MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 46 (WEMPI)


__ADS_3

Tifano dan Wempi melanjutkan ngobrolnya di meja resepsionis, karena jelas tidak etis kalau seorang petugas jaga meja penerima tamu duduk di sofa tunggu bersama orang lain.


“Eh mas Wempi, emang ga papa kita ngobrol disini, kok gak di sofa itu aja sih mas” tanya Tifano


“Disini aja kak Tif, biar keliatannya kak Tifano itu tanya-tanya tentang rate disini, karena disini ada cctvnya, Wempi ga boleh ada di sofa itu berlama-lama hehehe” kata Wempi dengan endelnya


“Kak Tifano ini sebenernya kesini mau apa sih, masak cuman mau tanya rate aja sih” tanya Wempi setelah dia ada di balik meja reception.


Tifano jelas gelagepan ditanya seperti itu, karena dia kan memang ke sana tujuannya hanya untuk pingin tau apa yang dilakukan oleh Muryati. Tapi untungnya Tifano dibekali Tuhan dengan akal yang hebat, sehingga dia bisa ngeles ketika ditanya Wimpi seperti itu


“Sebenernya aku lagi nongkrong di kedai kopi itu tuh ama dua temen aku mas, cuman waktu kami sedang asik menikmati kopi, tiba-tiba perempuan itu marah-marah sama dua laki-laki yang ada di meja depan kami”


“Aku jelas penasaran dong hehehe, jadi yaaah aku ikutin aja dia kesini, dan eee ternyata disini dia makin emosi sama mas Wempi hihihihi”


“Owwh gituuu, kiraaain... eehmm”


“Kirain apa mas?” tanya Tifano dengan wajah yang dimanis-maniskan, karena Tifano tau kalau Wempi pasti tau banyak soal Trimo dan Muryati


“Kirain emang mau ketemu ama Wempi” kata petugas resepsionis yang agak aneh itu hihihihi


“Mas Wempi, gabung yuuk aman temen-temen aku di kedai kopi itu”ajak Tifano ke Wempi


“Ntar kak, Wempi masih jaga, ntar lagi jam 20.00 ada teman Wempi datang, ntar Wempi bisa mampir ke sana kak, tapi jangan-jangan kalo Wempi ke sana ada yang marah kak hihihi?” tanya nya dengan malu-malu tapi asyu


“Jelas ga ada yang marah lah mas Wempi, yuk aku tunggu di sana ya mas, beneran lho mas Wempi aku tunggu di sana lho ya heheheh”


Tifano kembali ke tempat kedai kopi sebelah lobby hotel, dia bergabung lagi bersama kedua temannya, tapi sayangnya meja di depan mereka sudah kosong, meja yang tempat Muryati dan kedua cecunguknya itu sudah bersih.


“Kemana mereka rek” tunjuk Tifano ke arah meja di depannya


“Wis pulang barusan Tif. Kamu kok lama sekali di sana Tif, memange ngapain ae kamu di sana?” tanya Ukik


Tifano menjelaskan kepada Kedua temannya apa saja yang dia dengar di lobi hotel tadi termasuk tentang Wempi yang kelihatannya mengetahui tentang simpanan-simpanan Trimo.


“Nanti dia kesini rek, usahakan kita bersikap wajar sama dia, buat dia bisa membuka rahasia-rahasia yang dia tau tentang Trimo rek”


“Kita sandiwara aja lah, kalian berdua ikuti aku ae yo, biar aku yang memulainya rek” kata Ukik


“Tadi gimana itu si Muryati waktu aku di lobby bersama Wempi itu rek, apa dia merencanakan sesuatu lagi?” tanya Tifano


“Intine Muryati sudah tidak bisa masuk ke sana lagi, sekarang dia fokus untuk merampas tas-tas yang dimiliki Novi ketika Novi sedang perjalanan dari salon dia menuju je sini Tif” kata Ukik


“Hanya saja kedua orang badut muryati itu masih bingung, bagaimana caranya agar bisa merampok orang macam Novi itu”


“Setelah tidak ada yang mereka bicarakan, kemudian mereka pergi dari sini Tif, jadi kita tidak tau apa yang akan mereka rencanakan berikutnya” lanjut Broni


“Oklah, sekarang kita korek-korek informasi dari Wempi saja dulu rek, dan untuk diketahui Wempi ini  agak ngondek hehehe, semacam Rochman gitu rek” kata Tifano lagi

__ADS_1


*****


“Kotak ini kosong Nov, pintar juga akal si Trimo ini. Mungkin dia merasa bakal banyak orang yang akan  mencari barang yang dia curi dari Kaswadi, sehingga dia mulai berpikir bagaimana caranya menyembunyikan barang itu”


