
“Malam ini kira-kira keadaan vila aman ndak ya mas?” Tanya Novi yang masih dekat dengan Saeful
“Memangnya kenapa mbak Novi kok Tanya gitu?”
“Novi pingin ajak mas Gilank keluar mas, biar dia gak gangguin cowok-cowok yang ada disini mas, gilo rasanya kalu liat dia kayak gitu mas” tunjuk Novi pada Gilank yang sedang ndusel kepada wildan yang dari tadi berusaha menendang Gilank agar Gilank jauh dari posisinya
“Kalau tanya aman atau tidaknya saya ndak tau mbak, tapi kalau keadaan seperti ini ya kita harus bawa dia keluar mbak, apalgi bau badannya itu makin ndak karuan mbak, saya saja mual-mual kalau dia berusaha dekatin saya mbak”
“Yawis, coba Novi tak bilang dulu ke pak Tembol dan pak Handoko dulu mas, paling tidak ijin mereka berdua dulu kalau kita akan ajak Gilank keluar dari sini mas” kata Novi
"Bagimana pak, apakah saya boleh ajak Gilank jalan-jalan keluar pak, soalnya dia disini gak ada kerjaan dan akhirnya ngganggu cowok-cowok yang ada disini pak" kata Novi
"Ya sudah mbak Novi, bawa saja dia menghirup udara luar mbak, saya juga rasanya gerah ada dia disini heheh, kadang suka tiba-tiba datang terus cubit paha saya mbak" kata pak Handoko
"Tapi hati-hati mbak Novi, karena suasana di atas itu tidak aman untuk kita mbak, apalagi mas Gilank yang masih seperti itu keadaanya mbak"kata pak Handoko
"Iya pak, kalau malam-malam kan gak keliatan pak. Novi ditemani sama mas Ipul kok pak" kata Novi yang kemudian menghampiri Gilank yang sedang berusaha meluluhkan hati Wildan dengan segala cara
"Tif, nek misale Gilank iki tak pateni, kiro-kiro aku duso gak Tif?" tanya Wildan kepda Tifano yang berusaha melepasan tangan GIlank yang yang sedang merangkul Wildan dengan kekuatan ular piton.
"Ketoke gak duso Wil, ayo dijak keluar ruangan Wil, kita hajar bareng-baeng yok" ajak Tifano yang sekarang berusaha melepaskan gubetan tangan Gilank setelah lepas dari Wildan dengan wajah yang beringas
"Eeeeh mas Gilank, sini sama Novi yuk, kita cari angin sama mas Ipul" ajak Novi yang berusaha manarik GIlank dari tangan Tifano yang dari tadi digubeti ae
"Ih emang mau diajak kemana say?" tanya Gilank kepada Novi dengan wajah yang nggilani
"Ke depan say, disana ada cowok yang pingin kenalan ama kamu" jawab Novi sambil menahan nggondok
Akhirnya setelah Saeful yang ajak, Gilank pun mau keluar ruangan bersama dengan Novi dan Saeful. GIlank yang keliatanya dalam keadaan mintak disayag sama lakik-lakik, benar-benar takluk di tangan Saeful.
'Yo ngunu Nov, kok gak dari tadi sih Nov" keluh Wildan
"Ya gimana mas, mas Gilank makin ndak karu-karuan gitu mas, Novi aja gilo liatnya mas" jawab Novi
"Ayo mas Ipul, kita ajak permaisuri yang baik hati ini cari calon istrinya mas" ajak Novi
"Ih kok calon istri sih sis, calon suami yang bener itu sis" kata Gilank dengan wajah yang mengerikan
"Oh iyaaaa, maapkan hamba ya permaisuri, hamba kelupakan...." jawab Novi
Mereka bertiga sekarang sudah ada di luar, mereka sekarang ada di tanah menjorok ke dalam yang biasanya digunakan untuk parkir mobil.
"Duuuh kok gelap sekali sih sis, emangnya aku mau bercocok tanam di tempat terbuka sambil gelap gelap gini sama mas ganteng ini?" tanya Gilank yang masih dengan model rambut dua buah kelabangnya
"Eh enggak sama mas ini putri cantiku, mas ini cuman pengawal aja, gak bolehlah seorang putri permaisuri ratu kecantikan yang tiada tara harus bercocok tanam sama pengawalnya"
"Sebentar lagi akan ada pangeran yang akan mendatangi tuan puteri, permaisuri ratu kecantikan sejagad raya yang hamba kagumi, pokoknya sebentar lagi ada pangeran kaya raya yang akan menjemput tuan puteriku" ujar Novi yang makin jengkel dengan kelakuan Gilak yang makin gak waras.
