MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 192 ( HOTEL YANG INDAH )


__ADS_3

Beberapa anak kecil berlarian di sekitar taman bunga yang merangkap untuk parkir kendaraan, anak- anak itu juga bermain di  sekitar kolam ikan yang jernih dengan ikan koi dan tombro yang berwarna warni yang ada di dalamnya.


Tidak ada raut wajah ketakutan di wajah anak-anak yang sedang bermain di sekitar taman bunga yang indah itu.


“Semua ini aneh!. Tidak sampai beberapa minggu kita meninggalkan hotel ini, sekarang sudah berubah menjadi baru semua, tidak nampak sesuatu yang mengerikan sama sekali disini” kata pak Handoko


“Sama sekali tidak ada makhluk ghaib jahat disini, saya sudah mencari ke setiap sudut, tetapi belum juga menemukan mahluk ghaib usil” kata mbok Ju


“Yang ada hanya jin jin yang sama sekali tidak berbahaya yang mengakibatkan aura positif disini” kata mbok Ju


“Bagaimana bisa mereka melakukan pembangunan dalam jangka waktu hanya beberapa minggu saja?” gumam pak Handoko


“Ini jelas aneh pak, kita coba masuk ke dalam saja pak, bagaimana kalau kita coba menginap disini, khususnya kamar 6+ itu”usul Dogel


“Setuju mas, ayo kita dalam dulu  untuk sekedar tanya tanya harga permalamnya berapa”


Akhirnya mereka menuju ke kantor hotel yang posisinya agak menjorok ke dalam dari halaman parkir yang dulunya ada pohon beringin dan pohon mangga yang mengerikan itu.


Ada sekitar enam mobil yang berjajar parkir di sini, rata-rata mobil dengan tahun muda. jadi bisa dipastikan mereka tidak berada dalam lingkaran putaran waktu.


“Ruangan kantor Hotel tidak berubah sama sekali keadaanya, tetap dengan kaca yang besar, tetapi catnya sudah diperbarui dengan warna putih yang bersih” kata pak Han


Dari luar terlihat beberapa orang yang sedang duduk di sofa kantor hotel, bahkan ada juga bapak-bapak yang sedang melakukan proses administrasi di resepsionis hotel.


“Ayo kita masuk mas, siapa tau kita beruntung dapat kamar bungalow yang ada di samping itu”


“Sebentar pak, jangan masuk dulu” kata Dogel sambil menunjuk pada laki-laki yang ada di meja resepsionis


“Wah, kamu ingat orang itu apa ndak?”


“Sopo Gel, aku belum pernah bertemu dengan orang yang ada di dalam sana” jawab Blewah


“Iku lho… petugas resepsionisnya, dia namanya Baldy botak (novel Indah Laminatingrum) yang dulu itu lho” kata Dogel


“Hmm koyoke waktu itu kan cuma kamu dan Totok yang bertemu. waktu itu aku sama Glewo kan belum kesini” kata Blewah


“Oh iyo Wah..bener kamu, kamu belum pernah bertemu dengan dia. Waktu itu aku dan Totok yang kesini”


“Nama dia itu Baldy pak, dia itu hilang bersama Totok waktu saya diajak Totok ke hotel ini”


‘Ada yang aneh dengan hotel ini mas, ayo kita kesana mas, kita lihat apa sebenarnya yang ditawarkan hotel yang mengerikan  ini” kata pak Handoko


Mereka bertiga bersama mbok Ju masuk ke dalam kantor hotel untuk menanyakan harga kamar.


Begitu pintu ruangan utama hotel mereka buka, mereka terkejut dengan adanya sesuatu yang berusaha menarik mereka untuk masuk ke dalam.


Ruangan utama hotel ini berbau wangi, wangi lembut bunga yang mungkin disebabkan oleh wewangian dinding yang tiap beberapa detik sekali menyemprotkan aroma wangi.


