MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 253 (PAK NYOTO, PAK TEMBOL DAN DOGEL)


__ADS_3

“Pak Timbul, dari pada kita hanya diam dan tidak melakukan apapun, apa kita tidak sebaiknya masuk ke dalam rumah itu saja?”


Ketika pak Tembol beserta Dogel dan satu anggota keamanan akan masuk ke rumah Nabil, tiba-tiba penjaga komplek yang tadi mengantar mereka itu kembali lagi


“Pak…pak”


“Saya lupa…ada info lagi…”


“Ada apa mas?” tanya pak Nyoto


“Kemarin malam pak Nabil datang dengan kondisi mobil yang bagian kanan dan kirinya kotor dan penyok, sepertinya dia habis  terjadi kecelakaan” kata petugas jaga itu


“Dia sempat masuk ke dalam rumah sebentar, tapi kemudian pergi lagi  hingga sekarang dia belum pulang” kata petugas jaga  itu lagi


“Ya sudah pak, berarti rumah ini sekarang dalam keadaan kosong, karena kami akan masuk ke dalam” kata pak Nyoto


“Kosong pak, eh gini saja, saya minta nomor hp, nanti kalau nabil pulang, saya bisa beritahu kalian agar segera keluar dari sana” kata petugas jaga itu lagi


“Dan saya minta tolong jaga mobil kami selama kami ada di dalam rumah itu.. apabila dalam 24 jam kami belum keluar tolong hubungi komandan saya AKP Bowo  yang kemarin ke sini” kata pak Nyoto


“Atau ke polsek daerah sini dan cari komandanya yang bernama pak Parmin dan bilang kalau saya ada di sini dan balum keluar”


“Nomor telepon komandan saya kamu sudah punya kan?”tanya pak Nyoto


“Sudah punya pak, ada di pos keamanan” kata petugas itu lagi


Mereka melanjutkan masuk ke dalam rumah Nabil lagi setelah Dogel memberikan nomor ponselnya kepada petugas jaga.


“Rumah ini kosong” kata pak Nyoto ketika mereka sudah ada di dalam halaman rumah


Pak nyoto menyorotkan sinar senternya ke segala arah untuk mengetahui keadaan halaman dan teras rumah..


“Daun daun kering yang banyak berguguran dari pohon beringin ini menandakan rumah ini sudah lama kosong” kata pak Nyoto

__ADS_1


“Debu ini .. coba kalian lihat di  lantai teras rumah… debu yang tebal.. dan sama sekali tidak ada jejak kaki. yang artinya tidak ada yang keluar masuk dari rumah ini” kata pak Nyoto


“Itu yang tadi akan saya bilang ke pak Nyoto, karena yang akan kita lawan ini bukan manusia, dia itu setan yang berasal dari jaman dahulu, dan sekarang tidak tau dia ada di mana.


“Kita tetap masuk saja pak, hari ini kita harus ada yang dilaporkan ke Komandan saya” kata pak Nyoto nekat


“Jangan dulu pak, Teman saya Dogel ini mempunyai teman tak kasat mata, yang sekarang dia bawa itu” kata pak Tembo


“Maksudnya kucing hitam itu pak Tembol?”


“Betul, dia namanya mbak Bashi, tetapi di dalam kucing hitam itu yang  penting, namanya mbah Saripah, dan saat ini mbah Saripah sedang masuk ke dalam sana”


“Kita tunggu saja dulu kabar dari mbah Saripah, karena di dalam itu hanya sebuah rumah biasa, tetapi ada lagi ruangan yang harus kita datangi, dan ruangan itu yang kita belum tau” jelas pak Tembol


“Lagi pula dua orang teman ghaib kita juga ada di dalam sana, dan sekarang mbah Saripah sedang mencari Ngot dan Indah” kata Dogel


 ‘Waduh… rumit juga, saya kira kita hanya masuk ke sana dan melakukan pengecekan seadanya yang terlihat oleh mata” kata pak Nyoto