Tapi anehnya apa yang dikatakan Novi itu jadi benar, tidak lama kemudian ada suara mobil dan lampu yang terang sekali dari arah bawah menuju ke vila putih, dan tentu saja hal ini diluar perkiraan Novi, tetapi tidak bagi Gilank.
"Itu..itu pangeran kaya raya yang akan menjemput aku... aku akan menyambutnya dengan penuh suka cita hihihihi" kata Gilank dengan suara yang keras ketika lampu mobil yang datang itu semakin dekat dengan arah mereka bertiga berada
"Mas Ipul, gawat ini! apa yang harus kita lakukan mas!, mas Gilank makin ndandi gitu gilanya mas"
__ADS_1
"Sik mbak Nov, saya juga lagi mikir apa yang harus kita lakukan. eehmm gini aja mbak, kita lihat dulu saja siapa yang akan datang itu mbak, kalau bukan Totok atau nabil kita biarkan saja mas Gilank ganggu mereka. tapi dengan satu syarat, mbak Novi harus siap siaga untuk melempar batu ke arah mereka mbak"
"Ya sudah, yang penting kita amankan dulu mas Gilank itu, nanti baru kita lepas kalau yang datang itu hanya Trimo dan kroconya" kata Novi
Akhirnya Gilank dapat dipegang dulu, sementara Novi dan Saeful sedang menanti siapa yang akan datang itu.
Cahaya lampu mobil semakin dekat dan semakin terang, mereka bertiga sembunyi di balik semak belukar yang ada di seberang lahan parkir yang juga merupakan pintu masuk mereka menuju ke ruangan biru.
"Tuan puteri, tunggu hingga mobil itu berhenti dan tunggu hingga yang keluar dari sana itu bukan musuh kita, karena kalau yang keluar itu ternyata musuh kita kan bahaya. dan kita sembunyi disini dulu saja tuan puteri yang paling cantik sejagad rayaaaa" bisik Novi kepada Gilank yang sudah berusaha mendatangi mobil itu
"Baiklah, akan saya tunggu dulu hingga yang terlihat itu adalah pangeranku yang ganteng, kalau sampai dia adalah pangeranku, maka kamu berdua saya pecat!, karena tidak becus dalam menyelamatkan tuan puteri kalian" bentak Gilank
Mobil yang lewat di atas mereka ternyat hanya satu mobil berjenis sedan, mobil yang tidak biasanya ada disitu, bukan mobil yang sering lewat dan parkir disitu.
"Saya belum pernah lihat mobil itu ada disana mbak, kemungkinan besar itu orang baru lagi yang berusaha masuk ke dalam vila dan mencari harta yang ada disana mbak" ujar Saeful
"Iya mas Pul, pokoknya kita harus waspada dengan yang ada di atas sana itu mas, karena kita tidak tau siapa yang akan keluar dari mobil itu mas" kata Novi
"Ayo kita berjalan keluar dari sini dan mengendap endap di dinding sana untuk melihat siapa yang keluar dari dalam mobil itu" ajak Saeful
"Eh tuan Puteri, bilakah tuan putri bersama kami berdua mendatangi mobil yang terprkir disana itu, siapa tau yang ada disana itu adalah pangeran dari tuan puteri" kata Novi
"Ayo, karena saya sudah tidak tahan dengan kalian berdua yang mengajak saya ke jurang seperti ini! karena yang namanya puteri permaisuri ratu tercantik sejagad raya itu tempatnya tidak disini, tidak kena tanah dan batu batuan!" bentak Gilank
"Iya maafkan saya tuan puteri, tapi kami belum tau siapa yang keluar dari mobil itu tuan puteri, karena tugas kami kan melindungi tuan puteriii dan mencarikan pangeran yang hilang itu kan" kata Novi sambil berbisik
"Sudah...sudah kalian berdua tidak berguna, kalian tidak becus sama sekali. kalian akan saya laporkan kepada raja kerena memperlakukan saya dengan semena mena huuuffh" kata Gilank yang kemudian ucul alias melarikan diri dari Saeful dan Novi
Gilank melarikan diri menuju ke arah mobil yang sedang diparkir itu, dia berlari liar menuju ke mobil yang mesinnya sudah dimatikan. Dia berlari tanpa memerdulikan siapa yang akan keluar dari dalam mobil itu!
