MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 86 ( CURHATAN GILANK HEHEHE)


__ADS_3

Wildan dan GiIank dalam perjalanan menuju ke vila putih, mereka berdua memang sangat pelan sekali cara berjalanya, hal ini dikarenakan kaki Gilank yang belum sembuh sempurna, apalagi kuntilanya Gilang masih saja ngatjeng dengan hebat nya.


Sebenarnya ndak ada masalah dengan kengatjengan kuntila gilank, hanya saja mungkin dia malu dengan fisik kuntilanya yang gemuk dan pendek heheheh, itu berdasarkan cerita dari Dani lho ya.


Tetapi yang lebih gawat lagi adalah keempat orang yang  berpenampilan ala paranormal kayak yang ada di tv-tv, dengan pakaian serba hitam ala rocker yang gak payu. Sepatu boot. Pokoknya penampilanya serba metal lah.


Keempat orang itu sudah menetapkan untuk bermalam di sekitar halaman vila putih, dan ternyata mereka sudah siap dengan uborampe untuk acara bermalamnya, yaitu berupa tenda dan segala perlengkapanya. Mungkin kalau ada yng tidak paham, dikira mereka adalah serombongan anak kecil yang kemping di halaman vila hehehe.


Beralih di dalam ruangan biru, mereka  Ali, Broni, Tifano, Novi, pak Han, Saeful, Ukik, Dani dan pak Pho berada. Saat ini mereka hanya diam saja sambil menghabiskan waktu hingga malam tiba, sekalian istirahat karena sudah seharian penuh mereka berjalan.


“Bagaimana dengan WIldan dan Gilank rek” tanya Ali yang sedang memakan makanan ala militer yang kuat bertahan hingga berbulan bulan lamanya, tetapi kalau bertahun tahun apakah tidak masalah?


“Makanan ini aman kok rek, udah aku coba  tadi. Pokoke Bismillah aman semua heheheh” kata Ali


“Kita harus tau keadaan teman kita rek, sekalian lihat apa yang sedang dilakukan para orang-orang sangar yang nampaknya adalah paranormal itu hehehe” kata Tifano


“Haiya..kalau kalian mau lihat yang ada di depan sana, kalian bisa kelual melalui pintu yang tembus dengan  dapul atau kamal mandi aaaaa” kata pak Pho


“Nanti saja pak Pho, sekalian kami selamatkan kedua teman kami yang ada di luar sana. Kasian mereka, tapi aku yakin mereka bisa atasi masalahnya kok” jawab Ali


*****


Sementara itu kita lihat bagaimana keadaan teman mereka yang pagi ini sedang berjalan tertatih tatih menuju ke vila putih.


Wil, kita ini jalan kok rasanya ndak sampek-sampek ya” kata Gilank


“Gimana mau sampek Lank, Wong kita jalanya aja koyok orang bersengghama kok hihihi, pelan-pelan dan dinikmati hihihihi”


“Lha kok malah bahas masalah bersengghama sih Wil , kita ini lagi berdua di pegunungan yang sejuk lho yo, biasane nek berdua gini satunya lagi adalah setan Wil hihihihi” kata Gilank yang dengan sengaja menggoda Wildan dengan menyenggolkan kuntilanya yang selalu ngatjeng itu


“Raimu chok!. Gak usah nggateli Lank!, sampek kuntilamu kena badanku lagi, tak saduki kuntilamu chok sampek pedot!” ancam Wildan


“Guyon chook guyooon…” sahut Gilank cengengesan


“Asyu Lank, nek  koyok ngene iki guyonan bisa jadi kenyataan chok!. Mending kamu tak tinggal nang kene ae nek kamu jadi humu chok!”


“Tenang ae Wil, aku nggak kolu sama kamu chok, aku mek kepingin sama Novi ae. Mosok jaman kita ada di masa lalu itu anak-anak sudah pernah berduaan sama Novi. Sedangkan kita lho malah dikerjain Rochman, di pakakno nang koncone sing humu-humu itu chok! Sampek silitku loro kabeh asyuuuu!”


