
“Gak bisa Wah, Semprul gak akan dengar omonganmu, dia hanya mau dengar omonganku ae C*k, nek aku ndak masuk ke sana bersama Semprul takute dia ndak akan nurut sama omonganmu Wah” kata Petro
“Betul kata mas Petro, ada baiknya mas Blewah kita damping saja, karena di dalam sana tidak seperti yang mas Blewah perkirakan, tadi saya hampir saja dikeroyok disana” kata Sinank Nang
“Ngene ae lah aku dan Broni tunggu disini, kalau ada yang datang kalian aku teriyaki. Mas Petro, Semprul, mas Nang, dan mas Blewah kalian semua masuk ke dalam lubang itu” kata Wildan
Akhirnya disepakati apa yang dikatakan oleh Wildan itu, akhirnya mereka semua kecuali Wildan dan Broni masuk ke dalam lubang yang dibuat oleh Supardi.
Broni dan Wildan ada di ruangan belakang rumah Supardi sambil menunggu mereka yang masuk ke dalam terowongan dan kemudian akan keluar lagi.
Sedangkan yang saat ini Petro dan Blewah yang ada diterowongn merasa ketakutan, karena terowongan itu gelap… sangat gelap tanpa ada penerangan sama sekali.
Penulis merasa bahwa apa yang sedang dilakukan Blewah, Petro, dan Nang ini termasuk nekat, karena mereka tidak tau akan apa yang ada di dalam terowongan itu.
Mereka yang ada di dalam terowongan sekarang sedang berusaha menyeimbangkan diri, karena jalan terowogan ini menurun lumayan tajam, sehingga Blewah dan Petro harus meraba-raba tanah yang mereka pijak agar tidak tergelincir kebawah.
“Wuiiiih gelap sekali disini, untung aku bawa Semprul, jadi dia bisa aku jadikan penunjuk jalanku” keluh Petro yang jalan sambil sesekali jongkok untuk meraba tanah yang mereka pijak
“Dimana letak kawanan ghaib yang sempat mengeroyok kamu mas Nang” tanya Blewah
“Eh lebih dalam lagi mas, di dasar terowongan ini yang menuju ke arah vila putih disana nanti akan banyak demit yang menjaga lorong itu, keliatanya memang disengaja oleh Totok atau siapapun untuk menjaga disini” kata mas Nang
“Gimana dengan Semprul Tro, apa dia sudah mengendus sesuatu?” tanya Blewah dalam hal ini adalah Mirah
“Gurung Wah, dia masih jalan di depanku ini, aku bisa rasakan tubuh dia dan pikiran dia, jadi aku tau nek dia merasa ada bahaya yang akan mengancam”jawab Petro
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di dasar terowongan, sekarang jalannya sudah tidak menurun lagi, jalanya sudah datar meskipun masih berupa tanah dan batuan yang berserakan.
“Beberapa meter ke depan sana mas, disana kelihatanya sudah mulai masuk ke kawasan vila Putih, jadi mereka berjaga-jaga disana agar tidak ada yang bisa masuk ke sana” kata Sinank Nang
Mereka berjalan dengan penuh hati-hati karena yang mereka hadapi ini bukan main-main lagi, karena kemungkinan adalah suruhan Totok yang ada di Waji. Tapi kembali lagi dengan Sumirah, apakah Sumirah bisa mengajak mereka berkomunikasi?
“Eh rek, Semprul mulai merasa ada bahaya, dia mulai berpikir untuk melakukan pertahanan dan perlindungan untuk kita” kata Petro
“Iya mas Petro, Mirah juga merasakan aura hitam yang berasal dari Waji, aura ini khas sekali dan tidak ada lagi dimanapun selain di Waji mas” Kata Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah
“Saya sudah mulai melihat beberapa ada di depan kita mas, ada baiknya mas Petro dan mas Blewah berhenti sejenak untuk menenangkan yang ada didepan itu. karena yang ada di depan itu mulai gelisah, dan apabila mereke gelisah, maka mereka akan memanggil teman-temanya” kata Sinank nang
“Saya kalau tidak dikeroyok hingga ratusan demit masih bisa kalahkan mereka mas, tapi karena mereka main keroyok maka saya lebih baik mundur mas hehehe” kata Nang lagi
“Wah..Mirah, Semprul keliatanya sudah merasakan adanya bahaya, ada baiknya kamu Mirah ajak demit yang di depan kita ini bicara, aku ndak mau nek kita dikeroyok ratusan demit bauk itu” kata Petro
“Bentar mas, Mirah juga lagi cari yang auranya paling berbeda, yang auranya paling minim hitamnya, sehingga Mirah bisa ajak dia bicara mas” kata Sumirah yang ada di dalam tubuh Blewah
Mereka berdiri menunggu ada yang sesuai dengan yang diinginkan Mirah hingga kemudian Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah berteriak nyaring.
