MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 88 (LEMPARAN NOVI)


__ADS_3

"Mas Bron kita harus melakukan sesuatu mas, atau mas Saeful akan ketahuan mereka mas, lihat mereka sudah akan mulai jalan menuju ke luar vila mas" kata Novi


Keempat orang itu sudah berdiri dari duduknya dan mulai berjalan menuju ke luar vila, bahkan salah satu dari mereka akan turun ke jurang untuk melihat adanya sesuatu yang mencurigkan disana.  Broni dan Novi semakin maju dari sekarang tempat mereka sembunyi.


"Novi harus melakukan sesuatu secepatnya mas, ndak bisa dibiarkan seperti ini, jangan sampai mereka tau dari mana Saeful keluar mas" kata Novi sambil mengambil sebuah batu sebesar kepalan tangan orang dewasa yang ada di sebelahnya


Batu itu kayaknya bekas galian yang dilakukan oleh Supardi di sekitar sana, dimana batunya mungkin menggelinding hingga sampai di tempat Broni dan Novi itu sembunyi.


"Mas tolong lihatkan keadaan sekitarnya mas, kalau sudah aman, Novi akan lempar batu ini hingga mengenai salah satu dari kepala mereka mas"


Broni berjalan maju ke arah depan sementara Novi sudah siap dengan batu yang lumayan besar di tangannya.


Setelah mendapat persetujuan dari Broni apabila kondisi di sana aman, Novi pun berdiri setengah membungkuk untuk melihat keempat orang itu berada, sekalian mengukur daya lempar yang akan dilakukan oleh Novi heheheh


Penulis heran juga dengn keahlian Novi dalam lempar-melempar, karena waktu di novel Konser berdarah Novi sama sekali tidak mempunyai keahlian melempar.


Sekarang Novi bisa berdiri penuh, dia sekarang sedang ngukur jarak antara posisi dia dengan posisi salah satu dari keempat orang itu, dan yang menjadi target lemparan adalah orang yang dipanggil Gemblung, yang sebelumnya sudah pernah merasakan lemparan Novi hehehe


Perlahan lahan Novi mulai mengukur ketepan lempar dengan kekuatan ayunan lengannya, dan satu..dua ...tiga  wuuuusshhhhh.... batu sebesar telapak tangan melayang menuju ke kepala orang yang diincar Novi.  


Novi segera merunduk dan tiarap, dia sembunyi setelah melakukan satu buah lemparan yang keras itu.


...BHAWWOOOUUUKK....


"AAahhhrrggjj aduuuuh" teriak salah satu dari orang sedang berjalan menuju ke arah luar vila


"Mbluuuunggg...., kamu kok bisa kena lemparan batu lagi seeee. Setan apa yang siang-siang ini mengganggu kamiiiii" teriak orang yang paling tinggi dan kurus sambil melihat ke sekeliling taman


"Bro, gemblung pingsan, lebih baik kita bawa ke tenda dulu saja, biar dia sadar dulu Bro" kata orang yang bernama Fathoni


"Sial bener kita ajak Gemblung ini, dia kan harusnya bantu-bantu kita, bukanya kita yang harus direpotkan sama kelakuanya" kata orang yang lain


Mereka akhirnya menggotong teman mereka yang kepalanya terkena lemparan batu Novi ke dalam tenda dan menungguinya hingga teman mereka yang bernama Gemblung itu sadar.


"Gini aja bro. aku akan scaning di daerah sini, aku curiga disini ada orang yang sedang mengerjai kita Bro" kata yang dipanggil dengan Fathoni ini.


"Kamu Bro tunggu disini, aku sama tompel mau scan disekitar sini, kalau keadaan masih tidak kondusif, kita tidak bisa lakukan ritual nanti malam Bro" kata Fathoni


Sementara itu Novi dan Broni mulai was-was lagi dengan kedua orang yang mulai jalan menuju sekitar taman, dan yang mengerikan mereka menuju ke tempat Broni dan Novi sedang sembunyi.


"Ssst diam Nov, kita harus diam disini hingga orang itu pergi dari sini" bisik Broni

__ADS_1


Kedua orang itu makin dekat dengan posisi Broni dan Novi yang sedang tiarap di dalam semak belukar yang rimbun. Ketika posisi Novi dan Broni semakin dekat dengan kedua orang yang bernama Fathoni dan Tompel, tiba-tiba....