“Heheheh itu tadi adalah penglaris, dia akan menarik kalian untuk masuk ke hotel dan menyewa kamar yang ada disini hehehe”  kata mbok Ju  sambil tertawa


“Tapi hingga kini saya belum juga menemukan iblis jahat, yang ada cuma penglaris, beda dengan yang ada di taman bunga tadi”  kata mbok Ju lagi


“Kalian tunggu saja d sofa anak-anak, saya akan coba untuk tanya harga hotel sekalian reservasi kalau pas ada kamar yang di samping ruangan utama hotel ini.” kata pak Han


“Mbok Ju, apa disini ada arwah kuno?” tanya Blewah


“Tidak ada sama sekali nak, aneh padahal ini kan hotel lama, seharusnya saya bisa lihat beberapa arwah jaman dulu yang selalu ada di hotel-hotel lama nak”


“Nah itu dia, Ini Mirah sedang mencari bekas teman-temanya yang ada disini, tetapi dia tidak menemukan nya sama sekali, disini sama sekali tidak ada yang menakutkan” kata Blewah


“Iya betul nak, hingga menimbulkan aura positif yang nyaman dan enak untuk ditinggali”


“Saya masih menerka-nerka sebenarnya ada apa disini, kenapa semua penghuni lama disini tidak ada, sebenarnya apa tujuan dari pemilik ini dengan hal seperti ini” kata Mirah atau Blewah


“Sabar nak Blewah/nak Mirah secepatnya kita akan tau apa yang menyebabkan seperti ini, dan yang pasti ada tujuannya nak” kata mbok Ju dengan yakin


“Kita tunggu hingga pak Handoko mendapat giliran untuk berbicara dengan resepsionisnya nak”


Saat ini pak Han sedang antri, ada dua orang yang sedang reservasi di depan pak Han, dan mereka semua membawa keluarganya.

__ADS_1


Hingga tiba saatnya giliran pak Handoko yang maju..


“Selamat siang pak, bagaimana ada yang bisa saya bantu” kata orang yang menurut Dogel bernama Baldy itu


“Selamat siang pak, eh saya mau tau rate kamar disini pak”Kata pak Handoko


Baldi menyodorkan selembar kertas atau brosur kepada pak Han, kemudian dia menjelaskan apa saja yang  merupakan standar masing-masing jenis kamar.


“Hmm saya minta yang ada ac nya pak. mmh.. mungkin yang ini pak, yang berupa kayak pondok itu pak” kata pak Han


“Oh kalau tipe superior ini sedang penuh, karena hanya ada enam kamar saja” jawab Baldi


“Begini pak… hmmm saya ada keperluan proyek besar di kota ini, dan menurut beberapa orang, hanya hotel ini yang terbaik disini”


“Dan apabila memang betul bagus, maka saya bisa rekomendasikan kepada perusahaan saya untuk mengontrak kamar disini!” kata pak Han


“Coba bapak cek lagi mungkin ada yang akan check out hari ini, saya bisa menunggu dengan sabar untuk mendapatkan kamar yang ada disini pak” kata pak Han lagi


“Hmm sebentar… sebentar.. akan saya cek dulu pak”


Petugas reception itu kemudian membuka komputer yang ada di sebelahnya, dia memeriksa beberapa lama hingga dia akhirnya bicara lagi dengan pak Handoko.


“Hmm ini ada pak, tapi nanti jam 12.00 hari ini orangnya akan check out””


“Jadi apa bapak mau menunggu sebentar hingga jam 13.00 untuk kami bersihkan kamar itu dulu, bagaimana?” tanya petugas itu


“Ok gak masalah, dan terima kasih banyak pak, hmm ngomong-ngomong itu kamar yang saya maksud itu disebelah mana ya letaknya pak?” tanya pak Han pura-pura tidak tahu


“Letaknya di samping pak, kalau dari parkiran yang ada di depan bangunan ini bapak belok ke kiri , nah nanti lewat semacam pintu gerbang kecil,  disana letaknya”


“Kemudian di belakang sana ada taman dan kolam renang, yah sekedar untuk berfoto atau bersantai pak” kata petugas yang mirip dengan yang namanya Baldi itu


“Baiklah pak saya akan berkeliling di hotel ini dulu, nanti sebelum pukul 13.00 kami sudah ada disini” kata pak Han kemudian berlalu dari hadapan petugas itu dan kembali duduk di sofa


“Nanti jam satu siang kita kesini lagi, karena sudah ada kamar kosong untuk kita di samping itu” kata pak Han


“Yuk kita berkeliling sambil menikmati keindahan halaman hotel ini” kata pak Han dengan suara yang sengaja agak dikeraskan


Hingga pada saat ini ada lagi satu keluarga yang masuk ke sana untuk sekedar reservasi atau tanya harga kamar.