“Tentu saja tidak pak nyoto, di dalam sana ada semacam ruangan ghaib yang kita tidak bisa lihat, dan ruangan itu tempat Nabil atau Rochman menyimpan arwah arwah orang yang dia bunuh” jawab pak Tembol


“Pokoknya hari ini kita usahakan untuk masuk ke rumah ini dan kita cari sesuatu yang tidak terlihat dan tidak tidak di tempat yang umum” kata pak Tembol


Beberapa menit mereka masih ada di teras rumah Nabil hingga kemudian mbak Bashi mengeong dan minta digendong oleh Dogel.


“Pak, sekarang kita bisa masuk, kata mbak Bashi di dalam sana tidak ada apa-apa, dan nanti apa yang kita lihat dengan nyata  nanti ini tidak seindah yang kita harapkan” kata Dogel


“Kita masuk lewat pintu depankah nak Dogel?”


“Iya pak, dan pintunya tidak terkunci kata mbak Bashi”


“Pak Nyoto di belakang kami ya, untuk berjaga-jaga apabila ada sesuatu yang terjadi dengan kami”


“Dan kita nanti akan dituntun oleh mbak Bashi”

__ADS_1


Mereka berjalan pelan di teras rumah, paling depan adalah mbak Bashi dan Dogel, setelah itu pak Tembol dan yang paling belakang adalah pak Nyoto yang siap dengan segala tantangan.


“Pak Nyoto tolong nyala senternya dimatikan saja pak, jangan khawatir, mata manusia akan bisa melihat di dalam gelap meskipun hanya berupa bayangan saja” kata pak Tembol


“Nanti kalau memang dibutuhkan, baru pak Nyoto nyalakan lagi senternya”


Senter pak Nyoto dimatikan, sekarang kegelapan mulai menyelimuti mereka.


Dogel membuka pintu depan rumah Nabil dengn mudah, kemudian mereka bertiga plus mbak Bashi masuk ke dalam dengan hati-hati.


Suasana gelap gulita dan hawa yang hangat mulai mereka rasakan, setelah itu mereka mulai mencium bau busuk, bau busuk yang samar.


“Pak Nyoto sudah mulai terbiasa melihat dalam gelap belum pak?” bisik pak Tembol


“Yah.. sudah.. saya hanya bisa melihat bayangan dalam jarak satu hingga dua meter saja”


“Ok kalau begitu, sekarang kita lanjutkan saja ya pak” kata pak Tembol


“Udara mulai hangat pak, dan bau busuk pelan pelan semakin tajam bersamaan kita semakin dalam masuk ke rumah Nabil” kata Dogel


“Tetap waspada karena yang di depan kita adalah sesuatu yang lebih mengerikan pak” kata Dogel lagi


*****


“THOLOOONGGGG BBBFFPP…. TIIIFFF TOLONG  BBBFFPP AKHUUUU BBBBPPF”  Wildan yang ternyata sadar mulai kebingungan karena mulut Wildan dibekap tangan  Novi.


Novi semakin liar dengan menunjukan singkong genderuwo nya di depan wajah Wildan


Lalu bagaimana dengan Tifano… siuman sebentar, tetapi setelah melihat senjata Novi… dia pingsan lagi


Kekuatan Novi bagaikan dua binaraga yang sedang membekap Wildan, Wildan tidak bisa bergerak sama sekali.


Novi duduk di area pinggang Wildan, hingga pada saatnya kemudian…

__ADS_1


“EEgghh mas Wil… Novi gak mau siksa mas WIldan kok. Novi cuman pingin masukan ini Novi ke lubang mas Wildan aaahhhkkk”


HIIIKKSSS AAAGHH BBBFFPPP” Wildan yang sedang dibekap oleh tangan Novipun akhirnya pingsan seketika


__ADS_2