“MAAS BAWOOOOOOK!...WOK…WOK…WOK..WOK” teriak mirah dengan keras hingga menimbulkan gema yang memantul mantul
“Mirah, kalau mau teriak bilang dulu dong jangan kayak gini, telingaku sakir tauuuk” omel pemilik tubuh yang bernama Blewah itu
“Maaf mas Blewah, soalnya tadi Mirah sempat merasa ada mas Bawok disini, tadi Mirah sempat merasa ada auranya mas Bawok, dan Mirah yakin disini ada mas Bawok” jawab Blewah sediri, tetapi dengan logat perempuan
__ADS_1
“Kamu yakin disini ada temanmu Mirah” tanya mas Nang
“Yakin mas, karena tadi Mirah sempat sekilas merasakan aura mas Bawok di sekitar sini, tapi kemudian hilang lagi mas, dia tadi ada di depan Mirah, tapi hanya sebentar dan kemudian hilang mas” jawab mirah
“Ya sudah, lalu gimana ini Mirah, kita lanjut jalan atau tetap ada disini saja” tanya Petro
“kita jalan pelan-pelan saja mas, dan bilang sama Semprul jangan seolah-olah menantang yang ada disini dulu mas, kita jalan dulu hingga keadaan memanas baru Semprul bisa bertindak” kata Mirah
Setelah Petro membisiki Semprul agar tidak memasang tampang menantang akhirnya mereka kembali jalan menuju ke arah lurus. Tetapi lorong ini tidak sesempit sebelumnya, lorong disini semakin lebar berbentuk sebuah ruangan dan semakin bau lembab, serta bau lawas.
“Kita kayaknya sudah tidak ada di lorong buatan Supardi ini rek, keliatanya kita sekarang ada di ruang bawah tanah vila putih. Seharusnya tadi kita ajak Broni saja, dia kan tau lorong yang ada di ruang bawah tanah vila putih” kata Petro
“Stop, jangan bergerak dulu mas, keliatanya kita tidak boleh melewati lorong ini, di depan sana auranya semakin hitam dan jahat. Coba mas Petro tanya ke Semprul, di depan itu ada apa mas” kata Mirah
“Ndak perlu tanya ke Semprul mbak, lha ini ae Semprul sudah mulai berubah wujudnya, seperti waktu di rumah Nabil, kalau ada bahaya dia akan berubah menjadi besar dan mengerikan” jawab Petro
Hawa yang awalnya pengab dan cenderung dingin, sekarang secara perlahan-lahan menjadi hangat dan semakin panas. Petro, Blewah pun sekarang menjadi gelisah karena udara yang menjadi panas dan pengab.
“Wah, howone kok ngene, aku makin kegerahan iki, apalagi ditambah keadaan disini yang makin membuat kepalaku pusing” kata Petro
Blewah tidak menjawab omongan Petro, tetapi malah Sumirah yang mulai tegang dengan keadaan disini, dia hanya melihat ke arah depan tanpa mau menoleh sama sekali.
“Mas Nang, hati-hati mas, yang ada didalam sana mulai tidak senang dengan kehadiran kita disini mas, dan Mirah rasa ada yang lebih berbahaya lagi di dalam mas” kata Mirah yang tidak menoleh kepada Sinank nang ketika bicara dengannya
“Mas Nang, Mirah…, tolong kasih tau kapan harus masuk ke dalam, karena Semprul sudah berubah menjadi ganas dan siap untuk membinasakan yang ada di dalam sana” kata Petro yang tetap mengelus elus Semprul agar tidak bertindak menyerang.