Gilank semakin dekat dengan mobil yang diparkir di depan rumah Supardi, ketika Gilang tinggal beberapa belas meter dari posisi mobil, tiba tiba pintu depan mobil terbuka, dari dalam pintu depan mobil keluar laki-laki kurus
"Itu Kaswadi mas, dia sekarang punya mobil mewah, coba lihat dia mau berbuat apa di rumah Supardi itu mas" kata Novi
Tidak lama kemudian dari pintu sebelah kiri keluar juga seorang perempuan setengah baya dengan tubuh yang berisi, dia sekarang berdiri di samping mobil sambil melihat rumah Supardi yang gelap gulita.
"Mas, lebih baik kita dekat dengan mereka mas, Novi takut kalau Kaswadi mempunyai senjata tajam yang akan melukai mas Gilank"
Jarak antara lahan parkir dengan rumah Supardi lumayan juga apabila kita berjalan kaki. mungkin sekitar dua puluh lima meter, apalagi dengan jalan yang menanjak, jadi bisa dipastikan sekarang Gilank sedang membungkuk dan terdiam di depan vila putih!
"Mas GIlank kecapaian itu mbak, ini kesempatan untuk memegang mas Gilank lagi mbak" kata Saeful
"Biarkan saja mas biar dia mengganggu ketenangan Kaswadi hehehe, pasti Kaswadi dan perempuanya akan pusing dengan tingkah mas Gilank hihihi" kata Novi
Ternyata Gilank hanya butuh waktu sebentar untuk istirahat, karena sedetik kemudian dia sudah lari lagi mendekati mobil yang terparkir di depan rumah Supardi
"PANGERAAAANKUUUUUU!...., AKU TAU KAMU AKAN DATANG UNTUK MENJEMPUTKU!" teriak Gilank kepada Kaswadi yang sedang melihat rumah Supardi
Gilank semakin mendekati mobil Kaswadi, pacar atau perempuan yang dibawa Kaswadi kaget dan tentu saja ketakutan dengan hadirnya manusia aneh yang rambut bagian atasnya baru saja tumbuh sekitar satu centimeter, sedangkan rambut kiri kanan yang dikelabang.
"MAAAS, MAU KEMANA, KENAPA TINGGALIN AKU SIH MAS!" teriak Gilank yang kemudian mengejar Kaswadi yang sedang ketakutan
"SIAPA KAMU. APA KAMU SALAH SATU DUKUN YANG ADA DI DALAM SANA!" teriak Kaswadi yang sedang berusaha menghindari Gilank dengan lari mengitari mobil
__ADS_1
"MAAAS....KURNI TAKUT MAAASS!" teriak perempuan yang ternyata bernama Kurni itu
Perempuan yang bernama Kurni itu lari masuk ke dalam halaman rumah Supardi...keadaan gelap di halaman rumah Supardi tidak menyurutkan Kurni yang kemudian sembunyi di samping rumah Supardi. Dari samping rumah Supardi dia kemudian pindah ke dalamr rumah Supardi
sementara itu Kaswadi yang sedang ketakutan karena dikejar Gilank tidak menyusul Kurni yang ada di dalam rumah Supardi, dia berlari menuju ke bawah, ke arah Novi dan Saeful yang sedang sembunyi diantara semak belukar.
"Mbak Novi, sampeyan ke arah Kurni mbak biar saya yang awasi si Kaswadi mbak" suruh Saeful
Benar kata Saeful, Kurni memang harus diperioritaskan untuk keselamatannya, karena Kurni adalah pusat informasi bagi mereka untuk mendapatkan info mengenai apapun.
Bisa saja info mengenai Kaswad, Trimo, dan atau apa saja yang mereka lakukan di rumah Nabil siang tadi, tapi yang penting adalah seolah-olah Novi sedang melakukan penyelamatan untuk kurni, dan untuk hal lainya mungkin bisa dilakukan sambil berjalan.
Sementara Gilank sedang mengejar Kaswadi hingga ke area bawah, ini saatnya bagi Novi untuk mencari keberadaan Kurni yang sedang sembunyi di ruangan rumah Supardi yang gelap gulita.
