
“... SAYA MASIH ADA DI MJK, DAN SORE TADI SAYA SAMA SEKALI TIDAK DATANG KE KANTOR UNTUK MEMERINTAHKAN PEMBEBASAN!” teriak pak Bowo lagi
“BAGAIMANA BISA KALIAN TIDAK BISA BEDAKAN ANTARA SAYA DAN BUKAN SAYA!”
Telepon ditutup.. wajah pak Bowo kelihatan tegang dan bingung, dia pasti sedang bingung siapa yang datang ke kantornya dengan menyamar sebagai dirinya.
“A.. ada yang menyamar sebagai diri saya pak Tembol, dan orang itu memerintahkan untuk membebaskan Suharto!”
“Anehnya anak buah saya tidak bisa membedakan yang datang itu saya atau bukan saya yang sebenarnya”
“Tenang pak, tenang…. kita harus secepatnya menuju ke Waji atau Asri pak… “
“Ingat apa yang kita hadapi ini bukan sembarangan demit, apa yang kita kejar ini sudah memiliki kemampuan yang mumpuni”
“T..tapi bagaimana kita menemukan Suharto dan orang yang sedang kita cari itu pak Tembol?”
“Tenang pak Bowo, tidak sulit mencari mereka semua itu nanti, kalau tidak di hotel ya pasti ada di vila putih”
“Tapi saya yakin mereka akan berkumpul di hotel, tetap dimana mereka akan berkumpul itu yang saya kurang tau” kata pak Tembol lagi
“Jadi begini pak Bowo, menurut saya pertama, mereka akan ada di hotel Asri dulu untuk melakukan sinergi kekuatan, setelah itu mereka akan menuju ke Vila putih untuk melaksanakan tujuannya”
“Makanya benar kata mbah putri nak Dogel yang berkata agar mengumpulkan mereka semua di hotel Asri dan kemudian di sana mereka bisa dihancurkan”
“Bagaimana pak Tembol, apakah saya harus siapkan orang saya untuk membantu kita?” tanya pak Bowo
“Untuk saat ini belum perlu, nanti apabila kita akan melakukan penggerebekan, baru kita butuh bantuan dari pihak yang berwajib”
Mereka semua menunggu hingga pagi hari untuk menuju ke hotel Waji,..
“Ada apa pak, kok tadi saya dengar sedang ada masalah ya pak?” tanya Dogel yang datang dari kamar belakang
“Suharto dibebaskan mas, atas perintah dari orang yang menyamar sebagai pak Bowo sore kemarin” kata Ali
“Waduh… berarti sudah ada yang tau keberadaan Suharto disana…”
“Lebih baik kita ke sana saja pak sekarang” kata Dogel
“Hehehe itu yang memang dimaui oleh yang membebaskan Suharto nak, kita segera kesana secepat mungkin!”
“Tidak perlu tergesa gesa nak, pagi nanti saja kita kesana seolah tidak tau apa yang terjadi, lebih baik kita pikirkan dulu apa yang akan kita lakukan disana setelah sampai disana”
“KIta ke pintu besi saja pak, sekalian di dobrak dan diobrak abrik saja pak” sahut Dogel
“Pintu besi yang pak Han cerita itu ya nak Dogel?”
“Iya pak. disana isinya mengerikan sekali pak”
“Nanti akan kita diskusikan lagi apabila kita sudah ada di sana nak”
Mbok Ju yang dari tadi izin pergi untuk mencari dimana mereka dua orang yang kemarin memindahkan patung manekin dan baju-baju bekas akhirnya datang juga di pagi menjelang subuh ini.
__ADS_1
“Bagaimana mbok Ju apa yang mbok Ju dapatkan?”
“Saya sudah tau dimana mereka menaruh patung dan pakaian bekas yang mereka sembunyikan itu”
“Letaknya agak di luar kota, di sebuah desa yang sepi, di sebuah rumah yang letaknya agak jauh dari rumah-rumah lainya yang ada desa itu”
“Rumah itu mencolok bila dibandingkan dengan rumah yang ada di desa, karena terlihat paling besar dan paling mewah pak”
“Ya sudah, nanti akan kita lihat rumah itu, yang penting sekarang kita harus ke Waji atau Asri, karena Suharto dibebaskan oleh orang yang menyamar sebagai pak Bowo”
“Tugas kita semakin bertambah lagi anak-anak, selain kita menyelidiki tiga tempat, ada lagi satu rumah tempat menampung sebagian besar manekin yang merupakan pindahan dari toko Gemezzz”
“Bahkan bisa juga di sana merupakan gudang atau tempat manekin-manekin itu sebelum mereka jual lagi”
Pak Bowo, pak Tembol, dan Dogel tidak tidur sama sekali hingga menjelang subuh. Saeful dari mereka sampai di rumah mbah Putri Dogel sudah ada di Masjid, mungkin dia lebih suka tidur atau istirahat di masjid.
Sedangkan Ali sudah ngorok di kamar belakang, Novi pun begitu ada di kamar depan. Jelas mereka akan gunakan waktu yang sempit untuk beristirahat, karena mereka yakin mereka akan jarang istirahat apabila ada hal yang penting.
Adzan subuh berkumandang…
Suaranya adzan itu terdengar jelas di rumah mbah Putri….
