MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 54 (PENJELASAN HANDOKO)


__ADS_3

“Nama saya Handoko, panggil saya Han saja. Saya orang jawa asli, hanya saja saya punya darah  keturunan China dari mbah buyut saya”


“Pekerjaan saya berhubungan dengan dunia supranatural, dan juga meneliti dokumen kuno, juga melepaskan kutukan warisan kuno agar bisa dilanjutkan kepada generasi keturunan berikutnya”


Pak Handoko memperkenalkan dirinya setelah kedelapan orang itu berkumpul semua di satu meja yang di pesan olehnya. Karena makanan yang mereka pesan belum datang, maka dari itu waktu ini tepat untuk menjelaskan siapa Handoko itu.


“Saya sebenarnya tidak mau mengerjakan sesuatu yang tidak semestinya, saya hanya menerima permintaan dari keluarga yang tertera di dokumen"


"Biasanya sebuah warisan dari buyut atau leluhur itu kadang ada saja hal mistisnya, itu yang akan saya netralisirkan”


“Nah hal mistis itu yang biasanya mengganggu keturunan yang tidak memahami leluhurnya. Biasanya mereka meminta bantuan saya untuk menetralisir gangguan itu”


“Apa gunanya mereka para leluhur atau buyut ada jaman dahulu selalu bersentuhan dengan dunia mistis?. Hal itu untuk melindungi asset mereka dari jarahan”


“Tapi kadang keturunan selanjutnya tidak tau bagaimana merawat warisan dari leluhurnya itu, sehingga yang terjadi adalah hal mistis yang seharusnnya melindungi itu berubah menjadi mengerikan karena tidak ada yang mengurusnya” cerita pak Handoko


“Nah tugas saya disini adalah sebagai orang yang meneliti atau membantu keluarga Tionghoa yang kesulitan dengan apa yang di wariskan oleh leluhurnya” kata Handoko


“Bagaimana cara saya menetralisir semua itu?”


“Yaitu dengan cara mempelajarinya terlebih dahulu, kemudian baru saya cari cara terbaik bagi para leluhur dan bagi keturunan yang mewarisinya. Begitu cara kerja saya” lanjut pak Han


“Sekarang kalian paham apa tugas saya kan, dan nanti akan saya jelaskan bagaimana dokumen itu ada pada saya” katanya lagi


"Bagaimana, apa yang akan kalian tanyakan sebelum saya lanjutkan"


“Coba pak Handoko ceritakan mengenai Trimo pak, bagaimana Trimo bisa menghubungi bapak?” tanya Ukik


“Trimo hehehe, saya tidak tau bagaimana dia bisa datang ke rumah saya beberapa hari lalu dengan membawa tiga dokumen yang saya tau itu bukan hak dia” kata pak Handoko sambil melihat satu persatu mulai Ukik, Tifano, Ali, Dani, dan Novi


“Kurang satu, dimana pewaris satunya?” tanya pak Handoko


“Namanya pak Tembol, dia belum kami temukan pak” Jawab Tifano


“Trimo datang sendirian ke rumah saya, dia membawa tiga dokumen ini, dia mengaku memperoleh dokumen ini dari customernya. Kemudian saya bilang ke dia supaya membawa customernya kepada saya”


“Karena saya butuh pewaris asli dari dokumen ini, karena saya ingin tau bagaimana pewaris itu mendapakan dokumen ini, sebelum saya melakukan sesuatu dengan apa yang diwariskan itu”


“Trimo tidak dapat menunjukan pewaris asli dokumen ini, dia hanya menjanjikan saya uang 25juta apabila bisa menetralisir leluhur pemilik dari harta yang diwariskan itu”


“Saya terima saja apa yang dia minta, karena saya ingin mempelajari dokumen ini. Tetapi ada yang mengerikan dari apa yang dikasihkan Trimo itu ke saya. Kalian tau apa yang mengerikan?”


Setelah diam sejenak dan meminum es teh yang dia pesan kemudian dia berbicara lagi.


