
Setelah Broni berkata demikian, tiba tiba sosok yang mengaku sebagai Kaswadi itu tertawa keras, setalah tertawa keras sosok yang mengaku Kaswadi itu menangis dan kemudian memohon kepada mereka berdua.
“Toloooong jangan bunuh sayaaaaa tjuiiih…, Kaswadi ada di gubuk tengah hutan sana…Tdjuuih” kata sosok yang mengaku sebagai Kaswadi itu
“Mbok Ju, kenapa mbok Ju berbuat seperti ini kepada kami, bukankah mbok Ju sudah bertaubat dan tidak berbuat aneh-aneh lagi mbok” kata Broni dengan suara yang tenang
“Saya…tdjuuuh…, saya tidak sengaja memergoki orang yang mencuri benda kalian itu, benda yang saya jaga bertahun tahun lamanya sesuai dengan omongan saya kepada pak Tembol”
“Saya marah kepada orang ini yang teledor mencuri dari sana dan menyimpan benda keramat milik kalian itu, benda yang sudah bertahun tahun tertanan di rumah Ginten, tapi akhirnya benda itu hilang dicuri sudaranya sendiri” Kata mbok Ju
“Tapi setelah saya tidak sengaja mendengar omongan Mak Nyat Mani, Ginten, dan Soebroto tentang adanya air yang ada di dalam rumah itu, air yang bisa menyebabkan keabadian, kekuatan , dan bisa menjadikan hantu berubah menjadi manusia, saya tdjuuiih… saya berusaha mendapatkanya untuk diri saya sendiri”
“Saya rasuki Kaswadi hingga saya buat dia berhalusinasi, kemudian saya usahakan dia untuk sembuh dari koma nya akibat dari saya yang harusnya untuk manakuti dia, tetapi malah membuat kematian dan luka yang parah”
Mbok Ju dengan terperinci mengakui semua yang dia perbuat dengan dibawah ancaman Novi, ternyata mbok Ju takut juga dengan yang ada di dalam Tubuh Novi itu.
Penulis heran juga, sebenarnya apa yang ada di dalam tubuh Novi, kenapa ghaib sekelas mbok Ju ini bisa bertekuk lutut dengan Novi.
“Ya sudah mbok Ju, sekarang yang berusaha merebut benda ini siapa saja selain mak Nyat mani?” Tanya Broni
“Ada lagi penghuni hotel Waji, dan dia adalah orang yang dulu berteman dengan kalian. Dia Rochman yang sekarang berganti nama menjadi totok” jawab mbok Ju
“Lalu tadi mbok Ju kenapa menakut takuti teman saya Saeful itu” tunjuk Broni kepada Saeful
“ Karena saya kira dia adalah salah satu dari orang-orang yang berburu di vila itu. Banyak sekali manusia dan demit yang berburu disana, saya berusaha usir mereka satu persatu” kata mbok Ju lagi
“Saya hanya membiarkan anak buah Totok yang menggali disana, saya mendompleng dia, karena saya pikir dia mempunyai salinan peta itu”
“Sekarang maunya mbok Ju apa, apakah masih mau mencuri apa yang ada di dalam tanah vila putih atau gimana, kalau memang mbok Ju masih ingin cari apa yang ada disana ya silahkan. Tapi mbok Ju akan berhadapan dengan kami lagi” Broni berusaha menakut takuti mbok Ju
“Atau gini saja, mbok Ju jangan ikut campur masalah ini, dan harap mbok Ju ingat, harusnya mbok Ju itu sudah ada di alamnya mbok Ju, jangan ikut campur alam manusia lagi mbok. Kalau mbok Ju sudah ada di alam damai, pasti mbok Ju pasti tidak memerlukan benda yang katanya bisa menjadikan hantu beruah menjadi manusia lagi kan”
Setalah Broni bicara dengan mbok Ju, akhirnya mbok Ju pun menghilang, ndak tau dia pergi ke mana, pada intinya mbok Ju tidak boleh campur tangan lagi dengan urusan yang satu ini, atau dia akan berhadapa dengan Novi.