“Janchooook Lank, mosok awakmu kolu sama Novi Chok, dia kan berkuntila Lank” kata Wildan sambil memapah Gilank yang sekarang makin kesulitan jalan, karena keadaan jalan yang naik


“Lho ojok mikir masalah kuntilane Wil, pokoke jangan berpikir soal dia yang berkuntila, kan masih ada lainnya selain kuntilanya Novi Wil, zuzune lho tambah gueede ngunu, dan sekarang lho tambah cuuantik ae arek iku Wil hehehe” kata Gilank yang sudah dibutakan oleh wajah Novi


“Asyuuu opo kamu iki Lank, sadaro masih banyak  wedokan yang mau sama kamu chok!, gak usah mikir soal Novi maneh chok” kata Wildan yang mulai jengkel dengan Gilank yang keliatannya tergila gila dengan paras wandu/wadam/ banci/bencong/shemale/laura\=lanang ora wedok ora


“Aku iki lho Wil, mosok ndak ada wedokan blas yang mau sama aku. Mosok cuma pegawainya Novi sing banci nggilani itu yang suka sama aku Wil, sakno yo aku iki Wil” keluh Gilank


“Lha salah sendiri lank, lapo kamu gak pernah mandi, gak pernah kramas, liaten ta modelmu lho koyok wong gendeng chok!” kata Wildan

__ADS_1


“Opo maneh tatomu penuh sak badan plus nang raimu yo akeh tatone. Lha rumangsane wedokan opo seneng liat tato sing koyok ngunu Lank?”


“Lha terus opo sing harus tak rubah Wil?


“Wis gak usah dirubah, Tuhan wis ngatur uripmu koyok ngene hehehe, disenengi humu dan banci hehehhe” jawab WIldan asal


“Asyuuu koen Wil, gak pernah jawabanmu iku nggenah chok!”


Pelan tapi pasti mereka berdua saat ini sudah hampir mencapai wilayah vila putih.


“Eh Wil, itu kan mobil yang tadi melewati kita, mobil iitu diparkir di tempat biasanya pak Ponidi memarkir dokarnya pada masa lalu” kata Gilank


“Bearti mereka sekarang ada di sekitar sini Lank, kita harus hati-hati rek, ojok sampek mereka lihat keberadaan kita berdua” jawab Wildan


“Gini ae Wil, kita jalan di lereng jurang lagi ae, sekalian kita cari di mana keempat orang itu berada sekarang”


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk jalan di lereng jurang, lereng jurang tempat biasanya mereka akan masuk ke dalam terowongan rahasia dan tempat mereka sembunyi.


“Awas hati-hati Lank, jalan disini licin dan curam. Tapi kok aneh ya Lank, waktu tadi kita jalan dari sini ke hotel waji kamu kan bisa jalan masio kamu tertatih tatih. Tapi sekarang kok malah kamu gak bisa jalan kalau ndak kupapah chok?”


“Heheheh aku kan lagi pingin manja Wil, kalau tadi kan banyak orang, jadi aku gak bisa manja-manja sama kamu yang gagah ini chok hihihihi” jawah Gilank


“JANCHOOOK RAIMU!....YEMBOTMU MBERODOL CHOOOK!” teriak Wildan spontan


“Ssssstttt…. Jangan teriak gitu Wil, gimana kalau kita ketahuan sama keempat orang itu chok” kata Gilank dengan terseyum penuh kemenangan


Mereka tidak menyadari empat orang yang naik mobil tadi itu sedang sibuk mendirikan tenda. Karena posisi mereka berdua ada di lereng jurang, mereka berdua tidak menyadari kalau keempat orang itu mendengar suara Wildan yang tadi sempat berteriak.


“Diemo Wil, kamu apa ndak denger ada langkah kaki yang ada di atas kita ini?”  kata Gilank tiba-tiba


“Kita stop dulu jalanya Wil, aku dengar ada yang sedang bicara tepat di atas kita ini” kata Gilank


Untungnya posisi GIlank dan Wildan saat ini tertutupi oleh semak belukar yang sangat lebat, sehingga tidak akan terlihat dari orang yang ada di atas mereka


“Gak ada siapa-siapa disini Mblung, kamu ini mengada ada ae,  makane tak gak usah aneh-aneh disini, kita harus bisa bekerja sama dengan ghaib yang ada disini, bukanya melawan mereka Mblung” kata salah satu dari mereka yang ada di atas


“Tapi tadi aku dengar Thon, tadi aku dengar ada orang yang misuh-misuh di sekitar sini. Mosok ya ada ghaib yang misuh di sini sih Thon” kata orang yang dipanggil Gemblung itu


Wildan dan Gilank hanya bisa diam dan berharap mereka tidak terlihat oleh orang yang ada diatasnya.


Mereka harusnya sudah dekat dengan posisi pintu lorong rahasia yang mungkin tinggal beberapa meter lagi dari posisi mereka.


Tapi untuk mencapai pintu rahasia itu, mereka harus berjalan lagi, dan takutnya langkah mereka yang akan melewati semak belukar itu akan didengar oleh mereka yang ada di atasnya.


*****


Sementara itu mereka yang ada di ruangan biru…..

