MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 243 (MARWOTO DAN PAK TEMBOL)


__ADS_3

“Mas Ali, ini dapat sms dari mas Broni, katanya Marwoto kesini. tadi niatnya dia kesini untuk membantu anaknya, bukan untuk berniat jahat” kata Novi


“Lha dia kesini atau ke mana, kita kan sedang ada di dalam mobil yang  jalan” jawab Ali


“Waduh Novi ndak  tau juga mas, yah dia kan bangsanya makhluk tak kasat mata, apa yang tidak masuk akal bisa saja menjadi kenyataan mas” kata Novi


“Kamu hubungi pak Bowo saja Nov, bilang kalau Marwoto kesini untuk bantu kita dari serangan  Roachman”


“Novi telepon saja ya mas, biar gak usah ngetik sms atau wa”


“Sembarang kamu Nov” jawab Ali


Novi menelpon ponsel pak Bowo, dia  ngomong ke pak Bowo untuk infokan ke pak Tembol dan Mas Dogel bahwa ada Marwoto akan datang kesini untuk membantu.


Wajah Novi kaget ketika pak Bowo bilang bahwa Marwoto sudah ada di dalam mobil pak Bowo. dan akhirnya mereka menyudahi hubungan telepon.


“Mas Ali hehehe, ternyata Marwoto sudah ada di dalam mobilnya pak Bowo”


“Wih cepat sekali ya Nov, dalam hitungan detik bisa ada disana. yah itulah yang namanya dunia ghaib, apa yang tidak masuk akal akan menjadi masuk akal dengan sendirinya heheheh”


Tidak lama kemudian ada bunyi dering telepon milik driver mobil ambulan.


ndak  tau siapa yang menelepon, yang pasti driver ambulan itu berkata siap dan siap saja.


“Mas… kita berubah tujuan lagi…. kita menuju ke rumah sakit yang ada di daerah pelabuhan sana mas”


“Yang suruh siapa pak Tolani?” tanya Ali


“Pak Bowo mas, kita ke daerah pelabuhan saja katanya” jawab pak Tolani.


“Untuk unit yang mengawal di depan kita apa sudah tau pak?” tanya Ali


“Harusnya sudah diberitahu lebih dulu mas,  baru setelah itu saya yang diberitahu berikutnya” jawab pak Tolani


*****


Di mobil pak Bowo, sebelum Marwoto datang…


“Bagaimana pak Tembol, apa kita tetap ikuti dan tidak melakukan apa-apa?”

__ADS_1


“Tunggu saat yang tepat pak Bowo, saya yakin akan ada saat yang tepat untuk melakukan sesuatu dengan Rochman yang ada di depan kita itu”


“Betul pak Bowo, karena yang akan kita serang itu bukan setan biasa, dia bisa menjelma menjadi manusia dengan memakan ratusan jantung manusia yang masih segar” tambah Dogel


“Tapi apakah dengan membawa Suharto ke sebuah rumah sakit maka Suharto akan aman dari Rochman?”


“Tidak akan pak tapi…..” kata Dogel


“Pak Tembol… gimana kalau saya hubungi abah Fuad, kita minta bantuan abah fuad yang rumahnya di daerah dekat pelabuhan?” tanya Dogel


“Oh iya nak Dogel, saya setuju, bagaimana cara menghubungi abah Fuad?”


“Saya punya nomor ponselnya Eko pak, sebentar saya hubungi dia dulu pak”


Dogel mengeluarkan ponselnya yang selama ini dimatikan, ponsel yang dibeli di mjkt ketika bersama Blewah dan Glewo tinggal di rumah mbah Putri untuk menghindari serangan dari orang arab.


Orang arab yang ternyata juga si Rochman yang pada waktu itu bernama Nabil yang juga merupakan bos Dogel sendiri yang bernama Totok.


Beberapa kali Dogel mencoba untuk menghubung Eko, tetapi yang bunyi hanya nada panggil saja, hingga untuk yang ketiga kalinya dia mencoba menghubungi Eko, akhirnya diangkat juga.


“Assalamualaikum mas Eko saya Dogel mas…”


“Wah mas Dogel… wis pas mas .. sekarang bawa ke sini saja\, atau taruh saja ke rumah sakit *** nanti saya dan abah akan ada disana” jawab Eko tiba-tiba


Eko yang ternyata tau bahwa tujuan mereka kesana adalah menyelamatkan orang penting dan membawa Rochman pula yang dulu juga pernah  bekerja di satu tempat kerjaan yang sama dengan Eko.