Tentang tempat kaswadi yang kata mbok Ju ada di gubuk tengah hutan, apakah mereka akan temudi dia atau hanya membiarkan Kaswadi ada disana.
“Untuk masalah Kaswadi, ada baiknya kita nanti bicarkan dengan pak Handoko dan teman-teman kita lainya. Tapi itu urusan nanti saja kayaknya Nov” kata Broni
__ADS_1
“ Iya mas Bron, nanti kita pasti akan cari Kaswadi lah, karena dia harusnya juga ikut bertanggung jawab atas kekacauan ini mas” jawab Novi
Memang Kaswadi harus ikut tanggung jawab, karena dia mengambil benda itu akibatnya semua demit dan manusia beramai ramai berusaha ikut mencari, baik harta ataupun katanya ada juga air yang berasal dari tanah tiongkok.
“Gimana dengan orang ini mas, apa kita biarkan saja?” Tanya Saeful tiba-tiba
“Iya biarkan saja, kita kembali ke tempat kita sembunyi dulu aja, kita lihat apa yang sedang dilakukan orang yang bernama Fathoni itu, pokoknya dia harus pergi dari sini. Itu yang paling utama” jawab Broni
Waktu masih menunjukan hampir tengah malam, ketiga orang itu sekarang ada di dalam semak belukar untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Fathoni. Keempat dukun itu sekarang tinggal satu saja. Yang artinya mereka gagal untuk melakukan ritual disini.
Sebenarnya masalah yang mereka hadapi ini sedikit pelik, kenapa sampai pelik?
Karena disini ada Totok, ada Mak Nyat Mani, ada orang lain yang juga ingin mendaptkan harta itu, kemudian juga ada Totok yang ingin membunuh Mak Nyat dan menguasai energinya, kemudian ada juga mbok Ju yang sudah hilang entah kemana.
Jadi meskipun Juriah sudah tidak ada, mereka masih akan mendapat masalah dari yang lainya, masalah yang lebih mengerikan lagi. Tapi untungnya ada Bawok yang siap untuk menghalau demit yang berasal dari hotel Waji.
Sekarang yang mereka lakukan adalah menunggu orang yang bernama Fathoni, karena tinggal fathoni saja dari empat pemburu harta yang masih sehat segar bugar, dia sekarang sedang menunggu teman dia yang sudah terkapar pingsan.
Orang yang bernama Fathoni itu hanya diam di kegelapan malam bersama satu mayat dan satu teman dia yang sekarang pingsan.
“Eh gini saja Mas Saeful, kamu kesana datangi tenda dia dan katakana hal yang sama dengan yang kamu katakan kepada yang lainya, tapi setelah kamu ngomong tentang kematian, kamu tinggal kan dia saja, kamu tinggalkan dia agar dia mengecheck keadaan teman dia yang sekarang pingsan di sebelah mobil mereka”
*****
“Halo pak, bagaimana kabarnya pak, apakah teman bapak sudah mati? Kalau tidak pingin mati ya segera pergi dari sini saja pak hihihhi” kata Saeful di depan tenda Fathoni yang sedang terbuka
“Heh anak gila, apa sih maumu itu, kenapa kamu halangi kami untuk mencari harta yang ada disini?” Tanya Fathoni dengan putus asa
“Gak ada yang ngelarang pak, saya hanya memeperingatkan kalian saja, karena akan ada kematian pada orang yang berusaha mencuri harta yang bukan hak kalian disini” jawab Saeful kemudian berlalu dari hadapan nya
“Heiii dimana teman saya yang tadi sedang ambil mobil!.... teriak Fathoni “ tapi Saeful sudah berlalu dari hadapan dia
*****
“sekarang kita lihat, apa yang akan dia lakukan setelah Saeful mengunjungi tendanya Nov” bisik Broni
“Kayaknya ndak ada yang akan dia lakukan mas, dia kayaknya nunggu hingga pagi untuk pergi dari sana mas” jawab Novi
__ADS_1
Memang benar Fathoni memang tidak kemana-mana, dia hanya duduk di dalam tenda itu saja, terlihat sekali kalau dia mungkin menunggu hingga pagi hari untuk keluar dari sana. Seharusnya sebagai paranormal tidak akan takut dengan hal seperti itu, nggak tau lagi dengan paranormal yang ini.