Pak Bowo, pak Tembo, Ali , dan Dogel menuju ke masjid yang tidak begitu besar yang letaknya sekitar dua puluh hingga tiga puluh langkah dari rumah mbah Putri.
“Kita lebih baik mandi dulu pak Bowo, agar kita terlihat segar, karena apabila kita sampai di hotel Asri jelas kita tidak bisa menggunakan air yang ada disana
“Wah benar juga pak Tembol.. ya sudah saya ikut numpang mandi disini saja” jawab pak Bowo
“Apa yang kita buru ini mahluk tak kasat mata, sehingga butuh insting yang kuat untuk mengetahui dimana mereka berada pak”
Setelah semua siap, mereka sarapan dulu di soto yang ada di ujung gang dekat jalan raya..
“Kita langsung saja ke hotel pak Bowo, atau begini saja pak, apabila bapak ada orang yang bisa menyamar sebagai tamu disana dan booking kamar disana mungkin lebih baik pak” kata pak Tembol
“Jadi untuk sekarang yang sudah dicurigai adalah yang menginap di kamar 5+ dan 2+ dimana kamar itu ditinggali oleh tim nya pak Han”
“Jadi ada baiknya pak Bowo menyamar sebagai penyewa kamar disana juga”
“Tapi gini pak Tembol, maaf saya potong pak” kata Dogel
“Ada baiknya sewa kamar yang di dalam saja pak, karena yang di dalam itu kan dekat dengan ruangan dapur yang mengerikan itu” kata Dogel
“Ok, akan saya suruh tim saya untuk sewa kamar di sana, yang bagian dalam itu ya mas?”
“Iya pak, karena untuk bagian dalam kita belum punya tim pengintai” kata Dogel
Setelah pak Bowo berkoordinasi dengan rekannya yang ada di wilayah pct, mereka meluncur menuju ke hotel Asri atau Waji.
Perjalanan yang tentu saja penuh tanda tanya akan apa yang akan terjadi disana semenjak Suharto dibebaskan. Tetapi tetap saja semua ini akan mengerucut di hotel itu.
“Nak Novi, tolong hubungi teman kita yang ada di hotel, tanyakan keadaan disana nak”
__ADS_1
Setelah bicara beberapa saat dengan Broni yang ada di Asri, Novi mematikan ponselnya…
“Pak.. kata mas Broni ada yang aneh disana….”
“Tamu-tamu mulai pada check out, dan anehnya mereka check out hampir berbarengan pagi ini pak”
“Waduh… ada apa lagi disana, kenapa tamu-tamu yang ada di hotel itu kata nak Broni pada pergi semua. Apakah mereka semua diusir oleh manajemen hotel?”
“Kalau mereka diusir harusnya pak Han dan yang lainya juga diusir dong pak” sambung Dogel
“Iya benar juga nak, kenapa pak Han dan teman-teman masih aman disana itu yang harus kita pertanyakan nak”
“Jangan- jangan mereka itu yang sudah menggunakan air yang berasal dari hotel itu” kata pak Tembol
“Itu berarti pompa air yang ada disana sudah beres dong nak”
Perjalan mereka masih sekitar satu jam lebih, tetapi ketika mereka sudah hampir satu jam perjalanan tiba-tiba ponsel Novi berdering.
“Pak Mas Broni telpon pak, waduh ada apa lagi ini pak?” kata Novi
“Diangkat saja nak Novi, apapun yang terjadi kita harus tetap tenang dan harus bisa menguasai keadaan”
“Saya speaker phon dulu pak, agar semua bisa mendengar apa yang mas Broni akan bicarakan pak”
*****
“Halo Nov… ada yang aneh lagi iki… aku sekarang lagi duduk-duduk di dekat kolam ikan. Jadi setelah tadi orang yang secara bersamaan check out dari sini. sekarang ada beberapa mobil yang masuk ke hotel”
“Yang tak liat ini sekarang ada dua mobil yang masuk” kata suara Broni
“Iya mas, mungkin salah satunya adalah suruhan pak Bowo, sekarang mas Broni tetap disana saja karena mungkin tiga puluh menit lagi Novi sampai disana”
“Nak Broni… coba perhatikan penumpangnya nak, apakah ada yang aneh dengan penumpang mobil itu nak” sahut pak Tembol tiba-tiba
“Siap pak Tembol…. nanti akan saya laporkan pak”
*****
Pak Bowo kemudian menghubungi anak buahnya menggunakan ponsel nya…
Dia berbicara singkat tentang siapa saja yang sedang menuju ke hotel Waji..
“Benar pak Tembol, salah satu dari mobil itu adalah rekan saya yang sedang menyamar dan masuk ke sana”
Ketika mereka sedang membicarakan anak buah pak Bowo yang sekarang menuju ke kantor hotel untuk check ini, tiba-tiba ponsel Novi berbunyi lagi.
*****
“Halo… ada apa lagi mas Bron?” tanya Novi dengan suara yang dimanis maniskan
“Ada mobil lagi yang masuk ke sana Nov, dan tebak siapa yang ada di dalamnya”
__ADS_1
“Suharto bersama dengan beberapa orang yang tidak aku kenal Nov!”