“Sudahlah mas ceritanya panjang mas, nanti saja akan saya ceritakan, yang penting bawa ke rumah sakit yang dekat dengan rumah abah Fuad”


“Sekarang mas Dogel sudah sampai mana?” tanya Eko


“Kami sudah dekat dengan kota S,  ya sudah mas, akan saya kasih tau yang lainya untuk menuju ke arah sana”


Dogel memutus sambungan ponselnya kemudian memberi tahu pak Tembol dan pak Bowo tentang apa yang tadi dibicarakan dengan eko yang merupakan murid dari  abah Fuad.


Pak Bowo  harus memberi instruksi untuk menuju ke arah Rs *** yang ada di daerah dekat pelabuhan\, namun Ketika pak Bowo akan memberitahu driver ambulan\, tiba-tiba marwoto sudah duduk di sebelah Dogel.


“Assalamualaikum” kata  Marwoto


“Waalaikumsalam, kata Dogel dan pak Tembol berbarengan

__ADS_1


“Si..siapa yang kalian jawab salamnya?” kata pak Bowo kaget hingga hampir saja mobilnya sedikit oleng karena kecepatan tinggi dan rasa kagetnya


“Maaf pak Bowo disini ada Marwoto datang, dia adalah ayah dari Suharto” jawab pak Tembol


Belum juga rasa kaget dari pak Bowo hilang, tiba-tiba telepon pak Bowo berbunyi, ternyata Novi yang menghubungi pak Bowo dan mengatakan bahwa Marwoto akan datang.


Pak Bowo berkata kepada Novi kalau Marwoto sudah ada di dalam mobilnya.


“Marwoto, kamu mau apa datang kesini, masih kurang puas akan apa yang kamu lakukan? setelah perjuangan kami menyelamatkan kamu dan Suparmi?” kata pak Tembol


“Saya minta maaf pak Tembol, semua memang salah saya sehingga anak saya yang harus menderita, sekarang saya yang harus menyelamatkan anak saya dari Rochman”


“Sebentar… saya tidak paham ini pak Tembol” potong pak Bowo


“Nanti akan saya jelaskan pak\, yang penting pak Bowo sekarang hubungi driver ambulan dan pengawalnya untuk menuju ke rs *** yang dekat dengan rumah abah Fuad” kata pak Tembol


Pak Bowo menghubungi driver ambulan dan pengawal yang di depanya  untuk menuju ke arah ke rumah sakit ***.


Entah bagaimana pak Bowo menghubungi pengawal yang ada di depan ambulan, karena dia kan naik motor, tapi ya sudahlah yang penting ada caranya untuk memberi perintah yang jelas.


“Apa yang terjadi dengan kamu Soeharto, setelah pengorbanan kami pada zaman itu” kata pak Tembol


“Semua salah saya, setelah mendengar air yang katanya ada di dalam ruang bawah tanah vila putih” jawab Marwoto


“Hahahah kamu terlalu percaya dengah hal yang belum tentu benar keadaanya!” bentak pak Tembol


“Sudah sekarang tidak usah bahas masa lalu, sekarang saya mau tanya dengan kamu Marwoto, apa yang akan kamu lakukan dengan anakmu Suharto yang kelihatannya jiwanya entah ada dimana itu” kata pak Tembol


“Kemungkinan jiwa anak saya disembunyikan Ginten, tadi saya sempat akan memusnahkan Ginten, tetap dicegah oleh teman kamu yang ada di hotel itu”


“Pak Handoko..dia pak Handoko namanya” sahut pak Tembol


“Iya jelas kamu akan dihadang pak Han, karena kalau kamu bebaskan Ginten dan kamu binasakan dia, maka jiwa anakmu tidak akan ketemu, dan kamu yang malah akan diperas oleh Ginten untuk mencarikan air itu bagi Ginten!” bentak pak Tembol


“Sekarang lihatlah, yang di depan itu adalah mobil Rochman yang terus mengikuti ambulan itu. Dan sekarang kami akan ajak Suharto ke rumah sahabat kami yang ada di kota S yang bernama abah Fuad” kata pak Tembol


“Jangan melibatkan masalah keluarga saya dengan orang lain pak Tembol” kata Marwoto


“Jangan melibatkan gimana, akibat dari ulahmu ini Rochman sekarang mengejar Suharto, karena di dalam tubuh Suharto ada kekuatan dari kamu dan dari Suparmi”

__ADS_1


“Dimana kekuatan Suparmi berasal dari Mak Nyat Mani, dan kekuatanmu berasal dari Soebroto!”


“Apabila Rochman mendapatkan Suharto kamu tau kan apa yang akan terjadi?” kata pak Tembol dengan nada emosi


__ADS_2