MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 68 (BOSAN, GITU-GITU TERUS)


__ADS_3

“Pak Pho, apa nda ada cara lain kah? Kenapa harus ke lorong-lorong lagi, apa ndak ada cara yang lebih sangar gitu pak, saya bosan kalau cuma gitu-gitu terus pak” keluh Tifano


“Iya pak Pho, apa ndak bisa gitu cara lain, kayak bikin senjata pemusnah masal, atau senjata pengkebiri laki-laki pak, Novi bosan di janjiin nikah mulu sama laki-laki pak hihihih” kata Novi mulai gila


“Ahh kalian pasti kepingin jadi vampil, atau jadi pendekal sakti aaaa, atau kalian kepingin jadi…..chongyang cap tiga dewa hihihihi”


“Kami mau pak, kalau disuruh melakukan apapun, asalkan kami juga dibekali dengan kelebihan untuk melawan mereka pak. Kalau cuma gini-gini saja saya ya ketakutan pak” tambah Ukik


“Eh maaf anak-anak, kalian ini tidak boleh ngomong kayak gitu di depan pak Pho, hormatilah dia anak-anak, jangan samakan bicara dengan teman-teman kalian” kata pak Handoko yang mungkin kaget dengan kelakuan anak-anak Sutopo ketika ngobrol bersama pak Pho


“Eh hahahah ndak papa Handokoo, meleka sudah sepelti anak saya sendili haiyaaa.. meleka memang gitu. Tapi meleka ini juga kesayangan leluhul-leluhul lumah ini Handoko hahahahah” jawab pak Pho


“Eh iya pak Pho, maaf. Saya pikir karena mereka kok berani sekali dengan pak Pho dengan ngomong kayak gitu, karena saya tau pak Pho ini bukan arwah sembarangan pak hehehe, energi pak Pho besar dan positiv” jelas pak Han


“Haiyaaa.. iya Handoko, memang meleka ini ya begini ini, tapi meleka ini belani sekali dan beljasa bagi lumah ini lho”


“Eh tapi pak, ada yang saya bingung, kalau memang benar Mak Nyat Mani dan Soebroto menginginkan sesuatu yang ada disini, lalu kenapa harus melalui kami, kenapa harus mbulet ada Dimas, ada Suparmi, ada   Marwoto dan lainnya?” tanya Broni


“Iya pak, Kenapa tidak langsung mereka curi saja dari sini pak?” tambah Gilank


“Hahahaha, begini pelkilaan ai, tujuan peltama dua penguasa ghaib itu menyatukan dua wilayah ghaib disini aaaa, tapi tiba-tiba muncul Dimas, akibatnya penyatuan itu gagal, kalena ada Dimas. Kemudian muncul kalian, nah kalian digunakan untuk mengakhili Dimas, tapi…. Ada tapinya ini anak-anak.. heheheh”


“Tapinya apa pak” mereka penasaran karena pak Pho tidak meneruskan ceritanya


“Tapi Soebloto tau dan mendengal dali anak buahnya yang penjaga kubulan kuno itu kalau disini ada sesuatu yang belhalga, sehingga dia menyusun lencana balu dengan Mak Nyat Mani lhaaa”


“Jadi istilahnya itu sekali menyelam satu dua pulau terlampaui, gitu ya pak Pho?” tanya Novi


“Disini tidak ada pulaunya Novi, tidak ada ail lautnya, apalagi ikan nya” kata pak Pho


“Ah pak Pho ini, Novi kan cuma perumpamaan aja pak. Pokoknya mereka itu mumpung ada Dimas, dan kita dimanfaatkan untuk bisa masuk ke dalam rumah ini? Dan kebetulan kita ketemu dengan pemilik rumah ini yang kemudian mewariskan kepada kami, gitu kan pak” lanjut Novi

__ADS_1


“Iyaaa, butul kamu Novi, sepelti itulah pokonya, dan sekalang meleka sedang mencali jalan lagi gimana bisa masuk ke sini lagi lhaaa” jawab pak Pho


“Berarti sebelum surat tanah itu hilang dicuri oleh orang yang bernama Trimo, Berarti Mak Nyat Mani dan Soebroto masih berusaha mencari benda berharga itu?” tanya Broni


“Iya meleka selau mencali disini, tapi kan meleka tidak bisa masuk kesini, hanya meleka beldua saja waktu itu, tapi setelah sulat itu diculi, sekalang semakin banyak yang datang kesini mencali halta itu”


“Ada satu lagi pak, mbok Ju, atau Juriah. Dia juga keliatanya juga cari harta itu, apakah benar?” tanya Ukik


“Juliah….juliah pelempuan baik yang gampang telpengaluh sama omongan lainya. Dia tidak mencali halta itu, tetapi dia ingin melindungi sulat belhalga yang diculi oleh Kaswadi lhaaa. Hmmm dia sekalang ada di dalam tubuh olang yang mengambil sulat belhalga itu” gumam pak Pho yang ada di dalam tubuh Dani


“Tapi….hhmmm lebih baik kalian jauhi saja dia, dia mudah sekali telpengaluh oleh setan lainya, sekalang dia ada di dalam tubuh Kaswadi yang ada di hhhmmm, meleka beldua ada di taman depan dekat ail mancul lumah ini”