"Fathoniiii, Tompeeelll cepat kemari. Gemblung kejang kejang ini" teriak teman mereka yang sedang menunggui gemblung


Kedua orang itu lari menuju ke tenda mereka tempat Gemblung yang katanya sedang kejang-kejang, mungkin akibat dari lemparan batu yang dilakukan oleh Novi heheheh.


"Nov, ini saatnya kita pergi dari sini sekarang, kita pindah tempat sembunyi saja, karena nampaknya ada apa-apa dengan yang namanya Gemblung itu"


Akhirnya Novi dan Broni pindah tempat sembunyi, rencana mereka akan lebih dekat lagi dengan tenda keempat orang itu, hal ini berarti mereka tidak akan keluar dari area taman vila, tetapi mereka pindah bersembunyi ke arah sebelah kanan vila.


Ketika mereka sedang akan begerak, tiba-tiba dari arah luar ada orang yang orang yang sedang menyapa keempat dukun yang ada di dalam tenda. Dia adalah Saeful yang sudah berhasil keluar dari lorong tempat teman lainya bersembunyi.


"Wooooii siapa yang nekat kemping di dalam vila ini.... WOOOOOIIII siapa disana!" teriak Saeful dari balik pintu gerbang vila


"Nov, itu ada Saeful. Dia ternyata berhasil ke vila ini, kita dengarkan dulu saja apa yang sedang diomongkan Saeful dengan orang yang ada di dalam tenda itu"


"Mas, apa Saeful itu tidak dalam bahaya mas? karena takutnya mereka yang ada di tenda menuduh Saeful yang telah melempar teman mereka hingga pingsan dan kejang-kejang" kata Novi


"Gimana apakah kita tetap disini atau kita pindah lebih dekat lagi dengan tenda mereka Nov?"


"Kita dekati tenda mereka saja mas, siapa tau mas Saeful butuh bantuan kita apabila dia dituduh sebagai pelepar batu itu" kata Novi


"Kalau begitu kita tidak perlu pindah ke sisi kanan vila dulu, kita hanya perlu pindah tempat sembunyi kita dan semakin mendekati tenda, begitu Novi?" tanya Broni


"kalau menurut Novi ya seperti itu saja yang paling tepat mas, sekarang saja kita keluar mas dan temui  mas Saeful. Baru setelah itu kita bisa lebih mendekatkan kepada Tuhan, eh maaf lebih mendekat ke tenda mereka mas"


Ketika mereka berdua sedang berusaha untuk keluar dari tempat mereka sembunyi dan menuju ke lubang pagar yang ada di sebelah kiri vila tiba-tiba...


"Kamu.... kamu yang katanya sedang cari demit untuk dibuat peliharaan, ngapain kamu kesini?" tanya orang yang menemui Saeful di depan pintu gerbang vila


"Lho ini kan arah jalan pulang saya pak, saya ya jelas lewat sini lah, apalagi tadi saya lihat ada tenda di dalam sana, saya Cuma mau ingatkan saja, jangan mendirikan tenda atau bermalam di area vila, karena pasti ada yang akan mati" kata Saeful dengan wajah yang tidak bersalah


"Tau dari mana kamu kalau pasti ada yang mati apabila menginap di dalam halaman vila ini" tanya Orang yang bernama Fathoni itu dengan nada emosi


"Hahahah sudah berkali kali kejadian pak, coba aja tanya ke penduduk sini kalau seumpama sampeyan bertemu dengan orang selain saya" jawab Saeful santai


"Kalian ini kan paranormal, masak gak bisa tanya ke demit-demit peliharaan kalian hahahah" ejek Saeful kemudian


"Mana teman kamu yang lainya? Apa sudah ada yang sakit atau sekarat" tanya Saeful dengan gaya bicara yang kurang ajar


"AAHHHHRRGHH......, bagaimana kamu bisa tau kalau ada teman saya yang sedang kejang setelah pingsan! Kamu dan kelompokmu yang ngerjain kami kan!" kata orang itu dengan nada marah

__ADS_1


Hehehe Saeful ini memang bebal, meskipun orang yang ada di depanya itu nampak marah, tapi dia tetap santai. Saeful menghadapi orang yang sedang emosi itu dengan wajah yang dingin seolah tidak ada sesuatu pun yang sedang terjadi heheheh.