“Iya mas Dan, Novi juga merasa seperti itu, jadi mungkin setelah di menjual beberapa lembar uang gulden, kemudian banyak orang yang berusaha menyakiti dan merampoknya, makanya dia menyewa penthouse ini” jawab Novi


“Tapi menurut Novi mas, Trimo itu menyembunyikan uang itu dari Muryati mas, karena kemungkinan besar Muryati tau apa yang dimiliki Trimo” lanjut Novi


“Tapi Nov aku masih merasakan adanya energi itu lho Nov, yang aku rasakan itu energi yang sama dengan yang aku miliki Nov, jadi seolah olah ada diriku di tempat lain yang harus aku jumpai”


“Sama mas Dan, Novi juga merasa bahwa di sekitar sini ada milik Novi yang harus Novi temukan. Jadi apakah Trimo masih menyimpan barang itu di sekitar sini ya mas?”


“Jangan-jangan di penthouse ini ada semacam tempat peyimpanan rahasia yang hanya diketahui oleh penyewa atau pemilik ruangan ini. semacam safety box gitu Nov”


“Iya juga ya mas, di hotel berbintang aja ada semacam safe deposit box yang menyerupai brankas, harusnya di penthouse juga ada dan harusnya lebih tersembunyi tempatnya”


“Gini aja Nov, coba kirim pesan kepada anak-anak Nov, bilang kalau yang ada di dalam closet itu kosong, hanya ada kotaknya saja” kata Dani


Novi dengan cekatan menulis pesan untuk Broni yang ada di kedai kopi, dia kabari kalau info yang tadi diberikan Broni itu memang benar ada kotaknya saja, tapi isinya kosong.


*****


“Rek ada Wa dari Novi, dia bilang kalau di dalam closet itu memang ada kotaknya pak Tembol, tapi isi kotaknya kosong” kata Broni


“Tapi kata Novi dia dan Dani merasa kalau benda itu ada di sekitar mereka, karena mereka merasakan adanya energi yang mirip dengan mereka, dan kemungkinan itu adalah dari cap jempol darah rek” tambah Broni lagi


“Kalau menurutku di sana pasti ada tempat semacam brankas yang digunakan untuk menyimpan barang berharga bagi penyewa ruangan itu, hanya saja Dani dan Novi sampai sekarang belum menemukanya” tambah Tifano


“Aaaah Tif, ini kesempatan kita untuk cari informasi dari petugas jaga meja tamu yang tadi kamu kenal itu. Nanti dia kesini jam berapa Tif?” tanya Broni


“Kemungkinan sebentar lagi Bron, pokoke dia mau ngobrol sama kita setelah ada petugas pengganti di meja terima tamu itu” kata Tifano


Benar juga kata Tifano, tidak sampai 15 menit, Wempi sudah masuk ke kedai kopi yang terkenal larang itu hihihi.


“Haai kak Tif, hai kakak kakak” sapa Wempi kepada Tifano, Broni, dan UKik


“Ayo duduk sini mas Wempi” suruh Tifano sambil mengambilkan kursi untuk laki-laki yang sedikit kemayu itu


“Kenalin kak, saya Wempi kak”kata Wempi sambil mengajak Broni dan Ukik bersalaman


“Duh kakak-kakak ini tatonyaaaa, duuuuh geli rasanya Wempi kak, rasanya ada yang berdesir di tubuh Wempi kak hihihiih” wah baru kenal kok sudah gitu ya  hahahah, memang aneh  dia itu


“Halah ada-ada aja mas Wempi ini, mas Wempi belum tau Tatonya Broni yang ada di bawah perutnya  ya mas ihihih” kata Ukik mulai bikin masalah


“Aah masak sih ada tato di bawah perut segala sih kak. Giman cara natoinnya kak, apa gak geli tuh disitunya dipegang pegang iiih” kata Wempi yang mulai bisa bergurau dengan mereka bertiga


Tidak lama kemudian barista kedai datang untuk menawarkan sesuatu kepada Wempi, Wempi tidak perlu melihat menu, dia langsung memesan sebuah menu kopi yang akan membuat ketiga teman-teman kita kaget hihihi.

__ADS_1


Setelah barista kopi itu menerima pesanan Wempi dia pergi dari meja kami. Wempi pun melanjutkan tersenyum kepada kami, senyum yang dimanis maniskan, manis tapi iblis hihihii.