“Saya pelajari mulai dari pendiri rumah itu, hingga keturunan keturunan yang mendapatkan kutukan, dan terakhir ada lagi yang melakukan cap jempol darah yang dilakukan pada beberapa puluh tahun silam”

__ADS_1


“Kemudian dari darah kering yang menempel di kertas ini, saya cari arwahnya, kalau dia masih hidup maka saya hanya bisa berharap mereka akan datang karena saya butuh konfirmasi tentang kepemilikan ini”


“Kesimpulan saya, orang-orang terakhir yang melakukan cap darah ini masih hidup" kata pak Han dengan tersenyum


"kalian tau kenapa kok harus menggunakan cap darah, bukan hanya sekedar tanda tangan saja?” tanyanya


Mereka diam tidak menjawab pertanyaan pak Han.


“Begini, beberapa keturunan biasanya ingin mengetahui apapun tentang orang yang ada di dalam perjanjian itu, siapa dia, keturunan apa, titisan apa, dll”


“Ketika saya check ternyata keturunan terakhir yang melakukan cap darah pada beberapa Puluh tahun lalu ini masih hidup, dan sekarang mereka ada di depan saya” katanya dengan wajah serius


“Tetapi keadaan leluhur sebelum-sebelum kalian ini berantakan, mereka diserang oleh mahluk ghaib dari belasan paranormal suruhan Trimo. Tujuanya agar Trimo bisa bebas memiliki rumah dan isinya”


“Trimo jelas tau kalau di rumah itu banyak harta karunnya, tetapi harta itu dijaga oleh leluhur-leluhur  pemilik rumah itu, sehingga satu satunya jalan adalah mengusir dahulu leluhur itu hingga terbuka akses untuk mengambil harta itu”


“Dan masalahnya Trimo tidak menggunakan satu orang parnormal, dia menggunakan belasan paranormal dengan dasar ilmu yang berbeda beda"


"Mungkin Trimo tidak puas dengan satu paranormal, kemudian pindah dan pindah ke paranormal lainya”


“Akibatnya kalian bayangkan saja, apa yang terjadi dengan leluhur pemilik rumah itu kan. Dan saya yakin kalian pasti juga merasa diserang oleh mahluk ghaib juga kan?” kata pak Handoko


*****


“Ahhh makananya sudah datang, kita makan enak dulu, nanti saya teruskan ceritanya ya” kata pak Handoko  setelah pelayan rumah makan datang dengan pesanan makanan mereka


*****


“Sampai mana tadi saya cerita kepada kalian?” tanya pak Handoko setelah mereka semua menyelesaikan makananya


“Sampai leluhur yang diserang oleh mahluk ghaib suruhan pak” jawab Ukik


“Oh iya, maaf saya lupa, karena keenakan makan hahahah” kata pak Handoko


“Jadi yang saya tahu semua yang melakukan cap jempol darah akan di serang oleh suruhan paranormal atas perintah Trimo. Termasuk kalian kan, apa yang kalian rasakan?” tanyak pak Han


“Kami secara bersamaan mimpi buruk pak, dan kami merasa harus kembali ke rumah itu” jawab Ali


“Heheheh kalau yang mendatangi mimpi kalian seperti itu, itu adalah leluhur rumah itu, tetapi kalau yang datang melakukan penyerangan, itu suruhan paranormal yang berusaha mengusir penghuni rumah itu” jawab pak Handoko


“Tetapi kalian harus ingat bahwa leluhur keluarga Tan bukan sembarangan, demit-demit suruhan itu bukan tandingan leluhur keluarga Tan. Tetapi karena yang menyerang itu bukan hanya satu, melainkan hingga ratusan, tentu saja mereka juga kewalahan kan”


“Hal itu yang sekarang saya bisa lihat, jadi leluhur keluarga Tan sekarang dalam keadaan porak poranda. Sampai sini kalian paham kan?”


