
Mereka dengan santai duduk di seberang café tempat tadi Novi dan Muryati bertemu, tetapi apa yang membuat Novi curiga ternyata tidak atau belum terbukti.
Tidak ada atau belum ada laki-laki mencurigakan yang akan memasuki Café itu. Atau memang tidak ada yang akan mendatangi Muryati dan Novi tadi.
Dan yang aneh si Muryati sampai sekarang belum juga keluar dari café itu, ndak tau apa yang sedang dia kerjakan di dalam sana.
“Nov, itu Muryati disana itu lagi makan atau gimana, kok sampai sekarang dia belum juga keluar dari sana sih?” Tanya Wildan
“Wil,Lank. Seandainya kalian masih jadi hantu, kan enak kalian bisa ke sana dengan tidak terlihat hahahahah” kata Broni
“Ndasmu Bron, kita bisa balik ke masa depan dengan keadaan hidup ae wis Alhamdulillah kok” sahut Gilang yang berkepala setengah botak
“Mungkin si Muryati lagi makan Nov, tadi waktu kamu di sana apa ndak pesen makan?” Tanya Dani berusaha berlogika
“Gak mas, tadi cuman minum aja kok, padahal tadi Novi udah bilang kalau mau traktir dia makan, tapi mungkin sungkan ya, dia cuman minum aja pesennya”
Ketika mereka sedang sibuk ber andai-andai, tiba-tiba dua orang masuk ke dalam café itu.
“itu laki-laki yang Novi maksud mas, sekarang mereka berdua masuk ke sana mas, coba kalian ke sana mas lihat apa yang ada disana”
“Biar aku sama Ali aja Nov yang kesana, tak coba untuk lihat apa bener mereka berdua sekarang sedang menghampiri Muryati” kata Wildan yang kemudian mengajak Ali untuk masuk ke café itu.
Memang benar apa yang dilihat Novi tadi, memang kedua orang itu sedang menemui Muryati, tetapi apa yang sedang mereka bicarakan itu yang nanti akan diketahui oleh Wildan dan Ali.
Wildan dan Ali dengan tergesa-gesa menuju ke sana, dan ketika mereka berdua sudah ada di dalam café apa yang mereka kawatirkan pun terjadi.
“Kita duduk di belakang mereka saja Li, usahakan mendengarkan apa yang mereka bicarakan” kata Wildan
Akhirnya kedua orang, Ali dan Wildan pun duduk tepat di belakang meja mereka. Tetapi sulit juga mendengarkan percakapan antara Muryati dan kedua laki-laki sangar itu, karena suasana di sekitar mereka ramai sekali.
Tapi untungnya mereka berdua akhirnya bisa dengan jelas medengar juga apa yang dibicarakan mereka, setelah memfokuskan ke arah meja Muryati
“Bagaimana rencanamu Mur, jangan kelamaan lah, kita belum selesai dengan Trimo, kenapa sekarang harus berurusan dengan tas? Berapa kamu berani bayar kami untuk urusan tas ini?” kata salah satu laki-laki yang ada di belakang mereka.
“Sudahlah, kalian ini apa kurang percaya sama saya? Sudah berapa kali saya pakek jasa kalian berdua, apa saya pernah ingkar pembayaran?” kata Muryati dengan nada ketus
“Kalau kalian tidak mau ya ndak masalah. Asal kalian ingat, kalian bisa bebas juga karena jasa saya kan” kata Muryati lagi dengan nada agak keras.
__ADS_1
“Apa yang kamu mau dengan tas-tas yang akan dipamerkan itu, apakah hanya ambil saja atau dengan kekerasan juga?” Tanya salah satu orang itu
“Seperti biasa, jangan tinggalkan jejak dan buat seolah kecelakaan. Tapi masalahnya dia ingin di suatu tempat yang mewah, karena tas yang dipamerkan itu termasuk mewah dan langka” kata Muryati
“Muurr..Mur…kita ini tetangga di desa, sejak kamu kenal Trimo kamu sekarang berubah. Terus lapooo tas kok harus golek tempat yang mewah, cari di mana gitu dan nanti dibegal koyok biasanya kan cukup Mur?”
“Jangan! Kecuali setelah dia mengeluarkan dan memamerkan seluruh koleksinya” jawab Muryati
“Lho banyak to tasnya? Bukanya hanya satu” Tanya mereka lagi, tetapi Muryati tidak menjawab pertanyaan mereka tadi
“Bawa ke kamar hotel pacarmu kan bisa Mur, di sana kan mewah”
“Iya, rencanaku gitu, tapi kan kalian akan bertindak di sana! Kalau kalian meninggalkan jejak cctv atau rekaman cctv yo modiaro mas!” bentak Muryati
“Urusan dengan Trimo saja kalian tidak becus, kok sekarang mau ngelakuin di penthouse milik Trimo, goblok boleh tapi jangan congok!” bentak Muryati
Whohohoho, sangar rek Muryati, dia ternyata sudah pernah merencanakan sesuatu untuk Trimo, tetapi untungnya para cecunguk-cecunguknya tidak berhasil, dan mereka tidak tau kalau Trimo sudah mati hahaha.
