MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB— (INFORMASI)


__ADS_3

Disini saya hanya ingin memberi Informasi bagi yang masih menanyakan:


novel ini kapan lanjutnya


novel ini  kenapa nggantung


Bagaimana akhir dari Novel ini


dan lainnya yang berhubungan kelanjutan  novel ini.


Saya hanya ingin mengingatkan bahwa  Novel Misteri dua penginapan ini belum selesai…


Kenapa tidak diselesaikan saja sekarang?


Jawabannya: saya tidak mau menyelesaikan sebelum pembaca mengerti dan menganalisa kenapa sampai semudah itu diselesaikan. (jangan bingung… karena yang mudah itu malah membingungkan, tetapi yang rumit itu yang malah mudah dimengerti)


Di bab terakhir novel ini semua lini yang berhubungan dengan Rochman sudah dikuasai oleh mereka semua:


Di vila putih sekarang sudah semakin aman, karena Mak Nyat Mani yang akan membereskan Djatmiko.


Di hotel Waji… pak Bowo sudah siap membakar dapur mengerikan milik Rochman.


Di rumah Rochman… Jiwa Suharto sudah berhasil mereka selamatkan.


Di rumah abah Fuad… sudah ada bantuan Sekar yang akan backup mereka yang ada disana.


Berdasar semua  semua hal itu …sudah bisa dipastikan Rochman sudah tidak bisa apa-apa lagi… , Rochman sudah tidak ada kesempatan untuk melawan. Rochman sudah menanti ajal.


Tapi apakah betul seperti itu?


Apakah Rochman sudah menyerah sehingga semua dengan mudah dikuasai oleh team  pak Tembol dan kawan kawannya?


Apakah Rochman sudah tidak mempunyai daya dan upaya lagi sehingga tidak ada kesempatan untuk melawan sama sekali?


Apakah bagi Rochman yang  cerdik itu mudah sekali dikalahkan?


Jawabannya tentu saja tergantung dari sejarah Rochman itu sendiri..


Dan sejarah itu dimulai ketika dia dimusnahkan oleh anak-anak Sutopo yang ilmunya, tuanya,  pengalamanya jauh dibawah Rochman. (novel KONSER MUSIK BERDARAH  DI VILA KUTUKAN)


Anak-anak Sutopo yang baru kemarin sore bermain dengan ghaib karena secara tidak sengaja melakukan sesuatu di vila putih.


Anak-anak Sutopo yang bisa saja pada saat memusnahkan Rochman itu tidak maksimal, sehingga Rochman masih hidup hingga di novel ini.


Anak-anak Sutopo plus Novi yang memang semangatnya tinggi tetapi tanpa didasari oleh ilmu yang tinggi pula.


Nah dari sini jelas sudah … harusnya Rochman itu sulit untuk dimusnahkan…. tapi kenapa di novel ini begitu mudah dikalahkah… saya sebagai penulis tidak terima hal ini.

__ADS_1


Maka dari sebelum semua diselesaikan dan ditamatkan.. ada baiknya pembaca membaca dulu tentang sejarah Rochman hingga dia menjadi Totok dan Nabil.


Serta siapa saja yang berpengaruh terhadap hidup Rochman..hingga dia menjadi serakah dan berkuasa.


Menamatkan Novel ini mudah, karena tinggal satu langkah saja Rochman sudah  finish.. tinggal satu bab saja sudah selesai… tapi tentu saja bukan tipe saya  membuat sesuatu yang mudah..


Kalau ada yang rumit kenapa harus dipermudah…


Jadi untuk memahami apakah Rochman itu patut untuk dibunuh,... mari kita baca dulu sejarah Rochman.


Sejarah Rochman sengaja tidak saya tulis di novel ini.., tetapi saya tulis di novel INDAH LAMINATINGRUM.


Kenapa kok saya tulis disana?


Karena memang saya pengen nulis di sana saja,  agar nantinya untuk menamatkan Novel MISTERI DUA PENGINAPAN  ini  menjadi mudah.


Saya bukan penulis senior…saya bukan penulis dengan ide kreasi yang luar biasa… tapi saya penulis yang berusaha menyuguhkan cerita frame demi frame dengan jelas sehingga tidak membingungkan pembaca.


Terima kasih


mbak Bashi


Di bawah ini saya lampirkan satu bab tentang sejarah Rochman, saya hadirkan disini agar kalian pembaca bisa paham siapa itu Rochman


NAMA SAYA TOTOK


*Aku berteriak  kesakitan ketika anak-anak Sutopo mengerahkan tenaganya ke arahku.. *


Yang kurasakan adalah tubuhku berputar putar dan melayang tidak karuan…. Yang kurasakan saat ini tubuhku sangat ringan, tapi aku tidak bisa menggerakan tubuhku sama sekali.