“Tapi ternyata Trimo masih belum puas juga dengan kinerja belasan paranormal itu, dan pada akhirnya dia berhasil menemui saya. Saya tidak tau bagaimana dia bisa tau alamat saya. Pokoknya dia datang dengan membawa tiga dokumen ini”

__ADS_1


“Pada awalnya saya tolak apa yang dia minta, karena dia tidak bisa menunjukan siapa pewarisnya kepada saya. Tetapi karena sifat penasaran saya mengalahkan segalanya, akhirnya saya terima saja apa yang disuruh  Trimo”


“Dia menjanjikan saya 25 juta apabila berhasil mengusir leluhur penjaga rumah itu. Saya cuma mengiyakan saja, karena saya penasaran. Kok bisa surat berharga dan rahasia itu ada di tangan orang pribumi macam  Trimo”


“Saya selidiki semua yang tertuang di surat perjanjian yang ada cap jempol darah kalian itu, saya juga pelajari denah rumah yang sangat membingungkan dan membuat saya sakit kepala, saya pelajari juga surat rumah yang berbahasa Mandarin itu”


“Hingga saya sampai pada kesimpulan bahwa pemilik yang hidup…, pemilik yang hidup pasti akan datang dan mencari surat yang ada pada saya ini”


"Dan terbukti, pemilik yang hidup ada disini kan"


“Bicara tentang hidup, pasti ada kematian, saya juga bisa merasakan bahwa Trimo sudah mati. Bagaimana saya bisa tahu bahwa Trimo mati?”


“Saya jelaskan dulu ya, setiap ada tamu yang mencurigakan datang kepada saya, saya selalu menandai arwah mereka. Kenapa saya manandai arwah mereka?”


“Agar saya tau dia itu siapa, sepak terjangnya bagaimana, dia orang baik atau bukan, pokoknya semua yang berkaitan dengan dia saya harus tau, sebelum saya melakukan perintahnya”


“Ketika Trimo mati, arwah dia mengirim sinyal kepada saya, jadi tiap tiap orang yang paham dunia ghaib dia akan tau apakah orang itu akan meninggal atau tidak, semua itu ya dari perubahan sinyal arwahnya”


“Saya pastikan dengan mengirimkan pesan pendek kepada hp Trimo, untuk memastikan dia sudah mati betulan atau hanya sakit saja”


“Ternyata Trimo tidak respon Wa saya, jadi saya yakin dia sudah mati. Setelah Trimo mati, saya cuma berharap pemilik asli rumah itu akan menghubungi saya”


 “Sampai disini paham kan apa yang saya ceritakan?”


“Lanjutkan dulu pak, bagaimana pak Han bisa tau kami?” tanya Tifano


“Heheheh kamu tidak menyimak ya, berdasarkan darah kering yang menempel di surat serah terima itu, dari darah itu saya bisa tau kalian ini siapa, bagaimana sifatnya, bagaimana kelakuanya, dan lainnya” jawab pak Han


“Bagaimana pak Han tau kalau kami akan kesini, dan apakah pak Han tau kalau yang menghubungi itu adalah kami?” tanya Novi


“Hmmm ya jelas dengan pancingan wa yang saya kirim kan, kemudian kalian balas kan, dari situ saya bisa tahu kalau ada orang yang membawa Hp Trimo. Bentar, waktu itu yang balas Wa kan mbak ini ya?” tunjuk pak Han kepada Novi


"Kemudian kalian tetap kirim pesan kepada saya melalui hp milik Ali, dan Ali ini bukan kamu" tunjuk Pak Han kepada Wildan


"Ali itu kamu kan" tunjuk pak Han kepada Ali


Handoko sangar rek heheheh, dia sampai bisa tahu siapa yang mengetik pesan singkat itu. Inilah ghaib, tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat kan.


“Tapi saya merasa di rumah itu masih ada penjaga yang dengan gigih melawan setiap mahluk ghaib yang mulai menyerang dengan membabi buta, penjaga itu orang Tionghoa, dia keliatanya sudah lama ada disana” kata pak Handoko dengan menerawang


“THE KIE PHO, itu nama penjaganya pak” kata Ali tiba-tiba


“Dia arwah yang baik pak, kami harus membantu dia pak” potong Tifano


“Yaaaa, bagaimana kalian tau namanya The Kie Pho?” tanyanya heran

__ADS_1


“Ceritanya panjang pak, karena kami pernah ada disana” jawab Dani


“Begini saja, kalau kalian tidak terburu buru, kita bisa mampir ke rumah saya, kalian ceritakann apa yang kalian alami karena dari cerita kalian mungkin saya bisa melakukan sesuatu dengan yang ada di rumah itu” kata pak Han.


__ADS_2