“Kita ke belakang dulu saja anak-anak, kita lihat apa yang ada disana”


“Ayo pak, saya penasaran dengan yang ada disini pak, semuanya tampak berbeda sekali dengan waktu saya kesini beberapa waktu lalu” kata Dogel


“Iya mas, saya juga heran…..,  saya kesini terakhir waktu membakar benda yang mirip dengan bayi, yang kata Rochman akan dipersembahkan untuk Dimas itu”


Mereka sudah ada di luar kantor hotel dan berbelok ke kiri, disana emang ada semacam pintu kecil yang merupakan pintu masuk tamu yang akan menginap bungalow atau yang berbentuk pondokan.


“Benar-benar jauh berbeda dengan ketika kita kesini ya Gel, benar-benar bagus dengan tanaman yang berbunga warna warni di pinggir tembok ruangan utama”


“Dan ini yang aneh lagi rek, ada Jendela yang merupakan jendela tiap kamar yang ada di ruangan utama. Dulu kan tidak ada jendela itu” tunjuk Blewah


“Iya Wah, jalan batu batuan setapak yang kita injak ini rapi sekali, dengan rumput yang terpotong rapi di pinggirnya. aku jadi aneh kalau lewat sini” kata Dogel


“Hmm kamar-kamar ini memang terlihat ada penghuninya, coba kalian perhatikan selalu ada sandal dan sepatu di tiap depan pintu kamar” kata pak Han


Mereka saat ini sudah ada di depan kamar nomor 4+ dan selalu ada sepatu dan sandal di terasnya, yang berarti kamar-kamar itu ada yang menginap.


Hingga di kamar 5+ juga begitu keadaanya, ada sandal dan sepatu di terasnya. Tetapi ketika mereka ada di depan kamar 6+...


“LIhat anak-anak, sama sekali tidak ada sandal ataupun sepatu disitu, kamar yang merupakan tempat yang paling dekat dengan ruangan mengerikan” bisik pak Han


“Mbok Jum bagaimana keadaan kamar 6+ itu ?” tanya pak Han


“S… saya sama sekali tidak bisa masuk ke dalamnya”


“A…ada semacam tembok  penghalangnya, bahkan untuk mengintip di dalamnya saja saya tidak bisa” kata mbok Ju


“Nah ini anak-anak, setiap pakaian yang putih bersih pasti ada noda hitamnya sekecil apapun itu”

__ADS_1


“Begitu pula disini, meskipun kita bisa lihat di sini tidak ada mahluk jahat sama sekali tetapi di dalam  situ pasti merupakan penjara mereka” kata pak Han


“Dan mereka sudah terkurung disana. meskipun saya ini juga ghaib, tetapi saya sama juga dengan mbok Ju, saya tidak bisa melihat apa yang ada di dalam sana” kata pak Handoko


“Apa perlu kita intip ke dalam pak?” tanya Blewah


“Tidak perlu nak. nanti malam saja kita coba bergerak”


“Apa nanti kita dapat kamar itu pak?” tanya Dogel


“Saya yakin kita tidak akan tidur di kamar itu, karena disana pasti merupakan semacam tahanan ghaib”


“Jadi memang benar kata petugas jaga itu, dia sedang menunggu orang yang akan keluar dari salah satu kamar yang ada disini kecuali kamar nomor 6+”


Mereka melewati kamar 6+ itu dengan tenang, dan kini mereka menuju ke halaman belakang yang ternyata sudah sangat berbeda sama sekali.