Aku tidak paham apa yang akan terjadi pada diriku setelah ini, karena  yang kurasakan kemudian adalah tubuhku yang seperti dihimpit oleh batu yang sangat berat.


Rasanya seperti aku ada ditengah-tengah sebuah batu yang sangat besar, hingga aku tidak bisa bernafas sama sekali.


Tidak hanya itu.. Tubuhku rasanya remuk… dan sebentar lagi aku sudah tidak sadarkan diri lagi!


Aku sudah tidak bisa menggerakan tubuhku sama sekali. Tanganku, kakiku dan anggota tubuhku rasanya seperti kebas, dan mati rasa…


Aku pingsan!.


*****


“Dimana aku berada….?”


Aku masih lah Rochman.. Aku masih berwujud manusia…


Yang kuingat sebelumnya.. Aku sedang dikepung oleh teman-teman yang sudah kukhianati….

__ADS_1


Aku Bersandar pada sebuah pohon yang besar… tubuhku sangat lemah sehingga aku tidak bisa bergerak sedikitpun.


Hingga beberapa lama aku tetap duduk dengan bersandarkan pada sebuah pohon..


Untungnya kekuatan anak-anak Sutopo itu tidak sampai membuatku hilang.. Aku hanya berpindah ke masa yang belum aku tahu..


Yang tadinya di hutan ini masih terang.. Sekarang sudah mulai gelap.. Keliatanya malam akan tiba.


Tetapi aku masih belum bisa menggerakan tubuhku…


Aku berusaha mengingat apa yang terjadi dengan diriku, dan bagaimana dengan bosku Dimas juga. Apakah dia juga sudah mati atau dikirim ke dimensi lain juga?


Ah masa bodoh dengan Dimas.. Bahkan aku pernah dibunuh oleh dia juga kan… untungnya aku masih bisa hidup..


Tapi untungnya aku masih bisa hidup meskipun aku tidak tau ada dimana..


Malam hari ini lebih baik aku gunakan untuk istirahat, meskipun keadaan hutan ini benar-benar mengerikan, tapi paling tidak aku pernah menghadapi hal yang lebih mengerikan lagi sebelumnya.


*****


Sorot sinar matahari mengenai mataku. Ternyata aku duduk di bawah pohon menghadap ke arah timur, sehingga sinar matahari pagi mengenai wajahku.


Kucoba untuk menggerakan tubuhku perlahan-lahan … ternyata bisa… aku harus mencari penduduk daerah sini untuk minta makan dan minum.


Setelah mencoba berdiri beberapa kali .. akhirnya aku bisa juga berdiri..


Hutan ini lebat.. Dan tempatku berada ini di antara tumbuhan semak belukar dan pohon yang sangat besar..


Untuk saat ini aku harus mencari jalur setapak dulu.. Atau jalur yang biasa dilewati manusia.


Mumpung masih pagi, aku harus mencari jalan untuk menuju ke sebuah pemukiman…


Setelah berjalan menembus semak dan tanaman-tanaman pakis yang berdaun besar akhirnya aku bisa keluar dari hutan.


“Hmmm aku rasanya pernah tau daerah ini… ini kan ada di pinggir semak padang savana.. Dan disana itu kalau tidak salah desa”


Aku berjalan menembus padang savana.. Padang savana ini hanya ada ilalang dan tanah kapur saja.


Kalau aku ke arah kanan mungkin bisa bertemu dengan desa tempat dulu aku dan teman-teman bertemu dengan anak-anak yang sedang melakukan KKN.


Tapi aku tidak tau ini tahun berapa.. Ah pokoknya aku harus ke sana untuk bertemu dengan penduduk desa.


Setelah lama menyusuri padang yang sangat panas ini akhirnya dari kejauhan aku melihat sebuah perkampungan.


Aku semakin semangat untuk menuju ke are perkampungan itu,  karena aku yakin disana itu adalah perkampungan tempat dulu aku dan teman-teman bertemu dengan anak KKN.


Padang savana ini memang luas, dan kalau tidak salah dulu aku aku pernah bohongin hantu-hantu Wildan, Ibor dan Gilank…

__ADS_1


Dulu waktu disini sedang ada kegiatan pasar setan, aku  pernah memanfaatkan jasa penjaga disini untuk memasukan teman manusiaku ke desa yang ditinggalkan itu.


“Heheheh aku masih ingat ketika ketiga hantu itu di perkosha oleh penjaga ghaib disini heheheh”


__ADS_2