"Hahaha, saya hanya nebak saja, karena kejadian seperti ini tidak hanya satu dua kali saja terjadi disni, ya sudahlah saya mau melanjutkan perjalanan saya, dan semoga kalian bisa pulang dengan selamat"


"Oh maaf, apakah keluargamu ada yang tau kalau kalian sedang kemping disini, kalau bisa hubungi saudaramu dulu, sehingga kalau kalian ada apa-apa dengan kalian, kelurga kalian tidak susah-susah mencari mayat kalian" kata Saeful dengan wjah dingin dan kemudian berjalan kembali ke arah Gebang.


"Arrghhh, akan saya temui kamu setelah semua ini selesai, siapa namamu" teriak orang yang sedang ada di depan pagar yang dipanggil Fathoni itu


Tidak ada sahutan dari Saeful, dia melangkan ke arah bawah, ke arah Gebang. Heheheh Saeful cukup membuat tanda tanya besar terhadap orang yang dipanggil Fathoni itu.


Sementara itu Novi dan Broni saat ini belum keluar dari area vila, mereka berdua masih di lubang  pagar, tetapi mereka berdua akan mengejar Saeful apabila Saeful sudah melewati mereka berdua.


"Mas Broni, itu Saeful sedang berjalan menuju ke sini mas. Gimana apa kita ajak bicara dia sekarang saja mas?" tanya Novi


"Nanti saja Nov, kita harus yakin kalau keadaan aman, dan orang itu tidak mengikuti Saeful, baru kita datangi Saeful, pokoknya apabila semua sudah aman baru kita temui Saeful" kata Broni


"Sementara kita di lubang ini dulu saja Nov, kita tunggu sampai keadaan amanlah. itu Saeful sedang berjalan menuju ke arah kita Nov" kata Broni


Setelah beberapa waktu dirasa aman, Novi dan Broni keluar dari tempat persembunyian mereka.  Kedua orang itu kemudian mengejar Saeful yang sudah agak jauh dari tempat mereka bedua sembunyi. Novi dan Broni sengaja tidak berteriak untuk memanggil nama Saeful, takutnya terdengar oleh orang yang ada di halaman vila.


*****


"Bagaimana mas Bron dan mbak Novi, apa yang tadi saya lakukan sudah benar" tanya Saeful setelah Saeful berhasil mereka kejar, sekarang mereka berdua sembunyi di lereng jurang untuk membicarakan tindakan selanjutnya


"Begini saja mas Saeful, kami akan kembali lagi ke sana lagi untuk memantau keadaan disana, untuk diketahui salah satu dari empat orng itu keadaanya menghawatirkan karena lemparan batu Novi" kemudian Broni menceritakan kepada Saeful bagaimana awalnya sampai Novi melempar batu


"Kemudian apa lagi yang bisa saya kerjakan disini mas?" tanya Saeful lagi


"Siang nanti mas Saeful balik lagi saja ke sana. Pura-pura mau ke atas, tapi mampir dulu ketempat mereka untuk check keadaan mereka" kata Broni


"Nanti mas Saeful mampir juga ke mereka dan tanyakan apakan sudah ada yang mati atau belum hehehe. Pokoknya usahakan agar meraka makin khawatir dengan segala Inforamasi yang mas Saeful katakan"


"Kalau keadaan di tenda mereka kosong karena mereka semua sedang menemui mas Saeful, kami akan ambil semua barang-barang untuk ritual mereka nanti malam. Akan kami sembunyikan barang mereka" kata Broni


"Dan mas Saeful jangan khawatir, karena kami akan melindungi mas Saeful dari dalam taman VIla yang penuh dengan tanaman semak belukar" lanjut Broni


"Mas kalau seandainya saya pulang dulu ke masjid dan berganti pakaian, agar nanti siang saya bisa kembali lagi kesini dengan pakaian yang sudah ganti gimana mas" tanya Saeful


"Kalau memang mas Saeful tidak keberatan ya ndak papa mas, sekalian ganti pakaian mas, jangan lupa bawa arit dan senter hehehe, agar kalau mereka tanya ngapain lagi ke atas, bilang aja mau cari rumput dan kodok heheheh" kata Broni lagi


"kalau sudah dalam keadaan aman. Mas Saeful bisa kembali ke lorong lagi tapi dengan catatan, tidak ada yang mencurigakan dan tidak ada yang membuntuti mas Saeful, nanti certitakan kepada  teman kita apa saja yang terjadi disini" lanjut Broni lagi

__ADS_1


"Atau gini saja mas. kalau masnya sudah ada di ruangan biru. tolong sampaikan ke pak Handoko kalau kita butuh bantuan Bawok disini untuk mengagalkan rencana mereka nanti malam" kata Broni lagi.


__ADS_2