“Sik sabar mas Petro, sebentar lagi mas, karena yang utama belum nampak mas, di depan itu mulai berdatangan demit-demit kroco yang menyebabkan hawa disini semakin meningkat” jawab Sumirah
Petro berusaha menenangkan Semprul yang semakin beringas dengan mata yang melihat ke kegelapan di depan. Sementara itu mas Nang juga siap-siap apabila Sumirah memberikan tanda untuk menyerang yang ada di depan sana itu.
“Aku Mirah mas, Mas Blewah lagi santai-santai, dia gak mau ikut campur masalah ini mas!” jawab Mirah dengan ketus
“Yang ada di depan itu demit ganas yang ada di Waji mas, mungkin kalau mas Dogel ada disini dia akan tau demit-demit yang pernah dia hadapi ketika kalian ada di waji mas” jawab Mirah lagi
“Ya sudah Mirah, pokoknya kalau sudah siap, kasih tau aku, karena aku harus bisikin Semprul untuk melakukan penyerangan” bisik Petro yang masih elus elus kepala Semprul agar dia bisa tenang
Mereka bertiga mas Nang, Sumirah atau Blewah, dan Petro bersama Semprul sekarang sedang menunggu hingga Mirah memberikan tanda untuk melakukan penyerangan kepada yang ada di dalam sana.
“Siap-siap mas, yang paling hitam dan paling mengerikan akan muncul setelah demit kroco-kroco itu melaporkan ke atasaanya kalau kita tidak takut dengan mereka” kata Mirah lagi
“Sebentar lagi mas, sebentar lagi akan kelihatan yang merupakan bos dari demit yang ada disini mas, setelah dia muncul segera lepaskan Semprul, nanti apabila Semprul menyerang bos demit itu, kita harus Bertahan karena demit-demit lainnya yang akan menyerang kita mas” lanjut Mirah
“SEKARAAANG MAS…LEPASKAN SEMPRUL…” kata Mirah Ttiba-tiba
Petro membisikan sesuatu kepada Semprul yang saat ini sudah berubah menjadi hantu anjing yang tinggi besar berotot dan bertaring panjang.
Satu detik setelah dibisikin Petro, tiba-tiba dalam sekali lompat Semprul bisa menerjang bos demit yang sampai saat ini Petro belum bisa melihat wujudnya.
Petro hanya bisa melihat Semprul yang mencakar kepada yang tidak terlihat oleh Petro, dan dengan mulut yang menganga memamerkan taringnya yang besar dan panjang Sempru keliatanya siap mengigit dan mengoyak.
Benar saja, tiba-tiiba taring itu seolah-olah menggigit dan mengonyak sesuatu hingga kemudian Semprul berdiri di keempat kakinya dengan mulut yang terus mengoyak sesuatu yang tidak terlihat oleh Petro saja.
__ADS_1
“Apa yang terjadi mas Nang, saya kenapa tidak bisa lihat siapa lawan Semprul dan apa yang sedang dilakukan Semprul” tanya Petro
“Anjingmu berhasil mengoyak jantung bos dari demit itu, iblis yang berupa manusia berbadan kekar dan berbulu, tetapi berkepala mirip naga dengan mulut dan taring yang panjang” jawab mas Nang
“Lha apakah anak buah siluman itu tidak menyerang kita mas, kenapa saya tidak bisa melihat anak buah dari siluman itu?” tanya Petro
“Mereka sekarang sudah melarikan diri setelah tau bosnya bisa dikalahan oleh anjeng mas Petro dengan mudah, mereka lari masuk ke dalam lorong itu mas” jawab mas Nang dengan nada suara tegang
“Sekarang apa yang harus kita lakukan Mirah, apakah kita masuk ke sana dan melakukan pembersihan juga?” tanya mas Nang
“Sebentar mas, Mirah rasa ada lagi yang akan keluar dari sana kecuali yang sudah binasa dikoyak oleh Semprul itu” kata Mirah
“Tapi tunggu dulu mas, yang keluar ini Mirah sepertinya kenal mas. Kayaknya yang akan keluar ini Bawok mas. Kita tunggu dulu saja mas, hingga dia menampakan wujudnya” kata Mirah
“Eh Mirah, kalau seumpama kita nanti ini akan menelusuri lorong ini, ada baiknya kita panggil Wildan dan Broni yang ada di atas” kata Petro
“Iya lebih baik mereka kita panggil saja, biar saya saja yang memanggil mereka Mirah” kata mas Nang yang kemudian melesat ke atas
Sementara Sinank nang sedang memanggil Broni dan Wildan di atas, Blewah atau Mirah sedang menunggu siapa lagi yang akan datang, apalagi Mirah sempat mengenal energi yang akan datang ini, energi yang dia kenal dengan nama Bawok.
