadi menjadi beban pikiran Novi mas, Novi merasa berdosa kalau membunuh Kaswadi karena kita belum yakin kalau Kaswadi sudah dalam keadaan mati, tetapi apabila kita biarkan maka lama-lama teman kita yang ada di dokar itu akan mendapat masalah dengan keberadaan Kaswadi Mas”
Sementara itu saat ini Kaswadi sedang berdiri di sebelah dokar yang berisi Petro dan Dogel, dan sayangnya mereka tidak menyadari apabila Kaswadi sudah ada dibawahnya dan siap untuk masuk ke dalam dokar itu.
*****
“Gel…. dia ada di bawah kita, kita harus siap untuk melakukan perlawanan, dan untuk saat ini mbak bashi jangan boleh melakukan apapun Gel, kita lakukan perlawanan dengan tenaga kita saja” bisik Petro yang sedang mengelus mbak Bashi yang selalu ada di dalam gendongan Dogel kemanapun Dogel pergi.
Dogel hanya manggut-manggut juga, memang mereka sengaja tidak menggunakan teman ghaib mereka untuk melawan Kaswadi, mereka lebih gunakan tenaga manusia saja. Karena mereka takut apabila gunakan teman ghaib mereka macam mbak Bashi dan Semprul maka akan diketahui oleh Mak Nyat Mani, itu menurut pendapat mereka berdua.
*****
“Sudah saatnya mbak Novi lakukan penyerangan, karena posisi teman kita dalam keadaan yang tidak baik mbak, dan pasti setelah ini Kaswadi akan masuk ke dalam dokar itu” kata Saeful
“Novi sudah siap mas, Novi sudah siap dengan batu untuk melempar kepala Kaswadi yang ada di bawah Dokar, sekarang tinggal nunggu aba-aba dari mas Saeful saja”
“Siap-siap mbak Novi…. sebentar lagi dia akan masuk ke dalam dokar itu mbak” kata Saeful yang sedang mengamati Kaswadi
“SEKARANG!” teriak Saeful
Novi melempar batu itu hingga melayang cukup tinggi dan akhirnya….
…..BLETAK…. batu itu benar-benar mengenai kepala Kaswadi yang ada di dekat dokar. Seketika Kaswadi pun terjatuh di bawah Dokar.
“CEPAT KELUAR DARI SANA MAAAAAS!!!” teriak Novi dari kejauhan
Dogel dan Petro segera keluar dari dokar dan lari menuju ke arah vila putih, mereka lari sekencang-kencangnya hingga mereka berempat sudah ada di depan vila.
“Aku penasaran sama Kaswadi, dia itu sebenarnya sudah mati atau belum sih?” kata Petro sambil melihat ke arah rumah Supardi
“Kalau memang dia sudah mati, kita wajib menguburnya rek, jangan dibiarkan seperti itu karena akan membusuk rek” Sahut Dogel
“Benar kata mas Dogel dan mas Petro , hanya saja bagaimana kita bisa lihat Kaswadi sudah mati atau belum kalau kita ada disini heheheh” kata Saeful
“Jangan mas. Novi takut mas, lebih baik kita masuk ke dalam vila saja mas” ujar Novi
“Gini Nov, bukanya kita sok relegius dengan mau mengubur Kaswadi, tetapi apabila dibiarkan, kita tidak tau apakah dia akan hidup lagi atau tidak, karena sangat berbahaya membiarkan dia ada di sekeliling sini” kata Dogel
“Saya ada pikiran untuk membuang mayat Kaswadi ke sungai atau mengubur di tempat yang jauh sekalian, agar tidak mengganggu kita yang ada disini, takutnya dia akan merangsek masuk ke vila, karena dia bisa dikontrol oleh Trimo”
“Pertama yang harus kita cek dulu keadaan mayat itu mas, setelah itu baru kita akan tau, akan kita akan mayat yang mengerikan itu mas” kata Novi
__ADS_1
“Ya sudah ayo kita kesana saja, kita lihat bersama-sama, apakah memang dia itu masih hidup atau memang sudah mati ketika tadi dia bersama Trimo itu” kata Dogel
Akhirnya mereka berempat menuju ke rumah Supardi, dimana sosok Kaswadi tengah tengkurap dengan kepala bagian belakang dalam keadaan berdarah karena terkena lemparan batu Novi.
Mereka berjalan pelan dengan mata tetap tertuju ke arah rumah Supardi, mereka jelas takut apabila sosok Kaswadi ternyata bangun dan menyerang mereka yang sedang menuju ke sana.
