MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 172 (MAK NYAT MANI? )


__ADS_3

“Kapan kita akan ke rumah Nabil untuk menjemput nak Ngot dan nak Indah” tanya pak Tembol


“Besok itu sudah empat hari pak, jadi besok malam kita bisa kesana untuk menjemput mereka” kata Novi


“Saya sudah tidak sabar mendengar apa mereka dapatkan tentang rumah Nabil atau Rochman, dan semoga mereka baik baik saja disana” kata Dimas


“Mudah -mudahan aman pak, karena disana kan ada Bawok” sahut Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah


“Eh Mirah, apa kamu tidak bisa kontak batin dengan Bawok?”


“Saya tidak bisa pak kalau seumpama bisa saya sudah dari dulu minta bantuan bawok” jawab Mirah yang ada di dalam tubuh Blewah


Malam hari setelah mereka melaksanakan sholat maghrib, malam hari yang nyaris tidak ada awan, malam hari dengan bulan purnama dan bintang yang kelap kelip terlihat di langit yang jernih.


Malam hari yang  terang karena cahaya bulan sanggup menerangi sisi bumi yang tidak berawan saat itu.


“Malam ini terang benderang, seolah sinar bulan menjadi semacam lentera yang cukup menerangi area vila ini” kata Dimas yang sedang ada di halaman depan teras vila


“Ini yang tidak saya sukai Dimas, keadaan seperti ini membuat apa saja terlihat dengan jelas, termasuk keadaan di dalam vila ini juga” kata pak Handoko


“Iya benar Han, tetapi setidaknya malam ini tidak ada bahaya yang akan datang kesini kan, jadi kita bisa menikmati bersantai  di depan teras seperti ini”


Udara sejuk dan cenderung dingin memang mengakibatkan tenangnya pikiran, apalagi ditambah dengan tidak adanya siapapun yang datang kesini, seolah olah mereka semua sedang liburan di sebuah vila.


Ketika sedang santai menikmati alam yang asrti, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh kehadiran Sinank nang yang datang dari arah luar, dia melayang menuju ke ruang tengah yang memang masih ramai.


“Mereka akan datang ke sini lagi,  petugas itu ingin melihat suasana malam hari di sekitar vila ini, dan Trimo juga akan ada bersama mereka juga” kata mas Nang


“Dan ingat bila malam tiba, biasanya kekuatan ghaib akan semakin kuat, dan kemungkinan yang terburuk adalah Trimo ada dalam pengaruh Mak Nyat Mani” lanjut mas Nang


“Dan dia tentu saja akan datang bersama petugas yang berwajib!. Ini merupakan ancaman bagi kita, karena bisa saja dia akan masuk ke sini dengan kekuatan yang ada pada dirinya, dan kekuatan itu tentu saja tidak diketahui oleh petugas itu”


“Segera kabari pak Pho dan beritahu juga untuk mendatangkan Marwoto, dia pasti bisa membedakan energi yang akan ada di dalam tubuh Trimo” kata pak Handoko


Malam ini semua bersiap menunggu kedatangan petugas yang berwajib bersama Trimo. Disini ada yang aneh juga, kenapa mereka kembali lagi ke sini, entah karena permintaan Trimo untuk diadakan penyidikan di malam  hari atau memang kemauan dari petugas yang berwajib itu.


*****


Wildan dan Tifano tetap ada di kamar atas, mereka terus menerus mengamati apabila ada yang akan datang ke sini,  memang di atas itu enak suasananya karena angin semilir dingin bisa masuk ke dalam kamar tanpa ada halangan sama sekali.