“Eh kakak ini asalnya dari mana sih, semua kok pada ganteng-ganteng gini, apalagi kakak yang perut bawahnya ada tatonya hehehe” kata Wempi dengan senyum yang dimanis maniskan yang semakin iblis


Wah kelihatannya keadaan mulai tidak enak ini, Wempi mulai mbahas tattoo perut bawah, tapi tunggu dulu, ketiga pemuda ini bukan orang bodoh, mereka pasti akan berusaha mengkorek-korek tentang Muryati dan Trimo.


“Sebenarnya kami ada disini ini karena sebuah kasus” kata Broni dengan nada bicara yang dibuat serendah dan seserius mungkin


“Ahh masak cowok-cowok keren gini ini pada undercover semua sih” kata Wempi


“Begini mas Wempi, kami berasal dari sebuah biro kasih sayang. Udah pernah denger yang namanya biro kasih sayang apa belum mas Wempi yang ganteng dan imut?” tanya Ukik


“Ih apaan sih, Wempi udah tua yaaa, kok dibilang imut sih. Eh belum kak, Wempi belum pernah dengar ada yang namanya biro kasih sayang” jawab Wempi


“kalau gitu cariin Wempi jodoh dong kak hihihihi” lanjut Wempi


“Memang tidak ada yang pernah tau dan tidak ada yang pernah dengar lah. Kita to the point aja ya mas. Kami disini sedang dalam upaya tugas yang diberikan oleh bapak Trimo” kata Ukik lagi dengan suara yang lembut dan ber intonasi rendah.


“Jadi gini mas Wempi, pak Trimo sudah mulai menyadari kesalahannya, dan ingin memperbaiki hubungannya dengan ibu Novi atau nyonya Trimo, maka dari itu pak Trimo memberikan kuasa kami untuk  menyelesaikan tiap wanita-wanita simpanan Trimo yang mulai berbuat tidak baik kepada keluarga pak Trimo”


“Salah satunya adalah Muryati, dia yang paling susah untuk di selesaikan, karena menurut penyidikan kami, dia mempunyai niat yang tidak baik kepada pak Trimo” kata Ukik  lagi


“Sampai disini mas Wempi paham?” tanya Ukik dengan senyum yang lembut


“Waaaooww tugas kalian ini mulia sekali kak, so sweeet dechh. Menyatukan kembali dua hati yang mulai mengering oleh api-api asmara wanita simpanan hihihiih” kata Wempi dengan mata yang berbinar-binar


“Kayak tadi mas Wempi, tadi Muryati dan ganknya sempat marah-marah karena tidak diperbolehkan naik ke lantai 52 tempat pak Trimo tinggal”


“Makanya adik kami Tifano, saya suruh untuk ada di lobby, dia di sana untuk mendengarkan apa saja yang sedang direncanakan oleh Muryati” lanjut Ukik


“Ternyata benar dia sedang merencanakan sesuatu terhadap pak Trimo atau kepada Istrinya yang bernama Ibu Novi”


“Iya kak, tadi Wempi sempat di damprat sama Muryati, dia ternyata selama ini menggunakan acces card yang sudah kadaluarsa, dan dia sudah beberapa kali naik ke lantai atas tanpa ditemani oleh pak Trimo” kata Wempi


Wempi sudah mulai termakan oleh sandiwara ketiga orang ini, dia mulai merespon, padahal dari awal dia hanya sebagai pendengar saja.


“Di atas juga ada ibu Novi kak, dia bersama pembantu cowoknya yang imut kak” kata Wempi lagi


Kemudian Wempi mulai bercerita kepada ketiga orang itu bagaimana Novi masuk ke sana dan sampai Wempi dimarahi oleh Trimo (Ali ) ketika meminta konfirmasi tentang kartu master yang dibawa Novi.


“Jadi hari ini memang pas teman-teman, kita bisa mendapat info tentang Muryati yang memaksa masuk menggunakan Kartu kadaluarsa dan juga ibu Novi istri pak Trimo yang ada di atas.


“Maaf mas Wempi. Kami akan tanya yang lebih serius lagi” kata Broni yang kata Ukik mempunyai tato di bawah perut


“Apakah di atas itu ada tempat aman untuk menyimpan perhiasan pak Trimo, takutnya nih mas, Muryati sedang mengincar apa yang disimpan oleh Trimo di sana mas” kata Broni


“Nah itu kak yang management takutkan dengan adanya kartu kadaluarsa yang dimiliki oleh Muryati kak, di sana ada kok kak safe deposit box dengan teknologi mutahir yang tidak bisa ditembus apapun.

__ADS_1


“Tempatnya tidak akan diperkirakan oleh orang macam Muryati itu kak, dan tidak bisa diakses oleh sembarang orang kecuali oleh pak Trimo sendiri”


__ADS_2