“Tro, tolong Semprul suruh biasa dulu ae Tro, ojok mengerikan gitu, soale yang akan datang iki temenya Mirah, dia takut kalau Semprul modele medeni ngono c*k” kata Blewah
“Iyooo sik tak kandanane Semprul. Tapi yakin kan gak ada siapa-siapa lagi yang akan datang selain teman Mirah?” tanya Petro
“Gak..gak c*k!, iki aman kok, pokoke Semprul bikin santai dulu ae lah Tro” kata Blewah lagi
Mereka berdua selain menunggu Bawok menampakan diri juga menunggu Wildan dan Broni datang, karena anggapan mereka Broni dan Wildan kan sudah biasa ada disini, jadi mereka berdua membutuhkan Wildan dan Broni sebagai penunjuk arah.
Beberapa menit kemudian Wildan dan Broni sudah menampakan batang hidungya di hadapan Blewah dan Petro. Kedua orang itu datang dengan tergesa-gesa hingga menimbulkan debu yang lumayan di sana.
“Haduuuh Bron, kita kok yooo balik nang peteng-peteng maneh yoo heheheh, dari jaman biyen sampek saiki kok yo selalu berkutat di lorong vila putih heheheh” kata Wildan yang sedang membersihakn bajunya dari tanah yang menempel
“Heheheheh lha yekopo Wil, wong musuhe kita belum pada mati kok hehehe, wis terpaksa kita ada di lorong gelap dan horror maneh koyok biasane” jawab Broni dengan santai
“Mas Wildan, Mas Bron, kalian apa masih kenal dengan lorong ini mas?” tanya Petro yang masih mengelus selus Semprul yang sudah berubah menjadi normal lagi
“Hmmm iki lak ruangan hijau ya Wil, tempat aku sama Rochman dulu tinggal heheheh” kata Broni sambil meraba aneka perabot hingga tempat tidur yang ada disana
“Iyo Bron, nek misal lorong yang dibuat Supardi itu sudah sampai disini berarti bahaya ini Bron, kita harus beritahu pak Pho untuk segera merubah struktur lorong dan ruangan yang ada disini” bisik Wildan
“Pertama kita harus keluar dari sini secepatnya, itu yang utama dulu rek” kata Wildan
“Tunggu dulu mas, Mirah lagi nunggu Bawok, dia ada disekitar sini mas” kata mirah
“Lho disini ada Bawok, berarti dia kerja sama dengan Totok?. Mangkane deke kok ngilang ae setelah kita dari Waji kapan hari itu” sahut Broni
“Nggak mas, kalian berdua salah arti dengan Bawok, dia sahabat Mirah, dan MIrah tau betul sifat Bawok, lagian aura dia tidak hitam seperti yang barusan dibinasakan Semprul kok. Kemungkinan besar dia sedang ada misi disini mas” kata Mirah
“Ya Sudah terserah kamu Mirah, tapi ingat tadi waktu kita mau masuk ke lorong ini, kami mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah, dan sekarang mas Nang sedang melihat siapa yang datang itu” kata Broni
“Dan ingat juga, kalau pintu depan rumah ini kan kita dobrak untuk bisa masuk ke sini, pastinya yang datang nanti itu akan waspada dan akan melihat semua sudut dan lorong yang ada disini” lanjut Broni
__ADS_1
Baru saja Broni selsai bicara, tiba-tiba mas Nang datang ke tempat mereka berkumpul. Mungkin ada hal penting yang akan mas Nang bicararkan, karena dia datang dengan cepat dan mendadak.
“Kalian cepat cari tempat sembunyi atau kalau bisa kelua dari sini secepatnya, karena Supardi dan Totok sedang menuju ke sini, mereka tau kalau pintu depan kalian dobrak, dan mereka tergesa-gesa ke arah lubang galian yang ada di ruangan belakang itu” kata mas Nang