Novi mengendap-endap masuk ke halaman Supardi, Novi bisa merasakan ada perempuan yang sedang sembunyi disekitar sini, tapi karena mungkin sedang dalam keadaan panik maka perempuan itu tetap diam dan sembunyi ketika Novi datang.
"Mbak.... saya Novi mbak, ayo cepat keluar dari sini mbak, mumpung orang gilanya sedang mengejar teman sampeyan" bisik Novi
"Ayoo mbak cepat keluar dari sini mbak, dari pada orang gila itu datang lagi kesini dan membunuh sampean karena dia meresa teman sampean itu adalah suami dia yang hilang" karang Novi kepada perempuan yang dipanggil Kurni oleh Kaswadi
Sengaja Novi tidak menyebut nama Kaswadi agar mbak yang sembunyi ini merasa aman dengan orang yang akan menolongnya.
"To...to...tolong saya mbak...saya ada disini" desis suara perempuan yang lebih mirip dengan bisikan hanya lebih keras sedikit
"Ssttt jangan keras-keras mbak lebih baik pakek ketukan di tanah atau di dinding agar saya tau posisinya mbak. Orag gila yang tadi itu sangat berbahaya mbak, jadi jangan bersuara agak keras" bisik Novi
tok...tok...tok.... suara ketukan di dinding, ternyata dia ada di sekitar ruang tamu rumah Supardi, Novi yang awalnya ada di halaman Supardi, sekarang dia bergegas menuju ke arah ruang tamu.
suara ketukan tok...tok..tok itu semakin sering dan akhirnya Novi bisa menemukan perempuan yang sedang meringkuk di pojokan dinding rumah Supardi
"Ayo cepat kita pergi dari sini mbak, orang gila itu mumpung masih ada di area bawah, dia sedang mengejar mangsanya hingga nanti akan diambil jantungnya mbak" kata Novi yang sengaja menakuti perempuan itu
"Siapa namamu mbak?" tanya Novi sambil menuntun perempuan yang dalam keadaan lemas dan ketakutan itu"
"S..saya Kurni mbak... ayo k..kita pergi dari sini mbak, saya takut sekali" kata Kurni yang masih gemeter dan dipapah Novi itu
"Kunci mobil ada dimana mbak?" tanya Novi sambi pura-pura kebingungan
"Tadi ada di mas Kaswadi mbak, tapi ndak tau lagi sekarang..." kata Kurni yang sedang dipeluk Novi untuk menenangkan diirnya,
"Ok kalau gitu kita ke mobil nya mbak dulu saja, kita lihat apakah kunci mobilnya ada disana atau tidak mbak, nanti kalau ada kuncinya kita cari tempat aman dulu untuk sampean mbak, karena saya dan teman saya sebenarnya sedang memburu psikopat yang tadi ngejar teman mbak itu" kata Novi mulai pengaruhi otak Kurni
"Lho..mbaknya ini s..sebenarnya si..siapa mbak?" tanya Kurni yang masih ketakutan
"Kami berdua ini diberi tugas dari salah satu orang kaya di sby untuk memburu orang gila yang tadi itu mbak, karena orang gila itu sudah terlibat pembunuhan kepada keluarganya"
"Mbaknya dan masnya kesini ini sangat mengganggu kami mbak, karena kami sudah hampir mendapatkan orang itu, tetapi karena mbaknya bawa cowok ganteng, akibatnya orang ndak waras yang tergila-gila cowok itu mengejar teman mbaknya"
Novi yang berusaha mendramatisir keadaan kemudian bergerak menuju ke samping mobil Kaswadi, Novi membuka pintu depan bagian supir untuk pura-pura mengecek keberadaan kunci mobil. meskipun ada, tetapi Novi tetap bilang bahwa kunci mobilnya tidak ada.
"Kunci mobilnya tidak ada mbak Kurni, padahalah satu-satunya alat transportasi yang aman bagi mbaknya ya hanya mobil ini mbak, gimana mbak, apakah kita cari tempat berlindung atau gimana mba?" tanya Novi
"Lalu bagaimana dengan teman saya yang sedang dikejar oleh orang gila itu mbak, saya takut apabila terjadi desuatu dengan teman saya"
__ADS_1
"Teman sampeyan akan dibantu oleh teman saya yang sekarang sedang mengejar mereka. Yang penting sekarang keselamatan kamu dulu mbak Kurni karena yang kamu hadapi disini bukan saja orang gila itu, disini banyak mahluk halus yang berbahaya mbak"