“Wil, coba nek vila ini sudah aman dan jadi milik kita, rasane betah aku nek tinggal disini tiap hari hihihi” kata Tifano yang ada di kamar atas bersama Wildan


“Jelas Tif, aku juga betah nek carane gini ini, aku bisa minggat kesini ajak anak bojoku heheheh, gratis gak bayar sewa vila heheheh”


“Ngawur ae Wil, ojo ngejak anakmu c*k, anakmu bisa girap-girap nek ketemu ghaib macam Dimas penunggu kamar depan hihihihi” kata Tifano


“Nggak lah Tif, Dimas sekarang lho wis berubah wis jadi baik mosok se harus nakuti anak kecil”


“Wis karepmu Wil, pokoke aku kerasan nek di kamar atas iki, aku bisa minggat dari kesibukan di kota mlng, nek gak ada pesanan katering” kata Tifano.


Mereka berdua tiduran di lantai kayu kamar atas, tetapi pandangan mereka tidak pernah bisa lepas dari situasi di luar vila, karena bagian atas ini memang digunakan untuk pengintaian.


Ketika mereka sedang asik ngobrol, tiba-tiba dari arah bawah ada lampu motor dan mobil yang  mengarah ke vila putih.


“Tif, cepat laporkan ke bawah ada serombongan orang yang sedang menuju kesini, bahaya iki c*k”

__ADS_1


Tifano turun ke lantai bawah dimana mereka yang sedang asik duduk dan tiduran tidak menyadari adanya beberapa kendaraan yang sedang mengarah  ke sana.


*****


“Kalian harus siap-siap, karena ada beberapa kendaraan yang sedang menuju kemari” kata Tifano panik


“Mbul, cepat ke bawah dan katakan ke pak Pho, sekarang saya sudah mulai merasakan adanya energi yang sama dengan ketika Trimo sedang kerasukan” kata Dimas


Pak Tembol turun ke ruang bawah tanah melewati area dapur yang memang sudah dibuka pak Pho agar mudah dalam mobilisasi apabila terjadi keadaan yang emergency.


Sementara itu Tifano kembali ke lantai atas dimana Wildan masih ada diatas untuk mengamati apa saja yang sedang terjadi diluar vila, pak Handoko dan Dimas ada di teras vila untuk merasakan adanya energi yang sebentar lagi akan datang.


“Handoko, kamu dan anak-anak jangan ada di teras atau di ruang tengah, kalau bisa kaian masuk saja ke kamarku, karena saya merasa bahwa Trimo akan bisa mendeteksi kalian semua yang ada disini, kecuali kamar saya” kata Dimas


“Pak Pho masih memanggil Marwoto dan nanti Marwoto akan muncul dimanapun dia suka, jadi bisa saja dia nanti ada di hadapan Trimo, jadi ada baiknya ada anggota kita yang keluar juga, agar tau apakah ada Marwoto di saat nanti”


“Siapa yang akan ke depan sana?” tanya Dimas kepada yang ada di dalam ruangan tengah vila


“Biar saya sama Dogel saja pak, kami kebetulan kan mempunyai bantuan ghaib” kata Petro menawarkan diri


“Ok lah meskipun kalian belum tau wajah Marwoto, paling tidak kalian berdua bisa mengamati apa yang sedang terjadi di luar sana. Dan ingat jangan sampai kalian melawan Trimo atau pun petugas yang menjaga Trimo” pesan Dimas


Petro dan Dogel berjalan pelan-pelan melalui semak belukar yang sudah ditandai untuk menuju ke area pagar yang berlubang, mereka berdua harus hati-hati karena saat ini Trimo ditemani oleh pihak yang berwajib.


*****


“Tro, kita harus lebih dekat lagi dengan posisi mereka yang ada di luar sana, ada baiknya kita ke jurang yang ada di seberang vila itu mumpung orang-orang itu belum sampai ke sini”


“Iyo Gel, ayo nyebrang ke sana, jangan sampai kita ndak dengar apa yang sedang dibicarakan oleh mereka yang ada disana nanti”


Dogel dan Petro yang sudah ada di pagar yang berlubang segera menuju ke jurang yang ada di depanya, mereka sembunyi disana hingga rombongan Trimo dan petugas berwajib itu sampai di depan vila


Tetapi karena saat ini bulan purnama dan tidak ada awan sama sekali di langit, maka akibatnya keadaan di sekitar vila lumayan terang.