Novi dan ketujuh remaja ini harus bisa mengalahkan mereka minimal menghindari mereka. Tetapi kalau memang Muryati ingin melakukan sesuatu kepada Trimo ini merupakan berita bagus, anak-anak sutopo sebagai yang bawa ponsel Trimo pasti bisa mempermainkan mereka.
*****
“Gimana pendapatmu Nov, karena ini nanti juga menyangkut kamu lho Nov” kata Ali
Novi diam saja tidak menjawab pertanyaan Ali, bisa saja Novi sedang memikirkan sesuatu strategi atau bisa saja Novi sedang memikirkan nasibnya yang kok tiba-tiba menjadi target.
“Yang menguntungkan bagi kita adalah, Mereka dan Muryati belum tau kalau Trimo itu sudah mati kan rek” kata Tifano
“Betul Tif, itu juga bisa kita jadikan nilai plus” Jawab Ukik
“Sebenarnya yang kalian bicarakan ini apa sih mas, kalian apa tidak berpikir kalau Novi menjadi target mereka mas? Terus terang Novi agak takut juga mas” kata novi dengan wajah cemberut
“Halah mosok banci takut sih, kita ini saudara, dan selamanya menjadi saudara Nov. KONCO SENENG MELOK SENENG, KONCO SUSAH ….. tambah seneng hhihihihi” kata Broni nekat
SEEEBHLEEEK….. syal yang digunakan Novi pun mampir ke wajah Broni hihihihi
“Nov, kapan si Muryati akan mencarikan tempat untuk pameran tasmu itu?” Tanya Dani
__ADS_1
“Belum tau mas Dan, disini Novi kan juga harus menyeleksi teman Muryati yang mau ikut pameran tas branded Novi meskipun sebagian adalah tas palsu hehehe”
“Gini saja Nov, kamu gak usah seleksi teman Muryati, ajak saja semua, nanti minta ke Muryati sebuah tempat yang mewah dan berkelas dengan tingkat keamanan yang tinggi dengan alasan yang kamu pamerkan itu bukan barang murah” Dani yang ada di belakang kemudi berusaha memberikan masukan kepada novi
“Kita lihat nanti saja mas, bagaimana selanjutnya bisa kita pikirkan lagi setelah ini mas”jawab Novi
“kita balik ke salon atau gimana ini rek?” Tanya Dani
“Balik saja mas, Novi mau siapkan dulu tas-tas Novi apabila memang betul nanti Novi akan adakan pameran tas branded untuk Muryati dan teman-temanya"
“Sekarang gini Nov, sebenarnya apa manfaatnya kita mendekati Muryati itu?” Tanya Broni
“Tujuannya kan agar kita bisa semakin dekat dengan tempat tinggal Trimo yang berupa penthouse itu kan” Broni menjawab pertanyaannya sendiri
“Iya mas, nanti harapan Novi sebagian dari kalian akan menjadi penjaga Novi mas, sekalian membuat dekor kecil kecilan sebelum acara dimulai, waktu ada dekor itu sebagian dari kalian mencari kamar pribadi Trimo”
“Kamu suruh kami untuk mencari kotak itu di dalam sana kan Nov?” Tanya Gilank
“Iya mas, itu rencana awal Novi mas, tetapi tadi mas Wildan dan mas Ali kan sempat bilang kalau nanti ada sesuatu yang akan terjadi mas, terus harus gimana lagi ini mas?” Tanya Novi
“Tenang dulu saja Nov, kita harus bisa berpikir logis dulu, karena ini kan diluar pengharapan kita Nov. kita kan tidak tau kalau Muryati berniat mencuri kotak itu dari Trimo, dan sekarang Muryati berniat merampok tas brandedmu” jawab Ukik
“Tapi Muryati tidak tau kalau Trimo sudah mati, kalau seandainya Muryati tau, bisa dibongkar kosan dan penthouse Trimo itu. Kematian Trimo tetap harus dirahasiakan kepada Muryati, dan kita harus gerak cepat selak dia tau kalau Trimo udah mati” kata Ali
“Rencana untuk mengadakan pameran tas branded harus tetap dilakukan Nov, tetapi ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui”
“Pertama kamu harus pura-pura melihat penthouse milik Trimo, anggaplah kamu akan check keadaan di sana, apakah bisa digunakan untuk pameran tas atau tidak” lanjut Ali
“Nanti waktu kamu ke sana akan didampingi oleh Tifano, Ukik, dan Broni sebagai decorator dari salonmu. Kemudian Dani sebagi asisten bancimu yang ceroboh hingga menjatuhkan apapun dengan tidak sengaja.”
“Di sana kamu nanti juga akan ditemani oleh Gilank sebagai supirmu yang merangkap membawa dos dos kosong tasmu yang rencananya akan kamu pamerkan di sana. Nanti alasan dengan dos dos itu sebagai acuan tempat posisi tas-tasmu yang bermerek itu berada"
“Dan nanti ada yang bertugas mencuri key card penthouse itu dari tas Muryati"
***********************
Mohon maaf, besok mungkin saya blm bisa update novel. Kerena saya sedang di sibukan dengan bapak saya yang sedang opname.
__ADS_1
Terima kasih