“Wah gila bener hotel ini” kata Dogel dengan kagum


Bagian belakang ini sudah disulap menjadi sebuah taman yang Indah, ada sebuah kolam renang di bagian ujungnya, beberapa pohon besar yang rindang menambah keindahan taman belakang.


Ada beberapa permainan untuk anak-anak, ada juga bukit kecil yang berdekatan dengan kamar 6+ bukit kecil yang diatasnya ada beberapa tempat duduk berpayung.


Semua yang ada di belakang ini dilapisi oleh rumput yang terpotong rapi.


“Kalian lihat bukit kecil itu, di bawahnya ada semacam bangunan yang mengerikan” kata pak Han


“Iya pak, saya tau….. dan sangat panas disana pak, tapi ndak tau lagi untuk saat ini pak, karena semua sudah berubah” jawab Dogel


Beberapa anak-anak kecil bersama orang tuanya sedang bermain di beberapa permainan macam ayunan dan sebagainya, ada juga yang sedang berenang, meskipun kolam renang itu tidak seberapa besar, karena diperuntukan untuk anak-anak saja.


“Hmm benar-benar perubahan yang aneh, dan tujuannya apa itu yang kita belum tau”


“Ayo kita ke depan saja anak-anak, kita ke warkop yang ada di depan sana itu” ajak pak Han.


Ketika mereka akan pergi ke warkop dan melewati kantor hotel, tiba-tiba petugas resepison memanggil pak Han.


“Permisi pak Handoko.. hehehe dari tadi bapak saya cari kemana mana pak” kata petugas jaga itu


“Iya apa apa pak, tadi saya sedang menikmati halaman belakang yang begitu indah” kata pak Handoko


“Begini pak, siang ini ada satu kamar yang batal, dan satu kamar yang penghuninya akan check out jam 12.00 sebentar lagi”


“Nah bapak mau kamar yang batal di booking atau menunggu yang akan check out?”


“Kalau boleh tau kamar yang batal booking itu nomor berapa ya”


“itu kamar 6+ pak, yang dekat dengan bukit kecil itu” kata penjaga itu


“Hmmm terlalu berisik dengan teriakan anak-anak pak. kalau yang akan check out itu yang nomor berapa?”


“Itu yang nomor 5+ pak, bagaimana, mau pilih yang mana pak?”


“Yang 5+ saja pak, agar tidak terlalu bising dengan anak-anak yang sedang bermain di bukit itu”


“Baik pak, akan kami siapkan dan bersihkan dulu, bapak bisa masuk pada pukul 13.00 pak. terima kasih”


Petugas hotel itu meninggalkan pak Han dan kawan-kawan yang ada di depan kantor hotel,  kini mereka melanjutkan perjalanan ke warkop untuk sekedar ngopi dan makan siang.


“Tadi kok bapak ndak mau ditawari kamar 6+ pak, bukanya disana itu yang akan kita selidiki pak?” tanya Dogel


“Jangan mas, saya tidak mau ada apa-apa dengan kalian. Karena menurut apa yang saya pelajari, sebuah kamar yang ada semacam benteng ghaibnya itu bukan sembarang kamar”


“Dan juga bukan kamar yang diperuntukan untuk umum. Kamar itu digunakan untuk sesuatu yang bersifat ghaib, kalau kita mau kesana kan tidak perlu membuat takut diri kita”


“Kita masih bisa kesana tanpa harus menginap di dalamnya. kita ini butuh otak yang tenang untuk mengamati apa yang ada disini, dan bukan untuk bertemu dan bermalam di kamar yang penuh dengan mahluk ghaib jaman dulu”


“Dan ada lagi yang menjadi pertimbangan saya, tetapi itu masih pikiran saya saja, sebuah pikiran yang belum tentu benar”


“Bagaimana pak, apa yang menjadi perkiraan bapak itu?” tanya Dogel

__ADS_1


“Mmmh kamar nomor 6+ itu merupakan kamar yang digunakan untuk mencari calon korban untuk Rochman!”


__ADS_2