“Disana, masih ada tubuh kaswadi yang tertelungkup, dia tidak bergerak sama sekali, bagaimana apakah kita kesana dan membangunkanya? heheheh” kata Petro
“Atau kita menunggu hingga ada reaksi dengan tubuh Kaswadi itu, kita tunggu hingga ada gerakan dari tubuhnya?” tanya Saeful
“Kita jelas ada di posisi yang serba salah ini, kita bisa saja kuburkan dia saat ini, tetapi kita harus yakin bahwa dia sudah tidak bernyawa lagi, tetapi seandainya dia sekarang dalam keadaan bernyawa, apa yang harus kita lakukan?” tanya Dogel
“Eh Novi sama kamu Ipul, kalian berdua kembali ke Vila , dan beritahu apa yang barusan terjadi kepada mereka, khususnya kepada pak Tembol, Dimas dan pak Han. Biar kami disini yang jaga dan melihat keadaan Kaswadi” kata Dogel
Novi dan Saeful berlari masuk ke dalam vila, memang harus seperti itu, karena hal ini kan menyangkut nyawa Kaswadi, apabila dia masih hidup.
Sementara itu Dogel dan Petro tetap berada tidak jauh dari tubuh Kaswadi yang masih tertelungkup dan tidak bergerak sama sekali hingga beberapa saat kemudian mereka berdua merasa ada yang aneh dengan tubuh Kaswadi.
“Eh Gel… Gel ..liaten itu tubuhnya Kaswadi, eh Kenapa dia ber asap ya Gel?”
“Ndi Tro, ngada-ngada ae kamu c*k” jawab Dogel
“Itu Lho dekat kepalanya itu Gel…… PERGI DARI SINI GEL!…. ITU ASAP YANG TADI SEMPAT MASUK KE DALAM TUBUH KASWADI” teriak Petro lari secepat mungkin menuju ke arah vila putih
Mereka berdua ada sekitar sepuluh meter dari posisi Kaswadi yang tubuhnya sekarang terbalut oleh asap atau kabut, tubuh tertelungkup Kaswadi tertutup oleh asap yang entah datang dari mana.
Asap atau kabut putih itu terus menerus ada di sekitar tubuh Kaswadi hingga beberapa saat hingga kemudian kabut atau asap itu sedikit demi sedikit mulai hilang dari sekitar tubuh Kaswadi.
“Kita tunggu disini dulu saja Gel takutnya asap itu akan membuat Kaswadi bangun, sekalian kita tunggu juga kabar dari Novi dan Saeful”
“Tro kok perasaanku tidak enak ya , aku merasa akan terjadi sesuatu sebentar lagi” kata Dogel sambil melihat kesana kemari
“Apa yang mbok rasakan Gel, kita kan masih melihat tubuh Kaswadi itu ada di sana” jawab Petro
“Kalian lebih baik bersiap untuk menyelamatkan diri dari sini mas Dogel, karena tubuh Kaswadi sebentar lagi akan bangun dan dia ada dalam pengaruh sihir seseorang yang mbah belum bisa tau” kata mbak Bashi yang bicara melalui telepati kepada Dogel
“T…Tro, k..kita disuruh mbak Bashi untuk bersiap siap lari dari sini, karena sebentar lagi tubuh Kaswadi akan bangun dan dalam pengaruh sihir seseorang yang mbah Saripah belum tau siapa yang berkuasa atas tubuh Kaswadi itu”
Ketika mereka bersiap untuk pergi dari sana, tiba-tiba dari arah vila terdengar beberapa langkah kaki yang berlarian menuju ke arah rumah Supardi. Ketika yang sedang berlari itu semakin mendekati persembunyian Dogel dan Petro.
Ketika beberapa orang itu sudah tiba di tempat mereka berdua, tiba-tiba Kaswadi mulai bergerak.
“Kenapa kalian berdua ada disini?” bisik pak Tembol. Ternyata Novi sekarang bersama dengan Dimas, pak Tembol dan pak Han
Petro menceritakan apa yang berusan mereka lihat dan akhirnya mereka bersembunyi disini. Dia bercerita sambil menunjuk Kaswadi yang mulai terbangun dan mulai berdiri dengan dibantu kedua tangan nya.
“Nak Novi, sekarang juga lempar batu kapala Kaswadi, jangan sampai dia bangun …. cepaaat” teriak pak Tembol
Novi mencari batu yang berukuran besar dan kemudian segera mendekati tubuh Kaswadi yang masih belum berdiri sempurna karena masih ditopang dengan menggunakan kedua tangannya.
Dengan cepat Novi melempar lagi kepala Kaswadi hingga berdarah. tubuh Kaswadi jatuh lagi di tanah depan rumah Supardi.
*********************
__ADS_1
Dear pembaca setia. saya cuman mau kasih tau novel baru saya yang judulnya RUMAH PENGGERGAJIAN. novel serius yang berdasar kisah nyata udah mulai muncul ya kakak. heheheh