__ADS_1


“Mas, coba salah satu dari kalian, ehhmm atau berdua lah. Kalian jemput teman kalian, perasaan saya mereka sudah dekat dengan pintu rahasia yang ada di dinding jurang ini mas” kata pak Handoko


“Tif, ayo kita jemput mereka berdua” ajak Ali kepada Tifano yang sedang leyeh leyeh, lekek lekek, leha leha di sofa nyaman ruang biru


Tifano dan Ali berjalan menuju ke lorong yang akan berakhir ke pintu rahasia yang ada di dinding bukit. Mereka berdua yang akan menjemput Gilank dan Wildan.


Mereka berdua sudah sampai diujung lorong, ujung lorong yang berupa pintu yang terbuat dari batu tebal tapi ringan untuk didorong.


“Ayo kita buka pintu ini Tif” ajak Ali  yang bersama Tifano mendorong pintu batu yang nampaknya berat itu


“Ternyata mereka berdua belum sampai sini Tif, tapi tadi kenapa pak Handoko bisa bilang kalau Wildan dan Gilank sudah ada di dekat sini ya” kata Ali


“Ssssstt diam Li, keliatanya di atas kita ini ada orang, tadi aku dengar langkah kaki orang diatas kita” kata Tifano yang berusaha melihat ke atas dan mencari cari suara langkah kaki siapa yang di atas itu


“Ojok-ojok itu Wildan dan Gilank yang lupa dimana letak lorong rahasia ini Tif, lebih baik salah saru dari kita lihat ke atas dulu Tif” kata Ali


Karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya salah satu dari mereka berdua memanjat tebing jurang untuk melihat siapa yang ada diatas mereka itu.


Ali yang akhirnya naik ke atas, sebenarnya bukan naik, tetapi melihat siapa sebenarnya yang ada diatas itu, siapa tau yang diatas itu kedua teman mereka yang tertinggal tadi.


“Janchoook, ternyata empat orang yang tadi mengejar kita, asyuuuuu! Mereka mendirikan tenda di taman vila, sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan disini” gumam Ali


“Kita harus lapor ke pak Han dan pak Pho ini, jelas bahaya kalau mereka sedang merencanakan sesuatu di vila ini” guman Ali lagi


Setelah tau yang di atas itu adalah empat orang yang mengejar mereka tadi, akhirnya mereka sepakat untuk menunggu Wildan dan Gilank terlebih dahulu sebelum mereka masuk dan melaporkan apa yang terjadi di taman vila.


Setelah menunggu lama akhirnya kedua teman mereka terlihat juga dari kejauhan, Gilang yang sedang dipapah oleh WIldan berjalan di sisi tebing jurang.


“Ayo cepat rek, kalian lama sekali” bisik Tifano yang membantu Wildan memapah Gilank yang kesulitan jalan


“Tadi kita hampir ketahuan sama orang-orang yang ada di atas itu rek, makanya kita sembunyi dulu sampai mereka kembali ke taman vila” kata Wildan


“Ayo wis kita masuk, karena yang ada diatas itu keliatanya punya rencana dengan vila ini rek, keliatanya mereka akan bekerja sama dengan demit yang ada di sekitar vila untuk melakukan sesuatu” kata Wildan


“kemungkinan besar, mereka akan melakukan rencana itu nanti malam rek, karena mereka kan sekarang mendirikan tenda di taman vila, jadi pasti nanti malam mereka akan melakukan ritual di sini” kata Ali yang tadi sempat melihat tenda yang di dirikan oleh keempat orang itu


“Tapi mereka itu kayaknya hanya mendapat informasi dari demit suruhan mereka yang mereka kirim kesini atas perintah dari Trimo untuk mengusir leluhur pemilik rumah ini rek. Jadi kemungkinan berhasil untuk mendapatkan apa yang mereka cari ya zero rek heheheh” kata Ali lagi


“Nanti saja kita bahas dengan pak Pho, pak Pho pasti punya rencana  untuk mengusir mereka dari sini rek hehehehe” kata Wildan


*****


Sementara itu di sekitar taman vila ada satu orang yang selalu memperhatikan tingkah laku keempat orang yang sedang mendirikan tenda, orang itu merasa marah dengan kehadiran empat orang itu.


Tidak cuma orang itu saja yang sedang memperhatikan keempat orang yang sedang mendirikan tenda, ada lagi orang lain yang sedang melihat ke dalam taman vila melalui pagar yang ada di luar taman.


Berarti untuk siang ini ada dua orang yang sedang mengamati kegiatan keempat orang yang sedang kemping itu. Lalu siapakah mereka dan apa kepentingan mereka dengan keempat orang itu.

__ADS_1


__ADS_2