*****


Dogel dan Petro ada di sekitar sana, mereka berdua sedang ada disisi jurang yang cukup curam, agar posisi mereka berdua tidak terlihat dari atas jalan.


Keempat pintu mobil itu terbuka, tiga orang petugas dan Trimo sekarang ada di depan pintu vila.


“Pak Trimo, apa sebenarnya yang mau sampeyan tunjukan ke kami disini?” tanya salah satu petugas yang ada di dalam mobil bersama trimo


“Tenang pak, saat ini kan bulan purnama jadi keadaan di sekitar sini akan telihat jelas sekali. di dalam vila pun akan terlihat jelas apabila kalian masuk ke dalam sana” kata Trimo


“Memangnya apa yang akan kamu tunjukan kepada kami?” tanya salah satu petugas itu lagi


“Perampok mobil kami, sebelum pacar saya terbunuh, dia ada di dalam sana, dan kalian akan saya antar masuk ke dalam sana” kata Trimo


“Saya  sebenarnya bisa saja mengambil orang yang sudah merampok kami dan mungkin juga membunuh Muryati juga” kata Trimo dengan penuh keyakinan


“Jadi kalian bisa dapat menyelesaikan dua kasus sekaligus. Pertama adalah orang yang merampok kami, kedua adalah orang yang kemungkinan besar membunuh Muryati”


“Bagaimana, apakah bapak-bapak ini mau mengikuti  saya mencari orang itu di dalam vila ini?” tanya Trimo dengan sombongnya


‘Tanpa surat penggeledahan jelas kami tidak akan mau masuk ke dalam, meskipun kamu bilang kalau di dalam sana ada manusianya” jawab salah satu petugas

__ADS_1


“Buktikan dulu, dan bawa kesini salah satu dari orang itu, dan kami akan meminta surat penggeledahan untuk vila ini” kata salah satu dari mereka yang kemungkinan besar adalah komandan nya


“Meskipun ini melanggar hukum dan kami bisa menangkapmu atas masuk ke properti orang tanpa ijin, tapi ok lah saya akan tutup mata demi terurainya kasus mayat pacarmu yang ada di depan kantor kami”


“Ok akan saya buktikan, saya akan masuk ke dalam dan akan membawa keluar manusia dari dalam sana” kata Trimo dengan sombongnya


Trimo mulai berjalan masuk ke dalam vila yang pada saat ini cukup ada cahaya dari sinar bulan purnama, tetapi ketika dia sedang melangkah membuka pintu pagar, tiba tiba dari atas bukit muncul Marwoto yang saat ini menjadi manusia.


“Heiii apa yang sedang kalian lakukan disana, itu bukan milik kamu dan kamu tidak berhak untuk masuk kesana”  teriak orang yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari mereka


“Kalian pihak yang berwajib apakah membawa surat penggeledahan vila ini?” tanya orang tua yang wajahnya ditumbuhi brewok itu


“Siapa kamu!” teriak salah satu dari petugas yang ada disana


“Tidak penting siapa saya, yang penting adalah apabila memasuki properti orang tanpa ijin itu sudah merupakan kejahatan dan orang itu harus kalian tangkap, kecuali kalian mempunya surat tugas penggeledahan vila itu” tunjuk Marwoto pada Trimo


Para petugas pembela kebenaran itu diam, memang mereka salah karena membiarkan orang lain memasuki  properti tanpa ijin atau tanpa ada surat penggeledahan.


Trimo berjalan keluar dari vila dengan senyum terkembang, kemudian dia mendekat laki-laki yang baru saja datang dari atas bukit.