Ketika Novi dan Broni masih menunggu di dalam semak belukar itu, tiba-tiba ada hal yang tidak terduga sama sekali
“Selamat malam pak, nampaknya sampeyan dalam bahaya ya pak” kata sebuah suara yang ada di dekat tenda
“Mas, Novi kayaknya kenal suara itu mas, bukanya itu suara dari Supardi mas” bisik Novi
Tidak lama kemudian Saeful sudah muncul diantra kami, dia tidak tahu kalau ada orang lain lagi yang sekarang ada di sekitar tenda yang menghampiri Fathoni.
“Siapa kamu, apakah kamu juga akan berkata yang sama seperti yang datang kesini barusan?” Tanya Fathoni
“Hehehehe saya bukan mereka pak, saya tinggal di sebelah vila ini. Eeh lebih baik bapak ke rumah saya saja pak, karena disini kurang aman bagi bapak hehehe” kata Supardi lagi
“Apa kamu bisa dipercaya, jangan-jangan kamu satu komplotan dengan anak yang tadi itu!” kata Fathoni
“Tidak pak, saya tinggal di sebelah kanan vila pak, dan saya adalah yang jaga vila ini pak” aku Supardi kepada Fathoni
“Begini saja pak, bapak lihat dulu rumah saya, kalau saya bohong bapak bisa lakukan apa saja terhadap saya pak” kata Supardi meyakinkan Fathoni
“Supardi keliatanya punya rencana dengan Fathoni mas, licik sekali dia itu mas” bisik Novi yang masih mengintip dari semak belukar
“Tenang Nov, kita akan cari tau apa yang sedang Supardi rencanakan, apakah kita ikuti dia ke rumahnya?” bisik Broni
“Atau gini saja mas, biarkan mas Saeful balik ke pak Handoko dan teman lainya. Laporkan apa yang terjadi disini kepada mereka mas Saeful” kata Novi
“Iya bener, kamu balik ke ruang bawah tanah, sementara itu kami berdua akan ikuti apa yang akan direncakanan oleh kedua orang itu” kata Broni
Saeful paham keadaan ini memang harus segaera dilaporkan kepada teman mereka yang ada di ruang bawah tanah, hal ini memerlukan pemikiran bersama, sementara itu Novi dan Broni akan membuntuti mereka berdua dan mencari tau apa yang sedang mereka berdua rencanakan.
Keliatanya Fathoni sudah putus asa makanya dia mau saja diajak kerumah Supardi yang ada di sebelah vila, yang Broni takutkan adalah apabila Fathoni dan Supardi kerjasama untuk mencari harta yang ada di sana. Kalau supardi bekerja sama dengan Fathoni, bearti Supardi harus lepas dari Totok.
Dan bagi Totok kemungkinan besar yang dilakukan Supardi ini merupakan penghianatan, tapi sebagai penulis dan pembaca sebaiknya tidak berspekulasi dulu, karena Broni dan Novi belum juga tau apa tujuan Supardi ajak Fathoni kerumahnya.
“Mas Bron, jangan-jangan fathoni diajak kerumah Supardi karena Supardi sudah kepingin mas nganu mas, bisa jadi Supardi punya kelainan segs mas hihihihii” kata Novi
“Heh utegmu Nov, gak usah mikir yang nggak-nggak lah, masak sih Supardi itu humu Nov hihihih?”
__ADS_1
“Yuk kita ke sana mas Bron, kita intip apa yang mereka lakukan mas, kalau memang mereka melakukan kegiatan terlarang biar Novi lempar batu mas hihihihi”