“Kami ndak peduli dengan sesuatu yang berharga itu pak, pokoknya kami lepas dari masalah disini saja sudah luar biasa senang pak, nah sekarang karena kami terkena masalah lagi” Kata Tifano


“Lalu apakah bisa kami lepas tangan dari sini dan jangan ganggu kami lagi, kami tidak ingin dapat masalah seperti sebelumnya pak” sambung Tifano


“Tidak bisa, kalian pemilik lumah ini halus menjaga yang ada di sini dan yang ada di atas juga, kalian tidak bisa melepaskan baling milik kalian ini, jangan sampai jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab”


“Mungkin bisa Novi perjelas pak, apakah mungkin kami pergi dari sini tanpa ikut campur masalah ini, dan bukankah tiga dokumen berharga itu sudah ada di tangan kami pak Pho?” kata Novi


“Haiyaaaa bisa-bisa libuan olang kesini, libuan setan kesini, jutaan mahluk halus yang menginginkan benda itu datang ke kesini, ai bisa pusing laaaa” jawab pak Pho


“Lalu apa yang harus kami lakukan pak? Menjaga rumah ini dan dokumen rahasia itu? Atau menjaga apa lagi, atau mengusir mereka yang datang kesini?” tanya Broni


“Semuaaa, semua halus kalian lakukan. Bunuh yang tidak pellu dan jaga halta kalian disini” kata pak Pho dengan tegas


“OK baiklah pak Pho, tapi apa yang kami punya? Kalau dulu kami kan bisa menghalau mahluk halus, karena isian kami yang berasal dari Mak Nyat Mani” kata Ali


“Gampang, kalian mau jadi apa plok plok plok sutha jadi hahahahah” kata pak Pho


“Ini serius pak, terus terang kami sudah bertemu dengan mbah Marwoto, dan kami sempat dibuka juga mata batin kami pak, tapi itu hanya sebatas melihat mahluk ghaib saja, lha untuk pertahanan diri dan menyerang, kami tidak punya apa-apa pak” kata Wildan

__ADS_1


“Oh hahahaha kamu dulu beldua mati ya hahaha” tunjuk pak Pho kepada Wildan dan Gilank


“Dasar orang tua gilak, dari tadi kami berdua ada disini, kok baru sekarang bilang kami berdua dulu mati” gumam Gilank


“Ohw hahaha ai tidak gila, ai ini memang sepelti ini, kadang ai tidak pelhatikan apa yang ada di sekeliling ai” jawab pak Pho tidak mau kalah


“telus kamu Handoko dan kamu yang sama Novi itu, apa kamu yakin mau bantu teman-teman kecilku ini aaa?” tanya pak Pho


“Iya pak, saya akan bantu mereka pak, karena pak Pho tau kan kalau saya yang selalu membantu orang tionghoa yang bermasalah dengan waris dan warisan heheheh” jawab pa Handoko


“Lhalu kamu anak muda, bagaimana dengan mu?” tunjuk pak Pho kepada Saeful


“Saya lebih baik jaga masjid saja pak, tapi kalau mereka butuh bantuan saya, maka saya akan dengan suka rela akan membantu juga pak” jawab Saeful


“Lhooo pastikan dulu anak muda, kalena yang akan kalian hadapai ini bukan sembalangan, bukan kaleng kaleng, yang kalian hadapi ini penguasa dua wilayah dan iblis mengelikan yang belkuasa di hotel Waji pct sana”


“I…Iya pak, saya mau bantu me…mereka” kata Saeful dengan ragu-ragu


“Lho kalao lagu-lagu lbih baik tidak laaaa” potong pak Pho lagi


“Tidak pak, sa…saya yakin untuk membantu mereka pak” jawab Saeful lagi


“Baguuusss, sekalang kalian tunggu saja disini, ai mau masuk dulu belsama Dani dan Ukik sekalang”


Hahahah mereka akan menikmati petualngan baru yang mungkin tidak sampai menimbulkan kematian atau bisa saja mereka semua akan mati wakakakak, tapi yang jelas memang semenjak tiga dokumen mengerikan itu sudah sempat berpindah tangan ke beberapa orang, mengakibatkan adanya perburuan sesuatu yang penting.


Apakah yang mereka buru itu harta yang tertulis di dokumen kepemilikan rumah atau kah ada benda lain yang pak Pho masih rahasiakan karena ada orang lain selain ke delapan orang itu? Bisa saja benar.


Tapi yang namanya pak Pho dari dulu kan memang selalu ada saja yang dirahasiakan. Memang lah , karena dia itu penjaga rumah itu, dan tidak semua orang berhak untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya


Tidak lama ada di dalam ruangan yang bersebelahan dengan ruangan yang sekarang mereka berkumpul, kemudian pak Pho yang ada di tubuh Dan dan Ukik sudah keluar dari ruangan itu,

__ADS_1


“Sekalang pintu dan ruangan di rumah ini sudha saya bikin belputal telus menelus, tidak akan belhenti. Altinya luangan, pintu, kamal, lolong, telowongan, dindin dan semuanya belubah setiap  jamnya, sehingga tidak ada yang bisa masuk ke sini kecuali belsama ai”


“Sekalang Ai akan ikut kalian untuk menghanculkan yang jahat, sehingga lumah ini akan damai lagi sepelti dulu, dan kalian akan timggal disini juga haiyaaaa”


__ADS_2