Trimo sedang berhadapan dengan Marwoto, Trimo tersenyum dengan bangga di depan Marwoto. Entah Itu senyum mengejek atau apa, tapi yang jelas dia sedang tersenyum di hadapan Marwoto


“Djatmiko…. suruhan Soebroto, sedang apa kamu ada di dalam tubuh laki-laki tak berguna ini” kata mbah To dengan nada suara pelan dan lambat


Trimo hanya tertawa ngakak ketika mbah Woto memanggilnya dengan sebutan Djatmiko suruhan Soebroto.


“Buat apa kamu menyamar sebagai Mak Nyat Mani!” gumam mbah Woto kepada yang sedang merasuki Trimo


Trimo sekarang berubah dia mendadak diam, dia tidak berkata apapun karena ternyata yang ada di dalam tubuh Trimo bukan Mak Nyat Mani perempuan cantik yang selama ini Trimo tau.


“Siapa kamu pak tua, dan siapa yang kamu sebut sebagai Djatmiko itu?” tanya salah satu dari petugas itu dengan nada keheranan


“Bapak petugas yang saya hormati,  kalian ini sebenarnya sedang dalam permainan ghaib yang dilakukan oleh orang yang kalian bawa kesini itu. kalian semua dalam permainan Trimo”


“Di dalam tubuh Trimo ada ghaib yang mempermainkan kalian termasuk yang membunuh perempuan yang ada di depan kantor kalian itu”


“Saya bukan siapa-siapa, saya hanya memperingatkan kalian kalau kalian sedang dalam lingkaran permainan iblis itu” tunjuk mbah Woto kepada Trimo


Untuk diketahui Mbah Woto atau Marwoto adalah salah satu orang pilihan selain istrinya yang sudah meninggal yang bernama Suparmi. Mbah Woto diberi kekuatan oleh Mak Nyat Mani dan Soebroto yang merupakan penguasa dua wilayah yang ada disana.


Tugas Marwoto dan Suparmi istrinya adalah menyatukan dua wilayah ghaib, dan ternyata berhasil. Dan hingga kini kekuatan dua pimpinan wilayah Mak Nyat Mani dan Soebroto masih ada di dalam tubuhnya.


“Djatmiko, siapa yang perintah kamu!” bentak mbah Woto


“Hahahaha bukan siapa-siapa dan kamu tidak berhak tau” jawab Trimo


“Baik kalau begitu, saya yakin kamu suruhan Soebroto, kalau begitu akan saya beritahu Mak Nyat Mani karena kamu sudah meniru dan menyamar sebagai Mak Nyat Mani dalam usahamu ini”


“Eh bapak-bapak petugas yang berwajib, ada baiknya bapak-bapak  meninggalkan tempat ini, karena yang kalian hadapai adalah iblis yang masuk ke dalam tubuh laki-laki yang bernama Trimo itu”


“Dan apa yang kalian cari di vila itu sebenarnya sia-sia, nanti akan saya tunjukan kepada kalian siapa saja orang yang sedang kalian cari itu, tetapi untuk saat ini lebih baik kalian mundur dulu saja, karena yang sedang kalian hadapi itu bukan manusia”


Kelima petugas itu jelas bingung mereka  tidak pernah berhadapan dengan yang namanya ghaib, mereka jelas tidak tau apa yang akan mereka lakukan, tetapi kembali lagi dengan kasus mayat yang ada di depan kantor mereka.


Mereka jelas ingin menyelesaikan kasus mayat Muryati yang ada di depan kantor mereka, atau mereka akan menanggung kesalahan dan malu apabila belum bisa menuntaskan kasus itu.

__ADS_1


“Kalian jangan takut, saya orang baik-baik yang tau permasalahan yang sedang terjadi disini, dan saya berjanji akan memberitahu kepada kalian untuk menyelesaikan kasus mayat yang ada di depan kantor kalian” kata mbah Woto


“Maka dari itu sebaiknya kalian balik dan tunggu saya di kantor kalian. Akan saya jelaskan meskipun bagi kalian itu tidak masuk akal”


__ADS_2